DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 37


__ADS_3

Cup, Reyhan mengecup pipi Risma tanpa permisi.


Plak. Tamparan mendarat di pipi mulus Reyhan. Andinasampai terbengong dan tidakbisa melanjutkan ucapannya. Risma sendiri syok karena ternyata yang dia tampar adalah Reyhan, suaminya. Sedangkan Reyhan tercengang karena merutuki kebodohannya sendiri. Padahal dulu dia sudaj berjanji untuk tidak mengagetkan Risma apapun yang terjadi. Tapi rasa senangnya kerena sang istri benar-benar memenuhi keinginannya untuk makan siang dengannya membuat Reyhan lupa diri. Drama tamparan karena terkejut terjadi lagi.


“Astaga Abang” pekik Risma setelah sadar sepenuhnya. Risma mengelus pipi suaminya yang dia tampar tadi. Reyhan memandang istrinya saat dirasakannya tangan lembut itu mengelus pipinya.


“Maaf” ucap Reyhan dan Risma bersamaan. Keduanya saling pandang lalu tertawa.


Para karyawan yang beruntung masih di lobi bingung melihat adegan yang sungguh di luar dugaan. Terlebih Andina yang masih syok karena dialah yang berada paling dekat dengan duo R.


“Maaf yah Bang. Habisnya Abang sih bikin Risma kaget” ucap Risma tulus dan tangannya msih bertengger mengelus pipi Reyhan. Reyhan tersenyum lembut dan mengambil tangan istrinya dari pipinya.


Cup. Dia mengecup punggung tangan istrinya.


Oh, so sweetnya pak bosYa Tuhan, sungguh jauh berbeda saat sedang bersama kita ya?


Istrinya benar-benar cantik. Bukankah dia yang sudah pernah datang waktu itu?


Iya, dan sekarang lebih cantik saat mengenakan kerudung.


Dan masih banyak lagi kekaguman dan kesyokan para karyawannya.


“Abang tidak apa-apa. Harusnya Abang yang minta maaf karena udah mengagetkan kamu” ucap Reyhan tulus tanpa melepaskan genggaman tangannya dari tangan Risma.


“Tidak apa-apa Bang. Maaf yah kalau aku refleknya nyakitin kamu” ucap Risma merasa tak enak hati.


“It’s ok. Biasanya kalau almarhum kena tampar, apa yang kamu lakukan sayang?” tanyaReyhan hati-hati, takut menyinggung perasaan istrinya. Risma menatap mata suaminya untuk menelisik maksud ucapannya. Setelah lama memandang mata suaminya, Risma tidak melihat kecemburuan di matanya.


“Awalnya kaget, sama seperti Abang. Tapi Mas Erik  punya cara sendiri agar terhindar dari tamparan aku. Hehehe” cerita Risma terkekeh mengingat kisahnya dengan almarhum suaminya.


“Caranya?” tanya Reyhan ingin tahu. Siapa tahu bisa di contoh. Ya khan?


“Rahasia” bisik Risma dan menarik tangannya yang digenggam Reyhan ke arah kantin. Sedang tangan satunya masib setia menenteng rantang tempat makanan yang dipesan Reyhan.


“Kok ke kantin?” tanya Reyhan. Meskipun begitu, kakinya tempat mengayun mengikuti langkah istrinya.


“Aku malas naik ke atas Bang. Nggak apa-apa kan?” tanya Risma dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Reyhan.


Saat Reyhan dan Risma tiba di kantin, tiba-tiba suara menjadi hening. Padahal tadi Risma mendengar suara gaduh dari sini. Ada apa gerangan? Sudah pasti karena adanya Reyhan yang bisa dibilang tidak pernah ke kantin.


“Abang” panggil Risma lirih dan menyenggol lengan suaminya.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Reyhan bingung.


“Itu karyawan Abang pada diem ada Abang. Memang Abang tidak pernah ke kantin?” tanya Risma. Lagi dan lagi Reyhan menjawab dengan gelengan kepala.


“Ish” cebik Risma dan menyodorkan tangannya pada Reyhan. Reyhan bingung dengan apa yang dilakukan istrinya hanya mengangkat alisnya sebelah seolah bertanya ada apa.


“Kartu Abang yang unlimited” jawa Risma tegas dan dengan patuh, Reyhan mengeluarkan dompetnya dan memberikan pada Risma. Tentu saja karyawan yang ada di kantin melongo melihat betapa patunya bos mereka pada istrinya. Banyak asumsi beredar dari yang baik ataupun yang buruk.


“Ayo” ajak Risma memilih duduk di pojok dari pada para karyawan suaminya sungkan untuk melakukan apapun.


Risma membuka rantang dan menyiapkan makan untuk suaminya. Setelah semua siap, Risma berdiri dan mengampiri petugas kantin. Karyawan melihat Risma berbincang dengan petugas anya menatap penasaran. Jiwa kepo netizen berkobar saudara-saudara. Readers kepo juga nggak apa yang dibicarakan Risma dengan petugas kantin?


*****


Sejak kejadian siang itu, kantin semakin ramai dan berarap mendapatkan rejeki nomplok seperti teman-temannya yang kebetulan sedang berada di sana waktu itu. Namun sudah lebih dari seminggu, dewi fortuna  yang mereka harapkan tidak kunjung tiba. Dan hari ini, mereka kembali menguji keberuntungannya. Pucuk di cinta, ulampun tiba. Dari ara pintu masuk kantin, terlihat Risma bersama dengan keenam anaknya memasuki kantin. Ya, hari ini Risma membawa semua anaknya berkunjung ke kantor suaminya. Kebetulan yang sangat bagus karena semua anak-anaknya bisa pulang lebih awal. Semua guru sedang mengikuti acara yang dibuat oleh salah satu tokoh masyarakat untuk memperingati hari guru nasional. Hal itu juga dimaksudkan untuk memberi penghargaan pada pahlawan bangsa tanpa tanda jasa tersebut.


“Mau makan apa sayang?” tanya Risma pada anak-anaknya.


“Adanya apa Bund?” tanya Sila bingung mau makan apa.


“Sebentar, bunda minta menuya dulu” Riska berdiri dan menghampiri meja penjaga kantin. Para karyawan sudah berharap akan makan gratis lagi hari ini. Namun sayang, semua itu tidak terjadi saudara-saudara semua. Risma hanya meminta menu yang ternyata lupa petugas kembalikan setelah membersihkan meja.


“Papa kok belum datang ya bund?” tanya Rendi berkali-kali menengok pintu. Mereka semua sudah memesan menu sesuai selera masing-masing.


“Cek, tanya doang” jawab Rendi mengelak. Padahal kalau kangen juga nggak apa-apa. Ye khan?


“Bilang aja kangen. Pakai gengsi” ledek Rindi juga ikut nimbrung seperti Seno.


“Memangnya anak ganteng papa ini kangen siapa hem?” tanya Reyan yang ternyata sudah ada di belakang Risma.


“Eh, papa. Sudah datang rupanya” ucap Rendi salah tingkah.


“Duduk Pa” Risma menggeser tubuhnya agar Reyhan mendapatkan tempat. Kantin makin ramai dengan kedatangan bos mereka.


“Sudah pesan?” tanya Reyhan memandang semua anak-anaknya satu persatu.


“Sudah pa” jawab mereka kompak.


“Papa mau pesan apa?” tanya Risma menatap suaminya.


“Samakan saja dengan kamu sayang” jawab Reyhan dan mendapat cubitan kecil di pinggangnya.

__ADS_1


“Ish” desis Reyhan mendapat peringatan dari istrinya. Dirinya lupa dengan adanya anak-anak.


“Ciee, Papa. Syayang” ledek Sean menirukan panggilan Reyhan ke Risma dengan suara yang dibuat manja. Dan saudara lainnya menyoraki keduanya. Risma menunduk malu dan Reyhan kikuk salah tingkah.


“Kan, Papa sih” kesal Risma. Dirinya sudah mewanti-wanti agar anak-anak tidak cepat dewasa sebelum waktunya, malah suaminya suka sekali mengumbar hal yang bisa membuat anak-anak dewasa sebelum waktunya.


“Maaf Bund” ucap Reyhan dengan tatapan bersalahnya.


“Hem. Lain kali tidak lagi” tegas Risma, namun masih dengan suara yang lembut.


Reyhan hanya tersenyum kikuk dan menikmati makanan yang sudah datang. Tidak ada percakapan selama proses makan berlangsung. Hampir setengah jam mereka melakukan makan siang.


“Sayang-sayangnya papa. Mau pulang diantar sopir apa jalan-jalan sama Tante Isabel?” tanya Reyhan karena ada hal yang ingin dia bahas dengan Risma.


“Tante Isabel siapa Pa?” tanya Rindi yang memang baru kali ini datang ke kantor papanya.


“Oh, dia sekretaris Om Bagas sayang” jawab Reyhan.


“Bagaimana?” tanya Rindi pada kelima saudaranya. Kebiasaan Risma yang mengajarkan untuk musyawarah terlebih dahulu terbawa sampai kini bertambah tiga saudara.


“Enakan juga jalan-jalan. Dari pada di rumah nganggur. Ngapain coba?” jawab Sean dan diangguki Rendi.


“Okelah. Kita jalan-jalan. Mau kemana?” tanya Sila.


“Kalau ke time zone aja, gimana?” usul Rendi. Dia sangat tahu kalau adeknya Rindi sangat suka permainan beremot. Dan adik bungsunya sangat suka permainan bola basket.


“Oke. Kita ke mall aja aja Pa” pamit Sila sebagai anak tertua.


“Baiklah. Kalian tunggu di lobi sampai sopir datang. Dan ingat, jangan pergi kemanapun tanpa ijin dari Tante Isabel. Oke” peringat Risma pada keenam anaknya.


“Siap Bunda”


Hayo, kira-kira apa yang akan di bahas Reyhan bersama Risma?


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2