
Sila baru saja bangun dan melihat jam sudah hampir pukul lima. Dia menggeliatkan badannya dan duduk.
“Kok bibi nggak bangunin aku ya?” monolog Sila dan termenung.
“Oh iya, kan aku sudah mandi.makanya bibi nggak bangunin aku biar bisa istirahat lebih lama” ucap Sila setelah beberapa lama termenung.
Sila bangun dari duduknya dan menuju kamar mandi. Dia mencuci muka dan menggosok gigi agar lebih segar. Lalu keluar kamar untuk sekedar bersantai di taman belakang. Namun baru saja membuka pintu, terdengar teriakan dari bibinya.
“Tuan kecil, jangan lari-lari. Pelan-pelan kalau naik”
Sila melihat Sean dan Seno tak menggubris peringatan dari Riska. Dan benar apa yang dikhawatirkan bibi. Seno tersandung dan tubuhnya oleng.
“Tuan kecil” teriak Riska dan langsung menaiki tangga dengan dua anak tangga sekaligus.
HAP. Sila melihat Riska menangkap tubuh Sean dan Seno bebarengan karena Seno menimpa Sean. Sila langsung berjalan cepat menghampiri ketiganyadan menarik tangan Seno yang ada paling atas. Jika tidak segera dibantu Sila, kemungkinan Riska tidak akan mampu menahan lehih lama karena badannya sudah doyong ke belakang dengan tangan kiri memeluk dua tuan kecil dan tangan kanannya bertumpu pada pegangan tangga. Sila menarik tangan Sean setelah berhasil menegakkan Seno. Riska bernapas lega karena Sila membantu tepat waktu.
“Tuan kecil tidak apa-apa?” tanya Riska khawatir dan membolak-balikkan tubuh Sean dan Seno bergantian. Sean dan Seno masih mematung karena kejadian yang tidak terduga.
“Bukan mereka yang harusnya dikhawatirkan bi, tapi bibi sendiri? Pasti lengan bibi sakit ya buat menumpu dua begumdal ini” ucap Sila sinis. Meskipun begitu,masih terdengar nada kalau dia mengkhawatirkan keadaan Riska.
“Nggak apa-apa kok Non. Asal tuan kecil selamat itu sudah lebih dari cuckup” jawab Riska lembut. Hatinya begitu lega seteah mengecek tidak ada luka di tubuh tuan kecilnya.
“Ck. Lain kali jangan suka berlarian kalau naik tangga. Kalau nggak ada bibi, kalian bisa jatuh dan berakhir di rumah sakit. Mengerti” tegur Sila pada kedua adiknya.
“Iya kak. Maafkan kami bi” ucap Sean dan Seno kompak dan menyesal melihat Riska.
“Nggak apa-apa tuan kecil. Ayo, katanya mau mandi” Riska menggandeng tangan Sean dan Seno di kiri dan kanannya. Sila hanya mendengus melihat adiknya yang hampir celaka. Daam hati dia juga bersyukur kalau adiknya tidak kenapa-kenapa.
“Untung bibi sangat sigap. Aku jadi penasarn kenapa bibi bisa sesigap itu? Aku yakin jika pengasuh lain, pasti mereka berdua sudah jatuh” guman Sila menatap punggung Riska yang masuk ke kamar Sean. Tak lama kemudian, Riska keluar lagi dan masuk ke kamar Seno. Bahkan saat Riska keluar dari kamar Seno, Sila masih berada di dekat tangga.
“Nona kecil mau turun?” tanya Riska yang sudah ada di samping Sila.
“Iya bi” jawaban singkat Sila diangguki oleh Riska. Riska berjalan di belakang Sila menuruni tangga.
“Bi, aku mau ke taman belakang. Nggak usah di ganggu dulu” pesan Sila yang tidak ingin diganggu bahkan sekedar diantar makanan atau minuman. Riska sudah hapal jika Sila mengatakan hal itu. Karena Riska punya pengalaman yang kurang mengenakkan dengan hal itu.
Flash back on.
__ADS_1
Hari pertama Riska bekerja sebagai pengasuh. Saat Sila pulang sekolah, Riska membantu Sila membawa tasnya dan merapikan ke tempatnya. Setelah Sila selesai makan, dia membawa alat-alat tulis ke taman belakang dan berpesan tidak ingin diganggu. Namun Riska berinisiatif mengantarkan cemilan dan minuman untuk menemani
kesendirian Sila.
“Bibi tadi nggak denger aku bilang apa? Aku nggak mau diganggu” teriak Sila marah begitu Riska meletakkan nampan di meja yang ada di gazebo tempat Sila menyendiri.
“Maaf nona kecil, bibi hanya ...”
“Aku nggak peduli. Apapun itu, aku nggak mau diganggu” teriak Sila bahkan tidak mau mendengar ucapan Riska sampai akhir. Dengan membawa kembali nampan, Riska pergi dari taman dan menghela napas. Satu lagi kebiasaan yang baru dia tahu dari nona kecilnya.
“Aku tidak akan mengulangi lagi” guman Riska pada dirinya sendiri.
Flash back off.
*****
Makan malam sudah siap dan semua orang sudah berkumpul. Kali ini semua masakan adalah olah tangan chef. Trio R meminta Riska untuk tidak masak karena merasa kasihan dan khawatir kalau bundanya kelelahan. Seperti
biasa, Riska mengambilkan dulu porsi tiga anak asuhnya, baru tiga anak-anaknya. Saat hendak mengambil untuk porsi sendiri, sebuah piring kosong disodorkan Reyhan tepat dihadapannya.
“Iya Tuan?” tanya Riska tak mengerti.
Kemana wajah arogan dan suara dinginnya? ~ batin Riska dan menggeleng pelan.
Tak ingin berdebat di depan semua orang, Riska melayani Reyhan dengan setengah hati. Sungguh Riska ingin sekali menyapu wajah tuannya itu agar kembali datar dan angkuh. Nilam dan Ali saling pandang melihat Reyhan bertingkah pada Riska. Senyum kecil terbit di bibir keduanya.
Semoga kamu bisa membuka hati lagi setelah kepergian Dita, nak. ~ Nilam.
Semoga Riska membuatmu sadar dan mau membuka hati kembali. ~ Ali.
Makan malam berjalan dengan tenang. Semua sudah selesai bahkan anak-anak Riska sudah pamit ke kamar untuk belajar dan bersiap untuk tidur. sudah menjadi kebiasaan Riska mengecup kening anak-anaknya dan mengucapakan selamat malam dan mimpi indah. Hal itu juga dilakukan Riska pada trio S agar mereka tidak merasa iri.
“Bibi nanti ke atas lihat kami ya?” pinta Seno.
“Iya tuan kecil. Nanti bibi kihat tuan dan nona kecil”
Ketiganya naik ke lantai dua dan masuk kamar-kamar maisng-masing. Sedangkan Riska menatap tajam Reyhan. Baru tadi pagi dia melakukan permohonan, namun hasilnya sungguh di luar ekppektasinya.
__ADS_1
“Kenapa? Aku ganteng? Udah tahu” ucap Reyhan penuh percaya diri. Dia berharap Riska akan terkagum-kagum padanya. Dia sudah membuang wajah angkuh dan arogan dan suara dinginnya. Baginya, itu semua tidak ada artinya. Buktinya Riska tak pernah terpedaya dengan semua itu.
“Ck, pede sekali anda” ketus Riska yang sudah menahan kesal sedari tadi.
“Lalu kenapa kamu memperhatikan aku seperti itu? Aku punya salah?” tanya Reyhan dengan wajah sok polosnya.
Huh, rasanya aku ingiin menjitak kepalanya yang sok polos tak tahu apa-apa itu. ~ kesal Riska masih menatap tajam Reyhan. Riska tak merasa takut melakukan hal itu.
Ali dan Nilam sudah menahan napasnya melihat keberanian Riska. Memang Riska tidak diperlakukan seperti art yang ada di rumah ini. Semua pekerja menerima mandat bahwa posisi Riska sama seperti Nilam dan lainnya,
majikan.
“Jangan berlagak, Tuan. Tadi pagi saya baru saja meminta anda untuk perhatian pada anak-anak. Bukan malah meniru anak-anak mencari perhatian” kesal Riska hingga mengatakan dengan berapi-api.
“Huuh” Reyhan menghela napasnya pelan.
“Aku kan juga pengen diperhatikan Ris” lesu Reyhan membuat Riska semakin mendelik kesal.
“Kalau anda mau diperhatikan, CARI ISTRI” kesal Riska dan menekan kosa kata terakhir. Dengan perasaan yang kesal sampai tingkat dua pada papa dari anak asuhnya itu, Riska meninggalkan meja makan tanpa pamit oada tuan dan nyonya besar.
Huh, gara-gara tuan songong, aku sampai melupakan sopan santunku. Aku bahkan belum pamit pada tuan dan nyonya besar. ~ Riska terus mengumpat Reyhan dalam hati.
Sedangkan Reyhan hanya melongon melihat kepergian Riska dengan langkah lebar dan sendal yang terdengar mengetuk dengan keras pertandasang emu telah marah.
“Apa aku salah Ma, Pa?” tanya Reyhan masih dengan muka bodohnya. Nilam dan Ali hanya menggelengkan kepala dan meninggalkan anaknya yang entah mengapa menjadi error seperti itu.
“Haish, semuanya pergi dan meninggalkan aku sendiri. Ternyata dia tak terpesona, malah arah padaku. Padahal aku sudah mencoba baik dan menarik perhatiannya. Tapi masih saja gagal” gerutu Reyhan karena apa yang dia rencanakan untuk menarik perhatian Riska ternyata gatot, gagal total.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
__ADS_1
*****