
Reyhan menggendong Riska menuju UGD dengan berteriak memanggil dokter dengan terpincang-pincang. Pengawal yang mengikuti Reyhan tidak berani menegur karena tahu bahwa suasana hati tuannya sedang tidak baik-baik saja. Dengan cepat, dokter dan para suster menangani Riska. Apalagi yang membawa adalah orang nomor satu.
“Tuan. Maaf. Luka Tuan juga harus diobati” ujar salah satu bodyguard, namun tidak mendapat respon.
“Tuan. Sepertinya kaki Tuan terkilir. Kalau tidak segera ditangani, nanti membengkak Tuan” bodyguard itu tidak patah semangat.
“Bagaimana dengan Riska?” tanya Reyhan lirih seolah sudah tidak punya tenaga.
“Nona Riska sudah ditangani oleh dokter. Lebih baik Tuan juga lekas diobati. Kalau sampai bengkak, Tuan tidak akan bisa menjaga Nona Riska” bujuk bodyguard berharap tuannya mau segera diobati. Reyhan termenung
memikirkan kata pengawalnya. Hatinya membenarkan apa yang diucapakan pengawalnya.
“Baiklah. Papah aku” putus Reyhan dan baru merasakan ngilu yang teramat sangat di kakiknya.
“Baik Tuan”
Pengawal itu memapah Reyhan dan salah satu temannya berlari entah kemana. Tak lama kemudian, dia datang dengan mendorong kursi roda.
“Terimakasih” ucap Reyhan dan langsung duduk. Satu pengawal mendorong kursi roda, sedang yang satu ikut menemani Tuannya.
“Kaki Tuan muda terkilir. Biasanya kalau orang awam diurut juga sudah sembuh, tapi sakitnya minta ampun. Kalau kita, time medis, menggunakan obat dalam dan obat oles. Untuk mencegah agar tidak semakin parah, kami akan membalutnya. Tuan muda kurangi aktivitas yang menggunakan kaki ini” jelas dokter panjang lebar pada orang nomor satu.
“Ada luka lecet di siku dan kakinya juga dok” lapor pengawal yang menemani Reyhan.
“Iya. Saya sudah melihatnya tadi” jawab dokter dan mengambil natiseptik juga plester. Dengan telaten, dokter dibantu suster membersihkan darah dan debu-debu pada luka Reyhan dan sekitarnya.
“Kita kembali ke UGD, dan kamu saja yang nebus resepnya” titah Reyhan setelah keluar dari ruang dokter.
Reyhan datang tepat waktu karena dokter sudah keluar dan memanggil keluarganya.
“Tuan Reyhan?” dokter yang menangani Riska terkejut karena dia baru saja menggantikan temannya yang tiba-tiba harus melakukan operasi.
“Iya. Bagaimana keadaan Riska?” tanya Reyhan tak sabar. Sang dokter yang ingin bertanya lebih lanjut dia urungkan karena melihat wajah Reyhan yang tidak sabar.
“Alhamdulillah, secara fisik tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya benturan kecil di kepala dan itu tidak berbahaya. Hanya saja yang sedikit parah adalah ada patah tulang di lengan kiri. Kami sudah menindakinya. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap”
“Terimakasih dok. Tolong lakukan yang terbaik. Berikan dia kamar di lantai satu”
“Kamar di lantai satu?” ulang dokter itu. Dia sangat tahu kalau lantai satu hanya dipergunakan oleh keluarga Kusumo atau atas rekemondasi keluarga nomor satu itu.
“Iya. Apa saya harus mengulanglagi dok?” tanya Reyhan dingin.
“Sabar Rey” tegur Bagas yang sedari tadi diam.
__ADS_1
“Huh” kesal Reyhan.
“Oh iya Tuan. Akan segera kami urus”
*****
Ali dan Nilam tiba lebih dulu dimasion. Lima menit kemudian, dokter yang dipanggil Ali baru tiba. Tak lama kemudian, trio R juga kedua kakeknya tiba juga.
“Nona kecil hanya banyak pikiran” ucap dokter setelah memeriksa Sila.
“Lalu, apakah ada hubungannya dengan Reyhan dan Riska? Kata guru yang mengajar di kelasnya, Sila pingsan setelah memanggil papa dan bunda” terang Ali masih khawatir.
“Hem, mungkin itu sebuah firasat yang menekan Nona Kecil”
“Firasat? Astaga. Reyhan. Riska” guman Nilam.
“Pa. Cepat hubungi Riska atau Reyhan. Atau Bagas atau Lintang. Atau siapapun Pa” panik Nilam yang membuatnya kembali heboh.
“Tenang Ma. Papa coba hubungi salah satu dari mereka ya?”
Ali langsung mengmbil ponselnya dan menghubungi salah satu dari mereka. Hanya Lintang yang menjawab dan menjelaskan semuanya.
“Riska dibawa ke rumah sakit setelah tertabrak dan reyhan terserempet mobil yang sama” jelas Ali dan tanpa sengaja didengar oleh trio R.
“Bundaaa” ketiganya langsung histeris. Ali dan Nilam saling pandang. Mereka tidak tahu kalau trio R sudah keluar dari kamar. Heru dan Indra beserta istri mereka langsung berlari saat mendengar teriakan trio R.
“Bunda Oma. Bunda” Rindi terusak-isak di pelukan Gita.
“Katakan, ada apa dengan bunda?” Heru tak sabar mendengar ucapan Rindi selanjutnya.
“Kata Tuan Ali, Bunda tertabrak mobil. Huaaaa” Reno kembali menangis histeris setelah megatakan apa yang didengar dari Ali. Heru dan Indra menatap Ali meminta penjelasan. Ali menjelaskan apa yang diceritakan Lintang padanya.
“Riko, awas kau” Indra mengepalkan tangannya menahan amarah.
“Orang itu” geram Rendi yang didengar semua orang.
“Kak Rendi?” isak Rindi.
“Aku membencinya” teriak Rindi membuat semua orang terkejut kecuali Rendi, karena dia juga sangat membenci orang yang mengaku papanya itu.
“Oma, Nenek. Kami mau ke tempat bunda” rengek Reno. Sedari tadi dia yang tidak bisa tenang. Darah memang lebih kental dari pada air. Meskipun perasaan kedua anak Riska yang lain juga peka, namun tidak sepeka Reno. Bahkan Sila yang tidak ada hubungan darah dengan Riska pun juga merasakan firasat buruk. Hal itu menunjukkan bahwa Riska adalah orang yang benar-benar baik dan tulus.
Tak tahan mendengar rengekan trio R ditambah Sila yang sudah sadar dan langsung mencari Reyhan juga Riska. Akhirnya para orang tua memutuskan mengantarkan mereka ke tempat Reyhan dan Riska di rawat. Tiba di rumah sakit, mereka langsung menyerbu bagian informasi dan dengan langkah tergesa-gesa, mereka menuju ruang rawat
__ADS_1
Riska. Bahkan mereka lupa kalau duo S masih sekolah.
“Bunda” teriak keempat anak itu begitu masuk ruang rawat Riska.
“Kalian?” Reyhan terkejut dengan kedatangan rombongan yang tidak disangka-sangka.
“Riska” Resti dan Gita menghampiri Riska menyusul keempat bocah dan diikuti oleh Heri dan Indra.
"Riska masih belum sadar. Kata dokter, tidak ada yang perlu dikhawatirkan" jelas Reyhan dan semua orang bernapas lega.
“Opa. Apa Opa sudah menguhubungi Om Willi?” tanya Reno menarik tangan Indra.
“Astaga, Opa lupa sayang. Opa panik tadi saat mendengar kabar dari Om Ali” Indra menepuk keningnya dengan tangan kiri karena tangan kanannya ditarik oleh Reno.
“Hem” hanya itu yang jawaban yang diberikan Reno.
“Huft. Ngambek deh tuh cucu. Oke oke. Opa akan keluar sebentar dan menghubungi Om kesayanganmu itu” cibir Indra yang sudah hapal dengan kelakuan Reno.
Reno kembali ke sisi Rindi dan Rendi menunggu Riska. Sedangkan Sila dan kedua nenek berada di sisi yang lainnya. Lain lagi dengan Nilam dan Ali yang menghampiri Reyhan.
“Kamu nggak apa-apa Rey?” tanya Nilam terlihat sangat khawatir.
“Reyhan nggak apa-apa. Cuma terkilir aja. Dua tiga hari juga sembuh” jawab Reyhan santai.
“Syukurlah. Jadi benar pria itu sudah menemukan Riska?” tanya Ali.
“Iya. Aku datang sedikit terlambat dan tidak bisa mencegah tragedi yang terjadi pada Riska” lirih Reyhan yang masih terlihat sedih dan merasa bersalah.
“Tidak perlu merasa bersalah. Semua sudah diatur. Berkat kejadian ini, kita jadi tahu seberapa besar pengaruh Riska pada anak-anakmu. Sila tadi sampai pingsan merasakan apa yang terjadi padamu dan Riska” cerita Nilam sekaligus menghibur Reyhan.
“Benarkah? Begitu berartikan Riska baginya?” tanya Reyhan iri. Namun dia juga sadar bahwa kasih sayang yang seharusnya dia berikan malah dia abaikan dan memilih menyibukkan diri dengan bekerja. Anak-anaknya justru mendapat kasih sayang tulus dari orang lain dan sekarang menjadi sangat dekat. Bahkan anak-anaknya sudah memanggilnya bunda. Lebih parahnya lagi, hatinya juga terpaut dengan bunda si anak-anak. Tanpa sadar, lamunannya membuat bibirnya tersungging. Ali dan Nilam saling pandang melihat anaknya senyum dan melamun.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan
lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir.
Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****