DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 41


__ADS_3

Bijaklah dalam membaca!


Reyhan benar-benar memesan satu kamar di hotel dekat pantai. Risma bahkan tak percaya dengan apa yang dilakukan Reyhan. Mereka memesan selama dua hari. Gila kan? Pasti Bagas ngedumel di sana. Bukan hanya satu atau dua anak, tapi enam anak. Selamat berjuang Bagas. Hari wekend, bukannya libur malah dapat tambahan pekerjaan dari big bos. Hahaha. Tenang saja Gas. Minggu pak bos sudah balik kok.


“Bang, anak-anak nanti nyari kita gimana?” tanya Risma resah. Namanya juga orang tua. Pasti yang dipikirkan ya anak-anak.


“Tenang saja. Aku sudah menghubungi Bagas dan bicara pada Rendi. Mereka akan baik-baik saja” jawab Reyhan. Tangannya tak lepas dari tangan Risma.


“Baiklah. Tapi janji ya, minggu kita balik” ucap Risma menegaskan kembali keputusan suaminya.


“Tenang saja, Sayang. Abang tahu kok kalau istri Abang yang cantik iningggak bisa jauh-jauh dari anak-anak. Jadi dua malam saja, ular Abang akan aku puas-puasin masuk gua” jawab Reyhan sumringah. Lain halnya dengan Risma yang merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Reyhan.


“Ular Abang masuk gua? Abang punya ular?” tanya Risma dan bergidik ngeri. Pasalnya dia sangat takut dengan hewan melata yang namanya ular. Bukan hanya takut, tapi juga jijik.


“Hahahaha, kamu kenapa polos sekali? Bukannya kamu sudah perbah merasakan ularnya Erik sang perwira itu?” tawa Reyhan pecah karena ternyata, istrinya memang benar-benar polos dengan istilah yang dia ciptakan.


“Mas Erik nggak punya ular, Abang” kesal Risma karena suaminya semakin tidak jelas.


“Ayo kita masuk. Kenala sama ularnya Abang. Nanti kamu akan tahu kalau Erik juga punya ular” Reyhan menarik tangan Risma dan masuk ke kamar yang dia pesan. Risma celingak celinguk mencari ular yang dimaksud suaminya. Dengan berjinjit-jinjit dan takut-takut, Risma memutari kamar mencari keberadaan sang ular. Sudah semua bagian dia kelilingi, namun tak juga menemukan si ular. Reyhan terus tertawa sampai memegang perutnya melihat ulah istrinya. Namun dia tak berniat menghentikan aksi sang istri. Hiburan grtais bukan bisa melihat istri


bertingkah konyol seperti itu.


“Aabng ih. Kenapa terus ketawa. Ularnya nggak ada. Abang bohong ya?” tanya Risma setelah duduk di samping Reyhan.


“Abang nggak bohong, Sayang” jawab Reyhan lembut. Dia sudah tidak lagi tertawa.


“Lalu, di mana ularnya?” tanya Risma penasaran. Memangnya ular seperti apa yang dipunya Erik juga. Begitulah pemikiran Risma yang mampu mengalihkan rasa takut juga jijiknya ke rasa penasaran.


“Sini tangan kamu, kenalan sama ularnya Abang” ucap Reyhan dan meraih tangan Risma. Karena penasaran, Risma mengikuti mau Reyhan. Bahkan matanya ikut melihat tangan Reyhan yang mengarahkan tangannya menuju sang ular. Risma mengerutkan keningnya saat Reyhan meletakkan tangannya yang masih setia digenggam ke paha.


“Paha? Apa hubungannya dengan ular, Bang?” tanya Risma tak mengerti.

__ADS_1


“Bukan itu. Tapi ini” ucap Reyhan dan dengan gerakan cepat mengarahkan tangan Risma ke adik kecilnya yang siap mencetak anak di rahim Risma. Mata Risma melotot mendapati tangannya memegang benda keras nan panjang. Keswarasannya tiba-tiba lepas dari otaknya dan menatap suaminya penuh tanya.


“Ini ular Abang?” tanya Risma lirih. Reyhan mengangguk sambil menaha senyum. Risma melihat suaminya, lalu melihat tangannya yang masih setia memegang ular suami. Kesadarannya kembali dengan cepat dan matanya kembali melotot saat tangannya masih setia bertengger di sana.


“Abang. Mesum” teriak Risma dan langsung mengangkat tangannya. Mukanya sudah merah menahan malu. Bahkan kedua tangannya sampai menutupi mukanya saking malunya pada Reyhan.


“Hahahaha. Gimana? Erik juga punya kan ular macam Abang?” tanya Reyhan dengan nada menggoda.


“Abang. Astaga” pekik Risma kehabisan kata-kata.


Iyalah punya. Kalau nggak, dari mana Rama lahir? ~ rutuk Risma dalam hati.


“Apa, sayang. Udah nggak sabar ya?” goda Reyhan lagi. Risma semakin ouyeng dengan tingkah jahil suaminya yang sudah akut menurutnya.


“Kemana sikap ketus dan dinginnya” guman Risma menggelengkan kepala menatap Reyhan penuh kekesalan.


“Jangan menatap Abang seperti itu. Kamu makin menggemaskan kalau sedang kesal begini” ucap Reyhan memegang dagu Risma seperti hendak mencubit.


“Huh” Risma malah memalingkan wajahnya agar tangan Reyhan di dagunya terlepas. Dia langsung bangkit hendak pergi. Namun tangan suaminya sukses menahannya.


Risma membalas tatapan suaminya dengan penuh selidik. Dengan jahilnya dia mencondongkan badannya hingga wajahnya tepat di depan wajah Reyhan. Terlihat jakun Reyhan naik turun menahan hasrat. Sedangkan Risma mendadak gugup dan merutuki kejahilannya yang malah berbalik padanya. Namun nasi sudah menjadi bubur, kejahilan akan terus berlanjut.


“Mau mandi” bisik Risma dengan nada manja nan sensual. Namun setelahnya, Risma berlari menuju kamar mandi dan cepat-cepat menutupnya. Dia tertawa terbahak-bahak di kamar mandi mendengar suaminya menggedor-gedor pintu sambil meneriaki namanya. Hal itu sudah diperkirakan Risma kalau suaminya akan mengejarnya.


Risma keluar dengan hanya mengenakan handuk kimono. Reyhan yang duduk di kasur menunggu istrinya terpana melihat Risma yang ****. Risma mengulum senyum melihat bibir suaminya yang terbuka. Dengan nakal dan berani, Risma mendekati suaminya dan duduk dipangkuannua. Reflek Reyhan memegang pinggang istrinya. Risma menggerakkan tangan sesual di dada Reyhan yang berlapis kemeja hitam. Suaranya dibuat mendesah ketika bernyanyi.


“Abang pilih yang mana. Perawan atau janda. Perawan memang asyik janda lebih menarik”


“Suara kamu bagus, Sayang” puji Reyhan dengan senyuman yang entah bagaimana. Sedangkan Risma mengerjap centil.


“Dan sek-si” tambahknya dengan berbisik.

__ADS_1


“Kamu sengaja kan menggoda Abang?” tanya Reyhan dengan suara serak. Pandangannya sudah berkabut gairah.


“Maaf ya Bang. Abang harus bersih-bersih dulu. Setelah itu kita shalat dua rokaat. Abang masih bisa nahan kan?” tanya Risma. Matanya menatap suaminya polos seolah tidak pernah berulah. Reyhan mendengus halus menahan gejolak yang sedari tadi telah merasukinya. Sedangkan istrinya tanpa merasa bersalah telah mempermainkannya.


“Kali ini Abang berusaha menahan. Tapi nanti, jangan suruh Abang berhenti sebelum Abang sendiri yang menghentikannya” bisik Reyhan tepat di telinga Risma. Risma sampai membeku dan mendadak merinding mendengar ancaman suaminya.


“Abang mau bersih-bersih dulu” bisik Reyhan lagi dan dengan sengaja menggigit sedikit telinga Risma.


“Aw. Abang” teriak Risma terkejut. Tangannya sudah mengudara, namun sayang Reyhan sudah ngacir duluan. Jadi Reyhan terbebas dari tamparan reflek Risma saudara-saudar. Hahaha.


Setelah kepergian Reyhan, Risma merasa tubuhnya masih merinding mendapat perlakuan Reyhan barusan. Hatinya seperti berbunga-bunga. Sama persis saat dulu dia pengantin baru dengan Erik.


“Fiks, Abang beneran sudah bersanding dengan Mas Erik ini” ucap Risma lirih.


Namun senyumnya semakin lebar kala melihat bayangan yang ada di depannya. Bukan senyuman kesedihan yang biasa tunjukkan pada bayangan ini. Tapi senyuman kebahagiaan dan rasa syukur yang tiada tara.


“Terimakasih, Mas. Aku tetap mencintaimu. Kau tetap cinta keduaku dan suamiku sekarang adalah cinta ketigaku” ucap Risma. Erik mengangguk tersenyum karena istrinya sudah benar-benar menjadi istri untuk lelaki pilihannya. Ya, bayangan itu adalah Erik. Kepergiannya juga membawa senyum yang indah dan ikhlas. Tidak seperti sebelumnya yang seolah tidak rela berpisah dengan orang terkasih. Kali ini, Erik menghilang dengan senyuman bahagia dan rela. Risma terus menatap cahaya itu yang sudah menghilang.


Risma tersadar saat pintu kamar mandi terbuka. Dilihatnya suaminya itu hanya mengenakan handuk di pinggangnya saja. Risma mendekati dan langsung memeluk pinggang suaminya. Reyhan terkesiap karena Risma memeluknya secara tiba-tiba. Namun hal itu hanya berlaku sebentar, karena mendengar ucapan istrinya


“Terimakasih sudah menjadi pelindungku dan anak-anakku. Hari ini, aku relakan tubuhku menjadi milikmu” ucap Risma dan menatap lekat netra suaminya.


“Terimakasih juga karena telah memberikan kasih sayang seorang ibu pada anak-anakku” jawab Reyhan dan mengecup kening Risma. Risma tersenyum dan dibalas senyum lembut oleh Reyhan. Keduanya saling pandang cukup lama dan memilih berwudlu kembali  karena sudah batal oleh sentuhan keduanya.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2