
Riska bisa bernapas lega karena bisa lolos dari Riko. Namun perasaan lega itu hanya berlangsung sebentar. Saat dia menengok ke belakang, mobil yang dikendarai Riko mengikutinya.
“Ya Allah, kenapa juga dia tidak menyerah” umpat Riska kesal.
Riska mengambil ponselnya dan menghubungi Reyhan.
Mode telepon on.
“Hallo, Assalamualaikum” sapa Riska begitu sambungan diangkat oleh Reyhan.
“Waalaikumsalam. Ada apa Ris?”
“Tuan. Tadi Riko menghadang kami. Dan sekarang dia sedang mengikuti mobil kami”
“Apa? Riko sudah menemukan kamu?”
“Iya. Tapi beruntung karena dia percaya kalau salah orang. Tapi sepertinya dia masih penasaran. Bagaimana ini Tuan? Kami harus ke mana?”
“Tenang Ris. Kamu langsung saja ke masion. Dia pasti tahu masion siapa yang kamu tuju. Dengan begitu, kecurigaannya akan hilang dngan sendirinya”
“Baiklah. Semoga apa yang Tuan ucapkan benar adanya”
“Kita coba dulu. Aku langsung menyusulmu pulang”
“Tuan sudah selesai meetingnya?”
“Meeting? Oh iya. Baru saja selesai dan kamu menghubungiku”
“Baiklah. Terimakasih Tuan”
“Sama-sama. Sudahkan?”
“Sudah Tuan. Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
Mode telepon off.
“Pak, kita langsung ke masion” ucap Riska pada Lintang.
“Siap Non. Maaf ya Non kalau saya lancang bertanya. Jadi benar Nona yang dicari oleh Tuan yang Nona sebut namanya Riko?” tanya Lintang hati-hati.
“Iya Pak. Tapi tolong jaga rahasia ini yah? Dia ingin mengambil si kembar dari saya. Bukan untuk mendapatkan kasih sayang melimpah, tapi untuk menguasai harta keluarganya. Jahat kan Pak?” cerita Riska karena tahu kalau Lintang adalah pria yang jujur.
“Aman Non. Jangan khawatir. Kami melayani klien dengan segala rahasianya. Apalagi Tuan Reyhan adalah klien terbaik kami sejauh ini” ucap Lintang dengan tulus.
“Klien? Bukannya kalian memang bekerja untuk Tuan?” Riska merasa bingung dengan kata klien.
“Iya Nona. Untuk Nona dan anak-anak Nona, Tuan Reyhan mengambil jasa kami. Kami jauh-jauh terbang dari kota M karena permintaan dari Tuan”
“Dari kota M? Jauh sekali?”
__ADS_1
“Iya Nona. Lagi pula itu privasi Nona. Tugas kami melindungi yang menjadi klien kami. Kalau anggota Tuan yang biasa menjadi bayangan dan yang sering berkomunikasi dengan saya”
“Oh, aku baru tahu. Tuan Reyhan sangat baik ya? Benar-benar melindungi saya semampunya” pujian keluar dari bibir manis Riska.
“Nona beruntung menjadi bagian dari keluarga Kusumo” Lintang menanggapi sebisanya.
“Pak Lintang benar. Saya sangat beruntung”
Perbincangan mereka menjadikan perjalanan terasa cepat karena mereka telah sampai di kediaman Kusumo.
*****
Sementara itu, keluarga Herlambang dan Permana sedang temu kangen dngan cucu-cucunya karena Riska belum juga kembali. Apalagi sekarang trio S juga sudah mulai akrab karena Riska selalu mengajarkan anak-anak Tuannya itu untuk berinteraksi dengan yang lainnya. Tentu saja dengan batas-batas yang sudah dijelaskan oleh Riska.
Saat sedang asyik-asyiknya bercanda dengan anak-anak, Rindi berteriak memanggil William sangat keras hingga membuat orang-orang terkejut.
“Om Willi”
“Hei, ada apa? Kenapa teriak? Bunda nggak pernah ngajarin begitu bukan?” tanya William langsung beralri ke arah Rindi yang hanya berjarak empat meter saja.
“Maaf Om. Perasaam Rindi nggak enak. Kenapa Bunda nggak pulang-pulang dari kantor Om Rey?” Rindi mengungkapkan apa yang baru saja diarasakan. Saat sedang menikmati kebersamaannya dengan yang lainnya, Rindi tersentak oleh perasaan yang tidak menentu. Gelisah dan hanya bisa memikirkan Riska saja.
“Tenang sayang. Bunda pasti baik-baik saja” hibur Willi memeluk Rindi. Meskipun Rindi bukan anak kandung Riska, namun hubungan darah antara keponakan dan tante tidak bisa dielakkan. Perasaan lembut dari Ria menurun pada Rindi. Sayangnya, keras kepala dari Riko juga menurun pada Rindi.
“Iya Om. Reno juga merasakan hal yang sama. Pasti terjadi sesuatu pada bunda” Reno juga ikut merengek. Para orang tua saling pandang dan merasa terharu. Betapa kuatnya ikatan batin antara Riska dan anak-anaknya.
“Sayang, sini ikut Kakek. Kita berdo’a semoga bunda tidak kenapa-napa” Heru merangkul Rindi. Indra menarik Reno dan memberikan dekapan hangat. Rendi sebenarnya juga merasakan hal yang sama. Namun dia memilih diam dan menghampiri Resti.
“Ada apa ganteng?” tanya Resti lembut pada cucu sulungnya.
“Oma, opa. Kenapa dengan Trio R?” tanya Sila heran.
“Mereka khawatir karena bundanya belum kembali dari kantor papa” jekas Nilam.
“Bunda belum kembali?” panik Sila yang sudah merasa dekat dengan Riska. Teriakan Sila membuat atensi semua orang beralih padanya.
“Bunda memangnya kemana kak?” tanya Sean dan Seno bebarengan.
“Bunda...” belum juga Sila menjawab, terdengar suara salam dari pintu depan.
“Assalamualaikum”
“Bundaaa” teriak semua anak-anak dan beralari menghampiri Riska.
“Eeeeh” Riska terkejut karena enam anak langsung menyerbu dan memeluknya.
“Ada apa hem?” tanya Riska memeluk keenam anak-anak, namun tangannya tak cukup untuk menggapai semuanya.
“Bunda kenapa lama?” isak Reno, hatinya masih saja gelisah.
“Maafkan bunda sayang. Sekarang kan bunda sudah ada di sini” hibur Riska. Dia sangat tahu kalau anak-anaknya sangat peka dengan keadaannya. Riska memberikan anak-anak waktu untuk meluapkan perasaan mereka. Setelah dirasa cukup, Riska melepaskan pelukannya.
__ADS_1
“Sudah. Bunda baik-baik saja. Ayo, pasti belum makan kan? Bunda tadi sudah masak dan antar makan siang buat Papa kalian” tunjuk Riska pada anak asuhnya.
“Kenapa? Biasanya juga nggak kan bunda?” tanya Sean ingin tahu.
“Karena tadi pagi papa buru-buru, jadi nggak sempat sarapan. Makanya bunda antar biar papa tetap sehat dan bisa terus bekerja untuk beli jajan dan kebutuhan kalian” terang Riska sesederhana mungkin agar dimengerti oleh anak-anak.
Riska mengedarkan pandangannya dan terkejut melihat semua orang yang dia sayang ada di masion.
“Mama, papa. Kak Willi?” seru Riska terkejut. Riska baru sadar kalau sedari tadi dia menjadi pusat perhatian. Pantas saja perasaannya merasa sedang diawasi, ternyata memang sedang diperhatikan.
“Sayang, bunda mau ketemu sama Oma, Opa, Kakek dan Nenek juga Om Willi dulu yah?”
Riska meninggalkan anak-anak dan melangkah menuju orang-orang tersayangnya.
“Mama, Riska kangen” rengek Riska seperti anak kecil pada Resti juga Gita. Dia memeluk Dita dan Resti bergantian.
“Kami juga kangen sama kamu juga cucu-cucu” ucap Resti membelai lembut rambut Riska.
“Katakan pada mama, apa yang sebenarnya terjadi? Anak-anak terus gelisah sedari tadi” tanya Gita yang tak bisa membendung rasa penasarannya.
“Riska ceritakan nanti. Kita makan dulu, pasti anak-anak sudah lapar. Maaf kalau Riska telat kembalinya”
Riska menghampiri Willi dan memeluknya.
"Kak, Riska kangen. Ada banyak hal yang ingin Riska ceritakan pada Kakak" ucap Riska manja. William terkekeh dan mengacak rambut Riska sayang. Tidak ada lagi Riska yang keibuan dan tegas. Yang ada adalah Riska yang manja dan menggemaskan.
Riska mengajak semuanya makan karena sudah memang waktunya makan. Bak nyonya rumah, Riska mengajak semuanya bahkan si empu rumahnya juga seolah menjadi tamu. Riska tidak sadat melakukan itu karena memang dia belum menyadari kalau tuan dan nyonya besar juga ada di sana.
“Eh, ada Tuan dan Nyonya” ucap Riska terkejut.
“Riska. Sudah berapa kali saya bilang. Jangan panggil tuan dan nyonya” kesal Nilam.
“Hehehe, maaf tante. Lidahnya suka kepleset” bela Riska cengengesan.
“Sudah berasa jadi nyonya sekarang?” ledek Ali tanpa punya maksud apa-apa.
“Om dan tante yang terlalu lama perginya. Melancong terus” ledek Riska balik tak mau kalah.
“Hahahaha, pacaran ulang Ris. Menikmati masa tua berdua saja”
“Iyalah tu” jawab Riska sekenanya.
Hubungan Riska dan orang tua Reyhan memang sudah baik. Sedari awal Nilam dan Ali tidak memperlakukan Riska sebagai pengasuh anak-anaknya. Makanya, baik Riska ataupun Ali, tidak merasa canggung untuk saling mengejek. Bahkan Nilam juga turut serta.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****