DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 4


__ADS_3

Riska  sudah duduk dan memandang majikannya dengan penuh tanda tanya.


Ehem. Deheman Riska sukses membuat mereka kembali ke dunia nyata. Ketiganya menoleh pada Riska yang tersenyum tulus.


“Apa Tuan buru-buru? Kalau tidak, saya ingin bicara dengan semuanya” tanya Riska sekaligus ijin.


“Tidak” jawab Reyhan pendek.


“Apa Nyonya dan Tuan ada keperluan?” Riska memandang Ali dan Nilam bergantian.


“Tidak” jawab keduanya kompak.


“Baiklah. Saya rasa ini waktu yang tepat untuk kita bicara” Riska menghela napasnya sebelum memulai pembicaraan.


“Saya melihat dan merasakan kalau tuan dan nona kecil iri dengan perlakuan saya pada anak-anak. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Riska setelah menahan tiga hari rasa  penasarannya. Sebenarnya Riska tidak mau ikut campur, tapi hati kecilnya ingin anak-anak asuhnya tumbuh dengan lebih baik.


“Apa urusanmu?” ketus Reyhan. Reyhan merasa tidak suka karena dia merasa Riska menyudutkannya.


“Jelas itu sekarang menjadi urusan saya Tuan Reyhan yang terhormat. Anda telah memasrahkan anak-anak anda sepenuhnya dalam asuhan saya. Jika saya tidak tahu apa yang terjadi, bagaimana saya akan bertindak?” kesal Riska mendapat tatapan intimidasi dari Reyhan. Riska tak akan mempan dengan tatapan tajam itu.


“Saya rasa Tuan sangat tahu betul bagaimana pagi ini mereka meminta bekal dan melakukan sungkem seperti anak-anak saya. Belum lagi semalam yang marah-marah karena mendapat menu yang berbeda dari Rendi karena Rendi alergi kacang. Jika terus seperti ini, bagaimana mereka hidup kedepannya? Apa tuan mau anak-anak tuan memiliki sifat iri satu sama lain?” kesal Riska. Tidak ada lagi Riska yang lembut dan penuh kasih sayang. Nilam dan Ali hanya diam saja. Sejujurnya mereka malu kepada Riska melihat bagaimana janda itu bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik.


Riska memandang Reyhan, Ali dan Nilam secara bergantian. Tidak ada respon dari ucapannya barusan. Riska menghela napasnya lelah. Kenapa  orang-orang ini tidak ada tanggapan sama sekali.


“Tuan, Nyonya, Tuan besar. Saya mohon, bantu saya untuk bisa mengambil langkah yang benar” keluh Riska akhirnya. Namun mereka tetap diam meskipun Riska sudah mengeluh.


“Baiklah. saya menyerah membuat kalian bicara. Tapi bisakah saya minta tolong?” pinta Riska penuh harap.


“Katakan” Reyhan berkata dengan dingin. Ali dan Nilam masih setia dalam diam.

__ADS_1


“Bisakah kalian sedikit memperhatikan trio A?”


“Kamu kira kami tidak pernah memperhatikan mereka?” Reyhan semakin dingin saat dirinya merasa dituduh Riska.


“Saya tidak mengatakan hal itu. Jika anda marah berarti anda merasa” Riska tak kalah dingin menjawab teriakan Reyhan.


Sialan wanita ini. Baru empat hari di sini, tapi sudah berani menyudutkanku dan orang tuaku. Reyhan menahan geram dalam hatinya.


“Kenapa anda diam saja? Apakah ucapan saya benar?” Riska masih tak mau kalah.


“Lalu apa maumu? Aku sudah lelah dengan bekerja, masih harus melakukan apa lagi?” kesal Reyhan berteriak di depan Riska.


“Cukup dengan mengucapkan selamat malam dan selamat tidur dan mengantarkan mereka sampai pintu saat akan berangkat sekolah. Saya rasa itu bisa membantu melunakkan hati mereka dan anda tentunya” sarkas Riska. Awalnya dia ingin bicara baik-baik, tapi siapa sangka respon Reyhan akan seperti ini.


“Bisa” Ali dan Nilam yang sedari tadi diam malah menyatakan kesanggupannya.


“Bagaimana dengan anda tuan?” tanya Riska setelah menunggu beberapa menit, namun Reyhan tak kunjung mengeluarkan suara.


“Bukankah seharusnya Tuan Reyhan bisa menjadi sosok ayah dan ibu bagi anak-anaknya. Ini malah kerja dan kerja saja yang dipikirkan. Menyebalkan” dumel Riska sambil terus melangkah.


“Oh ya, aku kan ingin merapikan buku-buku trio A. Minta tolong siapa?” Riska berpikir siapa yang bisa dimintai tolong membelikan apa yang dia butuhkan.


“Oh ya, minta tolong kepala pelayan saja. Biar kepala pelayan yang memikirkannya nanti” akhirnya Riska memutuskan menemui kepala pelayan.


“Kepala pelayan, bisakah saya minta tolong?” tanya Riska sopan setelah bertemu.


“Apa yang bisa saya bantu non?” tanya kepala pelayan tak kalah sopan.


“Saya butuh sampul mika ukuran buku tulis yang biasa dan yang lebih besar. Saya lupa ukurannya, mungkin A4. Dan selotip kertas juga selotip putih atau double tape, terserah mana yang ada. Oh ya, sama bolpoin”

__ADS_1


“Baik nona, akan saya siapkan”


“Baiklah, saya tunggu di dalam”


Riska berlalu dan memilih membersihkan setiap kamar anak asuhnya dan kamarnya sendiri juga kamar anak laki-lakinya.


Tak lama setelah Riska menyelesaikan semua tugasnya, kepala pelayan datang dengan membawa apa yang Riska mau, bahkan lebih. Riska mengucapkan terimakasih dan langsung melangkah menuju kamar Sila. Itu tujuan pertamanya. Dia mengambil semua buku Sila. Dia menulis mata pelajaran di selotip kertas dan menempelkannya di pinggir secara vertikal. Tujuannya adalah bisa mengetahui buku apa yang sudah tertata rapi. Jadi nggak perlu mengambil dan membuka satu persatu untuk mencari. Setelahnya, Riska menyampul dengan rapi. Semua buku Sila sudah tersampul dan tertata rapi. Riska melanjutkan ke kamar Sean. Melakukan hal yang sama sampai buku ketiga anak asuhnya selesai. Riska melanjutkan pada milik anak-anaknya.


Dilain tempat, Reyhan sedang memikirkan perdebatannya dengan Riska pagi tadi. Dalam hati membenarkan apa yang Riska katakan. Dan sebenarnya dia malu dengan anak-anak Riska yang begitu baik dalam berakhlak.


“Harusnya aku nggak semarah itu kan sama Riska? Aaakh” Reyhan frustasi.


Belum kelar rasa iri dalam hatinya pada anak-anaknya, kini dia menuai protes dari pengasuh anak-anaknya yang super luar biasa.


“Kenapa trio S begitu mudah menerima Riska? Apa yang dia miliki namun tidak dimiliki oleh pengasuh lainnya?” pikir Reyhan, namun tak menemui apapun. Bagi Reyhan sam asaja.


“Aku tahu. Perhatian tulusnya yang berbeda. Jika pengasuh lainnya hanya menjalankan tugas yang seharusnya mereka lakukan. Tapi Riska, dia memberi perhatiandari hati. Bukan semata-mata karena pekerjaan, tapi karena dia sayang pada anak-anak” Reyhan semangat setelah menemukan dugaan kuatnya.


“Sial. Kenapa aku baru menyadari ketulusannya sekarang. Andai dari kemarin aku menyadari, aku pasti tidak akan membentaknya dan menuruti apa maunya” seesal Reyhan.


Dari awal Riska sudah berhasil menarik perhatiannya. Sekarang, Reyhan sudah lebih tertarik lagi. Apalagi setelah pertengkaran mereka pagi tadi yang membuat Reyhan terhenyak karena Riska tak terintimidasi sama sekali.


“Janda yang menarik. Setelah hari ini, aku akan membuatmu terkesan padaku” ucap Reyhan. Dia mengatakan dengan sadar, dan senyumnya melebar dengan sadar juga.


Kisah Duren dan Jaren akan segera dimulai. Sukses untuk Riska. Hanya butuh waktu tiga hari meluluh lantahkan Duren antig dan trio rusuh.  Meskipun belum seratus persen, tapi ini rekor terbaik pengasuh sepanjang mengasuh trio rusuh.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


__ADS_2