DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 69


__ADS_3

Reyhan menunggu dengan  resah di depan UGD. Hatinya sangat cemas dengan keadaan istrinya. Ini untuk pertama kalinya dia melihat Risma lemas bahkan sampai pingsan. Dia terus berdo’a agar istrinya tidak memiliki penyakit yang serius. Setiap keluarga pasti berharap hal yang sama jika ada di posisi Reyhan. Berharap seseorang yang berarti dalam hidupnya dalam keadaan yang baik-baik saja.


Reyhan langsung menghampiri sang dokter begitu keluar dari UGD. Belum sampai Reyhan menanyakan keadaan Risma, sang dokter sudah berbicara. Sebagai seorang dokter, tentu sangat tahu bagaimana perasaan Reyhan yang menunggu kabar darinya.


“Mari ke ruangan saya. Ada hal yang ingin saya jelaskan” Reyhan mengangguk dan mengikuti langkah dokter itu. Dengan perasaan cemas, dia duduk di hadapan dokter dengan tegang.


“Sebenarnya tidak ada yang perlu dicemaskan dari kondisi istri Bapak” ucap Dokter mengawali penjelasannya.


“Alhamdulillah” seru Reyhan dengan perasaan lega. Yang terpenting itu dulu, baik-baik saja.


“Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan istri anda pingsan. Yang pertama karena kurang istirahat. Kedua mungkin saja terlalu lelah. Dengan kondisi yang berbadan dua, sangat memungkinkan hal ini bisa terjadi. Dan yang ketiga adalah bawaan si jabang bayi” jelas dokter yang masih belum dicerna sepenuhnya oleh Reyhan.


“Berbadan dua? Bawaan sang bayi?” ulang Reyhan masih mencoba mencerna ucapan sang dokter.


“Benar. Kondisi tubuh yang sedang mengandung memang lebih sensitif dari biasanya. Jadi anda harus ekstra dalam menjaganya. Dan saya sarankan agar istri anda tidak berpuasa terlebih dahulu. Menilik kondisinya yang lemas dan terlebih, ini masih di risemester pertama” tambahnya.


“Maksud anda istri saya sedang hamil? Istri saya mengandung?” tanya Reyhan memastikan apa yang dai dengar.


“Benar. Apakah anda belum mengetahui hal ini? Perkiraan saya, usia kandungannya sudah jalan dua bulan” tanya Dokter ketika melihat keterkejutan Reyhan.


“Alhamdulillahirobbil ‘alamiin” Reyhan mengusapkan kedua tangannya penuh rasa syukur.


“Jadi anda benar-benar tidak tahu kalai istri anda hamil?” tanya dokter sekali lagi.


“Saya memang tidak tahu. Kemungkinan besar istri saya juga belum tahu kalau dirinya sedang mengandung” jawab Reyhan antusias. Hatinya sangat gembira mendengar kabar ini. pasukannya akan semakin bertambah dan  rumah akan semakin semarak.


“Saya ucapkan selamat kepada anda juga istri” dokter menyalami Reyhan dan dibalas dengan semangat oleh calon bapak itu.


“Lalu, adakah penangan khusus untuk kondisi istri saya sekarang?” tanya Reyhan sudah kembali cemas.


“Untuk saat ini, kami akan memasangkan infus dan meindahkan pasien keruang rawat inap. Anda bisa urus administrasinya terlebih dahulu. Kami akan memasangkan infus untuk istri anda”


“Baiklah Dok. Saya akan urus administrasinya. Terimakasih”


“Sama-sama”


Risma sudah dipindahkan ke ruang rawat inap dan Reyhan juga sudah mengurus administrasinya. Adzan subuh sudah berkumandang, namun tanda-tanda Risma akan bangun dari pingsannya belum ada. Bahkan Reyhan lupa mengabari orang-orang yang dia tinggalkan.


Sementara itu, William terpaksa memanggil sopir untuk menjemput anak-anak Reyhan dan pulang bersamanya. William yakin kalau Reyhan sudah membawa Risma ke rumah sakit.


“Om, apa Bunda akan baik-baik saja?” tanya Rindi penuh kekhawatiran.


“Yakinlah Dek, kalau Bunda akan baik-baik saja. Bukankah bunda kita orang yang kuat?” hibur Sila yang sebenarnya juga khawatir dengan keadaan Risma.

__ADS_1


“Kita tunggu kabar dari Papa. Kita doakan sama-sama, semoga Bunda nggak kenapa-kenapa” ucap rendi bijaksana. Semuanya mengangguk dan langsung berdo’a.


“Ya Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami mohon kemurahanMu mencabut penyakit dari Bunda jika Engkau mengirim penyakit pada Bunda. Kami mohon dengan kehendakMu mengabulkan keinginan kami. Kami ingin Bunda sembuh dan berkumpul kembali dengan kami. Hanya Engkau wahai dzat yang Maha penyembuh.  Hanya Engkau wahai dzat yang Maha pemurah. Sesungguhnya, tiada daya dan upaya selain dari Engkau ya Allah. Hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. La haula wala quwwata illa billahil aliyyil ‘adziim. Amiin” Rendi memimpin do’a dan diamini oleh saudara-saudaranya.


Begitu mereka tiba di kediaman Herlambang, mereka langsung meminta William untuk menghubungi papanya.


“Iya iya. Om akan telepon Papa kalian. Berisik” omel William. Sebenarnya dia juga ingin menghubungi Reyhan. namun belum sempat menghubunginya, para kurcaci itu sudah menyerbunya.


“Cepetan Om” desak mereka.


“Iya, sabar. Ini juga lagi dicari kontaknya. Bawel” kesal William. Tentu saja tidak kesal beneran.


Di deringan pertama, Reyhan sudah mengangkat panggilannya.


“Hallo Rey, gimana keadaannya Risma?” tanya William langsung.


“Alhamdulillah sudah ditangani dokter. Hanya saja belum sadar” jawab Reyhan dari seberang.


“Risma pingsan?” pekik William terkejut.


“Ha, Bunda pingsan?” seru anak-anak juga terkejut.


“Anak-anak ada di sana?” tanya Reyhan mendengar seruan anak-anaknya yang panik.


“Boleh kamu load? Aku mau bicara sama mereka” pinta Reyhan.


“Oke”


William langsung meloadspeaker dan memberikan pada Rendi. Karena bagi William, meskipun usia Rendi lebih muda dari Sean Sila, namun dia terlihat paling bijaksana diantara semuanya.


“Assalamualaikum Papa” salam Rendi dan diikuti oleh semuanya.


“Waalaikumsalam anak-anak Papa” jawab Reyhan dengan lembut.


“Gimana Bunda, Pa?” tanya Rindi yang sudah tidak bisa membendung rasa khawatirnya.


“Alhamdulillah, Bunda baik-baik saja. Hanya perlu dirawat dan sedikit konsultasi. Papa ada kabar  buat kalian. Tolong dengarkan baik-baik”


“Apa Pa?” tanya Sila penasaran.


“Sebelumnya, Papa mau tanya, apa kalian sayang sama Bunda?”


“Tentu saja kami sayang” jawab semuanya kompak.

__ADS_1


“Memangnya kenapa Pa?” tanya Reno penasaran.


“Kalau kalian sayang Bunda, berarti sayang juga sama yang ada pada Bunda?” tanya Reyhan lagi megantisipasi penolakan keenam anaknya atas kehadiran calon adik mereka.


“Tentu saja dong Pa” jawab Sean.


“Bunda kalian tadi pingsan karena ada adik bayi dalam perutnya. Kalian semua akan menjadi kakak lagi” ucap Reyhan dengan pelan. Tidak ada sambutan senang atau apapun. Hening membuat Reyhan merasa khawatir.


“Bunda hamil? Kita akan punya adik? Lagi?” ucap Sila setelah beberapa lama hening. Semua saudaranya mengangguk.


“Yes, Rama nggak jadi anak bungsu lagi. Bye bye bungsu” ucap Sila meledek Reno yang sering mengerjainya dengan dalih anak bungsu.


“Kakak” rengek Reno membuat Sial tertawa. Reyhan bernapas lega di seberang sana mendengar ledekan Sila ke Reno.


“Reno nggak suka Bunda punya anak lagi?” tanya Rendi merangkul si bungsu. Reno hanya diam tak menjawab.


“Kalau kita sayang Bunda, kita jangan buat Bunda sedih. Saat kita menolak kehadiran adik bayi, itu akan membuat Bunda sedih. Reno nggak mau kan Bunda sedih?” tanya Rendi mencoba memberi pengertian pada adiknya. Reno mengangguk. Dia juga sayang bundanya dan tentu saja tidak mau bundanya merasa sedih.


“Kalau begitu, Reno harus mau menerima kehadiran calon adik. Begitu juga dengan Abang Seno, Kak Rindi, juga Abang Sean” ucap Rendi bijaksana. Reyhan tersenyum dan tentu saja bangga dengan anak bujang satu ini.


“Iya, Reno mau kok nerima adik bayi. Artinya Reno nanti dipanggil Abang juga kayaAbang Seno, Abang Sean dan Abang Rendi. Iya kan?” tanya Reno antusias. Semuanya mengangguk.


“Alhamdulillah. Makasih ya anak-anak Papa yang baik. Bunda pasti senang dengar kalian mau nerima adik bayi. Ada yang mau Papa beritahu lagi” semuanya hening menunggu lanjutan dari ucapan Reyhan. Bahkan sekarang, Heru, Indra, Gita juga Resti.


“Bunda belum tahu kalau mau punya adik bayi lagi. Bunda pasti senang kalau Papa kasih tahu. Tambah senang lagi anak-anak Bunda juga senang”


“Iya Pa. Nanti setelah kita bersih-bersih, kita ke sana ya Pa” ucap Seno.


“Iya. Nanti Papa share loc ke HP Om Willi”


“Yey. Makasih Papa”


Hubungan terputus setelah sama-sama mengucapkan salam. Tentu saja para orang tua merasa senang karena akan tambah cucu lagi. Hanya Nilam dan Ali yang belum tahu kabar gembira ini.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2