
Tiga hari Riska dirawat di rumah sakit. Dan hari ini sudah boleh pulang. William merasa senang karena akhirnya adiknya bisa dirawat di rumah. Riska juga tak perlu sembunyi lagi karena Riko, kini sudah mendekam di penjara. Namun mereka melupakan bahwa masih ada orang tua Riko yang mungkin saja membalas dendam di kemudian hari.
“Sekarang Riska tidak perlu takut lagi. Bahkan kalau Riska mau kembali menjadi Risma juga tidak apa-apa. Riko sudah aman” ucap Indra menyambut kedatangan Riska bersama dengan besannya, Heru.
Ya, Riska di bawa ke villa keluarga Herlambang yang ada di kota X. Sedangkan anak-anak akan menyusul bersama dengan Reyhan dan keluarganya.
“Riska nggak kembali ke rumah Tuan Reyhan lagi?” tanya Riska polos.
“Kenapa? Kamu merasa kehilangan dia ya?” goda William dan mendapat cubitan maut di lengannya.
“Jangan ngaco” kesal Riska digoda William.
“Hahahahaha. Iya juga nggak apa-apa. Iyakan Pa? Om?” tanya William mencari dukungan.
“Papa sih setuju aja” jawab Indra.
“Tuh kan. Kalau Om?” ucap William senang.
“Kalau saya sih nggak memaksa. Tapi kalau sama Reyhan sih Papa .... yes” jawab Heru menirukan gaya Anang Hermansyah saat menjadi juri di salah satu ajang pencarian bekat.
“Oke oke oke. Kalau semua orang sudah setuju, Riska bisa apa. Tapi, kalau Riska jadi sama Tuan Reyhan, berarti Riska udah dua kali dong nikahnya” ucap Riska.
“Ya pastilah” jawab William heran dengan pertanyaan konyol Riska. Sedangkan Indra dan Heru saling pandang.
“Lalu, apa masalahnya?” tanya Heru bingung.
“Masalahnya ada di papa Indra tersayang” jawab Riska berteka-teki dan bergelayut manja di lengan Indra.
“Kenapa Papa?” tanya Indra tak mengerti.
“Iya. Karena anak bujang Papa belum juga nikah meskipun cuma sekali. Hahahaha” jawab Riska dan melepaskan tangannya dari lengan Indra. Indra hanya tersenyum sedangkan Heru menggelngkan kepalanya.
__ADS_1
“Sialan kau Ris. Awas, jangan lari kamu” teriak William yang mengejar Riska. Dia langsung melarikan diri setelah meledek William.
“Risma, jangan lari-lari nak. Kamu baru pulang dari rumah sakit” tegur Gita saat Riska berlari melewati ruang tamu.
“Mama, tolong Riska Ma. Monster bule mama ngamuk” teriak Riska terus berlari menghindari William.
“Riska” geram William dikatakan monster oleh adik bungsunya.
“Mama” Riska berlindung dipunggung Gita dan Resti. Kebetulan keduanya sedang berdiri berdampingan.
“Risma. Jangan terlalu lelah. Kamu harus banyak istirahat” Resti mengingatkan Riska dengan lembut.
“Iya Ma. Tapi monster itu masih terus mengincar darah Riska” jawab Riska memulai dramanya.
“Haish. Jangan mulai Ris” tegur William yang sudah hapal dengan kelakuan adik dari wanita spesialnya.
“Hehehehe” cengir Riska dan menunjukkan dua jarinya tanda damai.
“Huh, kalian ini seperti anak kecil saja” keluh Gita menghela napas kasar.
“Baiklah tante. Kali ini kamu selamat. Lain kali, jangan harap” ancamWilliam dengan wajah galak yang dibuat-buat.
“Wleeek” ledek Riska sambil cekikikan dan masih setia berlindung di punggung kedua mamanya.
“Riska. Sudah sayang. Kamu harus istirahat. Nanti sore anak-anak akan tiba bersama keluarga Kusumo” ingat Gita dan mengantar Riska ke kamar bersama Resti.
Sedangkan para papa menghela napas pasrah saat melihat para istrinya lebih memilih bersama Riska. Padahaldalam hatinya ingin menghabiskan waktu berdua dengan sang istri sebelum para cucu mengacau kebersamaan mereka.
“Ternyata saingan kita tidak cuma cucu, tapi juga Riska”ucap Heru dan keduanya terkekeh.
“Kamu benar. Memang Risma adalah wanita yang spesial. Begitu juga dengan kakaknya. Keduanya adalah wanita yang mampu membius keluarga Herlambang dengan ketulusan dan sikap apa adanya” tambah Indra yang memang sangat menyayangi Ria dan Risma. Meskipun dia punya dua anak perempuan, namun tidak menutup hatinya untuk menyayangi wanita lain. Terlebih putri-putrinya juga tidak pernah cemburu baik pada Ria dulu atau Risma saat sekarang.
__ADS_1
“Yah. Anda benar. Sayangnya saya tidak begitu mengenal kakaknya Riska, Mariana. Saya hanya mengenalnya sebentar saat pulang dalam keadaan hamil tua sampai melahirkan si kembar. Namun, meskipun hanya sebentar, saya juga menyayanginya. Bahkan istri saya juga turut mengasuh si kembar. Istri saya juga yang menyemangati Riska agar tidak mudah putus asa dan menjadikan kebar sebagai angin segar dalam kehausannya menanti momongan” cerita Heru mengenang bagaimana terpukulnya Riska saat baru saja hidup bahagia dengan kakak satu-satunya dan harus berpisah untuk selamanya. Beruntung ada kembar yang mampu mengalihkan kesedihan Riska menjadi keharuan yang sangat.
“Hem” tanggap Indra dan berharap mendengar kisah selanjutnya.
“Tiga tahun membina rumah tangga dengan putra saya, Riska belum juga dianugerahi seorang bayi. Baik dari kami ataupun Erik tidak pernah menanyakan apakah dia sudah hamil atau belum. Kami sangat tahu bagaimana saat kita sangat mengharapkan seoang anak, namun tak jua kunjung mendapat kepercayaan. Maka dari itu, kami tidak pernah mendesak Riska soal momongan” Heru menjeda ceritanya dan menghela napas dalam. Lamunannya teringat saat Riska sering melamun dan sedikit stres. Sedangkanputranya tidak bisa terus berada di sampingnya karena banyak misi yang dia jalankan.
“Kenapa?” tanya Indra melihat Heru termenung.
“Saya teringat dulu Riska sempat stres dan hampir depresi karena tak kunjung dapat momongan. Untung Erik dan kami terus memberikan semangat dan tidak mendesaknya. Saya dapat melihat luapan kegembiraannya saat menghubungi saya via telepon. Dia bercerita kalau kakaknya pulang dan sedang hamil besar. Dia sangat antusias dan berjanji akan ikut merawat keponakannya itu penuh kasih sayang. Namun, saya juga merasakan kesedihan dari ceritanya. Dia yang sudah menikah belum dipercaya untuk mengandung. Sedangkan kakaknya yang menjadi korban pemerkosaan malah sudah mengandung. Rasa iri,itu yang saya tangkap. Tapi emosinya sangat bagus. Dengan cepat dia mampu membuang rasa iri itu. Dan kamu tahu apa hasilnya?” Heru menoleh pada Indra. Imdra bisa melihat ada kesedihan sekaligus rasa haru di mata Heru. Ya, Heru merasakan kepedihan yang dirasakan menantunya.
“Ya, saya tahu” Indra manggut-manggut.
“Allah mengambil Ria dan memberikan bayi itu pada Erik dan Risma. Kelahiran kembar menjadi kebahagiaan sekaligus duka bagi Risma dan keluarga. Kami juga merasakannya. Bahkan William langsung terbang dan mengurus surat-surat yang diperlukan oleh Erik dan Risma” lanjut Indra ikut menerawang kejadian yang sudah lama berlalu.
“Berkat kehadiran si kembar, Riska tak lagi murung dan beban ingin punya momongan tak lagi nampak di wajahnya. Kasih sayangnya pada kembar benar-benar tulus, bahkan melebihi darah dagingnya sendiri. Tiga tahun lebih usia si kembar, Allah baru memberikan kepercayaannya pada anak dan menantu saya. Totalnya tujuh tahun Riska dan Erik menunggu kehadiran sang buah hati. Sayangnya, Erik berpulang dengan cepat saat Reno berusia tiga tahun. Terimakasih karena membiarkan William menemani Riska saat itu. Saya sedang diluar kota dan tidak bisa menemani bahkan menguatkan menantu saya” Heru mengusap air matanya mengingat kepergian putranya. Dia sangat tahu bahwa Riska pasti sangat terpukul dengan kepergian suaminya. Namun waktu tidak berpihak padanya dan sang istri.
“Bukan masalah. Ria dan Risma sudah saya anggap anak sendiri. Kami sendiri juga tidak bisa menghadiri pemakaman mendiang Erik. Beruntung William ada waktu, mungkin memaksa ada waktu. Karena bagi William, Risma menjadi tanggung jawabnya setelah Erik. Bahkan sering Erik meminta William menjaga Risma saat dia harus dinas ke luar kota” ucap Indra dan mengusap pundak Heru.
“Ya, saya tahu itu. Bahkan William juga yang mengantarkan Riska berkunjung ke rumah saat pindahan dulu”
“Ya ya ya ya. Saya ingat itu”
Keduanya terus melanjutkan nostalgia hubungan antara Erik, Riska/ Risma dan William. Sedih, haru dan tawa menghiasi percakapan keduanya sampai para istri turun dan ikut nimbrung mengenang wanita kesayangannya.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****