
Risma pertama kalinya menjalankan perannya sebagai ibu enam anak dan seorang istri. Dengan bantuan ART yang sudah lama mengabdi pada keluarga Kusumo, Risma membuat sarapan dan juga bekal untuk anak-anaknya sekolah. Setelah semua siap, Risma kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sekaligus menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya.
Risma masuk kamar dan dilihatnya Reyhan sedang membaca berkas di sofa. Tanpa menyapa, Risma menuju walk in closet untuk menyipkan alat tempur yang dipakai suaminya juga untuk dirinya. Reyhan hanya melirik sang istri yang sibuk mondar-mandir menyiapkan apa yang hendak dia pakai. Reyhan tidak ingin mengganggu aktivitas istrinya. Reyhan sadar bahwa bukan hanya dia saja yang diurus Risma. Ada enam anaknya yang juga butuh perhatian istrinya. Jadi, untukpagi hari, dia tidak ingin mengacau. Entah kalai weekend. Hehehe.
“Bang, semua sudah aku siapkan. Abang mandi dulu atau Risma yang duluan?” tanya Risma masih memegang handuk di tangannya.
“Bareng aja bagaimana?” goda Reyhan ingin melihat reaksi Risma. Blush. Pipi Risma bersemu. Sebegai wanita yang pernah menikah, tentu tahu apa yang dimaksud oleh suaminya.
“Ehem” Risma berdehem untuk menutupi rasa malunya.
“Lain kali saja yah Bang? Risma takut anak-anak sudah menunggu” elak Risma. Bukannya menolak, tapi tugasnya sebagai ibu enam anak memang tidak sesederhana satu atau dua anak.
“Baiklah. Abang ngerti kok” putus Reyhan yang memang hanya menggoda istrinya.
“Makasih ya Bang sudah jadi suami juga papa yang pengertian” ucap Risma dan memutuskan dirinyalah yang lebih dulu membersihkan diri.
Setengah jam kemudian, Risma keluar dan meminta Reyhan untuk membersihkan diri.
“Risma tinggal melihat anak-anak dulu ya Bang?” pamit Risma sebelum Reyhan masuk ke kamar mandi.
“Iya sayang. Nanti Abang langsung turun ke bawah saja” balas Reyhan. Dia merasa kasihan jika Risma juga harus bolak-balik mengurus anak-anak juga dirinya.
“Iya”
Pertama yang dilihat Risma adalah Sila juga Rindi. Ternyata mereka baru saja selesai mandi.
“Kalian mandi bersama?” tanya Risma membantu kedua putrinya menyiapkan baju sekolah.
“Hehehe, iya bunda” jawab Rindi kikuk.
“Nggak apa-apa. Tapi lain kali, kalau mandi bareng harus mengenakan penutup aset-aset kalian yang ini dan ini” nasehat Risma dengan lembutsambil menunjuk dua aset perempuan yang berharga.
“Paham bunda” jawab keduanya kompak.
Batasan aurot perempuan di depan perempuan lain sesama muslin yaitu dari pusar hingga lutut. Namun, karena Rindi dan Sila sudah menjadi saudara, maka Risma hanya membatasi pada menutup aset yang terpenting.
“Ya sudah, kalian bersiaplah. Setelah itu turun untuk sarapan. Ada yang bisa bunda bantu?” tanya Risma pada keduanya.
“Tidak ada Bunda” jawab keduanya kompak.
“Ya sudah kalau begitu. Bunda mau ke kamar Sean dan Rendi dulu. Kalian lanjutkan saja bersiapnya”
“Siap Bunda”
Risma keluar dari kamar putrinya dan menuju ke kamar bujangnya.
“Selamat pagi bujang-bujang bunda” sapa Risma melihat dua jagoannya sudah rapi dan sedang mengenakan kaos kaki.
__ADS_1
“Pagi juga Bunda” balas keduanya juga kompak seperti Rindi dan Sila.
“Sudah siap?”
“Sudah Bunda. Tadi Sean dibantu Rendi” jawab Sean dengan jujur.
“Wah, bagus sekali kalau kalian saling membantu. Bunda senang mendengarnya. Ada yang bisa Bunda bantu?”
“Tidak ada Bunda” jawab Rendi. Sean hanya menggelengkan kepalanya.
“Kalau begitu, Bunda lanjutkan petualangannya ke dua bungsu Bunda ya?”
“Oke Bunda”
Tak jauh berbeda dengan keempat kakaknya, Seno dan Renojuga sudah siap. Sama seperti Sean, Seno juga dibantu oleh Reno. Ya, Rendi dan Reno memang sudah dilatih mandiri sejak kecil. Jadi tidak heran kalau mereka berdua lebih mandiri daripada Sean dan Seno.
Sesuai ucapan suaminya, Risma langsung turun ke bawah menyiapkan sarapan untuk semuanya. Risma duduk bersantai sambil menunggu anggota yang lainnya turun. Satu persatu dari tujuh orang yang ditunggu Risma turun. Diawali dengan Sean dan Rendi dan disusul oleh Reno juga Seno. Tak lama berselang, Rindi juga Sila turun diikuti di belakangnya, papa dari enam anak itu.
“Bund, tolong pakaikan dasi Papa” pinta Reyhan begitu tiba di ruang makan.
“Iya Pa” jawab Risma.
Baik Reyhan ataupun Risma, mereka memanggil Bunda dan Papa jika adadi hadapan anak-anak. Panggilan abang terucap jika tidak di depan anak-anak.
Setelah memakaikan dasi suaminya, Risma mengambilkan makanan untuk Reyhan yang pertama. Selanjutnya adalah anak-anak. Tidak ada yang didahulukan. Yang mendapat giliran pertama adalah yang duduk di samping Reyhan dan begitu seterusnya. Mereka juga tidak berebut siapa yang disiapkan lebih dulu.
“Selamat makan semuanya. Jangan lupa berdo’a” ingat Risma dan semuanya langsung menadahkan tangannya dan membaca do’a sebelum makan.
“Kami pamit bunda” ucap Sila mewakili adik-adiknya.
“Hati-hati ya sayang. Belajar yang rajin” pesan Risma dan mengecup kening anak-anaknya satu persatu setelah mereka sungkem dengan takdzim.
“Papa, kami pamit” lanjut Sila dan sungkem pada Reyhan.
“Belajar yang rajin yah” pesan Reyhan mengelus lembut rambut anak-anaknya.
Keduanya mengantarkan keenam anaknya hingga mobil yang mengantarkan merekakeluar dari gerbang.
“Sayang” manja Reyhan merengkuh pinggang istrinya.
“Apa Bang?” tanya Risma lembut.
“Nanti siang anterin makan siang ke kantor yah?” pinta Reyhan dengan manja.
“Mau dibikinin apa Bang?” tanya Risma menatap suaminya yang terlihat menggemaskan saat mode manja seperti ini.
“Hem, mau sop iga. Bisa?”
__ADS_1
“Bisa Bang. Mau makan sama nasi atau sama lontong?”
“Hem, kalau lontong lama yah bikinnya?”
“Kalau mau lontong, nanti lontongnya biar beli aja. Bagaimana?”
“Okelah kalau begitu” jawab Reyhan dengan mengacungkan jempolnya.
“Abang pamit dulu ya? Jangan lupa nanti siang”
“Iya Abang”
Reyhan mengecup kening istrinya setelah Risma mengecup punggung tangannya.
*****
Sesuai janjinya pada sang suami. Di sinilah sekarang Risma berada. Di lobi perusahaan milik keluarga suaminya. Saat menuju resepsionis, dia melihat resepsionis yang berbeda saat dia datang sebelumnya. Karena ini kunjungan ketiganya selama mengenal Reyhan dan baru kali ini resepsionisnya bebeda.
“Maaf Nyonya, ada yang bisa kami bantu?’ tanya Andina, karyawan yang bertugas sebagai resepsionis.
“Oh, ini mbak. Saya mau ketemu sama Tuan Reyhan” jawab Risma dengan sopan.
“Sudah ada janji sebelumnya?” tanya Andina lagi.
“Sudah mbak”
“Kalau begitu, silahkan...” belum selesai Andina bicara, dia sudah disuguhkan dengan adegan yang membuat semua karyawannya syok.
Reyhan melihat dari CCTV kalau istrinya sudah ada di lobi. Dia masih memantau dan ternyata istrinya tidak langsung naik dan malah nempel di meja resepsionis. Tidak mau menunggu lama, Reyhan langsung turun dan saat keluar dari lift, istrinya masih setia nangkring di depan meja resepsionis. Reyhan tak memperdulikan para karyawannya yang sedang berlalu lalang karena memang waktunya istirahat. Dengan langkah panjangnya, Reyhan menghampiri istrinya dan cup, dia mengecup pipi Risma tanpa permisi.
Plak. Tamparan mendarat di pipi mulus Reyhan. Andinasampai terbengong dan tidakbisa melanjutkan ucapannya. Risma sendiri syok karena ternyata yang dia tamoar adalah Reyhan, suaminya. Sedangkan Reyhan tercengang karena merutuki kebodohannya sendiri. Padahal dulu dia sudah berjanji untuk tidak mengagetkan Risma apapun
yang terjadi. Tapi rasa senangnya kerena sang istri benar-benar memenuhi keinginannya untuk makan siang dengannya membuat Reyhan lupa diri. Drama tamparan karena terkejut terjadi lagi.
“Astaga Abang” pekik Risma setelah sadar sepenuhnya. Risma mengelus pipi suaminya yang dia tampar tadi. Reyhan memandang istrinya saat dirasakannya tangan lembut itu mengelus pipinya.
“Maaf” ucap Reyhan dan Risma bersamaan. Keduanya saling pandang lalu tertawa.
Para karyawan yang beruntung masih di lobi bingung melihat adegan yang sungguh di luar dugaan. Terlebih Andina yang masih syok karena dialah yang berada paling dekat dengan duo R. Nah, readers syok tidak membaca Reyhan mendapatkan ciuman lima jari dari Risma?
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU YAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****