
Seperti yang Reyhan katakan, pertemuan pertama berlangsung lancar dan hampir semua dewan direksi menyetujui usul Reyhan. Bahkan mereka meminta besoknya langsung diadakan pertemuan dengan nyonya Reyhan sebagai pencetus ide itu. Ternyata, mereka juga merasa bosan dengan pertemuan-pertemuan bisnis yang sebagian besar berisi para penjilat saja. Dan disinilah Risma sekarang. Duduk di samping suaminya bersama seluruh pemegang saham. Bahkan mertuanya langsung menyempatkan diri untuk pulang begitu mendengar kabar dari anaknya.
“Nyonya Risma, tolong sampaikan apa yang menjadi ide anda” pinta salah satu pemegang saham.
“Terimakasih atas waktunya. Sebelumnya saya minta maaf karena harus terlibat. Padahal saya bersedia jika hanya berada di balik layar saja” ucap Risma mengawali pembicaraan dan melirik suaminya yang sedang memperhatikannya. Kemudian dia mulai mengungkapkan seperti apa yang dia katakan pada suaminya waktu itu. Hanya saja dia menggunakan bahasa yang lebih formal.
“Acara ini juga bisa digunakan untuk memberikan penghargaan sebagai wujud dari apa yang sudah mereka dedikasikan pada perusahaan. Misalnya dimulai dari divisi terbaik, karyawan terbaik, sampai mungkin para petinggi terfavorit”
“Maaf nyonya, kenapa para petinggi menjadi terfavorit, bukan terbaik?” tanya salah satu peserta rapat.
“Karena para petinggi jika nominasinya adalah terbaik, sudah pasti suami saya pemenangnya. Karena beliaulah yang menjalankan perusahaan ini. Tapi kalau terfavorit, itu tidak memandang kinerja, tapi berdasarkan voting dari seluruh karyawan. Dan mungkin apa yang saya sampaikan ini, tidak bisa berlaku untuk sekarang. Tapi bisa dijadikan acuan untuk tahun depan. Dan sebagai pembukaan acara yang lain dari biasanya, bisa di isi dengan lomba-lomba yang menyatukan kita. Tidak ada yang namanya dewan direksi atau OB. Semua membaur mejadi satu. Jika anggaran memang disiapkan untuk seluruh keluarga, itu lebih baik lagi”
“Lalu, kegiatan apa yang akan kita lakukan?” tanyanya lagi antusias. Bayangan liburan menyenangkan tengah menari-nari dikepalanya.
“Bisa diisi dengan perkenalan dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk mengumumkan apa yang telah kita sepakati tadi. Saya yakin, mereka akan lebih semangat lagi bekerja. Dan bagi mereka yang bekerja sebagai tim, pasti akan solid karena setiap divisi, pasti ingin dipilih menjadi divisi terbaik tahun depan. Begitu juga secara individu, pasti juga ingin dipilih menjadi karyawan terbaik. Jelaskan juga aturannya dan hindari kecurangan. Jika ada yang bermain curang atau menyabotase karyawan lain, maka langsung saja didiskualifikasi. Hal ini bertjuan agar tidak ada yang bermain kotor selama satu tahun kedepan. Untuk kriteria karyawan dan divisi terbaik, silahkan rundingkan secara interen oleh anda semua. Selain itu, kita juga bisa memilih dari setriap divisi, siapa yang dedikasinya terbaik. Jika ada tambahan, silahkan utarakan saja”
“Bagaimana kalau urusan lomba, kami serahkan pada anda, nyonya. Sedangkan untuk penghargaan-penghargaan lainnya, menjadi urusan kami” usul dewan 1 dan diangguki oleh semuanya.
“Saya tidak keberatan. Tapi saya harus ada pendampingnya. Jujur saja, ini pertama kalinya saya ikut andil dalam perusahaan” jawab Risma jujur.
“Saya dan Pak Bagas yang akan mendampingi Nyonya Risma. Nanti istri Pak Bagas juga akan ikut membantu. Saya serahkan tentang macam-macam penghargaan beserta kriterianya pada yang lainnya. Bagaimana?” tanya Reyhan ngkat bicara setelah diam menyimak pembicaran istrinya dengan para dewan direksi.
“Kami setuju. Jadi kita bekerja terpisah. Setelah semua deal, kita rapat gabungan lagi untuk mensinkronkan semuanya”
“Baiklah. Saya kira, meeting kita cukup sampai di sini. Dan selamat berjumpa kembali di pertemuan yang selanjutnya”
__ADS_1
Meeting berakhir dengan kepuasan yang terpancar disetiap wajah peserta rapat. Sungguh memliki nyonya seperti Risma menjadi anugrah untuk perusahan Diamon’s Kusumo. Di tahun pertamanya saja menjadi nyonya Reyhan, Risma suudah mampu memberi gebrakan dan sangat disukai oleh semuanya. Apalagi mereka juga sangat membenci yang namanya bulliying jabatan atau sejenisnya. Usul Risma seperti oase di tengah padang pasir bagi mereka. Terlebih nanti para karyawan, pasti akan lebih antusias dari pada para petinggi. Karena biasanya, jika diadakan pesta seperti sebelumnya, yang ikut hadir hanya beberapa persen dari seluruh karyawan. Dan kali ini,
setiap karyawan punya hak yang sama.
“Langkah apa selanjutnya, Yang?” tanya Reyhan. Kini dia dan Risma juga Bagas sudah ada di ruangan Reyhan.
“Kalau menurut Risma, kita adakan pertemuan dengan para karyawan. Nggak perlu semuanya, tapi setiap divisi harus ada perwakilannya. Semuanya, mulai dari keamanan, kebersihan, resepsionis, sampai dengan divisi teratas. Abang atur aja. Selanjutnya, serahkan pada Risma”
“Kamu yang terbaik, Yang” puji Reyhan dengan memberikan dua jempolnya. Ingin menggoda lebih, namun malu pada Bagas. Apalagi istrinya tidak suka mengumbar kemesraan. Jadi, dia hanya bisa menahan diri. Sebenarnya, Reyhan sudah merasa gemas dengan istrinya sedari Risma menjelaskan idenya di depan para petinggi.
“Kenapa para petinggi juga ada nominasinya sih?” tanya Reyhan heran. Dia mengira, hanya untuk para karyawan.
“Biar mereka rajin mengunjungi kantor meskipun hanya tebar pesona agar dipilih menjadi petinggi terfavorit. Bukan cuma pas meeting doang datangnya” jawab Risma sekenanya. Sontak saja itu membuat Reyhan dan Bagas tertawa. Sungguh jawaban yang diluar ekspektasi mereka.
“Benar sayang. Mereka memang harus begitu, Sayang. Abang setuju. Jadi mau kapan pertemuannya? Dan lomba apa saja yang akan kita mainkan?” tanya Bagas merubah topik pembicaraan setelah berhasil meredam tawanya.
“Secepatnya lebih baik Kak. Untuk lomba, serahkan sama Risma” jawab Risma penuh keyakinan. Apa yang dia pikirkan, tidak pernah terlintas dipikiran dua orang itu.
“Baiklah. Nanti aku umumkan pada semuanya. Setiap divisi, mengirimkan dua perwakilan. Apa itu cukup?” tanya Bagas.
“Cukup” jawab Risma. Reyhan hanya memandang takjub pada istrinya. Tak pernah dia sangka bahwa perubahan perayaan ulang tahun perusahaan berada di tangan istrinya ini.
“Kak, boleh kembali ke tempatnya” ucap Reyhan yang dimengerti oleh Bagas kalau atasannya itu ingin berduaan dengan istrinya.
Bagas menunduk hormat dan berlalu. Lalu memberi tahu Isabel kalau Bos Reyhan tidak ingin diganggu.Entah apa yang dilakukan Reyhan dengan Risma di dalam, hanya mereka yang tahu. Bunda aja nggak dibolehin ngintip.
__ADS_1
Dengan patuh Isabel menjalankan tugasnya. Bahkan telepon dari para klien yang ingin mengajukan janji temu dengan Bosnya dia pending.
“Maaf, Tuan. Saya belum bisa memberi konfirmasi karena beliau sedang tidak ingin diganggu. Setelah saya dapat konfirmasinya, saya akan menghubungi anda kembali” begitulah penolakan halus dari Isabel pada klien-klien yang menghubunginya untuk suatu pertemuan.
Isabel menghela napas lelah menghadapi klien yang terus menerus meminta bertemu dengan bosnya. Namun dengan penuh kesabaran, Isabel menolak dengan halus. Titah bosnya adalah mutlak baginya.
“Kenapa?” tanya Bagas yang hendak keluar melewati meja kerja Isabel.
“Sebagian mereka ada yang ngotot, Pak” keluh Isabel dan Bagas tersenyum.
“Saya percaya kamu pasti bisa mengatasinya” Isabel hanya tersenyum mengangguk mendapati pujian dari atasannya. Toh hal seperti ini sudah biasa baginya.
Part-part selanjutnya akan terus berkutat dengan meeting dan pembahasan ulang tahun perusahaan ya readers. Konflik di sini lebih ringan dari pada di novel-novel bunda sebelumnya. Jadi akan lebih banyak santainya dari pada tegangnya. Yang udah mulai bosan, boleh skip. Yang masih berminat silahkan lanjut dan terimakasih. Atau udah pada bosan nunggu Up karena bunda jarang up? Bunda nggak akan memaksa. Keputusan ada di tangan Readers semua. Bunda tetap berterimakasih pada semua readers karena masih mau membaca cerita Bunda yang hanya recehan ini. Salam sayang dari Bunda buat semuanya.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1