DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
JOURNEY OF LOVE 4


__ADS_3

Keesokan harinya, Akbar dan Farhan sudah bersiap pergi ke rumah Ali dan Nilam. Farhan masih memikirkan bagaimana cara menjelaskan tugasnya pada calon kliennya. Kebanyakan anak dari pengusaha tidak ingin dikawal secara langsung atau terbuka. Sedangkan dia juga tidak mungkin berjaga 24 jam penuh tanpa istirahat.


“Jangan bengong. Lihat dulu bagaimana anaknya, baru kamu bisa menganalis bagaimana karakternya. Setelah itu baru menyusun rencana” ucap Akbar yang mengerti kegelisahan anggotanya.


“Iya Bos”


Tak butuh waktu lama untuk sampai ke kediaman Ali dan Nilam. Dan kebetulan Sila juga masih di rumah. Sila membukakan pintu saat mendengar suara bel dibunyikan.


“Selamat pagi” sapa Sila sopan. Farhan terpana dengan kesopanan Sila selain wajahnya yang cantik. Akbar berdehem untuk menyadarkan anggotanya. Sial tersenyum kikuk karena pandangan Farhan.


“Selamat pagi” jawab Akbar dan Farhan hanya mengangguk.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Sila kembali.


“Oh, iya. Kami ingin bertemu dengan Tuan Ali beserta keluarga” jawab Akbar dan Sila mengangguk.


“Oh, kalau begitu masuk dulu. Biar saya panggilkan” Sila menggeser tubuhnya agar dua tamunya bisa masuk dan menyilahkan duduk. Setelahnya, Sila menuju belakang rumah dimana Opa dan Omanya sedang bersantai.


Sila datang dengan membawa lima gelas minuman yang tentu saja berbeda-beda.


“Ini sirup untuk Tuan-tuan. Maaf, saya tidak tahu selera anda” ucap Sila sopan dan meletakkan segelas sirup di hadapan tamunya masing-masing. Teh hijau untuk Opa dan Oma. Dan saya kopi susu. Maaf ya” ucap Sila tidak enak karena membedakan minumannya dengan yang lain.


“Hahaha, tidak apa-apa, Nona” ucap Akbar merasa lucu. Farhan hanya tersenyum saja karena baru kali ini dia mendapat sambutan yang tidak biasa selama tugasnya. Kebanyakan mereka yang melayani adalah asisten rumah tangga. Namun ini, langsung calon kliennya yang menyambut sekaligus menyuguhkan minuman.


“Nak, coba kamu lihat di lemari, kue-kue kering yang kita beli masih apa tidak” ucap Nilam pada cucunya.


“Iya Oma. Sila ke belakang dulu” pamit Sila dan ternyata masih ada sedikit kue kering juga keripik. Sila membukanya dan meletakkannya di toples juga piring seadanya. Nilam dan Ali belum sempat berbelanja melengkapi alat-alat rumah tangganya di kota M.


“Silahkan dinikmati” ucap Sila dan Farhan serta Akbar mengangguk. Setelah beberapa saat hening, Ali mulai membuka percakapan.


“Maaf sebelumnya. Kalau boleh tahu, ada keperluan apa Tuan Akbar sampai datang ke rumah saya?” tanya Ali yang sudah mengenal Akbar sebagai anak David. Apalagi Akbar sudah menggantikan posisi David di kantor sehingga namanya semakin dikenal luas.


“Begini Tuan  Ali. Tuan Reyhan meminta saya untuk memberikan pengawalan pada anaknya yang akan kuliah di kota ini. Dan ini pengawalnya, namanya Farhan” terang Akbar membuat Sila terkejut.


“Pengawal untuk Sila? Serius?” pekik Sila sekaligus bertanya.


“Iya Nona” jawab Akbar tersenyum.

__ADS_1


“Perlu ya Sila dikawal?” tanya Sila memandang oma dan opanya.


“Iya Sayang. Buat jaga-jaga saja” jawab Ali bijak.


Sila tampak berpikir dan memandang Farhan dengan intens. Tidak seperti biasanya, Farhan kali ini merasa grogi dipandang menelisik sedemikian rupa oleh kliennya. Akbar menahan senyum melihat Farhan yang salah tingkah.


Andai Rafa ada di sini. ~ batin Akbar. 


“Ke kenapa Non?” tanya Farhan kikuk.


“Coba Kak ... siapa ya tadi, oh iya, Kak Farhan. Coba Kakak berdiri” ucap Sila dan Farhan menurut saja pada calon kliennya.


Sila menelisik Farhan yang sedang berdiri dengan kikuk.


“Tinggi, ganteng, dan proposional” ucap Sila menilai fisik Farhan. Farhan masih merasa kikuk karena tidak tahu apa maksud Sila memintanya berdiri dan menilai dirinya.


“Kak Farhan mau nggak tinggal di sini bareng Oma dan Opa?” tanya Sila membuat semua terkejut. Farhan menoleh pada Akbar yang hanya mengangkat bahunya. Semua keputusan ada ditangan Farhan sekarang. Farhan menghela napas dan menggeleng.


“Maaf Non, saya tidak bisa” jawab Farhan yang sudah diduga oleh Akbar karena mengerti kondisinya. Sila cemberut dan kembali duduk, lalu menghempaskan tubuhnya di kursi begitu saja.


“Sayang. Masih ingat apa yang Bundamu ajarkan tentang keputusan orang lain?” tanya Nilam dengan lembut. Sila mengangguk mengingat nasehat bundanya. Hal itu tak luput dari perhatian Akbar dan Farhan.


“Apa coba?” tanya Ali kali ini.


“Menghormati keputusan orang lain dan meminta penjelasan kalau seandainya tidak setuju” jawab Sila lirih dan merasa bersalah.


“Lalu, apa yang Sila lakukan barusan?” tanya Nilam masih lembut.


“Memaksa” jawab Sila lirih. Nilam dan Ali saling pandang tersenyum. Lalu Nilam memberi kode pada Ali untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Sila.


“Jadi, apa yang harus Sila lakukan sekarang?” tanya Ali mengusap rambut Sila.


Sila memandang Farhan dengan takut dan pandangan bersalah. Farhan mengerti dan tersenyum menandakan kalau dirinya tidak kenapa-kenapa.


“Kak Farhan, maafkan Sila ya? Maaf kalau Sila tadi memaksa” lirih Sila dan Farhan mengangguk.


“Tidak apa-apa Non. Saya mengerti” jawab Farhan yang mengerti kondisi Sila yang masih labil emosinya.

__ADS_1


“Kalau boleh Sila tahu, kenapa Kak Farhan nggak bisa tinggal bareng di sini?” tanya Sila ingin tahu.


“Saya tinggal bersama adik saya dan saya juga harus menghidupinya” jawab Farhan apa adanya.


“Cuma sama adik aja?” tanya Sila lagi.


“Iya Non” jawab Farhan tidak ingin mengulik lebih dalam tentang keluarganya.


“Kalau begitu Kak Farhan tinggal bareng di sini sama adik Kakak juga” usul Sila membuat Ali dan Nilam menggeleng.  Sedangkan Farhan terlihat memikirkan ide Sila.


“Sila, dengarkan Opa. Coba Sila pikirkan, jika Farhan dan adiknya tinggal di sini, dimana mereka akan tidur?” tanya Ali dan sukses membuat Sila menepuk jidadnya. Farhan


“Hehehe, Sila lupa kalau rumah Opa sekarang miskin kamar” cengir Sila membuat semuanya menggeleng. Namun Akbar salut dengan keluarga ini. tentu saja Akbar tahu bagaimana kehidupan keluarga Kusumo. Karena setiap klien yang berurusan dengan keluarga Prasetyo, pasti sudah dikantongi identitas sekaligus rahasia yang tidak banyak orang yang tahu. Namun tetap mereka akan merahasiakan semuanya termasuk pada anggotanya yang bekerja pada klien tersebut.


“Terus gimana cara Kak Farhan mengawal Sila? Jangan bilang seperti bodyguard yang ada di tivi-tivi mengawal artis begitu” ucap Sila dengan tegas. Farhan sudah menduga bahwa cara yang biasa digunakan untuk mengawal anak pejabat tidak akan berlaku di sini.


“Saya gimana maunya Non Sila saja” ucap Farhan menjawab apa yang dipikirkan untuk bisa diterima kliennya. Akbar mengacungi jempol dalam hati keputusan Farhan. Padahal dia tahu saat berangkat tadi, Farhan masih bingung memikirkan strategi bagaimana caranya bisa diterima oleh kliennya.


“Jadi sesuai apa yang Sila mau nih? Yakin, nggak menyesal?” tanya Sila seolah menakut-nakuti Farhan. Farhan mengangguk karena sudah tidak bisa memikirkan cara lain. Setidaknya, jika menurut apa yang diinginkan kliennya, kemungkinan diterima sekamin besar.


“Baiklah. Sila mau tanya dulu. Apa Kak Farhan harus pakai seragam pengawal yang hitam-hitam begitu?” tanya Sila memandang Akbar. Akbar tersenyum dan meribah posisi duduknya lebih tegap.


“Tidak Non. Semua tergantung pada keputusan anda. Apakah harus berseragam atau tidak. Dari kami tidak ada ketentuan seperti itu” Sila mengangguk sambil tersenyum mendengar jawaban memuaskan dari Akbar. Ali dan Nilam sudah menduga bahwa cucunya akan membuat Farhan repot dengan permintaan Sila. Namun mereka hanya bisa mengamati tanpa bisa ikut campur. Dari pada cucunya tidak mau diawasi, itu akan lebih merepotkan lagi.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel JOURNEY OF LOVE. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI


BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****

__ADS_1


__ADS_2