
Keluarga duren antig plus janda antig sangat antusias, terutama anak-anak. Hanya si janda yang terlihat gelisah sedari tadi. Entah mengapa perasaannay mengatakan kalau mereka sedang diawasi. Reyhan melihat ketidak nyamanan di wajah Riska.
“Ada apa Ris? Kau terlihat gelisah” tanya Reyhan berbisik. Dia tak mau anak-anaknya mendengar dan mengacaukan acara liburan ini.
“Aku merasa sedang diawasi Tuan. Apa Tuan tidak merasakannya?” balas Riska juga berbisik. Sama halnya dengan Reyhan, hanya saja yang ada di pikiran Riska, tidak ingin membuat anak-anaknya panik.
“Hem, aku tahu. Itu anak buahku yang selalu mengawal kami. Jangan takut” ucap Reyhan, namun Riska tak merasa seperti itu.
“Bukan itu yang saya rasakan Tuan. Saya merasakan seperi diuntit, buka dilindungi” ucap Riska lagi. Masih tetap berbisik.
“Benarkah?” Reyhan mengedarkan pandangan ke segala arah seolah sedang menatap sekelilingnya tanpa menimbulkan kecurigaan. Tidak seperti orang yang tengah mencari atau memindai sekitar.
“Tuan, apa yang Tuan lakukan. Kalau benar ada penguntit, dia akan curiga” kesal Riska melihat Reyhan melihat sekelilingnya.
“Jangan khawatir. Dia tidak akan curiga. Aku ini profesional” sombong Reyhan menepuk dadanya. Riska memutar bola matanya mala melihat tingkah jumawa Reyhan. Riska beristighfar dalam hati agar dijauhkan dari sifat sombong seperti yang Reyhan lakukan barusan.
Dengan melalui mikifon, Reyhan memanggil salah satu anak buahnya. Mikifon adalah mikrofon kecil berupa chip yang dibeli Reyhan dari William. Penamaan mikifon sendiri oleh William terinspirasi dari boneka kesayangan Katrina sedari kecil, yaitu mickymouse (Entah benar apa nggak begini tulisannya. Anggap saja benar yah readers. Mau ngecek di internet, internetnya nggak ada signal pas nulis ini. Jadi malas).
“Iya Tuan” ucap anggota Reyhan yang menghadap. Reyhan mendekatkan mulutnya di telinga anggotanya dan membisikkan sesuatu.
“Siap laksanakan Tuan” jawabnya tegas setelah tuannya memberian perintah dengan berbisik.
“Sebentar lagi akan beres. Aku sudah minta anak buahku untuk meminda dan mencari siapa yang membuatmu gelisah” bisik Reyhan tepat ditelinga Riska sehingga hembusan napasnya terdengar hangat di telinga Riska. Riska merinding saat udara hangat itu menyentuh daun telinganya. Sebagai perempuan yang sudah pernah merasakan
sentuhan pria, tentu saja sangat tahu kalau telinganya juga menjadi area sensitif. Apalagi kelemahan Riska ada di pangkal telinga. Untung saja hanya daun telinga yang menerima terpaam udara hangat itu.
“Te, terimakasih Tuan” gugup Riska. Reyhan tersenyum senang melihat kegugupan Riska.
“Aku akan mendapatkanmu segera” lirih Reyhan dengan seringai liciknya. Entah apa yang dipikirkan Reyhan kali ini. Beruntung Riska sudah menjauh dari Reyhan, kalau tidak sudah bisa dipastikan kalau Riska akan mendengar gumanan Reyhan itu.
Sementara itu, di kota S, Riko sedang tertawa terbahak-bahak saat mendapat kiriman beberapa foto. Dia memandangi ponselnya yang menyorot pada Riska dan tiga anaknya.
__ADS_1
“Kamu tidak bisa lari lagi dariku Risma Anggara. Tidak akan bisa. Akan kupastikan, kau akan menyerahkan dua anakku yang kau bawa lari. Hahahaha”
Ya, penguntit yang dibicarakan Riska ternyata adalah orang suruhan Riko yang masih terus mencari keberadaan Risma dan anak-anaknya.
“Siapkan keberangkatanku ke kota X (Bunda lupa di mana kota yang ditempati Riska. Readers bantu bunda untuk mengingat yah? Atau bunda belum kasih nama kota tempat Reyhan tinggal)” titah Riko pada asistennya, Ardi.
“Siap Tuan. Kapan akan berangkat?” tanya Ardi hati-hati. Beruntung suasana hati Riko sedang baik.
“Apakah besok ada pertemuan penting?” tanya Riko pada asistennya.
“Hanya satu pertemuan penting. Selebihnya hanya undangan makan dan pesta”
“Kapan waktunya?”
“Pukul sepuluh pagi Tuan”
“Bisakah diajukan?” tanya Riko penuh harap. Saat ini, semua gerakannya diawasi sebab dia tidak berhasil menjadi pewaris sah karena kehilangan anak-anaknya.
“Maaf Tuan, tidak bisa. Tapi saya pastikan pertemuannya tidak akan berlangsung lama. Paling lambat satu jam pertemuan akan selesai” Ardi memberikan jaminan tentang pertemuan yang akan dihadiri besok.
“Baik Tuan. Kebetulan cabang di kota X sedang ada masalah. Kita akan tenang terbang besok tanpa perlu mencari alasan. Mereka akan mengerti secara langsung tanpa harus kita jelaskan”
“Cerdas. Saya suka. Kamu orang pertama yang menerima bonus dariku jika nanti saya benar-benar menjadi penguasa tunggal perusahaan Atmaja ini. Hahahaha”
Ardi merasa bahagia, bukan karena iming-iming bonus yang akan di aterima nantinya. Tapi pujian dan kepuasan atasannya yang kadang membuat darah tinggi tak terkontrol itu. Hal itu merupakan presatasi yang patut dibanggakan. Ardi bertahan mati-matian menghadapi sikap Riko yang selalu sombong dan tak pernah mau mengalah meskipun dia salah.
“Terimakasih Tuan” ucap Ardi sopan, namun terdengar bahagia. Riko mengartikan kebahagiaan Ardi pada iming-iming bonus, padahal bukan.
Sayang sekali percakapan antara Ardi dan Riko terjadi di kantor, sehingga William tidak tahu menahu soal keberangkatan Riko dan Ardi ke kota X. Meskipun weekend, Riko tetap bekerja dan masuk kantor. Begitu juga dengan Ardi. Dimana bosnya masuk, maka dia juga akan masuk dan sebaliknya. Riko sendiri enggan pulang karena orang tuanyaselalu mencercanya dengan pernikahan dan keberadaan dua anaknya. Riko sampai pusing dan memutuskan tinggal di kantor daripada di masion. Hanya saat tubuhnya benar-benar penat dan ingin libur saja Riko pulang. Orang tuanya juga tak peduli padanya. Yang dipedulikan hanya bagaimana cara membuat Riko menjadi pewaris sah perusahaan keluarga Atmaja itu.
*****
__ADS_1
Sesuai jadwal yang sudah diatur Ardi. Kini keduanya sudah mendarat di kota X. Tujuan pertamanya adalah mall tempat dimana orangnya mengirim foto Risma ak Riska. Sayangnya, sejak kemarin, setelah dia menerima pesan berupa foto, dia sudah tidak bisa menghubungi orangnya tersebut. Seperti jalan buntu yang baru menemukan lubang, namun buntu kembali. Hanya berbekal foto dan nama kota serta mall yang dikunjungi Risma dan anak-anak, Riko sudah merasa mendapatkan oase di padang pasir.
“Kemana sih dia? Dari kemarin kok nggak bisa dihubungi?” gerutu Riko sambil terus mendial nomor orang suruhannya.
“Tuan, bagaimana?”
“Cari tahu dimana dia. Dari kemarin ponselnya tidak aktif” kesal Riko pada anak buahnya itu. Bahkan dia tidak berpikir alasan dibalik hilangnya kontak secara tiba-tiba.
“Apa jangan-jangan, telah terjadi sesuatu padanya Tuan?” justru Ardi yang memikirkan kemungkinan yang terjadi.
“Jangan berpikir macam-macam. Cari tahu saja” perintah Riko cuek. Begitulah Riko. Hanya memikirkan diri sendiri dan kemauannya sendiri.
“Baik Tuan” jawab Ardi yang selalu sabar, lebih tepatnya menyabarkan diri.
Di lain tempat, Reyhan sedang mengintrogasi penguntit yang telah berhasil di tangkap oleh anak buahnya. Keadaannya diikat di kursi dengan tangan dibelakang dan kakinya di masing-masing kaki kursi. Hanya bagian kepala yang bisa dia gerakkan.
“Katakan siapa yang menyuruhmu?” tanya Reyhan kesekian kalinya. Dan kesekian kalinya juga, penguntit itu diam.
“Oh, masih belum mau mengaku. Biasanya cara ini akan ampuh. Baiklah. Aku akan tunjukkan padamu sesuatu, dan ingat. Ini kesempatan terakhir” ucap Reyhan pada penguntit tersebut.
Reyhan menggerakkan tangannya memberi tanda pada orangnya. Tak lama kemudian, muncullah sinar dengan gambar istri dan dua anaknya yang sedang bermain di taman. Jangan lupakan tanda live yang ada di pojok atas bagian kanan. Penguntit itu langsung pucat begitu melihat apa yang ditayangkan secara langsung oleh anak buah Reyhan.
Matanya menatap rindu pada keluarganya hingga air matanya mengalir. Dia dilema. Riko juga mengancam hal yang sama padanya. Berurusan dengan orang-orang yang berkuasa memang penuh resiko. Jika dia tahu bahwa uang yang didapatkan sejalan dengan keselamatan keluarganya, dia memilih mendapat uang yang hanya cukup untuk kebutuhan primer dan sekunder, tapi keluarganya amandan sejahtera.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****