
Bijaklah dalam membaca!
Bibir keduanya sudah saling bertabrakan, bahkan sama-sama mengobrak-abrik isi rumah mulut keduanya. Tangan sang suami tidak tinggal diam. Dia mulai melakukan perjalan dimulai dari membelai lengan Risma. Naik lagi hingga tiba di bahu. Menuju leher dan turun ke bawah. Tangannya merasakan jalanan mulai mananjak dan tibalah tangan kanan itu ke bukit. Dengan pelan, dia mulai merasakan benda kenyal itu. Dia genggam, lalu lepas lagi. Genggam lagi, dan lepas lagi. Hingga jari-jarinya mencapai puncak dan bermain di sana.
Tubuh Risma sudah mulai berdansa dengan sentuhan dari tangan suaminya. Risma memandang Reyhan dengan kabut gairah yang sama. Napasnya memburu dan bibirnya terasa kebas setelah sang suami melepaskannya. Hanya memandang. Itulah yang keduanya lakukan saat ini. Namun karena tangan kanan sang suami yang tak berhenti bergerilya, nyanyian merdu keluar dari bibir sang istri.
Reyhan tersenyum memandang istrinya. Dengan berlahan tapi pasti, Reyhan mengajak Risma kembali berdansa. Berawal dengan musik yang mellow dan bertahan beberapa saat. Setelah itu, Reyhan meningkatkan gerakan dansanya sedikit cepat dan musikberubah menjadi jazz. Keduanya menikmati setiap alunan yang diciptakan sang suami. Tarian demi tarian sukses terlewati hingga berganti musik dengan irama yang lebih cepat. Hentakan demi hentakan mereka lewati setelah Reyhan mengubah dirinya menjadi seorang DJ. Memilih lagu yang memiliki irama lebih cepat untuk mereka. Setelahnya, Reyhan mengakhiri tarian dan hentakan keduanya dengan musik rock and roll yang membuat napas Risma kembang kempis. Keduanya saling menyebut nama satu sama lain setelah berhasil melewati puncak tarian mereka. Napas keduanya memburu, namun bibir keduanya tersenyum penuh cinta. Sore yang indah untuk Reyhan dan Risma. Mereka akhirnya melewati beberapa fase irama dari yang mellow hingga yang rancak. Mulai dari musik klasik hingga pop dan rock and roll.
Bruk. Keduanya terjatuh dengan keadaan yang lelah.
“Terimakasih sayang” cup. Reyhan mengecup kening istri dengan sayang. Dilihatnya istrinya sudah tak berdaya karena dia ajak dansa tanpa lelah.
“Sama-sama Abang” jawab Risma berbisik karena tenaganya sudah benar-benar terkuras oleh keganasan ular yang sudah lama tidak berjoget dalam sarangnya.
“Tidurlah” Reyhan membelai lembut wajah Risma.
“Nanti bablas, Bang. Bentar lagi ashar” jawab Risma masih lirih. Reyhan tersenyum. Inilah yang tidak pernah dia terima dari istrinya dulu. Hanya kesenangan dunia tanpa pernah mengingat akhirat. Itulah gambaran Reyhan dan istrinya dulu. Kini bersama Risma, Reyhan berharap bisa merengkuh keduanya.
“Nanti Abang bangunkan. Abang nggak tidur. Janji” ucap Reyhan menenangkan Risma.
“Jangan bilang janji, Bang. Tapi Insya Allah” lirih Risma dengan mata yang hampir terpejam.
“Hehehe. Iya, Sayang. Insya Allah” ucap Reyhan terkekeh karena melihat sang istri yang sudah hampir hilang kesadarannya, namun masih saja mau mengingatkannya.
Petuah para alim ulama’ tentang kehidupan di dunia. Bahkan sudah sering dibuat lagu oleh beberapa orang atau grup musik. Salah satunya yang dipopulerkan oleh grup Nasida Ria.
Bekerjalah tuk duniamu, seakan kau hidup selamanya. Beramalah tuk akhiratmu seakan esok hari kau tiada. Berusaha sambil berdo’a itu yang harus kau lakukan. Janganlah hanya berdiam diri, mengharap rizki datang
sendiri.
Seperti yang Reyhan katakan tadi, bahwa dia tidak tidur. Sedangkan Risma sudah berlayar entah ke mana. Reyhan menutup tubuh istrinya dengan selimut dan dia memilih mandi setelah tenaganya pulih. Sambil menunggu istrinya tidur, dia membuka ponsel dan melihat pekerjaan yang harusnya dia selesaikan hari ini. Namun karena hendak menemani istrinya konsultasi, maka Reyhan meminta Bagas juga Isabel untuk menjadwalkan ulang apa saja yang terbengkelai hari ini.
__ADS_1
Hanphone-nya berbunyi dan nama Bagas tertera dilayar ponsel.
“Ada apa?” tanya Reyhan tanpa basa-basi. Tapi memang begitulah gaya Reyhan kalau sedang kerja.
“Ada undangan dari perusahaan Y. Untuk kita, maksudnya saya dan anda” jelas bagas.
“Acara apa? Kalau tidak penting tidak usah” jawab Reyhan tegas.
“Acara ulang tahun. Anda harus datang dengan istri. Saya juga akan mengajak istri saya. Klien ini adalah klien penting juga” jelas Bagas agar bosnya itu tidak melakukan hal yang salah.
“Harus?” tanya Reyhan malas. Apalagi harus mengajak istrinya.
“Kenapa? Keberatan?” tanya Bagas sudah mode sahabat.
“Huh. Aku malas melihat mata pria lain memandang istriku. Pasti dia akan sangat cantik nanti” keluh Reyhan.
Dimana-mana, yang namanya pria arogan pasti posesif. Haduch, nggak di karya bunda, nggak di karya yang bunda baca, posesif semua.
Lha kan yang bikin aku posesif juga situ Bund.
Ya cemburu lah Bund. Kan aku beneran sayang. Gimana sih?
Lah, situ sendiri yang posesif, kenapa nyalahin bunda yang bikin karakter?
Tahu ah bund. Ini aku lagi teleponan sama Bagas, jangan ganggu dulu napa? Baru ajabikin aku bahagia, sekarang udah biin kesel. Dasar bunda nyebelin.
Awas kamu Rey, tak bikin nangis darah nanti kamu di pesta. Hahahaha.
Lanjut ke obrolan Bagas dan Reyhan. Jangan hiraukan Reyhan yang tukang ngambek.
“Kemana sih? Habis curhat kok ngilang?” tanya Bagas kesal karena dia ditinggalkan begitu saja.
__ADS_1
“Nggak kemana-mana Kak. Diganggu sama bunda. Udah cuekin aja. Kamu sendiri gimana?”
“Pastinya aku akan memberi penampilan yang terbaik dengan istriku. Aku ingin tunjukkan bahkan wanita yang kumiliki adalah yang tercantik versiku. Dan akulah yang tertampan versi istriku”
“Kita berangkat sama-sama. Belanja juga sama-sama. Biar istriku ada temannya”
“Oke”
“Apa anak-anak rewel?”
“Tidak. Mereka teratasi. Tidak membuat ulah seperti biasanya”
“Baguslah”
Panggilan terputus. Reyhan menatap istrinya yang masih lelap tidurnya. Dia bangkit dan menghampiri ranjang. Dia berjongkok dan menatap wajah Risma yang teduh.
“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu” Reyhan mengecup kening istrinya sayang.
“Apapun yang terjadi nanti, aku harap kita tetap bersama melewati segala badai yang menghadang. Andai kita bertemu sebelum menyandang status duda dan janda, apa iya kita akan berjodoh juga?” tanya Reyhan lirih. Tangannya setia membelai pipi mulus Risma.
“Bertemu denganmu adalah pertemuan yang paling aku ingat. Mencintaimu adalah hal yang paling aku sukai. Melindungi dan membahagiakanmu adalah hal yang paling aku utamakan dalam hidupku. Karena bertemu kamu, aku kembali merengkuh tiga anakku. Karena mencintai kamu, anak-anakku mendapatkan kasih sayang darimu. Karena melindungi dan membahagiakanmu, orang-orang disekitar kita akan turut bahagia. Karena kamu adalah sumber kebahagiaan semua orang. I love You My Wife. Mantan janda antig. Dari mantan duda antig” Reyhan kembali mengecup kening istrinya dan terkikik setelahnya. Entah mengapa, di akhir pengungkapan perasaannya, dia teringat dengan julukan yang Bagas berikan padanya dan sang istri. Akhirnya ya begitulah, dia ucapkan di akhir kalimat pengungkapan hatinya. Merusak suasana nggak sih? Atau malah bikin tambah greget?
Maaf yah Reader. Part ini sebenarnya full adegan syik asyik. Tapi sudah tiga kali setor ditolak terus dengan alasan terdapat adegan dewasa di dalamnya. Padahal Bunda buatnya sudah dengan bahasa yang bermajas agar tidak mencolok dan vulgar. Padahal lagi, yang lebih vulgar dan terang-terangan banyak tapi tetap lolos saja. Bayangin snediri syik asyiknya Reyhan dan Risma yah?
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****