DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 72


__ADS_3

Cahaya di rumah keluarga Kusumi sudah kembali bersinar sejak seminggu yang lalu. Tepatnya sejak Risma dan Reyhan kembali ke rumah. Meskipun Risma lebih banyak rebahan dari pada aktivitasnya. Namun setiap saat, pasti ada saja anak-anaknya yang datang menghiburnya. Suaminya juga menyempatkan diri untuk menghubunginya di


sela-sela kesibukannya. Bahkan saat ini Reyhan bahkan pulang hanya untuk bertanya tentang parcel. Karena hanya tinggal satu pekan lagi para karyawannya sudah mulai libur menyambut hari raya idul fitri.


“Abang sudah pulang?” tanya Risma begitu selesai menjawab salam dari suaminya.


“Iya. Mau tanya aja, ini sudah pas apa belum. Entar balik lagi ke kantor” jawab Reyhan dan memberikan kertas hasil kesimpulan rapat yang diberikan Bagas padanya.


“Ini kenapa hanya sarung aja yang ditulis? Karyawan Abang cowok semua?” tanya Risma heran melihat tulisan di kertas.


“Maksud kamu?” Reyhan tak mengerti.


“Ish. Ini kenapa isi parcelnya cuma satu jenis? Sarung” tanya Risma penuh ketegasan meskipun masih terdengar lemah.


Reyhan melihat catatannya dan menurutnya tidak ada yang salah. Risma gergetan dengan kelolaan suaminya.


“Ck. Kalau urusan bisnis aja cepet. Giliran kesejahteraan karyawan, loading amat” cibir Risma dan malah membuat pipinya kena cubitan cinta dari suaminya.


“Abang ih” omel Risma. Reyhan malah tertawa melihat istrinya cemberut.


“Coba jelasin sama Abang, maksud sayangnya Abang ini gimana” ujar Reyhan dengan sabar.


“Gini lho Bang. Buat Parcel dengan dua jenis. Kalau ada sarung, bisa tambah peci. Dan yang satu itu isinya mukena,  bukan sarung dan peci. Kan karyawan Abang juga ada yang perempuan. Ya kalau karyawan perempuan masih ada bapak atau kakak atau suami, kalau dia tinggal sendiri, misalnya single dengan status yatim, sarungnya buat siapa coba” jelas Risma panjang lebar. Reyhan manggut-manggut membenarkan perkataan istrinya.


“Atau kalau mau bikin satu jenis, itu yang bisa dipakai keduanya. Baik laki-laki atau perempuan. Contohnya sajadah, kan bisa dipakai pria atau wanita” ucap Risma memberi solusi lain.


“Oh iya. Dari pada memisah dan menghitung berapa banyakkaryawan pria dan wanita, lebih baik ganti saja dengan sajadah” ucap Reyhan. Risma tersenyum dan mengangguk. Dia juga baru meminta Katrina dan Karina untuk menyiapkan bingkisan lebaran untuk karyawan di cafenya.


“Kalau begitu, Abang kembali lagi ke kantor dan mengadakan rapat dadakan” ucap Reyhan dan merapikan kembali kertas-kertas yang diberikan pada Risma tadi.


“Nggak usah rapat lagi. Langsung aja ACC, tapi sarungnya dicoret dan Abangganti dengan sajadah. Nanti waktu belanja, secara otomatis mereka akan bahas lagi itu. Paling-paling yang tanya juga Kak Bagas” Reyhan mengangguk membenarkan.

__ADS_1


“Kasihan kalau rapat terus-terusan. Mana puasa lagi” Reyhan kembali mengangguk. Tidak salah dia meminta pendapat istrinya. Risma benar-benar bijak. Kadang dirinya merasa kalah pintar dari istrinya soal management. Sebenarnya, Risma tidak lebih pandai dari suaminya. Hanya saja setiap keputusan, Risma memikirkan tentang plus minusnya. Dan mencoba mencari solusi yang terbaik. Kebijakan inilah yang membuatnya terlihat lebih pandai dari Reyhan.


*****


Benar saja apa yang dikatakan Risma. Bagian HRD sedang membicarakan berubahnya sarung ke sajadah.


“Kenapa sarungnya diganti sajadah ya sama Bos?” tanya salah satu dari mereka.


“Mungkin biar lebih umum aja. Kalau sarung itu kan untuk pria. Sedag sajadah, bisa untuk siapa aja” jawab yang lainnya.


“Tapikan perempuan juga bisa pakai sarung” bantah yang lainnya lagi.


“Kan nggak semua perempuan bisa pakai sarung. Hanya  orang-orang tertentu saja”


“Sudah. Lebih baik kita buat segera proposalnya agar dananya keluar” tegur kepala HRD.


“Iya. Bisa cepat belanja dan cepat packing juga” tambah yang lainnya.


“Emangnya kamu bisa bikin parcel?”


“Bisa sedikit. Kalau hanya untuk bungkus parcel biasa seperti lebaran sih, bisa” jawabnya.


“Ini brosur bikin parcelnya. Kita bisa mengacu pada brosur ini”


“Kita lebih murahkan duapuluh ribu perbiji. Gimana?”


“Iya. Nggak apa-apa. Yang penting nggak tekor aja” jawab kepala HRD.


Ya, begitulah setiap divisi mengambil keuntungan dari setiap event. Asal tidak merugikan perusahaan dan tidak menipu atau korupsi, bagi mereka sah-sah saja.


Cukup mudah membuat proposal pencairan dana untuk parcel lebaran ini. Hal ini karena beberap faktor. Yang pertama tentu saja karena hasil rapat yang sudah final. Dan yang kedua, jumlah dan barang yang sudah diketahui berikut kisaran harganya. Sasarannya sudah pasti dan tidak perlu membuat ijin ini dan itu. RKA-nya juga simple dan tidak begitu banyak item.

__ADS_1


Hanya menunggu satu hari, dana sudah cair dan pihak HRD sudah meminta perwakilannya untuk belanja. Tentu saja mereka akan mendapat untung. Di dalam laporan, barang dihitung per item. Sedangkan prakteknya, tidak. Pasti akan selisih seribu duaribu, bahkan lebih. Contohnya saja gula pasir. Jika beli kiloan, maka mendapat harga Rp. 14.000. Sedangkan jika membeli karungan, maka hanya membayar kisaran Rp.13.000/kilo. Hanya saja mereka harus bekerja lebih keras dengan membeli plastik kiloan diluar anggaran dan membungkusinya. Untungnya pasti banyak. Rp. 1.000 x 2.462 (Total karyawan di perusahaan pusat dan dua cabang yang berada di pinggir kota) sudah terkumpul Rp. 2.462.000,- Hanya dipotong untuk beli plastik kiloan yang harganya cuma Rp. 9.000/bungkus dengan isi 100 lembar. Jadi hanya butuh 25 bungkus x Rp. 9.000 = Rp. 225.000. Dari gula pasir saja, mereka sudah untung Rp.2.462.000 – Rp. 225.000 = Rp. 2.237.000. Belum dari minyak, sirup, sajadah, teh, beras, dan jajanan. Namun hal itu sepadan karena mereka pasti bekerja keras untuk bisa menyelesaikan bingkisan itu tepat waktu. Sudah dapat dipastikan kalau mereka akan lembur. Tentu saja mereka akan kengajak divisi lain untuk bergabung. Karena mereka akan mendapat imbalan dari membantu mengemas barang tersebut.


“Nanti, sisanya kita kembalikan dulu sesuai apa yang ada di laporan. Untung kita, biar kepala bagian yang memegang. Kita bisa bagi rata untuk semua kawan-kawan yang membantu” ujar salah satu yang mendapat tugas untuk berbelanja.


“Iya. Lagi pula kita masih dapat tambahan dari atasan. Senangnya bisa dapat ceperan yang lumayan”


Mereka melakukannya dengan hati yang senang dan terasa ringan. Tanpa mereka duga, ternyata banyak juga yang mau ikut membantu. Tentu saja mereka merasa senang. Karena dengan demikian, pekerjaan mereka akan cepat selesai.


Kita hitung untuk tehnya.


Teh (Isi 30 biji) @ Rp.6.500 x 2.462 = Rp. 16.003.000 (Laporan)


Real. Teh 1 karton isi 100 Rp.485.000. Butuh 25 karton x Rp.485.000 = Rp. 12.125.000. Jadi keuntungannya adalah Rp. 16.003.000 - Rp. 12.125.000 = Rp. 3.878.000


Baru gula dan teh, mereka sudah untung Rp. 2.237.000 + Rp. 3.878.000 = Rp. 6.115.000.


Meskipun begitu, anggota ditambah dengan sukarelawan dari divisi lain ternyata juga tidak sedikit. Ada sekitar seratusan orang yang ikut bahu membahu membungkus isi parcel ataupun parcelnya. Jadi keuntungan itu mereka jadikan uang lelah bagi mereka yang bekerja dan dibagi sama rata. Mereka membagi rata karena pihak HRD dan anggotanya sudah mendapat jatah lelah sendiri. Tidak ingin tamak, maka dari itulah mereka membaginya sama rata. Sekaligus berniat untuk saling berbagi pada karyawan lain yang tidak mendapat proyek.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****


TAQABBALALLAHU MINKUM, MINNA WAMINKUM WATAQABBAL YA KARIIM. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H. SEGALA SALAH BAIK SENGAJA ATAUPUN TIDAK, MOHON MAAF YANG SEBESAR-SEBESARNYA. MINAL AIDZIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. DARI BUNDA DAN SEKELUARGA. SEMOGA KEDEPANNYA, KITA SENANTIASA DIBERIKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN. AMIIN.

__ADS_1


__ADS_2