
Usai makan malam, mereka kembali berkumpul. Malam ini adalah lomba pertama. Lomba yang dirahasiakan. Itulah yang diinginkan Risma agar menjadi kejutan dan tidak ada yang bisa menyiapkan diri. Hanya divisi itu sendiri yang mengetahui lomba apa yang akan diadakan. Kali ini yang mendapat giliran pertama adalah divisi GA bagian keamanan. Ada delapan orang yang menjadi satpam di perusahaan. Dua bagian depan, dua bagian gudang dan empat lainya bagian dalam yang berpatroli di setiap lantai perusahaan. Giliran diambil dari undian yang telah disediakan. Yang mendapat nomor urut pertama, dialah yang harus memulai lombanya terlebih dahulu.
“Apa ya lombanya kira-kira?” tanya Reyhan pada istrinya. Risma hanya mengangkat bahu karena memang tidak ada yang tahu kecuali mereka yang bersangkutan dan menjadi juri.
“Selamat malam semuanya. Kami dari tim keamanan akan memberi penjelasan tentang lomba yang akan kita lakukan malam ini. karena dari para atasan tidak menentukan jenis lomba apa yang harus kami berikan, jadi kami memilih lomba ini untuk sekedar hiburan semata. Judul lomba yang akan kita lakukan malam ini adalah Sambung Lagu” kata satpam 1 mewakili teman-temannya. Tepuk tangan terdengar meriah karena mereka sangat antusias.
“Kita akan bagi menjadi lima kelompok ya dan semuanya harus ikut termasuk para keluarga yang ikut hadir kecuali anak-anak. Mereka dibebaskan untuk ikut atau tidak” tambahnya dan diangguki setuju oleh semuanya.
Kelima temannya membantu membagi seluruh menjadi lima kelompok secara acak berdasarkan kerumunan. Jadi lima anggota keamanan membagi lima kelompok dengan hanya memberi sekat para peserta hingga terbentuk lima kelompok.
“Karena semuanya sudah terbagi menjadi lima kelompok, maka saya akan membacakan peraturan lombanya. Sambung lagu dimulai dari kami dewan juri dengan menyebutkan satu kata. Misalnya “BUNGA”. Maka kelompok pertama harus menyanyikan lagu dengan awal lagu adalah Bunga. Boleh diberi awalan asal tidak terlalu jauh ya dengan kata Bunga. Contohnya, Oh Bungaku (menyanyikan lagu Bunga dari Thomas) atau ini. Kau bunga pujaan, oh bunga dahlia. Kedua lagu itu ada awalah tapi tidak terlalu jauh untuk kata bunga. Bisa dimengerti?”
“Bisa” serempak para peserta.
“Dan kelompok yang menyanyikan lagu boleh berhenti dimana saja dan kata terakhir menjadi kata pertama untuk kelompok selanjutnya. Dan masing-masing kelompok mendapat waktu maksimal dua puluh detik untuk berpikir”
“Iya” lagi-lagi semuanya menjawab serempak.
“Saya minta perwakilan satu dari kelompok paling kanan dan kiri untuk menentukan urutan kelompok. Suit saja dan yang menang boleh milih untuk jadi kelompok terakhir atau pertama.”
Reyhan yang diminta maju karena dia masuk di kelompok paling kanan. Sedangkan yang paling kiri yang maju adalah komisaris 2.
“Selamat malam Tuan Reyhan” sapanya ramah dan bersalaman.
“Malam pak. Mari kita suit” ajak Reyhan langsung tanpa basa-basi. Begitulah Reyhan, tetap saja dingin walau hanya sekedar suka-suka.
Keduanya suit sampai lima kali dan dimenangkan Reyhan setelah empat kali drow.
“Baiklah. Tuan Reyhan ingin kelompok yang pertama atau yang terakhir?” tanya moderator lomba sambung lagu.
“Mau yang pertama atau yang terakhir?” tanya Reyhan pada kelompoknya.
Reyhan dengan sabar menunggu kelompoknya berunding. Akhirnya diputuskan mereka meminta menjadi kelompk terakhir dan secara otomatis, kelompok komisaris menjadi kelompok pertama. Di sebelah kanannya menjadi kelompok kedua dan seterusnya hingga kelompok kelima dipegang oleh kelompok Reyhan.
“Baiklah. Kita mulai ya? Kelompok pertama bersiap. Sebelumnya, saya ingatkan bahwa sambung lagu ini lagu bebas. Boleh lagu jawa, pop, dangdut, lagu anak-anak, qosidah, sholawatan bahkan sampai lagu mancanegara sekalipun” semuanya hening mempersiapkan diri untuk menyetok lagu-lagu apa saja nanti yang harus mereka
bawakan.
“Bagaimana? Kelompok satu siap?”
“Siap” jawab kelompok satu kompak.
“Oke. Pertama saya awali dengan kata CINTA”
Hening untuk sesaat dan seseorang dari kelompok satu sudah siap untuk bernyanyi.
“Cintaaaa, apakah itu cinta. Bertanya tanpa sengaja” dia menghentikan lagunya.
“Sengaja. Kelompok kedua harus menyambung lagu dengan kata sengaja” lanjut moderator. Dua temannya mencatat nilai untuk masing-masing kelompok. Seratus untuk kelompok yang bisa menjawab dengan baik.
Hening lagi dan kadang terdengar bisik-bisik. Hampir habis waktu dan di detik-detik terkahir, kelompok dua tercerahkan. Beruntung ada orang lawas alias tua dalam kelompok itu hingga teringat lagu walas milik Elvi Sukaesih.
“Sengaja kupilih sahabatmu. Untuk berkasihan denganku Sengaja aku lakukan itu”
__ADS_1
“Itu. Kelompok tiga”
“Itu aku” celetuk salah satu tanpa kompromi dengan nada lagu milik Shella On 7, itu aku.
“Tahukah lagu yang kau suka? Tahukah bintang yang kau sapa? Tahukah rumah yang kau tuju? Itu aku” lanjut semuanya serempak. Tidak semuanya. Hanya mereka yang tahu lagunya.
“Aku. Lanjut kelompok empat”
“Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo. Mung digoleki pas atimu perih” (Lagu mundur alon-alon)
“Perih. Lanjut kelompom lima”
Reyhan berdebar-debar dan memandang semuanya yang sedang berpikir. Risma mulai mengingat lagunya Nella Kharisma Tatune Ati. Dan kebetulan, di kelompok Risma banyak yang menyukai lagu-lagu ambyar alias lagu jawa. Akhirnya mereka yang tahu lagunya bernyanyi rame-rame.
“Pait perihe ati sing kebagi. Sampai kapan aku ngenteni. Janji suci sing wes mbok mblenjani. Umpomo kowe ngerti. Lorone ati iki. Ilang tresno. Kari tatune ati” (Lagu Tatune ati)
“Ati. Lanjut kelompok satu. Skor sementara imbang dan seratus untuk lima kelompok” semuanya bertepuk tangan dan bangga karena bisa menjawab dengan baik.
“Lanjut kelompok satu”
“Ati iki dudu soko wesi. Seh ra iso saben dino mbok larani. Keloro-loro neng jero dodo nambah perih neng ati”
“Ati lagi untuk kelompok dua. Tidak boleh lagu yang sama atau lagu yang sudah pernah dimainkan ya?”
“Ati iki dudu dolanan, dudu pelampiasan. Senajan uripku pas-pasan, aku wani kelangan” (Lagu cerito loro)
“Kelangan. Wah semakin seru. Semakin banyak bermunculan wajah-wajah pecinta ambyar ya. Kelompok empat,
“Kelangan, isun iki wes kelangan. Kembang han sun eman eman. Loro rasane atu mulo loro. Kudangan di gowo wong liyo. Lilosun coba ngelilakeno. Masio abot hang sun roso” (Lagu Kelangan)
“Roso. Kelompok lima”
“Roso atiku iki. Matur suwun wis ngancani aku. Esem lan guyumu gawe bungahe atiku. Mung siji pesenku nggo awakmu. Tulung iji ninggalke aku” (Lagu Roso atiku)
“Wah-wah wah. Ketat sekali ya persaingannya. Kembali ke kelompok satu. Aku”
“Harusnya aku yang disana. Dampingimu dan bukan dia. Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia”
“Dia. Kelompok dua silahkan”
“Karena dia, aku bisa menangis. Karena dia, aku bisa tertawa. Karena dia, aku bisa merana. Karena dia, aku bisa
bahagia” (lagu Sebuah nama)
“Bahagia. Kelompok tiga”
“Dan bahagia. Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat panjang umur kitakan do’akan” (Lagu ulang tahun).
Kelompok tiga membuat yang lain tertawa. Kalau pikiran udah mentok, apapun jadi. Dan sayangnya itu cocok.
“Hahahaha. Kelompok tiga benar-benar kreatif ya? Do’akan untuk kelompok empat”
“Do. Do’akan ku harus pergi. Re relakan aku disini” (Lagu Do re mi)
__ADS_1
“Disini untuk kelompok lima”
“Disini. Di batas kota ini. Ingin kutuliskan surat untukmu. Biar engkau mengerti perjalanan hidupku. Di dalam
menggapai cita-cita” kali ini Ali yang bernanyi. (Lagu, Disini di kota ini)
“Wah wah wah. Tuan Ali sungguh luar biasa. Memang kalau sudah tua itu seleranya beda ya?” guyon moderator memecah ketegangan. Meskipun hanya sambung lagu untuk mengisi hari, tapi cukup mengengangkan juga. Apalagi jiwa kompetitif sangat terasa di sini.
“Kelompok satu. Cita-cita”
“Cita-citaku. Uuuuu. Ingin jadi profesor. Bikin pesawat terbang. Kubuat sendiri” yang sudah tua, pasti pada tahu lagi ini yang dinyanyikan oleh Joshua, kapal terbang. Makin tahu kan kalau bunda memang sudah tua.
“Sendiri. Kelompok dua”
“Sendiri sendiri sendiri. Lebih baik aku sendiri” (lagu sendiri. Rita sugiarto)
“Sendiri lagi untuk kelompok tiga”
“Lama sendiri. Sudah terlalu lama aku asyik sendiri. Lama tak ada yang menemani. Rasanya” (Lagu terlalu lama
sendiri. Kunto Aji)
“Rasanya. Kelompok empat”
“Rasanya tawar. Ada air laut rasanya asin. Ada air susu. Rasanya manis. Itu untuk mimik mimik mimik mimik mimik”
(Diobok-obok, Jushua)
“Hahahaha. Usia memang nggak bisa bohong ya? Mimik untuk kelompok lima. Cukup sulit ya. Ayo Tuan Reyhan. Lagu apa?”
Kelompok lima berunding dan saling memberikan ide. Hampir mentok karena memang sangat sulit merajuk kata mimik untuk sebuah lagu. Dengan konyolnya, Bagas meyeruakan kata terkahir dari lagu pok ame-ame.
“Mimik susu” kelompok lima tertawa dan mengangguk setuju. Bahkan mereka menyanyikan lanjutan lagu yang mungkin tak banyak yang tahu karena lanjutan lagu ini bukan asli dari liriknya.
“Susu susu sapi, manisnya setengah mati” teriak kelompok lima yang merasa lega setelah keluar dari atmosfir
ketegangan.
“Hahahaha. Baiklah. jadi mati untuk kelompok satu”
Sudahlah. Lanjutkan sendiri oleh readers. Bunda botak mikirin sambung lagu. Komentar ya kelompok mana yang jadi juaranya. Readers jadi jurinya. Bunda pusing mikir lagu-lagunya.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1