
Panggung masih menjadi milik New Pallapa. Kali ini Reyhan yang maju sambil menggandeng tangan istrinya. Dia juga yang mewakili keinginan Risma yang ingin bernyanyi untuk almarhum suaminya. Setelah para personil menyetujui keinginannya, Reyhan kembali menghampiri istrinya yang ada di tengah panggung dan menyampaikan hasilnya. Kali ini Risma yang mendekati personil untuk mengambil nada. Setelah deal, Risma kembali ke tengah panggung.
“Untuk almarhum suamiku. Selamat ulang tahun Mas Erik. Kami selalu menyayangimu. Bahkan sekarang anak Mas sudah tambah tiga. Mereka adalah Sila, Sean, dan Seno” ucap Risma dan tertawa hambar. Matanya sudah berkaca-kaca. Reyhan merengkuh pundak istrinya menenangkan gemuruh hatinya.
“Terimakasih juga telah memilihkan Risma suami yang baik dan mencintai Risma dengan segala masa lalu dan kekurangan Risma. Kami juga menyayangimu, Papa Reyhan” ucap Risma menghadap suaminya dan mendapat kecupan di keningnya. Karena suasana sedang sendu, mereka hanya menatap dengan perasaan yang haru.
“Lagi ini untukmu, Ayah Erik. We Love You. Hadirmu Bagai Mimpi” Risma mengakhiri kalimatnya dan musik mulai mengalun.
Ho-oh-oh
Oh-oh-oh (Suara merdu Risma mulai terdengar)
Kau yang pertama
Membuka hatiku
Kau buatku merasakan
Indahnya jatuh cinta
Hadirmu, Kasih
Bagai dalam mimpi
Yang datang mengganggu tidurku
Sepintas bayangmu tiada
Ho-oh-oh
Ho-oh-ho
Hari demi hari yang kita lalui
Selalu ku ingat selalu terbayang
Selama-lamanya (Risma mulai menitikkan air matanya. Bayangannya bersama sang
suami terkenang kambali)
Impian, harapan bersama denganmu
Kini semua hilang dan dirimu t'lah pergi
Tak mungkin kembali
Hadirmu,Kasih
Bagai dalam mimpi
Yang datang mengganggu tidurku
Sepintas bayangmu tiada
Ho-oh-oh
Ho-oh-ho
Hari demi hari yang kita lalui
Selalu ku ingat selalu terbayang
Selama-lamanya
Impian, harapan bersama denganmu
Kini semua hilang dan dirimu t'lah pergi
__ADS_1
Tak mungkin kembali
Hadirmu,Kasih
Bagai dalam mimpi
Yang datang mengganggu tidurku
Sepintas bayangmu tiada.
Risma mengakhiri lagunya dengan menangis dipelukan suaminya. Perjalanan hidupnya memang tidak mudah dan Reyhan sangat tahu itu. Sedangkan panggung sudah berganti menjadi milik Wali. Risma masih menangis di pelukan suaminya dan Reyhan mengusap punggungnya agar istrinya tenang.
“Sungguh kenangan yang sangat indah pasti” ucap Apoy membuat Risma mendongak dan sudah ada personil Wali.
“Anda suami keduanya?” tanya Faank dan Reyhan mengangguk.
“Semoga menjadi jodoh hingga ke surga” ucap Faank lagi.
“Amiin” sorak semuanya termasuk Risma dan Reyhan.
“Saya mau menyanyikan lagu Anda untuk istri saya” ucap Reyhan dan Faank mengangguk.
“Mau lagu apa Pak?” tanya Apoy.
“Cinta diujung nafas. Boleh?”
“Tentu. Bersiaplah” ucap Apoy menyilahkan.
Musik mulai terdengar dan Reyhan dengan suara yang syahdu mulai bernyanyi. Tangannya tak pernah melepas genggaman Risma. Risma dengan rasa haru juga air mata kebahagiaan memandang suaminya penuh cinta.
Sayangku, cintaku, datanglah kemari
Dan kau duduklah disampingku
Ku ingin katakan kau cinta terakhir
Dalam dadaku pasti ada kamu
Di suaraku ini harapanku
Ku harap kau yang ada di samping
Saat nanti ku tutup usia
Dan kau yang terakhir ku lihat
Sebelum ku menutup mata
Dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku
Sehidup, semati, seduka bahagia
Setangis, setawa, berdua
Ku harap kau yang ada di samping
Saat nanti ku tutup usia
Dan kau yang terakhir ku lihat
Sebelum ku menutup mata
Dan ku harap kau yang jadi cinta di ujung nafasku
Dalam dadaku pasti ada kamu
Di suaraku ini harapanku
__ADS_1
Ku harap kau yang ada di samping
Saat nanti ku tutup usia
Dan kau yang terakhir ku lihat
Sebelum ku menutup mata, ooh
O-oh
(Dan ku harap kau yang jadi) O-oh
Cinta di ujung nafasku
Risma menengadahkan wajahnya dan tersenyum memandang langit-langit. Meskipun air matanya terus mengalir, namun senyuman di bibirnya menunjukkan bahwa dirinya bahagia.
Aku akan menjalani hari-hariku penuh tawa mulai sekarang, Mas Erik. Sekali lagi, Risma selalu berterimakasih karena menitipkan kami pada Abang Reyhan yang begitu menyayangi kami. ~ Risma.
“I LoveYou” bisik Risma saat Reyhan selesai menyanyikan lagu untuknya.
“Love You Too” balas Reyhan dan memeluk Risma semakin erat.
Konser terus berjalan setelah keluarga Reyhan turun dari panggung. Suasana kembali semarak setelah kesenduan
yang Risma ciptakan. Bahkan Risma dan keluarganya juga sudah kembali ceria dan menikmati malam terakhir kegiatan mereka.
“Terimakasih atas hiburannya dari New Pallapa dan para artis juga Wali Band. Malam juga semakin larut dan besok kita akan melakukan perjalanan panjang” ucap MC membuat semuanya mendesah. Hari untuk bersenang-senang akan segera berakhir.
“Eits, jangan lesu dulu dong. Sebelum kita pulang besok, para pemimpin memberikan ijin kepada kita bermain di pantai dekat penginapan. Semuanya boleh melakukan apapun yang diinginkan sampai pukul dua siang. Dan yang paling menyenangkan adalaaaah, ini” MC itu mengeluarkan amplop dalam jumlah yang banyak. Semua bertanya-tanya apa isinya.
“Ini adalah bonus dari pimpinan untuk kita belanja besok” teriak MC itu dan disambut sorak-sorakan dari semua hadirin.
“Wah, kalau begini, aku betah bekerja di perusahaan. Aku akan bekerja lebih giat lagi agar bisa terus bekerja sampai tiba pensiun nanti” celetuk salah satu pegawai dan di dengar oleh beberapa petinggi yang kebetulan ada di dekatnya.
“Nyonya Reyhan benar. Sasaran yang harusnya menikmati keuntungan perusahaan adalah para pegawai” ucap salah satu dari petinggi itu.
“Anda benar. Kesenangan dan kebahagiaan yang diterima para pegawai akan membuat kinerjanya semakin bertambah” lanjut yang lain.
“Apalagi sudah diumumkan sebelumnya bahwa tahun depan akan ada penghargaan untuk karyawan. Saya rasa, akan terlihat semangat yang lebih mulai besok”
“Dan kita juga akan semakin rajin ke kantor untuk menarik simpati. Hahahaha”
Tawanya menular dan semuanya merasa bahagia.
Keesokan harinya, semua wajah karyawan terlihat senang dengan amplop di tangannya masing-masing. Ada yang pergi berdua dengan kekasih atau suami yang kebetulan satu perusahaan. Ada juga yang pergi secara berkelompok, baik laki-laki, perempuan atau bahkan campuran. Begitu juga dengan para petinggi dan keluarga Reyhan. Terlebih anak-anak sangat senang dan kalap memilih ini dan itu. Risma hanya tertawa melihat ketiga anaknya melongo melihat tiga saudara tirinya begitu mudah dan tanpa berpikir mengambil ini dan itu.
“Kenapa sayang?” tanya Risma menahan tawa. Sedangkan Reyhan hanya terkekeh dan memaklumi ketiga anak tirinya.
“Kalian jangan risau. Kalian juga boleh mengambil apa yang kalian mau tanpa takut kalau papa akan bangkrut. Hari ini adalah milik kalian” ucap Reyhan bijak dan mengelus sayang ketiganya. Namun ketiganya masih ragu dan memandang Risma. Sedangkan Risma tersenyum dan memandang Reyhan dengan binar cintanya. Setelah itu beralih ke trio R dan pandangannya berubah menjadi binar sayang.
“Dengarkan kata papa, tapi harus tetap ingat dengan yang lainnya” nasehat Risma dan disambut sorakan dari ketiganya.
“Hore. Ayo kita kesana” ajak Reno. Rendi dan Rindi hanya mengikuti langkah Reno karena merasa harus menjaga adiknya itu. Reyhan dan Risma mengawasi keenam anaknya dari jauh karena ada beberapa pengawal yang berjaga. Sedangkan orang tua Reyhan menikmati masa berdua dengan melihat dan mengambil apa yang mereka
inginkan.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1
Maafkan bunda yah readers semua. Laptop bunda error di sambungan internet dan HP bunda rusak. Dan ini baru saja bisa nyambung ke internet. Jadi maafkan bunda yang lama hiatusnya. 3 eps untuk readers semua.