DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 56


__ADS_3

Bagas dan Rosa sudah kembali ke tempatnya semula. Moderator kembali mengambil alih.


“Sungguh sangat romantis ya Pak Bagas dan Bu Rosa. Oh iya, saya lupa taditidak memberi kesempatan Nyonya Nilam untuk membalas gombalan dari Tuan Ali. Tapi saya sengaja karena beliau sudah lansia. Jadi butuh waktu untuk berpikir sedikt.bukan begitu Nyonya Nilam?” tanya moderator sengaja menghidupkan suasana.


“Kamu bilang apa? Usiaku memang sudah tua, tapi jiwaku masih muda ya? Walaupun cucuku sudah banyak, tapi jiwa muda masih menggelora di tubuh ini” teriak Nilam tak terima.


“Istriku kambuh lagi bar-barnya” keluh Ali menepuk jidadnya sendiri melihat istrinya sudah maju dengan berkacak pinggang.


“Hahahaha” semua orang senang dan merasa terhibur. Tapi itulah sosok nyonya besar yang merekan kenal. Mereka tahu kalau Nyonya Nilam tidak sungguh-sungguh marah.


“Maaf Nyonya. Saya hanya bercanda” pinta moderator dengan wajah takut yang dibuat-buat. Sedangkan Reyhan memalingkan wajahnya karena malu melihat drama yang dibuat oleh ibunya.


“Tiada maaf bagimu. Sini turun kamu. Akan aku tunjukkan bagaimana caranya sang Nyonya ini memberimu pelajaran dari permainan yang kau buat ini. Sini” teriak Nilam tegas tanpa bisa dibantah. Dengan jalan danwajah yang dibuat takut-takut, moderator maju dan kini sudah ada didepan Nilam.


“Kamu baca apa yang saya dapat. Akan saya kembalikan ini padamu” ucap Nilam tegas. Moderator menerima kertas dari Nilam dan membacanya.


“Ponsel”


“Pa, biarkan mama merayu pria tak tahu diri ini ya? Boleh kan pa?” ijin Nilam dengan mengedipkan mata menggoda. Semuanya tergelak melihat tingkah nyonya besar itu.


“Boleh Ma. Asal jangan yang manis-manis ya gombalnya?” ijin Ali yang sudah menebak apa yang akan dilakukan istrinya. Pasti akan bikin geger lagi. Lihat saja nanti.


“Sudah dapat ijin dari Tuan Besar. Ponsel” Nilam terlihat berpikir dan memandang pria yang menjadi moderator itu. Dengan lembut Nilam memulai rayuannya.


“Kamu tahu nggak bedanya ponsel sama kamu?” tanya Nilam dengan nada yang lembut. Tidak bar-bar seperti tadi.


“Nggak Nyonya. Memangnya apa?” tanya moderator dengan wajah dibuat penasaran.


“Kalau ponsel ini aku pencet-pencet. Tapi kalau kamu” Nilam menggantung kalimatnya membuat semuanya penasaran termasuk sang moderator.


“Kalau aku apa Nyonya? Gemesin ya pengen meluk?” dengan pedenya moderator itu bertanya.


“Heem” Nilam manggut-manggut seolah membenarkan kenarsisan moderator. Namun yang terjadi kemudian membuat suasana menjadi pecah karena tawa mereka.


“Kalau kamu aku jewer telinganya” ucap Nilam dan menjewer telinga pria moderator itu.


“Aduh aduh. Nyonya. Ampun Nyonya” teriak sang moderator, namun malah semua yang ada tertawa bahkan sampai ada yang menangis dan perutnya keram. Sedangkan Ali sudah menduga sebelumnya.


“Mamamu nggak pernah berubah” ujar Ali pada Reyhan. Sedangkan Risma meringis ngerimelihat telinga merah moderator, namun tak kunjung jua Nilam melepaskan.

__ADS_1


“Masih mau mengatakan saya lansia lagi? Tenaga saya masih cukup kuat untuk membuat telinga kamu lepas dari sang empunya” omel Nilam.


“Tidak Nyonya. Ampun Nyonya. Tidak lagi. Anda masih sangat cantik dan terlihat awet muda” ringis pria itu mencari aman.


“Hahahaha. Bagus” tawa Nilam dan melepaskan tangannya dari telinga si pria moderator.


Tanpa merasa bersalah, Nilam kembali ke tempat asalnya tanpa menghiraukan kericuhan yang baru saja dia buat. Si pria moderator hanya bisa meringis mengusap-usap telinganya agar sedikit berkurang rasa sakitnya.


Itulah sosok Nilam yang sebenarnya. Nyonya-nyonya sosialita yang tak pernah merasa gengsi dan menjaga sikap. Selalu tampil apa adanya meskipun tidak bisa lepas dari yang namanya barang brandet dan shoping. Dan itu adalah kelemahannya hingga menantu dan cucunya menirunya. Saking asyiknya dengan diri sendiri membuatnya lupa untuk mengajarkan tata krama pada anak dan cucunya. Bahkan sampai sekarang, Nilam juga Ali masih sering keluar kota, bahkan ke luar negeri. Beruntung menantu kali ini sangat santun dan mau mengajari budi pekerti pada


anak-anaknya.


“Selanjutnya, mari kita persilahkan raja kita, Tuan Reyhan bersama Nyonya Risma. Monggo” moderator memberikan waktu untuk Risma dan Reyhan. keduanya maju bergandengan dengan saling melempar senyum. Hanya begitu saja para karyawan sudah pada baper.


“Abang dapat kata apa?” tanya Risma lembut membuat para kaum adam meleleh mendengar suaranya.


“Ya Allah. Bu Risma lembut benar kalau sama Pak Bos. Masih ingat waktu memberikan pelajaran pada Alma? Nggak selembut ini kan ya?” bisik salah satu dan banyak membenarkan.


“Kamu baca aja, Sayang” jawab Reyhan tak kalah lembut dari sang istri.


“Astaga Pak Bos. Lembut bener oi sama sang pujaan” sorak kaum adam yang tahu bagaimana dinginnya bos mereka pada kamu hawa.


“Swet swet” sorak yang lainnya mendengar Reyhan memanggil Risma dengan sayang. Risma dan Reyhan saling tergelak mendengar ledekan mereka. Bukan hal yang baru bagi Reyhan ledekan seperti itu. Sebelum dia menjadi CEO, hal itu sudah biasa dia lakoni terlebih saat bersama teman-teman kampusnya. Saling meledek dan menyoraki menjadi makanan sehari-hari.


“Milik Abang Daun. Kalau milikku, Modem” ucap Risma lantang agar semuanya mendengar.


“Daun. Kira-kira gombalan apa yang akan Bu Risma terima dari Pak Bos kita yang dingin ini? tapi mendadak hangat kalau sudah bersama sang nyonya” semua tergelak mendengar guyonan moderator. Benar-benar nggak ada kapoknya itu moderator. Padahal telinganya masih merah akibat menggoda Nyonya  Besar tadi. Dan kini masih berani menggoda Reyhan. beruntung bos perusahaan itu tidak marah dan malah tergelak.


“Sayang” panggil Reyhan dengan mesra.


“Ouh” teriak para kaum hawa.


“Enggeh Abang” jawab Risma manja.


“Kalau kamu menjadi daun, Abang akan menjadi stomata”


“Hem. Kenapa coba?”


“Karena dengan begitu, Abang yang akan menjadi tempat untuk memberikan kehidupan buat kamu” cup. Reyhan mengecup kening Risma setelah merayu begitu. Sorak-sorakan semakin riuh seiring dengan kemesraan yang dipertontonkan Reyhan dan Risma.

__ADS_1


“Risma bales ya Bang?” tanya Risma lembut dan manja tentunya.


“Hem. Abang mau dengar. Semanis apa gombalan kamu” ijin Reyhan.


“Abang ngerti nggak bedanya modem USB sama modem hati?” tanya Risma setelah beberapa saat berpikir.


“Kalau modem USB abang tahu. Kalau modem hati, Abang nggak tahu” jawab Reyhan lugas dan apa adanya. Ya, semua orang pasti tahu kan kegunaan modem USB termasuk para readers. Nah, kalau modem hati apa kegunaannya? Kita simak jawaban Risma yuk?


“Semua orang kayaknya tahu deh Bang kalau modem USB. Buat nyambung ke internet kan? Kaya paket data. Kalau modem hati, menyambungkan hati Risma dengan hati Abang” jawab Risma malu-malu dan menunjuk hatina dengan tangan kiri, dan hati Reyhan dengan tangan kanan.


“Oh, sweetnya” sorak semuanya dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang gemas, ada juga yang mencubit pipi Risma dari jarak jauh. Seperti kaum muda yang sedang baper saat menonton drama korea. Begitulah reaksi mereka semuanya.


Reyhan memegang jari kanan Risma yang menunjuk hatinya. Dengan tanga kirinya, Risma membentuk hati dengan ibu jari dan jari telunjuk yang disilangkan.


“Lop yu pull, Abangku” ucap Risma dengan genit.


“Lo-pe yo-u juga, sayang” balas reyhan juga genit dengan mengeja tiap suku katanya. Bukan membaca benar ala bahasa inggris.


Hahahaha. Keduanya tergelak dan tanpa kata lagi, mereka berjalan kembali ke tempat. Semuanya bertepuk tangan riuh. Persembahan apik dari Reyhan dan Risma. Mereka seperti menonton drama romantis secara live. Sayangnya ini bukan cinta akting, tapi cinta sesungguhnya. Meskipun gombalan keduanya karena lomba, namun mereka saling merayu dari hati hingga mengena para penikmatnya.


“Pak bos bisa manis juga ya?”


“Bu bos juga”


“Astaga. Mereka imut sekali sih!”


“Ya Ampun. Gemesh aku. Nyubit boleh nggak sih?”


Dan masih banyak cuitan lainnya saat mengantarkan Reyhan dan Risma kembali ke tempatnya. Tentu saja dengan bergandengan tangan.


Hayo, baper mana dengan pasangan Bagas dan Rosa di episode sebelumnya? Siapa pasangan nomor satunya? Reyhan-Risma, atau Bagas-Rosa?


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2