DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG 2


__ADS_3

Seminggu sudah trio A mendapat hukuman dari Reyhan. Mereka bingung karena bagi mereka tidak ada yang menarik selain benda-benda kesayangan yang disita papanya. Jangan lupakan juga ponsel semuanya yang disita Reyhan. Mereka benar-benar lesu. Hanya televisi saja yang menjadi hiburan mereka. Itupun hanya lokal karena Reyhan mematikan saluran luar interlokalnya.


“Papa benar-benar keterlaluan. Kenapa sampai begini papa menghukum kita?” keluah Sean yang frustasi.


“Apa kita memang sudah terlalu berlebihan?” tanya Seno yang ternyata lebih bijak dari kedua kakaknya.


“Ya nggak lah. Kita ini punya fasilitas. Kenapa juga nggak digunakan?” kesal Sila yang selalu mengandalkan fasilitas orang tuanya, namun tidak di bidang akademik.


“Apa akan ada pengasuh baru?” tanya Sean lagi.


“Mungkin. Biasanya kalau pengasuh sudah ada, Papa akan mengembalikan barang kita” Sila sudah menduga seperi biasa.


“Huh, lama. Nggak jelas kapan juga” lirih Seno.


Tanpa sadar mereka tertidur dengan televisi yang menyala. Reyhan yang pulang lebih awal tersenyum melihat anak-anaknya.


“Mereka terlihat manis jika tenang begini” tasa lelah yang dirasakan Reyhan seakan hilang melihat anak-anaknya. Meskipun mereka sering membuat pusing, tapi mereka tetap permata berharga milik keluarga Kusumo.


“Apa ada ulah hari ini?” tanya Reyhan saat melewati salah satu maid yang hendak ke belakang.


“Tidak ada Tuan”


“Syukurlah” Reyhan berlalu setelah mendapat jawaban yang diinginkan.


Selepas magrib, masion digemparkan oleh teriakan Nilam dalam kamarnya.


“Silaaaaa” teriakan Nilam membahana memenuhi masion. Reyhan dan Ali yang baru selesai shalat magrib langsung berlari ke kamar Nilam.


“Ada apa Ma?” tanya Reyhan tak sabar.


“Lihatlah kelakuan putrimu ini” kesal Nilam melihat alat make-upnya sudah tak berbentuk lagi. Apalagi berserakan hingga memenuhi nakasnya.  Belum lagi bedak yang hancur berserakan di lantai.


“Ya Allah, kenapa ini berantakan Ma?” Ali tak sanggup melihat kamar indahnya berubah menjadi kapal pecah.


Belum juga mereka menghilangkan rasa terkejutnya, teriakan Sean dan Seno sudah terdengar disertai dengan langkah cepat seperti orang berlari.


“Papaaaa, Omaaaaa, tolong kami” ternyata Sila mengejar dua adiknya yang wajahnya sudah seperti badut. Di tangan Sila ada lipstik berwarna merah terang yang hendak disapukan di bibir kedua adiknya.


“Astaga Sila. Itu lipstik milik Oma hadiah dari teman Oma” teriak Nilam lagi. Reyhan saling pandang dengan Kusumo melihat keributan ini. Apalagi sekarang bukan hanya trio S yang melakukan aksi kejar-kejaran, tapi Nilam juga ikut jadi anggota baru. Sila mengeja duo S adiknya dan Nilam mengejar Sila untuk mengambil kembali lipstiknya.


“Pa, aku pusing” Reyhan menyandarkan dirinya di dinding dekat pintu kamar orang tuanya.

__ADS_1


“Papa lebih pusing lihat mamamu seperti tak mau mengalah. Seperti orang tak punya saja berebutan lipstik” Ali tak kalah pusing dengan Reyhan.


Ali mengajak Reyhan duduk di mini bar rumah mereka.


“Rey harus segera cari pengasuh yang bisa diandalkan dan mengubah trio S” ucap Reyhan yang merasa gagal menjadi ayah yang baik. Reyhan juga menyesal kenapa baru setelah kepergian istrinya keluarga ini mengingat Allah.


“Papa tidak yakin. Sejauh ini, bahkan ustadz dan guru yang lita panggil ke rumah menyerah setelah paling lama satu minggu” jawab Ali dengan keraguannya.


“Papa benar. Kalau sekelas guru dan ustadz saja sudah menyerah, lalu bagaimana dengan pengasuh? Ya Allah” keluh Reyhan semakin frustasi dengan keadaan yang ada.


Kenakalan anak-anaknya bukan tanpa sebab. Sedari awal baik Ali ataupun Nilam sudah menanamkan kemandirian. Namun karena pola asuh yang berbeda dengan Dita, ibu trio S, anak-anak menjadi terpecah konsentrasinya. Mandiri VS manja. Mana yang lebih banyak bersama, itulah yang akan menang. Ternyata Ditalah yang berpengaruh karena memang Dita yang lebih banyak waktu dengan anak-anak. Sedangkan waktu Reyhan sudah tersita di perusahaan. Reyhan hanya menemani bermain sesekali saat waktu luang. Belum lagi pengasuh yang mungkin tanpa disadari oleh keluarga juga memberikanpengaruh buruk. Entahlah bagimana trio A bisa tumbuh seperti itu.


*****


Sinar rembulan telah menggantikan sinar mentari. Keluarga Kusumo sedang makan malam bersama. Semua berkumpul tanpa ada yang absen. Keributan terjadi lagi. Kali ini ulah Sean dan Seno yang rebutan tempe krispi yang tinggal satu.


“Aku duluan”


“Aku duluan” Sean tak mau kalah.


“Kau lihat, sedetik sebelumnya, aku yang pegang lebih dulu” kesal Seno karena kakaknya tak mau mengalah.


“Aku dulu”


“Tidak. Aku dulu”


“Tidak. Aku dulu”


Keempat manusia lainnya masih terus menyaksikan perseteruan dua manusia itu.


“Hentikan” teriak Nilam. Modenya sudah kembali ke mode emak-emak yang menagih hutang. Tanpa banyak tanya, Nilam mengambil tempe krispinya dan mematahkannya menjadi dua. Bukannya membagi rata, tapi yang patahan setengahnya dipatahkan lagi. Barulah dibagikan pada Rean dan Seno. Sedangkan setengah yang besar ditaruh di piringnya.


“Oma juga mau. Memangnya kalian doang yang mau” ucap Nilam tanpa dosa. Sean dan Seno melongo melihat piring mereka dan piring Nilam bergantian. Setelah sadar kalau diperdaya oleh Nilam, keduanya berteriak kesal.


“Omaaaa”


Reyhan dan Ali menepuk jidad sambil terus menggelengkan kepalanya. Sedangkan Sila mengangkat bahu tak peduli. Sang empu pembuat ulah cuek-cuek saja dan terus memakan tempe krispi hasil jarahan dari perseteruan dua cucunya. Dengan muka cemberut, Sean dan Seno makan seperempat tempa krispinya. Suasana tak juga


berubah hingga ponsel Ali berdering.


“Siapa pa?” tanya Nilam.

__ADS_1


“Indra. Tumben malam-malam telpon” jawab Ali dan menjauh dari tempatnya.


Tak lama kemudian, ponsel Reyhan juga berdering. Tertera nama William di sana.


“Kok bisa samaan ya?” guman Reyhan. Reyhan pun juga pergi tanpa mengindahkan anak-anaknya yang masih terus cemberut akibat ulah Nilam.


Pucuk di cinta, ulampun tiba. Begitulah perumpamaan yang baguu untuk Reyhan. Dia tak perlu bingung mencari pengasuh untuk tiga anak supernya. Mendengar wanita yang akan dititipkan William juga punya anak tiga, besar harapan Reyhan agar dia betah dan bisa mengatasi trio S kesayangannya.


“Bagaimana Pa? Ma?” tanya Reyhan setelah berembuk di ruang kerja Reyhan.


“Bisa di coba. Yang terpenting keselamatan wanita itu dan anak-anaknya” Ali mengerrti berada di posisi Risma. Sedikit banyak, Indra telah menceritakan apa yang dialami Risma.


“William nggakcerita apa-apa. Jadi Rey nggak tahu. Tapi setelah bertemu, dia janji akan cerita”


“Papa sudah meminta data dari Indra. Setelah ini kita selidiki dulu sebelum menerimanya di rumah kita. Apalagi menjadi pengasuh buat trio rusuh rumah ini” Ali bergerak cepat dan hati-hati.


“Rey setuju. Mama bagaimana?”


“Mama terserah kalian. Mama sudah pusing dengan trio rusuh itu”


“Lha mama sendiri yang ngajarin mereka rusuh” ledek Reyhan yang memang faktanya begitu. Rusuh adalah turunan dari Nilam yang memang suka rusuh dari mudanya. Manja dari Dita, dan keras kepala dari Reyhan. Paket komplit pokoknya trio S itu.


“Ck, enak saja. Mama juga yang ngajarin mereka mandiri” Nilam tak mau disalahkan walau dalam hati membenarkan perkataan anaknya.


“Dimana-mana pengaruh buruk itu lebih mengena dari pada yang baik. Faktanya trio rusuh itu” Ali menatap sinis istrinya yang terus mengelak dari tuduhan.


“Terserah. Mama mau tidur. papa tidur bareng Reyhan. Mama nggak mau tahu” Nilam langsung ngacir tanpa peduli panggilan suaminya.


“Mama, jangan gitu dong” Ali mengejar Nilam. Reyhan terkekeh menlihat papanya dan siap menampung papanya saat datang dengan wajah frustasinya nanti.


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


NEXT


*****

__ADS_1


__ADS_2