DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 17


__ADS_3

Riska sudah siap mendengar lanjutan cerita dari Reyhan. Namun Reyhan masih terus menatap Riska tanpa berkedip.


“Tuan, hei, Tuan Reyhan” Riska sampai menggoyang-goyangkan bahu Reyhan karena sang Tuan muda tak kunjung membuka mulutnya.


“Eh, kenapa?” tanya Reyhan setelah sadar dari ketakjubannya.


“Ck, malah ngelamun. Kan saya nunggu kelanjutan investigasinya” kesal Riska dan mengerucutkan bibirnya seperti yang biasa Rindi lakukan kalau sedang ngambek.


CUP. Reyhan tanpa sadar mengecup bibir Riska kilat. Dan PLAK. Riska juga reflek menampar Reyhan. Kesadaran Reyhan kembali saat pipinya terasa panas oleh tangan halus Riska. Riska melongo menatap tangannya yang baru saja menampar tuannya. Keduanya saling menatap dengan pandangan yang sulit diartikan.


Reyhan memandang Riska dengan tatapan bersalahnya, sedangkan Riska dengan pandangan syoknya. Untuk beberapa saat, waktu seperti berhenti berputar bagi keduanya. Baik Reyhan ataupun Riska, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Bahkan perasaan keduanya juga sama-sama buram. Riska memutus kontak terlebih dahulu. Dia langsung menundukkan pandangannya.


Ya Allah, maafkan hamba. Kenapa refleknya harus menampar sih? ~ kesal Riska dalam hati.


Apa yang akan dipikirkan Riska tentangku setelah ini? ~ resah Reyhan masih menatap Riska yang menunduk.


“Aku minta maaf” ucap Reyhan memutuskan untuk mengawali percakapan.


“Ehem” Riska berdehem untuk memecah kecanggungan yang dirasakannya.


“Saya juga minta maaf Tuan” dengan segala keberaniannya, dia mendongak dan memandang Reyhan.


“Saya reflek menampar Tuan yang mencium saya dengan tiba-tiba. Jujur itu adalah wujud perlindungan diri bawah sadar saya” ucap Riska membuat Reyhan mengkerut. Baru kali ini dia mendengar bahwa ada perlindungan bawah sadar.


“Ada-ada saja” Reyhan terkekeh dan kecanggungan sudah mencair.


“Saya benar-benar minta maaf padamu Ris. Saat kamu mengerucutkan bibirmu, jujur saja itu terlihat menggemaskan hingga saya tak bisa menahan untuk tidak mengecupnya” jujur Reyhan membuat Riska menunduk kembali. Pipinya merona karena malu Reyhan mengungkit hal itu lagi.


“Bisakah kita tidak membahasnya lagi Tuan?” pinta Riska penuh harap. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya menyembunyikan rasa malunya.


“Hehehe, baiklah.  tapi jujur saja. Kamu semakin cantik saat malu-malu begitu. Dan semakin menarik saat garang” puji Reyhan malah membuat Riska semakin salah tingkah. Dalam hatinya dia mengutuk Reyhan yang tidak peka dengan permintaannya.


“Baiklah-baiklah. Saya tak mau melihat mendung di wajah ayumu itu” ucap Reyhan masih terkekehmelihat wajah Riska yang nano-nano. Malu, kesal dan merona campur aduk jadisatu menambah imut wajah ibu bayangkhari itu. Sedangkan Reyhan belum jugameredakan kekehannya.


“Tuan, sudah. Saya bukan badut yang bertugas menghibur Tuan” kesal Riska karena Reyhan tak kunjung berhenti tertawa.


“Baiklah. Saya katakan langsung saja yah. Firasatmu benar danaku sudah mengintrogasinya”


“Lalu, Tuan sudah tahu siapa yang menyuruhnya? Pasti Riko sialan itu” tanya Riska memotong penjelasan Reyhan. Bahkan mulut Reyhan masih menganga karena dia harus mengerem mendadak ucapannya yang diserobot Riska. Tidak ada Riska yang lembut dan penyabar lagi. Yang ada adalah Riska yang tidak sabaran dan suka menyela


pembicaraan.


“Sabar. Paasti aku katakan  dan tebakanmu benar. Riko yang menyuruhnya. Tenang saja, Riko tidak akan bisa menemukan orangnya itu. Aku sudah mengganti identitasnya seperti kamu mengganti identitasmu”

__ADS_1


“Terimakasih Tuan. Saya tidak bisa bayangkan kalau saya harus berpisah denga si kembar” lirih Riska. Hatinya merasa lega setelah mendengar kabar dari Reyhan.


“Kamu tenang saja. Selama saya masih ada, maka saya pastikan kamu tidak akan kehilangan si kembar” Reyhan menggenggam tangan Riska memberi kekuatan. Riska hanya menatap tangannya yang digenggam tuannya itu. Ada rasa nyaman dan terlindungi saat tangannya berada dalam genggaman Reyhan. Reyhan melihat arah pandang Riska dan dengan lembut, Reyhan melepaskan genggamannya.


“Istirahatlah dan percaya padaku”


“Terimakasih Tuan” ucap Riska. Kemudian dia pamit menuju kamarnya.


Saat Riska berlalu, trio R masuk dan mendapati Reyhan hanya sendiri.


“Kemana bunda Om?” tanya Rendi berdiri tepat dihadapan Reyhan.


“Om minta bunda istirahat. Rindi, temanilah bundamu” Rindi mengangguk dan melangkahpergi.


“Kalian duduklah, temani Om” Rendi dan Reno mengangguk dan mengambil duduk di kiri dan kanan Reyhan.


“Dengarkan Om baik-baik. Om mau tanya, kalian sudah tahu Tuan Riko?” tanya Reyhan hati-hati.


“Maksud Om papaku?” tanya Rendi penuh selidik.


“Iya. Om tahu kalian bukan anak-anak biasa. Om akan memberitahu kalian ketakutan bunda” Rendi dan Reno masih serius menyimak. Apalagi berurusan dengan bunda mereka.


“Bunda kalian takut papa si kembar mengambil Rendi dan Rindi darinya. Dan orang yang bunda kalian maksud ternyata suruhan papa Rendi”


“Bang. Aku kasih tahu bunda lho” ancam Reno. Dia sangat tahu kalau bundanya tak suka dengan kebencian.


“Sudah. Rendi. Hilangkan kebencianmu pada papamu. Bagaimanapun juga, Riko adalah papa yang menjadi perantara kamu ada di dunia. Andai papa dan mama kamu tidak bertemu, maka kamu tidak akan bisa merasakan kasih sayang dari bunda Riska dan ayah Hendrik. Apa Om salah?” nasehat Reyhan.


“Bener tuh Bang. Kan bunda udah pernah bilang sama Abang dan Kakak kalau kita nggak boleh benci dan menghakimi Papa Riko” Reno tak mau kalah memberi wejangan pada abangnya.


“Hem” hanya  itu jawaban yang keluar dari mulut Rendi. Reyhan dan Reno saling pandang. Mereka dapat melihat kebencian yang masih bersemayam di mata Rendi.


“Ehem” Reyhan berdehem untuk kembali menarik perhatian keduanya. Benra saja, pandangan keduanya langsung tertuju padanya.


“Om hanya mau berpesan. Kalian sebagai anak laki-laki harus bisa melindungi Bunda dan Rindi. Meskipun Om sudah meminta anggota untuk melindungi kalian juga Bunda dan Rindi, tapi kalian juga harus tetap waspada”


“Baik Om. Bunda adalah sumber kehidupan kami. Maka dengan cara apapun, kami akan melindungi bunda” tekad Reno penuh semangat.


“Kalau perlu, kita latihan beladiri lagi. Bagaimana? Apa Om bisa melatih kami?” tanyaRendi tak kalah semangatnya dengan Reno


“Beladiri lagi? Kalian sudah bisa beladiri?” heran Reyhan.


“Tentu saja Om. Bahkan Kakak juga pandai. Bunda dan Ayah yang mengajari kami” banggaRendi yang dilatih langsung oleh Riska dan Hendrik.

__ADS_1


“Hem, pantas tamparannya sangat kuat” lirih Reyhan dan mengusap pipi yang tadi ditampar Riska. Kebas dan ngilunya masih terasa meskipun sudah hampir setengah jam berlalu.


“Ditampar? Om baru saja ditampar sama bunda?” tanya Reno yang mendengar gumanan Reyhan.


“Ha, kau mendengarnya?” tanya Reyhan. seingatnya, dia sudah berkata selirih mungkin.


“Memangnya benar Om ditampar? Sama bunda?” Rendi ikut kepo dengan pertanyaan sang adik.


“Hem, hanya salah paham. Tapi sekarang sudah baik-baik saja. Kita sudah saling minta maaf” jawab Reyhan menutupi kejadian sebenarnya.


“Ck ck ck. Pasti Om melakukan sesuatu yang bikin bunda kaget. Iya kan?” tanya Rendi dengan senyum miringnya.


“Bagaimana kamu tahu?” tanya Reyhan dengan wajah terkejutnya.


“Hahahaha, pasti Om nggak akan percaya. Bahkan ayah Hendrik berkali-kali mendapat tamparan cinta dari bunda” jawan Rendi membuat Reyhan semakin terperangah.


“Benarkah?”


Kamu benar-benar sadis Riska. Reflekmu menyeramkan. ~ Reyhan bergidik membayangkan tamparan yang baru saja dia rasakan.


“Nah kan, Om nggak percaya. Ayah sih sudah biasa. Rendi pernah tanya sama ayah, kenapa nggak elak. Katanya itu tamparan cinta dari bunda” Rendi menerawang jauh mengingat masa-masa dengan Hendrik.


“Ayah nggak pernah marah mendapat tamparan dari bunda?” tanya Reyhan penuh selidik.


“Aku nggak ingat ayah pernah marah sama bunda” ucap Reno yang ingatannya hanya sepintas saja.


“Memang ayah nggak pernah marah sama bunda. Kalau bunda lagi mode singa, ini kata ayah lho. Ayah akan mode mogok bicara. Biar nggak tambah runyam katanya”


Reyhan terkekeh mendengar segala cerita tentang Riska dan Hendrik. Reyhan mewanti-wanti dirinya untuk tidak mengejutkan Riska di kemudian hari.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


Bunda minta maaf karena hanya bisa up 3 episode. Mau up lebih banyak lagi sebenarnya.  Target bunda up 5 episode. Tapi mertua bunda lagi sakit dan butuh perhatian ekstra karena beliau selalu merintih. Kalau orang dulu bilang, nggak betah loro alias tidak tahan sakit. Mohon do’anya yah buat mertua bunda agar cepat sembuh dan bunda bisa lebih fokus lagi menyalurkan ide.


*****


NEXT

__ADS_1


*****


__ADS_2