DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 32


__ADS_3

Riska sedang berada di kamar bersama anak perempuannya, Rindi. Riska masih penasaran perihal cincin perkawinannya dengan Erik. Terlebih gadisnya ini yang awalnya tidak setuju, namun dia juga yang menyerahkan cincin itu untuk Reyhan.


“Ada apa bunda?” tanya Rindi yang paham kalau bundanya hendak bertanya dari tatapannya.


“Ehem. Bunda cuma mau tahu perihal cincin itu” ucap Riska dengan lembut.


“Oh itu. Emm, Rindi juga sedikit bingung bunda. Rindi itu mimpi, dan di mimpi itu ada Om Reyhan dan ayah” jawab Rindi apa adanya.


“Hem. Mimpi tapi kenyataan, begitu maksud kamu?”


“Iya bunda” Riska manggut-manggut. Yang dialami Rindi sama seperti yang dia alami sebelum bertemu dengan Erik di kantor Reyhan. Atau sama halnya yang dialami William juga mertuanya yang juga bertemu, lebih tepatnya ditemui Erik lewat mimpi.


“Coba cerita sama bunda”


Malam saat Rindi tertidur, tiba-tiba dia merasa melayang dan sudah berada di taman. Taman yang ada di kampung saat masih di kota S. Rindi berkeliling dengan kaki kecilnya. Rindi mengernyit karenataman sangat sepi. Bahkan jalanan pun tidak ada kendaraan yang berlalu lalang. Dia terus melangkah hingga melihat ada dua orang pria yang duduk menghadap sebuah danau. Dengan pelan, Rindi mendekati keduanya. Dia berdiri tepat dibelakang bangku yang mereka duduki. Suara keduanya begitu familiar di telinga Rindi.


“Saya benar-benar titip Risma juga anak-anak pada Mas Reyhan. Saya sudah tidak bisa menjaga mereka lagi” ucap seorang pria yang ditebakitu adalah ayahnya.


“Ayah” lirih Rindi namun masih didengar keduanya. Benar saja, setelah keduanya menoleh, tahulah Rindi kalaudua pria itu adalah Reyhan danerik.


“Ayah” panggil Rindi dan berlari memeluk Erik.


“Hai gadis ayah. Apa kabar?” tanya Erik setelah membiarkan Rindi melepaskan rasa rindunya.


“Rindi baik-baik saja yah. Kenapa ayah di sini bersama Om Reyhan?” tanya Rindi.


“Ayah meminta Om Reyhan untuk menjaga kalianjuga bunda” jawab Erik dengan senyum lembutnya. Interaksi keduanya dilihat oleh Reyhan.


Pantas saja anak-anak juga Riska sangat sulit melupakanmu. Ternyata kamu memang begitu istimewa. ~ Reyhan.


“Menjaga kami menggantikan ayah?” tanya Rindi dengan wajah kesal. Ya, sampai sekarang, dia belum setuju dengan Reyhan menjadi pendamping bundanya.


“Hem, bukan menggantikan sayang” jawab Erik dan mencubit gemas hidung Rindi.


“Lantas?” desak Rindi.


“Melanjutkan tugas dan perjuangan ayah melindungi dan membahagiakan kalian. Tidak ada yang menggantikan ayah” ucap Erik. Rindi mengangguk dan Reyhan tersenyum.


“Bunda juga tidak menggantikan almarhum istri Om Reyhan. Bunda sama saja seperti Om Reyhan. Meneruskan perjuangan Tante Dita memberikan kasih sayang pada kalian juga anak-anak Om Reyhan kelak. Kamu mengerti gadis kecilku?” Erik memberi pengertian dengan sabar pada Rindi.


“Jadi, Om Rey tidak akan menggantikan ayah?” tanya Rindi sekali lagi.


“Tidak sayang” jawab Erik.


“Maukan memanggil Om Rey papa? Artinya Rindi menjadi anak Om Rey juga”


“Hem. Oke” jawab Rindi dan tidak lagi ketus kepada Reyhan. Ternyata selama ini Rindi hanya takut kalau posisi Erik tergantikan oleh Reyhan.


“Sayang, bisa bantu ayah?” tanya Erik hati-hati. Reyhan masih terus diam memberikan waktu untuk keduanya.

__ADS_1


“Apa yang bisa Rindi bantu yah?” tanya Rindi polos.


“Bisa satukan bunda dengan Om Rey?”


“Ha?”


“Hehehe, kamu menggemaskan sekali sih Rindi kalau polos begini” Reyhan tak tahan untuk mencubit pipi Rindi yang bertengger cantik di pangkuan Erik.


“Cek, sakit Om” rengek Rindi membuat Erik dan Reyhan terkekeh.


“Apa menurut Rindi bunda itu cantik?” tanya Erik pada Rindi.


“Kalau menurut ayah bagaimana?” tanya Rindi balik tanpa menjawab pertanyaan Erik.


“Bunda adalah wanita paling cantik milik ayah. Tapi akan lebih cantik lagi kalau bunda pakai hijab” jawab Erik membuat jantung Reyhan berdegup kencang. Dia merasa insecure berhadapan dengan Erik dan pesimis tidak akan bisa menyaingi Erik sampai kapanpun.


“Jangan pesimis. Kita tidak sedang bersaing. Cara kita membahagiakan orang-orang tersayang juga berbeda” ucap Erik membuat Reyhan terkesiap. Erik terkekeh melihat respon Reyhan.


Arwah ternyata pintar membaca pikiran. ~ pikir Reyhan.


“Jadi ayah suka kalau bunda pakai hijab?” tanya Rindi dengan wajah polosnya.


“Iya. Nggak apa-apa kan Mas Rey kalau Riska pakai hijab?” tanya Erik pada Reyhan. Rindi  menatap Reyhan yang hanya diam saja. Tidak tahu apakah harus menjawab iya atau tidak.


“Rindi akan merestui Om Reyhan menjadi papa kami kalau mengijinkan bunda pakai hijab. Bagaimana?” ucap Rindi bernegosiasi. Reyhan terkekeh mendengar Rindi yang sudah bernegosiasi.


“Deal” Reyhan mengulurkan tangannya menjabat tangan Rindi.


Erik mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyerahkannya pada Rindi.


“Ini cincin perkawinan ayah dan bunda. Sekarang ayah serahkan padamu” Rindi menerima barang itu dan menatapnya dalam. Lalu menatap Reyhan dan kembali menatap kotak cincin itu.


“Om Reyhan nggak apa-apa kalau menggunakan cincin ini?” tanya Rindi penuh harap.


“Nggak apa-apa sayang. Artinya, Om benar-benar menjadi penerus, bukan perebut” jawab Reyhan dengan senyum tulusnya.


“Terimakasih Om. Sayang Om Reyhan” Rindi merentangkan tangannya dan dengan senang hati Reyhan menyambut tubuh Rindi dan memeluknya.


“Om juga sayang sama kamu, sayang”


Riska memeluk sayang putrinya. Dia mengecup berkali-kali kening Rindi dan juga semua bagian wajah putrinya.


“Bunda akan menuruti maunya kamu sayang. Tapi alangkah baiknya kalau putri bunda ini juga berhijab. Namun bunda nggak akan memaksa” ucap Riska memandang mata kecil putrinya.


“Rindi nanti saja yah bun berhijabnya. Hehehe” cengir Rindi dan mendapat ganjaran cubitan di pipi dari bundanya. Rindi tergelak karena merasa geli. Riska dan Rindi terus berbincang dan bercanda menghabiskan waktu bersama. Mungkin akan menjadi waktu terakhir bersama putri satu-satunya, karena setelah menikah dengan Reyhan, Riska tidak hanya memiliki satu putri, melainkan dua putri.


Rindi sudah tertidur karena lelah bermain bersama bundanya. Dengan sayang, Riska mengecup kening Rindi dengan pelan.


Mas Erik, jika memang pria pilihanmu adalah Tuan Reyhan, Risma siap menerimanya menjadi suami. Tapi, tolong ijinkan Risma tetap mengenang mas sampai nanti. Risma juga berharap semoga Tuan Reyhan tidak

__ADS_1


mempermasalahkan hati Risma nantinya. ~ Riska.


Riska keluar dari kamar Rindi dan disambut oleh duo mama dan camernya.


“Eh, sayang. Baru saja mau mama ketuk pintunya” ucap Gita.


“Iya Ma. Rindi baru saja tidur. Ada apa?” tanya Riska melihat ketiga mamanya.


“Ini, kami bawa tiga baju yang mungkin cocok untuk kamu pakai. Katanya kan berhijab, ini sudah kami pilihkan” ucap Nilam semangat.


“Iya Tante. Riska coba ya?”


“No Tante. But Mama” protes Nilam karena Riska masih saja memanggilnya Tante.


“Iya Ma. Maaf” jawab Riska kikuk. Dia belum terbiasa karena semuanya memang serba mendadak.


Mereka mengikuti Riska ke kamar. Riska membawa semua baju yang dipilihkan trio mama ke dalam walk in closet. Satu persatu Riska mencobanya. Semuanya berlengan panjang karena Riska memutuskan untuk memulai istiqomah dalam berhijab saat ijab qabul nanti. Setiap Riska mencoba satu baju, Nilam memotretnya da mengirim pada Reyhan tanpa Riska ketahui.


“Pilih yang mana?” kirim Nilam setelah mengirim tiga gambar Riska mengenakan pakaian khusus untuk ijab nanti.


“Semua cantik Ma” balas Reyhan dengan imotion mata penuh cinta.


“Dasar. Pilih cepat” balas Nilam kesal. Dia mengetik sambil bersungut-sungut membuat dua calon besannya terkikik. Keduanya tahu apa yang dilakukan calon besannya itu.


“Terserah Riska saja” balas Reyhan.


“Dasar. Akhirnya juga tidak memilih” omel Nilam, tapi tidak lagi membalas pesan Reyhan.


“Kamu suka yang mana sayang?” tanya Gita setelah Riska membawa kembali tiga baju yang sudah dia coba.


“Riska bingung Ma. Semuanya bagus. Kalau menurut Mama, bagus yang mana?” tanya Riska menatap tiga mamanya.


“Hem, mama lebih suka yang kedua” jawab Resti.


“Mama setuju” balas Gita.


“Mama juga suka yang kedua. Kamu bagaimana?” tanya Nilam yang juga suka pada pilihan kedua besannya.


“Riska ngikut aja sama trio mama” jawab Riska membuat ketiga mama itu bertos ria.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2