DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 2


__ADS_3

“Tuan, tunggu” cegah Riska. Reyhan terpaksa berhenti dan membalikkan tubuhnya menghadap Riska.


“Kalian tidak sungkem atau pamit pada papa?” tanya Riska lembut. Reyhan tersentak mendengar ucapan Riska. Selama ini dia tak pernah melakukannya. Hanya pamit ala kadarnya dan berlalu seperti saat ini. Trio S saling pandang, tak tahu harus berbuat apa.


“Kok masih diam saja?” tanya Riska tak mengerti keadaan yang sesungguhnya.


“Memangnya harus bagaimana? Bukankah sudah seperti ini sedari awal?” Sean menjawab dengan wajah polosnya. Nilam dan Ali menunduk malu. Reyhan masih menatao tak percaya. Sungguh rasanya dia ingin menghilang dari hadapan Riska. Bagaimana orang luar mengajarkan tata krama, sedangkan dia sendiri tak pernah  mencontohkannya.


“Tuan, setidaknya pamitlah dengan baik dan kecuplah kening anak-anak dengan lembut” Riska tak sabar dengan kebungkama yang terlalu dingin dirasakannya.


Tanpa bicara, Reyhan menghampiri ketiga anaknya dan mencium kening mereka.


“Papaberangkat” pamitnya lagi dan berlalu.


Tanpa sadar, trio A memegangg kening mereka yang baru saja dikecup oleh papanya. Senyum tipis terlihat di bibir mereka. Riska ikut tersenyum melihatnya. Bahkan Ali dan Nilam sudah mengembun matanya melihat senyum bahagia tiga cucunya. Kemudian mereka melihat Riska yang juga tersenyum tulus memandang ketiga cucunya.


“Apa kalian suka dengan nasi gorengnya?” tanya Riska setelah melihat ketiga piring trio S bersih tanpa ada sisa nasi.


“Ini enak” jawab Seno jujur. Sean dan Sila hanya mengangguk saja.


“Mau bibi buatkan makan siang nanti? Mau makan dengan apa tuan dan nona kecil?” tanya Riska antusias.


“Tidak ada” jawab Sila datar. Meskipun dia senang dengan perhatian Riska, namun dia masih belum mau membuka hati.


“Baiklah. Tak apa. Nanti kalau bibi masak buat anak-anak, bibi akan sisihkan untuk tuan dan nona kecil” Riska masih terus semangat. Planing pertamanya adalah meluluhkan hati tuan dan nona kecilnya.  Setelah itu, pasti apa yang dia ucapkan bisa didengar baik-baik dan tentu saja dicerna maksudnya.


“Kamu pintar masak Ris” puji Nilam yang juga sudah menghabiskan makannya.


“Kalau boleh, biarkan saya yang menghandel untuk sarapannya. Untuk makan siang dan makan malam, tetap chef akan memasak” ijin Riska.


“Ijin diberikan. Pa, ayo bilang  pada ketua pelayan. Mulai besok untuk sarapan biar Riska yang menyiapkan” ucap Nilam tak sabar. Padahal suaminya masih menikmati teh hangat selepas sarapan.


“Iya ma. Sebentar lagi. Papa masih minum teh ini” Nilam hanya nyengir mendengar ucapan suaminya. Tenyata dia terlalu bersemangat hingga tidak memperhatikan suaminya.


Trio S pamit dan Nilam juga Ali melakukan hal yang sama seperti yang Reyhan lakukan. Senyum kembali tercetak di bibir trio S. Bukannya mereka tak pernah dicium oleh papa, oma dan opanya. Hanya saja tidak terlalu sering. Jika setiap pagi terus seperti ini, mereka pasti merasa sangat bahagia. Merasa diinginkan dan diperhatikan.


*****


Sementara Reyhan di kantor sedang memikirkan Riska.

__ADS_1


“Masakan Riska enak juga. Tak kalah dengan masakan chef di rumah” bibir Reyhan tanpa sadar tersenyum.


“Astaga, apa yang aku pikirkan?” pekik Reyhan setelah tersadar dari lamunanya.


Dia kembali melihat tumpukan dokumen yang ada di mejanya. Namun sialnya, dia tak bisa berkonsentrasi.


“Sial, kenapa aku nggak bisa fokus sih?” kesal Reyhan pada diri sendiri.


“Riska, Riska. Baru sehari saja kamu bekerja, sudah membuatku seperti ini. Butuh refreshing sepertinya” Reyhan malah menyalahkan Riska karenanya dia tidakbisa fokus.


Reyhan menghubungi asistennya, Bagas.


“Kak, ke ruanganku”


Tak lama kemudian, Bagas masuk setelah diijinkan.


“Bagaimana proges hotelnya?”


“Baik tuan. Bahkan setiap harinya delapan pulu kamar selalu terisi”


“Bagus. Sepertinya saya butuh refreshing. Tidak ada jadwal bukan?”


“Baiklah. Kakak ikutlah” Reyhan sudah ke mode sahabat. Bagi Reyhan, Bagas adalah kakak sekaligus sahabat dan asisten terbaiknya. Dengannya juga, Reyhan bisa menjadi diri sendiri tanpa harus menjaga image atau apapun itu.


“Baiklah. Biarkan aku yang jadi sopirmu” jawab Bagas dengan ucapan yang santai. Bila Reyhan sudah bicara santai, maka Bagas juga akan mengikuti bicara santai.


Reyhan benar-benar refreshing hari ini. Dia mengunjungi tiga hotel dengan alasan sidak. Belum lagi ke mall dan beberapa rumah singgah miliknya. Tidak lupa semua jenis sembako dia bawa untuk diberikan ke lima rumah singgah miliknya. Namun pikirannya terus tertuju pada Riska. Entah apa yang dia rasakan, yang jelas dia selalu


penasaran dengan sosok Riska.


“Kamu ada masalah?” tanya Bagas.


“Kenapa?” tanya Reyhan balik.


“Aku lihat kamu tidak fokus sedari tadi. Ada yang kamu pikirkan?” kali ini Bagas beralih ke mode sahabat dan kakak.


“Nggak ada. Nggak penting juga” Reyhan tak mau mengaku.


“Sudah waktunya kamu mencari pengganti Dita” Bagas mulai membujuk Reyhan untuk menikah lagi.

__ADS_1


“Sulit untuk mencari wanita yang mau menerimaku dengan anak-anak. Kebanyakan mereka hanya mau diriku dan hartaku saja” keluh Reyhan membeberkan alasannya tidak mencari pengganti Dita.


“Sulit, bukan berarti nggak ada. Percayalah, suatu hari nanti, pasti akan ada wanita yanng mau menerima kamu dan anak-anak dengan tulus” Bagas memberi semangat pada bosnya.


“Amiin” Reyhan mengamini dan berharap akan segera datang. Jujur saja, dia merasa iri saat melihat bagaimana Riska melayani ketiga anaknya. Dalam benaknya, dia juga ingin diperhatikan. Terbiasa dilayani saat ada Dita, dan terpaksa melakukan apa-apa sendiri setelah kepergian istrinya, tentu saja dia merindukan suasana  itu. Dalam diamnya selama ini, sebenarnya dia juga ingin bersandar. Dalam sikap acuh dan dinginnya, dia juga ingin  diperhatikan.


“Aku dengar kamu punya anggota baru?” tanya Bagas menghidupkan suasana. Dari pada hanya diam-diaman.


“Iya. Janda anak tiga”


“Wah, sama dong kaya kamu. Duda anak tiga” tawa Bagas pecah setelah mengatakan itu.


“Hem” hanya itu jawaban Reyhan.


“Ish, ceritakan bagaimana dia? Apakah cantik?” tanya Bagas antusia.


“Cantik, dia kan perempuan” jawab Reyhan. Sebenarnya dalam hatinya mengakui kalau Riska memang cantik. Hanya saja dia masih gengsi pada diri sendiri.


“Katanya juga mau bekerja?”


“Iya. Dia jadi pengasuh anak-anakku. Baru hari ini bekerja, dia sudah bisa membuat trio S bergabung sarapan tepat waktu dan rapi lebih awal” cerita Reyhan mengalir begitu saja. Reyhan sempat terkejut dengan apa yang dia katakan. Sedangkan Bagas terkekeh melihat Reyhan terkejut menyadari sikapnya.


“Cukup menarik sepertinya dia. Bahkan dia bisa membuat seorang Reyhan bertolak dengan akal pikirannya” sindir Bagas dan medapat pukulan dari Reyhan.


“Jangan ngaco kak” kesal Reyhan.


“Kita lihat saja nanti. Tapi aku salut padanya. Sungguh wanita tangguh yang mampu menakhluknya iblis rusuh hanya dengan waktu satu hari” Bagas menyebut anak-anak Reyhan dengan sebutan iblis rusuh. Jangan tanyakan kenapa, pasti Bagas akan menjawab kalau itu nama kesayangannya. Reyhan sendiri tak mempermasalahkan, karena memang anak-anaknya pantas mendapatkan julukan seperti itu.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****

__ADS_1


__ADS_2