DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 62


__ADS_3

Risma dan Reyhan serta pasangan Herlambang juga Permana ditambah dengan William yang masih setia dengan kesendiriannya sudah tiba di kota M. Seperti biasa yang keluarga David lakukan. Pesta dilakukan di rumahnya yang ternyata adalah pesta pernikahan cucu pertamanya, Muhammad Salman Al-Maliki. David kukuh ingin pesta


pernikahan cucunya dilaksanakan di rumah utama Indrayani. Disinilah akhirnya pesta digelar.


Risma dengan pandangan kagum melihat interior yang klasik tapi elegan di setiap sudut rumah. Belum lagi hiasan yang yang terlihat sederhana namun tetap terlihat mewah.


“Pilihan keluarga ini simpel, tapi indah” ucap Risma.


“Memang Tuan David dan Nyonya Hana adalah pribadi yang sederhana. Bahkan kabarnya, beliau jarang belanja di mall. Tapi ikut nimbrung orang-orang sekitar belanja di tukang sayur keliling” jawab Heru yang usianya memang sepantaran dengan David .


“Wah, benar-benar konglomerat yang merakyat. Harusnya Abang tiru yang seperti itu. Jangan cuma ngegedein gengsi, tapi basi” cibir Risma yang mengenal Reyhan dulu dengan gengsi yang besar.


“Iya sayang. Kan sekarang udah nggak begitu. Ikut sederhananya kamu” jawab Reyhan dengan cengiran. Risma hanya mengangguk dan tersenyum karena memang merasakan perubahan suaminya. Yang dulunya hanya mengunjungi panti asuhan atau panti jompo, kini mau turun di jembatan atau jalanan untuk berbagi. Kalau  memang dasarnya orang baik, maka akan mudah menerima kebaikan dari orang lain. Begitu juga yang Risma rasakan pada suaminya. Dia percaya kalau suaminya orang baik. Sehingga apa yang dia lakukan dapat dengan mudah Reyhan ikuti. Hanya saja gengsi dan jaim suaminya masih belum luntur sepenuhnya.


“Sudah-sudah. Ayo kita temui sang tuan rumah juga raja dan ratu sehari” ajak Nilam. Dengan menggandeng tangan Ali, suaminya, Nilam melangkah menemui David yang sedang bercengkerama dengan tamunya ditemani oleh sang istri dan beberapa keluarganya.


Reyhan melirik istrinya yang berbinar melihat sebagian keluarga David.


“Kenapa, sayang?” tanya Reyhan heran.


“Kenapa orang kaya itu ganteng-ganteng sih? Nggak mereka, nggak Abang, ganteng semua”


Seandainya Reyhan belum mengenal Risma, maka pasti sudah cemburu. Namun begitulah istrinya, tidak bisa menyembunyikan kekaguman dan kesenangan. Namun sayangnya, istrinya ini sangat pandai menyembunyikan kesedihan dan kepahitan hatinya. Dan itulah kemampuan perempuan yang paling jempol diantara kemampuan lainnya.


“Berarti mama dan papa juga ganteng dong?” tanya Heru dan Indra hampir bersamaan mendengar ucapan Risma.


“Papa-papa Risma ini juga ganteng kok” jawab Risma membuat keduanya saling lempar senyum dan dengan langkah tegak menggandeng istrinya berjalan mengikuti Nilam dan Ali yang sudah lebih dulu bergerak.


Reyhan juga tak mau kalah. Dengan posesif, dia menggandeng Risma mengikuti tiga pasangan yang kelewat matang. Sedangkan William hanya memdesah berat dan tentu saja iri melihat keempat pasangan yang datang bersamanya.


“Nah, ini dia mantu saya sekaligus mantu dari Tuan Permana” ujar Ali pada semuanya yang berkumpul begitu Reyhan dan Risma sampai.


“Bagaimana bisa punya dua mertua? Kan perempuan? Poliandri?” tanya kolega bisnis David.

__ADS_1


“Eh, enak aja Om bilang kalau saya poliandri? Emangnya saya perempuan apaan? Playgirl?” omel Risma spontan membantah tuduhan pria tua itu.


“Hahahaha, maaf semuanya. Anak saya ini memang suka spontan kalau merasa kesal. Dan memang anaknya sedikit blak-blakkan” kata Herlambang mewakili semuanya.


“Bukan masalah, Tuan Herlambang. Istri saya dulu juga begitu. Kalau sekarang sih sudah bisa mengontrol walau kaang kelepasan” jawab David. Hana hanya tersenyum dan mengangguk karena memang benar adanya.


“Benar Tuan. saya rasa itu memang sifat alamiah perempuan. Bukan begitu Nak Reyhan?” tambah yang lainnya.


“Yah, begitulah Tuan” jawab Reyhan. Risma mendengus kesal mengingat tuduhan yang dilontarkan pria tua itu.


“Dia ini mantu saya. Janda saat bertemu dengan Nak Reyhan. Meskipun anak saya sudah tiada, tapi bagi saya, dia tetap mantu saya” Heru meluruskan dan tidakmau kalau mantu kesayangannya dituduh macam-macam.


“Oh, yang perwira itu ya, Tuan Herlambang?”


“Iya, benar”


Obrolan terus berlangsung baik tentang bisnis ataupun perkenalan. Risma terlihat mulai bosan dan Reyhan menyadari itu. Dia membisikan sesuatu pada orang tuanya dan mengajak Risma  menemui mempelai. Ketika hampir tiba di panggung, Reyhan bertemu dengan Dika dan menyapanya. Namun atensi Dika malah tertuju pada Risma membuat Reyhan merasa cemburu.


“Eh, Iya” jawab Dika gelagapan.


“Kenapa dengan istri saya?” tanya Reyhan menatap Dika dengan tajam. Meskipun usia Dika jauh diatasnya, namun Reyhan tidak merasa takut jika menyangkut wanita yang dia cintai.


“Maafkan saya, Tuan Reyhan. Saya hanya merasa aneh dengan wajah tak biasa yang istri anda tunjukkan” jawab Dika. Tidak mungkin Dika tertarik pada wanita yang lebih cocok menjadi anaknya. Apalagi dia sudah punya Karin dan bahkan sudah punya cucu.


Sekedar info. Kisah Reyhan dan Risma ini berbeda generasi dengan David dan Hana. David dan Hana masanya sama dengan para orang tua. Kurang lebih masa duo R ini hampir sama dengan anak-anaknya, Akbar and the genk.


Reyhan melihat istrinya yang memang menatap mempelai laki-laki berbeda. Reyhan merasa lega karena apa yang dia pikirkan ternyata salah.


“Kenapa Sayang?” tanya Reyhan lembut.


“Itu, mempelai prianya seperti Tante Lusi, hanya saja versi pria. Seingatku sih. Yang membedakan, rambut sama hidungnya. Kalau rambutnya tante Lusi itu merah cenderung hitam,tapi pria itu merah cenderung terang. Dan hidungnya nggak semancung itu” jawab Risma membuat Dika terhenyak.


Ada yang mengenali wajah Salman. Ini bisa bahaya. ~ alarm Dika langsung berbunyi.

__ADS_1


Setelah kepergian duo R, Dika langsung menemui keluarga David. Tidak lupa memberitahu Azam dan Mala selaku orang tua Salman. Apapun bisa saja terjadi dan Dika berusaha mengantisipasinya.


“Aku heran deh Bang. Apa tante Lusi juga bagian dari keluarga ini?” tanya Risma yang masih belum bingung dengan kemiripan antara Lusi dan Salman.


“Bisa jadi. Tapi ngomong-ngomong, siapa tante Lusi?” tanya Reyhan.


“Tante Lusi itu tetangga Risma waktu sebelum menikah sama Mas Erik. Dia dua bersaudara dan menikah dengan orang kaya dari kota. Semenjak menikah, udah nggak pernah lagi pulang dan aku nggak pernah ketemu sampai ikut Mas Erik pindah kampung”


“Akrab?” tanya Reyhan lagi.


“Akrab. Bahkan tante Lusi udah seperti saudara bagi ibu dan bapak. Aku sama orang tua aku sampai merasa kehilangan waktu tante Lusi diboyong ke kota” jelas Risma dan bayangan kebersamaan dengan Lusi terlintas.


“Nangis nggak?” ledek Reyhan.


“Nangislah. Ditinggal orang yang kita sayang, masak nggak nangis” jujur Risma.


Obrolan mereka terhenti saat Rizki meminta keduanya menemui David di ruangan khusus.


“Memangnya ada apa y, Tuan?” tanya Reyhan bingung.


“Panggil saja Rizki. Saya rasa umur kita tak jauh beda”


“Baiklah. Kalau begitu panggil saya Reyhan saja”


*****


Hayo! Kenapa Risma dan Reyhan dipanggil ayah David? Sudah pasti tentang Salman. Nantikan lanjutan ceritanya yah?


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.

__ADS_1


__ADS_2