DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 73


__ADS_3

Masalah parcel sudah selesai dan sudah siap untuk dibagikan. Parcel dibagikan tiga hari sebelum seluruh karyawan cuti hari raya. Pihak perusahaan memutuskan untuk memberikan libur yang sedikit panjang sebagai wujud apresiasi dari kinerja mereka yang mampu menaikkan keuntungan hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.


“Terimakasih saya sampaikan kepada seluruh para karyawan baik diperusahaan pusat ataupun cabang. Karena tahun ini, kita semua dapat menaikkan keuntungan sebesar 83,27% dari tahun lalu. Alhamdulillah, Allah masih memberikan rejeki melimpah untuk kita semua” ucap Reyhan kepada seluruh karyawannya yang sudah  dikumpulkan di aula perusahaan.


“Alhamdulillah, Amiin” sahut semuanya.


“Karena keuntungan kita yang berlipat hampir dua kali, maka dari itu, THR tahun ini juga meningkat sebesar 30 % dari tahun lalu. Juga ada bingkisan untuk kalian semua”


“Horeee. Alhamdulillah. Emak, Entong bisa mudik” teriak salah satu pegawainya dengan girang. Semuanya tertawa dan juga bahagia bersama.


Reyhan mengakui, strategi istrinya dalam mensejahterakan karyawan memang jitu. Dimulai dengan pesta ulang tahun untuk mereka dan kompetisi yang entah siapa tahun depan pemenangnya. Dan sekarang parcel lebaran untuk dan tahun sebelumnya ada angpao untuk mereka yang beragama selain islam. Dan berkah ramadhan ini juga


dirasakan oleh mereka yang beragama selain islam. Pasalnya, meskipun mereka tidak merayakan hari raya, mereka tetap dapat bingkisan. Hanya saja mereka tidak dapat THR. THR di perusahaan Diamon’s Kusumo ini diberikan menjelang hari raya dari setiap karyawannya berdasarkan agamanya. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa senang dan nyaman bagi mereka yang non muslim. Semua orang tahu, setiap kali merayakan hari raya, entah itu natal, nyepi ,idul fitri atau yang lainnya, pasti membutuhkan uang lebih banyak. Inilah yang menjadi pertimbangan perusahaan memberikan THR berdasarkan hari besar dari setiap agama karyawannya.


Sorak sorai terdengar renyah ditelinga Reyhan. Senyumnya mengembang sempurna manakala melihat karyawannya tertawa dan bercanda dengan temannya. Tidak ada kesenduan yang tergambar di wajahnya. Semuanya cerah dan tertawa bahagia. Tahun ini para karyawan benar-benar panen. Dengan kesejahteraan yang semakin ditingkatkan, ternyata berdampak pada kinerja para karyawan. Terbukti dengan meningkatnya omset yang diperoleh.


“Sayang. Pulang nanti, aku pasti akan membawamu membeli apa yang kamu inginkan. Kamu tidak hanya menjadi pelita dalam keluargaku, tapi juga dalam perusahaan. Terimakasih. I Love You” ucap Reyhan lirih. Dia memandang photo Risma yang menjadi wallpaper di ponselnya.


“Sebahagia itukah kalian?” tanya Reyhan menghentikan tawa semuanya. Namun sedetik kemudian, jawaban serempak kembali menggema di gedung perusahaan.


“Ya. Terimakasih Pak”


“Sama-sama. Ingat. Jangan ada yang terlambat untuk kembali bekerja. Tahun ini milik kalian. THR nambah. Parcel dapat. Dan cuti diperpanjang sepekan. Senang?”


“Senang Pak”


“Syukurlah kalau kalian senang. Jangan lupa nanti bawa oleh-oleh buat saya dari kampung halaman” ucap Reyhan bercanda.


“Siaap Pak” jawab semuanya semangat.


“Memangnya Pak Reyhan mau singkong?” tanya salah satu karyawan yang memang berasal dari kampung.

__ADS_1


“Singkong, saya mau. Apalagi kalau sudah menjadi olahan, lebih mau lagi” jawab Reyhan bercanda.


“Itu sih maunya kamu. Risma kan pandai tuh masak. Pasti olahannya enak” ucap Bagas menimpali cendaan Reyhan.


“Dia lagi ngidam, badannya lemes mulu. Kasihan” jawab Reyhan yang didengar semuanya. Semua karyawan sudah tahu kalau bos besar mereka akan menambah pundi-pundi kurcaci yang memang sudah menumpuk. Dan mereka juga tahu bagaimana kondisi Bu Bos saat ini.


“Coba tanya dulu, siapa tahu aja dia ngidam pengen ngolah singkong” tambah Bagas.


“Ada-ada aja” meski begitu, Reyhan tetap saja menghubungi istrinya. Namun siapa sangka Risma malah ingin ngomong sendiri dengan karyawan itu.


“Singkong kamu banyak di kampung?” tanya Risma via video call.


“Eh, banyak Bu. Ibu mau?” jawabnya gugup.


“Berapa banyak?”


“Kurang tahu juga Bu” jawab pria itu bingung.


“Loh, kok dibayar? Kan buat oleh-oleh Bu?” tolak pria itu.


“Oleh-oleh nggak sebanyak itu kan? Gini aja. Kamu siapkan singkong untuk oleh-oleh. Sisanya, saya beli. Gimana?”


“Siap Bu. Punya tetangga boleh?” tanyanya mengadu peruntungan.


“Huhuuhu, kemaruk” sorak teman-temannya. Ada yang bercanda, ada yang iri tentunya. Tapi iri yang biasa saja, bukan iri yang sampai menanam dendam.


“Hahaaha, boleh. Kalau perlu seluruh kampung kamu panen. Saya siap menerima” jawab Risma senang. Meskipun belum bisa berkata dengan tegas, namun tetap saja semua karyawan segan padanya.


“Ah, Siap Bu. Nanti saya sewakan pick up buat angkut singkong di kampung saya” jawabnya senang.


Reyhan hanya menggelengkan kepalanya. Entah apa lagi siasat istrinya ini. Namun Reyhan senang. Istrinya bukan saja cahaya untuk dirinya dan keluarga, namun untuk semua orang yang beruntung mendapatkan cahaya itu.

__ADS_1


Tanpa terasa, jam kerja sudah habis dan tibalah waktunya pulang. Semuanya pulang dengan menenteng parcel di tangannya. Wajahnya berseri dan senyumnya terus mengembang. Terdengar percakapan di telinga Reyhan yang mengharukan.


“Bon, kenapa muka kamu kayaknya kurang senang?” tanya pria disebelahnya yang bernama Adit.


“Bukan kurang senang. Aku kira dapatnya sarung, eh ini dapat mukena. Aku pengennya sarung buat Bapak dirumah. Soalnya Ibu aku udah nggak ada” jawabnya sedih. Adit memahami kegundahan Bona, karena dirinya juga mengalami hal yang sama.


“Seingatku, waktu rapat kemarinkan dapat sarung ya?” tanya Bona lagi. Adit manggut-manggut. Reyhan menghela napas  pasrah. Namun saat hendak berlalu, terdengar lagu siara Adit yang ternyata mampu menarik perhatiannya.


“Menurutku ini sudah bijak. Laki-laki dapat kopyah, sarung dan sajadah. Perempuan dapat mukena dan sajadah. Belum lagi gula, minyak, jajanan dan masih banyak lagi” hibur Adit. Bona mengangguk menyetujui ucapan Adit. Ucapan Adit mampu membuat Reyhan tersenyum.


“Gimana kalau kita tukeran parcel. Aku sebenarnya pengen dapat mukena buat Emak di kampung. Bapak aku juga udah nggak ada. Tinggal Emak sama adik-adik di rumah” usul Adit disambut senang oleh Bona.


“Beneran kita tukeran?” tanya Bona meyakinkan.


“Iya. Mukena itu biar buat Emak aku. Dan sarung ini buat Bapak kamu” akhirnya Bona dan Adit melakukan barter dan senyum kembali menghiasi wajah mereka. Reyhan pun juga ikut bahagia melihatnya. Selama ini dirinya terlalu fokus pada hidupnya sendiri meskipun kesejahteraan karyawannya tetap menjadi prioritas utamanya dalam bekerja. Namun kesejahteraan yang dia berikan sebatas kesejahteraan materi. Dia mulai memahami kesejahteraan batin semenjak memperistri Risma. Istrinya ini benar-benar membuka dunia baru baginya.


Reyhan mulai merenungi perjalan hidupnya di ruangannya. Dulu dia hanya tahu tentang kebahagiaan pribadinya. Namun Reyhan merasa kebahagiaannya kurang sempurna entah apa yang kurang. Hubungan dengan anak-anaknya bukannya kurang baik. Hanya saja interaksi yang dia bangun kurang hingga anak-anaknya merasa jauh darinya. Padahal mereka tinggal satu atap. Dengan orang tuanya, dia juga jarang ngobrol. Meskipun sekarang juga jarang karena orang tuanya memilih honeymoon lagi menghabiskan masa tuanya meskipun masih tetap berbisnis.


Ya, dimulai dengan Risma yang menjadi pengasuh anak-anaknya, dia mulai menata kembali hubungan antara ayah dan anak. Sikap Risma yang garang padanya, namun lembut pada anak-anak mampu menggoyahkan pertahanan hatinya akan datangnya cinta kedua. Berlahan tapi pasti, berkat Risma, Reyhan tidak hanya mengenal kembali anak-anaknya. Namun karyawan dan sekitarnya mulai menjadi perhatiannya juga. Sikapnya yang angkuh berlahan luntur berganti dengan sikap yang ramah dan menyenangkan. Itulah kehidupan Reyhan sekarang. Penuh bintang dan pelangi di berbagai sudut hati dan rumahnya, bahkan perusahaannya.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****

__ADS_1


MAAF READERS SEMUA. LEBARAN SIBUK SEKALI RUPANYA HINGGA MELUPAKAN KALIAN SEMUA. JUALAN LAGI RAMAI-RAMAINYA, JADI LOS DOL AJA BIKINNYA. MAAF YAH? MUMPUNG MASIH MASA LEBARAN, MAAF LAGI. HEHEHEHE.


__ADS_2