DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 30


__ADS_3

Riska masih terbengong melihat Reyhan yang bersimpuh dengan lutut sebagai tumpuan dan tangannya menggenggam erat tangan Riska. Tak hanya Riska, semua orang yang melihatnya juga terbengong karena tak menyangka Reyhan akan melakukannya hari ini.


“Tu tuan, a-a-ada apa?” tanya Riska dengan gugup.


“Riska. Ijinkan aku mengatakan sesuatu yang mungkin membuatmu terkejut. Tapi aku sudah memantapkan hati untuk mengatakan padamu hari ini. Di depan kedua orang tuaku jugakeempat orang tuamu ditambah dengan anak-anak juga sahabatku, aku akan jujur padamu. Sebenarnya ada suatu hal yang mendasari aku melakukan ini,  namun itu bisa bahas nanti. Tolong dengarkan aku!  Aku minta ijinmu untuk menjadikanmu bunda dari anak-anaku juga ijinkan aku menjadi papa dari anak-anakmu. Harapan lainnyaadalah kamu menjadi bunda dari anak-anak kita kelak” Reyhan menghela napasnya memasok udara yang membuat paru-parunya sesak. Sungguh dia tak pernah menyangka akan berada di fase seperti ini. Fase di mana dia benar-benar gugup dan rasa takut untuk di tolak. Perasaan yang tidak dia rasakan saat dulu menyatakancinta pada Dita, bahkan saat melamarnya.


Riska masih terus diam karena masih terkejut dengan pernyataan Reyhan yang tiba-tiba.


“Saya tahu kalau di dalam hatimu masih tersemat dalam nama  almarhum suamimu. Tapi ijinkan aku juga mengukir namamu bersanding di dalam hatimu meskipun tidak sedalam suamiperwiramu itu” lanjut Reyhan penuh harap, tapi juga terdengar sedikit pesimis.


“Tu tuan. Jujur saya terkejut. Saya tidak tahu harus berkata apa” akhirnya Riska mampu membuka mulutnya setelah membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba kering.


“Saya tahu ini akan terjadi. Tapi, dengan ini mungkin bisa membantumu menjawab pernyataanku” Reyhan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah. Riska langsung terbelalak saat melihat apa yang dikeluarkan Reyhan. Dengan tangan bergetar, Riska mengambil kota beludru itu dan membukanya. Betapa terkejutnya dia melihat apa yang ada di dalamnya.


“I ini?” tanya Riska dengan mata berkaca-kaca. Tidak hanya tempatnya yang sama, tapi juga isinya. Riska masih ingat secara detail cincin yang sudah menjadi kenangannya.


“Ba-ba-bagaimana tuan mendapatkannya?” tanya Riska dengan isakan yang tertahan.


Reyhan bangun dan memegang pundak Riska. Yang lain belum tahu situasi apa sebenarnya. Perihal cincin itu juga tidak ada yang tahu. Rindi maju dan menarik tangan kiri Reyhan yang masih bertengger di bahu Riska. Rindi menyatukan tangan kiri Reyhan dengan tangan kiri Riska. Rindi tersenyum memandang Reyhan juga bundanya.


“Rindi yang ngasih cincin itu buat Om Reyhan. Rindi juga sudah menerima Om Reyhan jadi papa Rindi” ucap Rindi tulus.


“Boleh bunda tahu dari mana Rindi dapat cincin ini?” tanya Riska dengan air mata yang mengalir, namun sudah tidakada isakan lagi.


“Dari ayah. Om Reyhan juga ada di sana. Ayah dan Om Reyhan mengobrol dan titip kita semua pada Om. Ayah juga minta bunda buat berhijab sebagai syarat restu dari ayah. Om Reyhan setuju kan?”


“Tentu saja. Pasti bunda lebih cantik seperti kata ayah” Reyhan mengulas senyum saat mengenang apa yang dia lalui bersama Rindi. Riska dan yang lainnya tidak mengerti akan apa yang Rindi dan Reyhan.


“Maksudnya?” tanya Riska tak mengerti. Banyak pertanyaan dalam benaknya untuk Reyhan danRindi. Yang lain pun sama. Menatap mereka dengan sejuta pertanyaan.


“Aku masih ingat kalau cincin ini adalah cincin yang kau tunjukkan padaku setelah kejadian itu kan?” tanya William dan diangguki oleh Riska. Riska sangat ingat kalau cincin yang dia terima dari Erik waktu itu sudah dia simpan bersama di kotak cincin yang sekarang dia pegang beserta cincin yang ada dijarinya. Tapi bagaimana bisa itu berada di tangan Rindi dan yang lebih anehnya, itu pemberian dari almarhum suaminya. Sungguh menjadi teka-teki yang rumit bagi Riska dan yang lainnya.


“Lalu bagaimana bisa?” tanya William. Namun sesaat kemudian, matanya membesar kala teringat cerita Riska waktu itu.


“Jangan-jangan hal yang sama terulang lagi” ucap William menatap Riska.


“Maksud Kak Willi? Kejadian saat aku menerima cincin itu dari Mas Erik?” tanya Riska memastikan.


“Mungkin saja” jawab William dengan asumsinya.

__ADS_1


“Lupakan dulu soal cincin itu. Sekarang bagaimana? Jangan anggurin aku dong!” rengek Reyhan seperti anak kecil. Sangat jauh dengan Reyhan yang dingin dan angkuh. Yang lain terkikik geli melihat Reyhan merengek seperti anak kecil yang meminta permen.


“Maaf Tuan” lirih Riska dengan menunduk. Reyhan menatap Riska dengan lesu. Kekhawatirannya terjadi. William juga terkejut dengan jawaban Riska. Bukankah Erik juga menginginkan hal ini?


“Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan?” tanya Reyhan penuh harap.


“Maafkan saya Tuan. Saya tidak bisa memutuskannya. Jawaban saya ada pada anak-anak. Apakah anak-anak saya siap menerima anda sebagai papanya dan anak-anak anda siap menerima saya sebagai bundanya” jawab Riska dengan senyuman manis. Jantung Reyhan yang tadi sempat berhenti bisa berdetak kembali. Senyum langsung terukir di bibir Reyhan.


“Bagaimana?” tanya Reyhan menatap ke enam anak itu.


Mereka saling pandang hingga akhirnya mengucapkan dua kata yang membuat semuanya tersenyum senang.


“Kami setuju”


“Yey” sorak Reyhan dan tanpa sadar menarik Riska dalam pelukannya. Riska kikuk mendapat pelukan tiba-tiba. Para orang tua saling memeluk satu sama lain. Mereka benar-benar bahagia karena benar-benar akan menjadi keluarga.


“Selamat  sayang. Papa dan Mama sangat bahagia akhirnya kamu sudah ada yang menjaga kembali. Kamu tahu, Erik meneror mama dan papa untuk cepat-cepat menyatukan kalian. Tapi kan kalian punya privasi dan perasaan


masing-masing. Memangnya bikin pentol yang bisa nyampur terigu dengan kanji langsung jadi” ucap Resti senang namun juga bersungut-sungut saat menceritakan teror dari anaknya sendiri.


“Ha? Beneran Ma?” tanya Riska tak percaya. Jadi suaminya itu sudah memberitahu semuanya kalau pilihannya adalah Reyhan.


“Ck, dasar kau Erik. Sudah jadi arwah saja masih meneror” omel William yang membuat gelak tawa semua pecah. Namun secara bersamaan, kebahagiaan itu juga mengharukan dan sedikit menyedihkan. Ya hanya sedikit sedih. Semuanya mengenang sosok Erik yang bahkan sampai saat ini terus berada di samping mereka. Begitulah arwah Erik menjaga semuanya. Semoga perjalanan rumah tangga Riska dengan Reyhan kelak juga sebahagia saat Riska bersama Erik. Amiin!


“Tuan saja yang menyimpan. Kelak, Tuan juga yang akan menyematkan pada jariku”


“Ehm, bolehkan aku mengukir  namaku di sini? Bersanding dengan nama Erik?” tana Reyhan ragu-ragu.


“Boleh Tuan. tapi, apakah Tuan tidak apa-apa kalau cincin pernikahan kita sama saat oernikahan saya dengan Mas Erik?” tanya Riska merasa tidak enak dengan  Reyhan.


“Bukan masalah. Lagi pula, Erik sendiri yang memberikannya padaku. Tapi mungkin ada yang membuatku lebih ikhlas lagi” ucap Reyhan dengan senyum smirknya.


“Apa?” tanya Riska ingin tahu.


“Jangan panggil aku Tuan” jawab Reyhan penuh kemenangan. William berdecak mendengar politik Reyhan menakhlukkan Riska. Kedua orang tuanya mengacungkan jempolnya, sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala.


“Lalu?” tanya Riska.


“Panggil Mas, abang, atau Aa mungkin?” saran Reyhan.

__ADS_1


“Sayang juga boleh” tambah Reyhan membuat Riska kikuk.


“Ehem” William mengkode agar Riska cepat memberi jawaban.


“Abang?” tanya Riska agar beda sebutannya dengan suaminya dulu.


“Abang tukang ijab, mari-mari sini, Reyhan mau rabi” sela William saat Reyan akan menjawab. Bahkan dengan sengaja mengubah syair “abang tukang bakso” untuk menyindir Reyhan.


“Diam” kesal Reyhan berharap kekonyolan temannya berhenti.


“Abang tukang ijab cepet dong kemari, Reyhan tak tahan lagi” William tak menghiraukan kekesalan Reyhan.


“Satu minggu saja, jangan sampai telat, Reyhan kebelet nikah”


“Tidak pakai lama, langsung saja nikah, jangan lupa maharnya”


“Reyhan nikah bonusnya anak tiga”


“Janda cantik mantannya sang perwira”


“William” teriak Reyhan karena William tak kunjung berhenti bernyanyi.


“Kabuur” William berlari menghindari amukan Reyhan yang siap menerkamnya kapan saja. Aksi kejar-kejaran antara Reyhan dan Williamtak dapat dihindarkan. Para orang tua bukannya melerai, malah membuat kubu bersama anak-anak menjadi dua. Kubu Reyhan dan kubu William.


“Ayo Reyhan” sorak kubu Reyhan.


Kubu William tak mau kalah. Mereka juga menyemangati jagoannya.


“Lari William”


Riska memilih diam dan memakan camilan yang sdari tadi dianggurin karena masalah lamaran dadakan Reyhan.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2