DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 34


__ADS_3

“Bunda” rengek Seno dan Reno yang sama-sama ingin menjadi si bungsu.


“Memangnya apa istimewanya sih jadi bungsu?” tanya Risma pada keduanya.


“Kalau jadi bungsu kan enak bunda. Aku nggak perlu ingat-ingat panggilan. Semuanya aku panggil kakak” jawab Reno. Ya, sesederhana itulah pemikiran anak kecil.


“Kalau Seno?” tanya Risma lembut.


“Nggak ada bunda. Seno cuma suka aja jadi bungsu” jawabnya. Lebih tepatnya karena selama ini dialah yang menjadi si bungsu.


“Baiklah. sudah pasti si sulungnya adalah Arsila Putri Kusumo. Nah, yang jadi pasukan kedua siapa?” tanya Risma lembut memandang Rendi, Rindi juga Sean.


“Sean saja bunda. Sean lebih tua beberapa bulan kan dari kembar?” jawab Sean dengan percaya diri.


“Bagaimana Rendi, Rindi?” tanya Risma pada kedua anak kembarnya.


“Rendi setuju bunda. Jadi Rendi pasukan ke tiga dan Rindi pasukan keempat. Begitu kan bunda?” jawab Rendi memunculkan senyum bangga dan lega pada ketiga anaknya itu.


“Nah, tinggal Reno dan Seno. Abang Sean yang lebih dulu lahir beberapa bulan saja mau jadi abang. Jadi bagaimana?” tanya Risma lembut memandang dua putra bungsunya.


“Kamu umurnya berapa?” tanya Sean pada Reno.


“8 tahun kalau nggak salah” jawab Reno setelah memikirkan umurnya.


“Hem, jadi kamu bungsu beneran. Aku sudah sembilan tahun” jawab Seno lesu.


“Kamu mau jadi bungsu? Nggak malu manggil aku abang yang lebih kecil dari kamu?” tanya Reno dengan senyum mengejek. Para orang tua hanya menggelengkan kepalanya. Entah seramai apa rumah mereka nanti.


“Idih, ogah aku manggil kamu abang. Harusnya kamu manggil aku abang. Kan aku yang lebih tua dari kamu” tolak Seno kesal dan menerbitkan senyum kemenangan di bibir Reno.


“Nah itu tahu. Jadi aku yang bungsu. Deal” Reno menyodorkan tangannya penuh bangga.


“Eh, kok bisa?” tanya Seno bingung. Dia tidak sadar kalau telah terjebak oleh permainan Reno.


“Bisa” jawab Reno dan menarik tangan Seno untuk berjabat tangan.


“Sekarang aku bungsu dan abang Seno tersayang jadi pasukan kelima” ucap Reno sambil menggoyang-goyangkan tangannya yang masih bertautan dengan tangan Seno.


“Hift, baiklah adikku yang NAKAL” pasrah Seno dengan menekankan kata nakal.


“Hahahaha. Ye, Reno bungsu” sorak Reno.


Reyhan menandang Risma penuh cinta. Andai dia atau orang tuanya yang menyelesaikan masalah ini, pasti akan ricuh. Lihatlah, hanya dengan pertanyaan sederhana, mereka sudah menerima menjadi pasukan duo R, Risma dan Reyhan.

__ADS_1


“Nah, sekarang kita makan dulu. Makan di sini saja ya? Lesehan tidak apa-apa kan?” tanya Nilam tak enak hati pada dua besannya.


“Tidak apa-apa mbak. Malah ramai kalau lesehan. Kita kalau lagi pengen makan bareng-bareng di luar juga cari yang lesehan” jawab Resti diangguki Gita.


“Ah, begitu ya?” ucap Nilam canggung. Pasalnya dia tidak pernah merasakan apa yang Resti ceritakan.


“Iya Mbak. Sudah, jangan sungkan. Mari saya bantu” ucap Gita.


Akhirnya trio mama membantu para ART membawa semua makanan yang sudah disiapkan ke ruang keluarga.


“Ayo semuanya , kita makan” teriak Nilam yang lupa menjaga image. Risma terkiki melihat wajah mertuanya yang memerah karena malu. Sedangkan anak-anak tidak peduli karena sudah terbiasa melihat Nilam yang bar-bar. Ali hanya tersenyum kikuk pada Indra dan Heru.


“Tenang saja. Kami tidak akan merasa terganggu” ucap Indra memukul pundak sahabatnya.


“Hehehe” hanya cengiran yang Ali berikan. Indra memang sudah tahu bagaimana perangai Nilam, namun tidak bagi Heru. Sungguh orang kaya yang benar-benar bar-bar.


Mereka makan dengan nikmat dan tentu saja dengan suguhan perebutan kekuasaan atas Risma.


“Bunda, jangan suapi dia saja. Aku juga mau disuapi” rajuk Reno saat Risma menyuapi Seno.


“Ck, iri bilang dek” ejek Seno.


“Harusnya aku yang disuapi. Kan aku bungsu. Wlee” ejek Reno balik. Jadi karena hal itulah perebutan menjadi si bungsu menjadi sengit.


“Aku juga mau disuapi bunda” Rindi ikut merajuk seperti Reno.


Risma memandang kelima anaknya yang saling berebut untuk dia suapi. Lalu pandangannya beralih ke Sila.


“Sila tidak ingin disuapi bunda?” tanya Risma lembut.


“Mau bunda. Tapi Sila malu kalau berdebat dengan adik-adik. Kan Sila sekarang harus jadi kakak yang baik untuk kelima adikku” jawab Sila dibarengi dengan kekehan kecilnya.


“Oh, anak sulung bunda sudah dewasa. Tapi nggak apa-apa kalau bunda suapi. Sini semua duduk melingkar di depan bunda. Biar bunda suapin enam anak bunda yang ganteng dan tampan” ucap Risma dengan senyum yang meneduhkan.


“Papanggak juga bund?” tanya Reyhan dengan menaik turunkan alisnya. Risma mendekatkanwajahnya ke telinga Reyhan membuat Reyhan menahan napas.


“Abang nanti saja sepiring berdua sama Risma. Mau?” bisik Reyhan dan dengan patuh Reyhan manggut-manggut. William menatap Risma dan bertanya menggunakan bahasa isyarat.


“Apa yang kau bisikkan hingga membuat Reyhan patuh?”


“Rahasia. Wlee” itulah jawaban Risma sebelum akhirnya, Risma benar-benar menyuapi keenam anaknya dengan piring yang sama dan tangan yang sama.


“Kamu tidak makan nak?” tanya Gita pada Reyhan yang malah sibuk memainkan hijab Risma bagian belakang.

__ADS_1


“Nggak Ma. Nanti saja. Nunggu Risma selesai, biar ada temannya dia” jawab Reyhan tanpa mengatakan akan makan sepiring berdua dengan Risma.


“Ck, bilang saja kalau mau di suapi Risma seperti anak-anakmu itu” cibir William, namun Reyhan tidak mau menanggapinya.


“Biarkan saja. Toh sudah jadi istrinya” ucap Heru membela Reyhan.


“Kalau syirik itu ya cari gandengan” cibir Gita pada anak laki-laki satu-satunya.


“Betul itu. Sandal aja gandengan, masak situ nggak” ejek Indra yang satu frekuensi dengan istrinya.


“Hahahaha” Reyhan tak sanggup menahan tawanya kala sahabatnya yang sering membullynya kinisedang dibully oleh orang tuanya sendiri.


“Ish, papa dan mama jahat” kesal William.


“Kan sudah ada nomor Tisa,  kenapa masih belum mulai juga?” tanya Gita ikutan kesal dengan tingkah anaknya.


“Maunya itu yang natural gitu lho Ma” cerita William. Gengsinya untuk mengejar wanita duluan keluar juga dari kandangnya.


“Jangan terlalu menjaga image di kejar wanita. Tidak semua wanita seperti itu” tegur Indra. Sebagai ayah, tentu dia sangat paham bagaimana karakter anak laki-lakinya ini.


“Hem, maksud Willi itu natural  baik dari kenalan sampai pendekatan. Begitu lho Pa” elak Williamtak mau mengaku karena gengsi.


“Ck, alasan” cibir Gita dan melanjutkan suapannya.


Tanpa terasa Risma sudah selesai menyuapi anak-anaknya dengan ditemani drama yang dilakoni oleh William dan kedua orang tuanya. Sedangkan Reyhan memilih masa bodoh dan masih memainkan hijab Risma.


“Abang kenapa sih?” tanya Risma risih karena hijabnya tertarik.


“Heheheehe” hanya cengengesan yang Reyhan berikan pada istri barunya.


“Maklumlah Ris. Kan pengantin baru, maunya manja-manja dia” ejek Nilam pada putranya.


“Kan sudah lama nggak dapat belaian wanita” tambah Ali membuat Reyhan dan Risma malu. Apa yang dikatakan Ali juga berlaku untuk Risma tentunya.


“Hahahaha” para orang tua malah tertawa melihat wajah malu-malu pengantin baru itu.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****

__ADS_1


NEXT


*****


__ADS_2