DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
JANDA ANTIG 20


__ADS_3

Tiga hari berlalu sejak tragedi rekamam itu terjadi dan identitas baru dari Risma dan anak-anaknya telah ada di tangan William.


“Aku harus bertemu dengan Risma. Dia harus tahu niat busuk keluarga Atmaja”


William mengambilkunvi mobil dan berpamitan pada orang tuanya.


“Ma, Pa. Willi mau ketemu Risma dulu” William menyalimi Indra dan Gita.


“Hati-hati ya sayang. Salam buat Risma dan cucu-cucu mama dan papa” Gita mewakili Indra memeberi ijin.


“Iya ma. Nanti Willi sampaikan”


Butuh waktu setengah jam untuk William sampai ke cafe DUO RR. Mita yang memang orangnya William langsung memberi salam dan menyilahkan tuannya langsung ke atas ke ruangan Risma.


“Ris, ini kak Willi. Kak Willi masuk ya?” teriak William sambil mengetuk pintu.


“Masuk aja kak. Nggak di kunci kok” terdengar teriakan dari dalam dan William langsung membuka pintu.


“Eh, ada ponakan om yang ganteng dan cantik” William langsung mengecup pipi ketiga anak Risma.


“Siang Om Willi” sapa trio R.


“Siang juga kesayangan O. Lagi apa?”


“Lagi main lego ini om” jawab Randi dan menunjukkan lego yang ada di tangannya.


“Om mau kasih tahu sama kalian hasil rekaman kita di ruang kerja papa Riko. Mau dengar nggak?” tawar William. Bagaimanapun juga, keputusan Randi dan Riana juga perlu dipertimbangkan.


“Kenapa anak-anak harus tahu?” tanya Risma yang belum tahu apa isinya


“Karena ini juga menyangkut mereka berdua. Keputusan mereka juga penting Ris” William membela anak-anak. Risma menghela napas pasrah. Dia sebenarnya tidak ingin melibatkan anak-anak, namun apa yang dikatakan William benar adanya.


“Baiklah. Mari kita dengarkan”


William memutar rekaman itu dari awal sampai akhir. Risma mengetatkan rahangnya, sedangkan Randi dan Riana terduduk lemas.


“Ternyata papa nggak benar-benar sayang sama kita” Randi benar-benar merasakan kecewa.


“Pantas saja waktu kita disana, mereka nggak benar-benar peduli. Hanya maid yang enemani kita” Riana berkata dengan sedih. Rama merangkul kakak kembarnya.

__ADS_1


“Kita nggak butuh papa. Cukup bunda dan yang lainnya yang menyayangi kita. Kita sudah bahagia kok”  hibur Rama yang terlihat dewasa.


“Kamu benar dek. Kita nggak butuh papa” Randi berkata tegas. Namun Risma jelas menangkap mata Randi yang penuh dengan kekecewaan.


“Sayang, sini peluk bunda” Randi dan Riana langsung berlari ke arah Risma dan emmeluknya.


“Hiks..hiks..hiks. Papa jahat bunda” akhirnya tangis Riana pecah. Rasa kecewa karena Risma bukan anak kandungnya dan terobati dengan kehadiran keluarga kandungnya. Namun ternyata, mereka harus menelan kekecewaan karena mereka hanya dijadikan sebagai alat perebutan kekuasaan.


“Hush. Nggak boleh begitu yah? Bagaimanapun, papa Riko adalah papa kalian. Kalian harus tetap sayang” Risma mencoba menghilangkan kebencian yang sudah terlihat dari mata kedua anak kembarnya.


“Tapi, hiks, papa jahat. Randi benci papa” Randi tetap tak bisa memaafkan Riko.


“Randi, Riana. Bunda mohon jangan menangis, hati bunda sakit melihat kalian begini” rintih Risma yang juga merasakan sakit di hatinya.


“Bunda nggak boleh disakiti. Bunda memang bukan bunda kandung kami, tapi bunda rela memberi kami segalanya. Tapi papa, malah menjadikan kami alat untuk memperoleh kekayaan. Keterlaluan” Randi berkata penuh kebencian di matanya. Sungguh Risma tidak ingin  anak-anaknya menanamkan kebencian dalam hatinya.


“Bunda akan selalu ada buat kalian. Kalian tenang yah? Sudah ya? Jangan menangis lagi”


“Riana nggak nangis lagi kok bunda. Riana nggak mau nangisi orang yang nggak sayang sama Riana setulus bunda sayang Riana”


“Randi juga nggak mau bersedih. Papa Riko nggak pantas dapat air mata berharga milik Randi”


“Kamu benar. Om, ayo kita pergi jauh dari dia” ucapa Randi yang tiba-tiba membuat Risma terkejut.


“Kamu mau pergi dari bunda?” Risma merasa sedih dengan keputusan Randi.


“Nggak bunda sayang. Maksud Randi. Kita semua pergi menjauh dari dia. Randi nggak mau ketemu lagi sama dia” Randi sudah ikut-ikutan Riana tidak mau memangil dengan nama papa Riko. Mereka berdua kini memanggil Riko dengan sebutan dia.


William yang sedari tadi diam menyaksikan keharuan dan kesedihan dari keluarga kecil ini tanpa sadar mengepalkam tangannya. Hatinya bergemuruh hebat melihat pancaran kekecewaan dari mata kedua ponakan kembarnya.


“Kalian tenang saja. Aku sudah siapkan semuanya. Cafe ini serahkan saja pada duo K. Kalian ikut aku” ucap William tanpa sadar dengan nada dingin. Risma sampai mengerutkan  dahinya mendengar untuk pertama kalinya William bicara dengan dingin seperti itu.


“Kak Willi nggak apa-apa? Jangan bicara begitu dingin kak, Risma takut. Kak Willi jadi serem ih” ucapan Risma membuat William tersadar.


“Maafkan aku Ris. Aku terbawa emosi”


“Nggak apa-apa. Jangan diulangi lagi ya?” Risma masih mampu berkata dengan lembut. Randi dan Riana nampak antusias dengan ucapan William. Risma sedih melihat anak-anaknya harus mengalami berbagai cobaan setelah kepergian Erik. Risma berusaha bertahan terlihat tegar di depan anak-anaknya. Jika dia terlihat lemah, siapa yang akan menguatkan mereka. Risma terlihat seolah-olah tidak terpengaruh dengan isi rekama itu. Padahal hatinya ingin sekali menonjok mulut Riko yang tidak tahu malu itu.


“Aku sudah menyiapkan semuanya. Bahkan identitas baru kalian juga sudah aku siapkan”

__ADS_1


Belum juga Risma bertanya lebih lanjut, terdengar suara ketukan. Ternyata Riko datang dengan wajah bahagia tanpa tahu rencananya sudah diketahui.


“Hai kembar, papa datang” Riko berkata penuh percaya diri. Dia mengharapkan sambutan yang sama seperti biasanya, namun malah sebaliknya. Anak-anaknya berlindung di balik punggung Risma. William menggendong Rama dan bergabung denagn Risma.


“Randi dan Riana nggak mau ketemu anda lagi” ucap Risma dengan tenang, namun tangannya mengepal sangat kuat.


“Tidak mau bertemu lagi? Jangan mengada-ada kamu” teriak Riko marah. Dia sudah lelah-lelah mencoba bertemu dengan buah hatinya, namun penolakan yang dia terima. Apalagi ini untuk pertama kalinya.


“Saya tidak berbohong” tegas Risma tak mau kalah.


“Aku nggak percaya kalau bukan mereka sendiri yang bilang” Riko tak kalah tegas dari Risma. William masih menjadi pemantau saja.


“Randi dan Riana benci anda. Bahkan kami nggak bisa manggil anda papa. Kata papa terlaluindah untuk orang seperti anda” bukan Risma yang menjawab, tapi Randi. Riko terkejut mendengar ucapan putranya. Apalagi mata nyalang penuh kebencian yang dia lihat di mata sang putra.


“Riana sudah dengar semuanya dan Riana nggak mau ikut anda lagi” tatapan yang sama Riko lihat di mata sang putri. Riko mencoba mencerna ucapan dari Randi dan Riana. Bahunya luruh saat mengingat apa yang dia ucapkan dan saat itu bertepatan dengan Randi dan Riana menginap di rumahnya. Kebetulan bukan? Walaupun mereka mengetahui bukan dari hasil menguping, tapi dari hasil rekaman yang mereka pasang secara sembunyi-sembunyi.


“Mohon anda keluar sebelum anak-anak hilang kendali. Saya mohon” Risma berusaha mengendalikan diri sekuat tenaganya. Apalagi Randi dan Riana memeluk erat tangannya. Dia tahu anak-anaknya mencoba mengendalikan diri dari amarah pada Riko.


“Saya akan kembali” tegas Riko dan berlalu pergi.


Risma langsung memeluk kedua anak kembarnya dan menenangkannya.


“Sudah sayang. Kalau Randi dan Riana maunya kita pergi, kita akan pergi. Rama satuju bukan dengan bunda?”


“Rama setuju bunda. Kita akan pergi tanpa ada tuan Riko. Kita bisa tanpanya. Bukannya selama ini kita baik-baik saja?” entah mengapa Rama begitu bijak hari ini.


“Kuta sayang Rama dan bunda”


Pelukan terus terjadi dengan isak tangis antara bahagia dan sedih. William hanya bisa memandangi keluarga itu saling menguatkan dan mengasihi.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2