
Keenam anak Risma dan Reyhan membawa masing-masing satu kresek besar warna merah. Risma sampai menepuk jidad melihat keenam anaknya khilaf memborong oleh-oleh.
“Kalian serius membawa semua cidera mata ini? Buat apa?” heran Risma menatap semua anaknya.
“Hehehe, kata Papa kita bebas ambil apa aja Bund. Kan Reno beli semua ini buat oleh-oleh ke teman-teman dan guru-guru Reno” jawab Reno dengan cengiran polosnya.
“Iya Bund. Kita mau bagi ke teman-teman” ucap Rendi membenarkan dan didukung anggukan oleh semua saudaranya.
“Baiklah. Seperti kata Papa, hari ini milik kalian” ujar Risma dengan senyum yang menenangkan.
"Yeeey” sorak semuanya. Risma sendiri juga memborong pakaian yang dia peruntukkan untuk semua pekerja bahkan pengawal di masion milik suaminya.
Waktu terus berlalu dan tanpa terasa sudah hampir sebulan sejak acara kebersamaan keluarga perusahaan. Reyhan pulang dengan menenteng undangan bertalikan pita warna emas.
“Assalamualaikum” salam Reyhan dan disambut oleh Risma dengan mengecup punggung tangannya.
Cup. Reyhan mencium kening istrinya dan memberikan undangan itu pada Risma. Dengan wajah penasaran, Risma membuka dan terkejut melihat tempat undangannya.
“Kota M, bang? Ini serius?” tanya Rismadan Reyhan mengangguk.
“Mereka adalah keluarga terpandang di kotanya, bahkan di negara ini. Tidak ada pengusaha yang tidak mengenal keluarga besar ini. Abang yakin kalau Willi juga mendapat undangan” ucap Reyhan penuh percaya diri.
“Abang yakin?” tanya Risma tak percaya.
“Taruhan?” tanya Reyhan menantang.
“Ish, nggak boleh” tolak Risma dan Reyhan terkekeh.
“Hanya main-main. Kalau akau benar, tiga ronde untuk nanti malam” bisik Reyhan dan berlalu menuju kamarnya. Sedangkan Risma menunduk malu mendengar bisikan suaminya.
“dasar duda karatan. Selalu saja ambil kesempatan. Eh, sekarang nggak duda lagi, udah dapat janda kinyis-kinyis” ujar Risma sambil cekikikan sendiri. Menertawakan tingkahnya sendiri yang absurd.
Namun karena penasaran, Risma akhirnya menghubungi William untuk memastikannya.
“Ha? Jadi beneran Kak Willi dapat undangan?” tanya Risma tak percaya.
__ADS_1
“Iya. Sampai ketemu disana yah?” jawab William via telepon.
“Hem. Oke. Risma kangen banget sama Kak Willi dan semuanya” rengek Risma yang sudah seperti saudara dengan William dan keluarganya. Bahkan sudah dilegalkan oleh keluarga Herlambang.
“Iya. Kak Willi dan semuanya juga sangat merindukan kalian. Anak-anak diajakkan?”
“Pengennya begitu. Tapi apa nggak ribet ntar?”
“Gimana kalau mereka sementara tinggal di sini bareng dengan kakak-kakakmu. Duo K” saran William.
“Hem, nanti aku bicarakan bareng Abang. Pasti mama dan papa juga dapat undangan” tebak Risma.
“Benar. Kemungkinan juga mertua kamu yang keluarga Permana juga dapat”
“Baiklah. See you Kak. Ntar kita kumpul di sana”
“Oke. Jaga diri baik-baik. Kami sayang kalian”
“Sayang kalian juga”
Risma menghela napasnya panjang. Keenam anaknya bagaimana? Sedangkan suaminya terlihat antusias dengan undangan yang didapatnya. Tanpa dia sadari, Reyhan sudahada dibelakangnya dengan senyum yang mengembang. Hap, tangannya memleuk Risma dari belakang.
“Malam ini milik Abang. Jangan lupakan tiga ronde” bisik Reyhan membuat bulu kuduk Risma meremang.
“Ish, Abang. Itu aja yang diingat. Ada yang lebih penting yang mau Risma bahas” ucap Risma dengan bibir yang mengerucut.
“Apa?” tanya Reyhan tanpa melepaskan dekapannya.
“Duduk dulu yuk, biar santai. Mau minum?” tanya Risma menoleh ke samping hingga pipinya bertubrukan dengan bibir suaminya. Cup. Reyhan tidak mensia-siakan kesempatan yang ada.
“Boleh. Terserah kamu yang penting segar” jawabnya masih terus menciumi pipi Risma.
“Ish, Abang” kesal Risma dengan suaminya yang tak henti-hentinya menciumi pipinya, padahal dia sudah menjauhkan wajahnya dari bibir sang predator. Reyhan tak peduli dan malah terkekeh.
“Es sirup, mau?” tanay Risma yang sudah pasrah. Toh kalau dia bikin minum, akan terlepas dengan sendirinya.
__ADS_1
“Boleh”
“Kalau begitu, lepas dulu dan tunggu di sana” ucap Risma dan dengan berat hati, Reyhan melepaskan dekapannya. Risma terkikik melihat wajah lesu suaminya yang seperti anak kecil kehilangan mainan kesayangannya. Cup. Risma mengecup pipi suaminya dan tersenyum.
“Jangan cemberut. Jelek” ucapnya dan berlalu begitu saja dari Reyhan yang sudah tersenyum senang seolah memenangkan lotre. Virus merah jambu yang semakin merebak dihatinya ternyata semakin menjalar hingga ke titik terdalam tubuhnya. Hanya dengan kecupan dan senyuman yang menenangkan, tubuhnya sudah seperti mendapat vitamin yang paling ampuh di dunia.
Reyhan duduk menunggu istrinya membawakan minuman untuknya sambil menonton televisi. Setelah beberapa menit kemudian, Risma datang dengan dengan dua gelas es sirup melon ditangannya. Perbincangan mengenai anak-anak yang hendak mereka tinggal untuk pergi ke kota M. Keputusan diambil kalau anak-anak akan mereka bawa dulu ke keluarga Herlambang. Disana ada Karina dan Katrina yang akan menjaga anak-anaknya nanti. Dan mereka bisa pergi ke kota M bersama-sama.
*****
Hari yang dinanti tiba yaitu pesta pernikahan yang diadakan oleh keluarga Davdi Prasetyo, sang raja bisnis yang sederhana. Meskipun terkenal dan kaya, namun kesederhanaan tetap menjadi kesehariannya. Semua yang mendapat undangan sudah bersiap hendak pergi. Bahkan keluarga Permana juga sudah hadir di kediaman keluarga Herlambang. Dari semuanya, hanya William yang akan datang tanpa pendamping.
“Masih sendiri Kak?” ledek Risma dan mendapat jawaban berupa cebikan dari William.
“Dia susah move on, Ris. Entah pesona Ria bagian mana yang membuatnya susah berpaling” ledek Gita, mama William.
“Hahahaha. Jodohin aja Ma” pancing Risma dan disambut semangat oleh Gita.
“Eh, bener. Mama punya kandidat yang bagus. Cantik, masih muda dan berhijab. Cocok banget jadi mantu mama” ucap Gita antusias.
“Sikat, mbak” tambah Resti, mama Erik.
“Gimana Wil?” tanya Gita.
“Mama aturlah. Capek juga ditanya kapan nikah mulu sama Mama dan Papa” pasrah William dan mencoba move on dan menjalin hubungan dengan wanita lain. Ya, Ria sudah tenang disana. Mungkin Ria juga ingin kalau dirinya bahagia dengan terus menjalani hidupnya dengan baik.
“Nah, gitu dong. Biar mama yang atur buat pertemuan kalian”
Kisah William dengan gadis yang dijodohkan oleh mamanya akan hadir di buku tersendiri yah dengan judul “Hijaber Polos milik Tuan William”. Sabar yah Readers, kisahnya akan datang setelah bunda menyelesaikan keluarga ini.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
__ADS_1
*****
Berhubung menjelang bulan ramadhan, bunda minta maaf kalau bunda ada salah sama kakak-kakak readers semua. MARHABAN YA RAMADHAN. MINAL AIDZIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.