DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 22


__ADS_3

Reyhan masuk rumah dengan tergesa-gesa. Dia melihat Riska berdiri di dekat kompor karena Riska sedang membuatkan minuman untuk semuanya. Tanpa memperhatikan yang lainnya, Reyhan berteriak memanggil Riska.


“Riskaa”


Reflek Riska menoleh dan melihat Reyhan berlari ke arahnya. Hap. Pelukan Riska dapat dari Tuannya. Riska terbengong karena mendapat pelukan tiba-tiba dari Reyhan.


“Tuan” panggil Riska menyadarkan Reyhan.


“Sebentar saja Ris. Jujur aku sangat khawatir saat kamu menghubungiku tadi” ucap Reyhan tanpa melepaskan pelukannya. Mendengar perkataan Reyhan, Riska memilih diam. Hatinya tersentuh dengan kekhawatiran tuannya itu. Pikirannya melayang saat dia bertemu dengan Erik di kantor Reyhan.


Mungkinkah ini tanda kalau apa yang Mas Erik lakukan tadi? ~ tanya Riska dalam hatinya.


Keduanya masih setia dalam kondisi saling memeluk. Tepatnya Reyhan yang memeluk Riska, sedangkan Riska tidak membalasnya. Hingga suara deheman dari seseorang mengejutkan keduanya.


“Ehem” siapa lagi pelakunya kalau bukan William. Sedangkan para orang tua hanya memandang dengan sebuah senyuman. Terlebih lagi orang tua Reyhan.


“Sepertinya, kita akan segera punya mantu lagi pa” ucap Nilam bahagia.


“Hem, iya ma”


“Cieee, bunda sama apap” sorak trio S yang tidak disadari Reyhan keberadaannya.


Riska dan Reyhan yang sudah melepaskan pelukannya menjadi salah tingkah. Terlebih Riska yang tidak tahu harus berbuat apa. Beruntung bunyi di panci yang menandakan air sudah mendidih menyelamatkannya. Riska memilih menyibukkan diri membuat minuman untuk semuanya. Sedangkan Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Riska telah menyajikan minuman ke semua orang termask Reyhan. Riska memandang William dan memberi tanda untuk bicara berdua. William pemit ke taman belakang bersama Riska.


“Biarkan mereka berdua dulu. Pasti ada yang ingin Riska sampaikan pada William” cegah Indra saat Reyhan hendak menyusul keduanya.


“Huft, baiklah” jawab Reyhan pasrah dan kembali duduk.


“Jadi, papa sudah bisa menakhlukkan hati bunda?” tanya Sila semangat. Harapannya Riska menjadi bunda sesungguhnya akan segera tercapai.


“Huft, semoga begitu ya Sil. Papa sendiri juga nggak pede. Target bundamu bukan yang kaya, tapi yang beragama baik. Siap menjadi imam untuk seluruh keluarganya” jawab Reyhan lesu. Rasa percaya dirinya menguap jika sudah berhadapan dengan Riska.


“Ck, jangan gampangmenyerah pa. Kan papa sudah belajar agama sampai mendatangkan ustadz secara privat” timpal Sila memberi semangat.


“Apa? Kamu mendatangkan ustadz?” teriak Nilam dan Ali hampir bersaamaan. Keduanya terkejut mendengar usaha Reyhan sampai relabelajar agama langsung dari ustadz.


“Hehehehe, demi cinta ma, pa” jawab Reyhan cengengesan.


“Jadi,Nak Reyhan tertarik dengan anak kami, Riska?” tanya Heru ikut nimbrung.


“Hehehe,iya Om..”


“Heru.Panggil Om Heru. Saya orang tuanya Erik atau mertuanya Riska”

__ADS_1


“Oh, iya Om Heru. Tapi mantu Om sulit sekali didekati” adu Reyhan tanpa malu.


“Hahahahaha” tawa Heru pecah mendengar curhatan Reyhan. sedangkan Resti terkikik geli. Yang lain hanya menatap bingung pada pasangan itu.


“Kenapa Mas?” tanya Indra penasaran.


“Hahaha, nggak ada apa-apa. Hanya saja apa yang Reyhan rasakan sekarang sama seperti yang Erik keluhkan waktu itu” jelas Heru masih dengan tawanya.


“Iya pa, benar. Ternyata pesona mantu kita tak kenal profesi yah? mau dia perwira atau pun pengusaha,  tetap saja dihargai mahal” tambah Resti masih dengan kekehannya.


“Hahahaha” akhirnya semua tertawa setelah mengetahui ceritanya.


“Huft, kenapa malah bahagia  di atas perjuangan saya?” sindir Reyhan. Bukannya berhenti, tapi malah semakin keras tawa mereka.


*****


Di taman belakang, Riska sedang duduk bersama dengan William. Dengan sayang, William membelai rambut Riska. Matanya menatap lekat pada sosok Riska yang selalu terlihat imut di mata William.


“Kenapa Kak?” tanya Riska karena dia sadar kalau William tengah menatapnya dengan dalam.


“Nggak ada. Cuma sepertinya, sebentar lagi Kakak nggak akan bisa manja-manjain kamu lagi. Akan ada yang siap menjaga kamu menggantikan almarhum Erik” ucap William dengan sendu.


“Kak Willi tahu?” tanya Riska dan seketika badannya menghadap William.


“Hem. Erik datang di mimpi Kakak” jelas William.


“Maksudmu, Erik juga datang ke  mimpi kamu?” tanya William tak percaya. Riska mengangguk. Dia masih menunggu William meneruskan ceritanya.


“Huft. Erik datang dan memintaku melepaskan tanggung jawabnya yang selama ini aku emban. Katanya, sudah ada orang yang menggantikannya, tapi dia tidak bilang siapa” cerita William. Sampai sekarang, William masih belum tahu siapa yang dimaksud oleh Erik.


“Tuan Reyhan. Dia adalah Tuan Reyhan” jawab Riska membuat William terkejut. Lamunannya kembali saat melihat kedatangan Reyhan dengan wajah yang panik.


“Kenapa aku tidak terikirkan yah? Padahal tadi aku melihat kalian berpelukan” ucap william manggut-manggut sambilmengelus-elus dagu runcingnya.


“Ish, Kak Willi. Nggak ada ya berpelukan. Yang ada Riska dipeluk” elak Riska. Dia palingkan wajahnya karena merasa malu. Entah mengapa mengingat kejadian tadi membuat rona pipi Riska muncul.


“Hahahaha, tumben kamu malu? Biasanya juga galak. Hahahaha” William malah menggoda Riska. Riska semakin cemberit dan pipinya semakin merah.


“Hem. Kembali ke laptop. Jadi, bagaimana bisa orang itu Reyhan?” tanya William yang tidak ingin membuat Riska semakin cemberut.


“Semalam aku mimpi Mas Erik menemuiku dan tersenyum. Wajahnya cerah banget. Cuma itu saja”


“Itu tidak menunjukkan kalau orang itu Reyhan” potong William.


“Ck,  dengarkan dulu makanya. Riska belum selesai ceritanya” kesal Riska.

__ADS_1


“Iya iya. Udah, lanjutkan” William ketularan kekesalan Riska. Padahal memang yang salah William, main motong cerita orang aja.


“Nah, pas tadi aku mau pulang setelah mengantarkan makan siang buat Tuan Reyhan. kan Riska ditinggal meeting nih sama Tuan Reyhan dan Pak Bagas. Pas Riska mendongak selesai membereskan peralatan makan, Riska lihat ada Mas Erik yang menatap Riska sama persis seperti di dalam mimpi. Bahkan Riska baru sadar kalau mimpi Riska semalam itu adalah di ruangannya Tuan Reyhan yang di kantor”


“Lalu?”


“Nah, Mas Erik melayang menuju meja kerjanya Tuan Reyhan dan aku mengikutinya.tiba-tiba, foto Tuan Reyhan yang ada di mejanya ambruk. Bruk” Riska memperagakan pas poto ambruk dengan membalikkan tangannya. William masih serius mendengarkan cerita Riska.


“Setelah itu, Mas Erik melepaskan cincin perkawinannya yang ada di jarinya. Aneh nggak sih? Seingat aku kan cincin itu sudah ada sama aku. Lebih anehnya lagi, cincin itu hilang entah ke mana atau lebih tepatnya, aku nggak ada memori sama sekali di mana aku simpan cincin itu” Riska memasang wajah bingungnya dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Hem, benar. Aku sendiri juga menjadi saksi kalau kamu mengambil cincin kawin dari tangan Erik”


“Nah itu. Cincinnya sama Mas Erik ditaruh di atas fotonya Tuan Reyhan. apa coba artinya kalau bukan Tuan Reyhan yang dimaksud oleh Mas Erik?”


“Kamu benar. Tapi bagaimana hubunganmu dengan Rey?”


“Hem, aku sih biasa aja. Tapi akhir-akhir ini, Tuan banyak tingkah” adu Riska yang sering dikerjai oleh Reyhan. Entah mencari baju yang hilang atau memakaikan dasi. Atau memakaikan sepatu dan terakhir, Riska juga cerita tentang menyuapi Reyhan saat makan siang tadi.


“Hem, sepertinya memang Reyhan tertarik sama kamu deh. Seingatku, dia tak pernah tengil pada wanita semenjak kepergian Dita”


“Kak Willi yakin? Maksud aku, apa yang diinginkan Mas Erik akan terwujud?” tanya Riska kurang yakin.


“Kalau perkara itu, kamu tanyakan sendiri pada hatimu. Aku yakin kok, kalaupun hati kamu nggak nyaman sama Reyhan, Erik nggak akan memaksa”


“Hem, aku baiknya anak-anak aja mas. Kalaupun mereka memilih Tuan Reyhan, aku yakin, seiring berjalannya waktu, kami pasti bisa saling mengerti”


“Hem, jadi kuncinya di anak-anak nih. Lalu, kamu udah tanya?”


“Aku nggak pernah tanya. Cuma Reno sama Rendi pernah bilang kalau aku samaTuan Reyhan aja. Tapi Rindi menolak keras. Aku nggak tahu Kak harus bagaimana” pasrah Riska. Hatinya memang belum beralih dari almarhum suaminya. Namun dengan Reyhan, hatinya mulai sedikit nyaman. Mungkin karena seringnya interaksi


antaradia dan Reyhan.


“Kita pikirkan nanti. Aku akan cari tahu bagaimana perasaan Reyhan padamu” hibur William. Dia tahu kalau Riska sedang galau sekarang. Dia mengacak rambut Riska sayang dan memeluknya. Memberikan kenyamanan yang biasa dia lakukan pada Katrina ataupun Karina.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Janganlupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****

__ADS_1


Maaf yah kalau halusinasi bunda nggak sesuai fakta yang ada. Namanya juga dunia hayalan, ya khan? Jadi sebebas bunda dong mau berkhayal kaya apa? Pengennya juga mau bawa doraemon ke cerita bunda biar ada pintu ke mana aja. Siapa tahu lewat pintu itu, bunda bisa berkunjung ke salah satu mimpi readers. Hehehehe.


__ADS_2