
Reyhan membawa berkas yang berisikan squad R. Ada nama asli dan nama samaran. Dan yang harus Reyhan lakukan adalah membiasakan diri memanggil nama samarannya. Riska Cantika (Risma), Rindi Cantika (Riana), Rendi Firdaus (Randi), dan Reno Firdaus (Rama). William hanya mengubah nama sedikit dari mereka dan tetap menggunakan squad R.
“Riska, Rindi, Rendi dan Reno. Nama yang bagus. Ternyata William sangat ahli mengubah nama seseorang. Dan apa ini? Erik menjadi Hendrik Firdaus. Wah, benar-benar sempurna” guman Reyhan dan setelah membaca detail email yang yang dikirimkan William beserta alasan dan kisah hidup Risma.
“Wanita yang tangguh. Semoga trio S bisa menjadi lebihbaik di bawah asuhannya”
Reyhan telah menentukan peraturan baru bagi pengasuh trio S. Trio rusuh kesayangannya. Harapannya adalah trio S bisa lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab lagi.
“Aku akan mengumpulkan mereka” Reyhan keluar dan memanggil ketiga anaknya. Sekarang mereka ada di ruang keluarga. Ali dan Nilam sedang melakukan liburan keluar kota.
“Apa papa akan mengembalikan barang kami?” tanya Sean begitu duduk di depan Reyhan. Reyhan menaikan alisnya, namun tak juga menjawab pertanyaan Sean.
“Iya. Apa papa sudah bosan menyimpannya?” kali ini Sila yang buka suara.
“Kamu tidak mau menebak juga Sen?” tanya Reyhan jengah dengan sikap anaknya.
“Nggak pa. Seno tahu kalau papa nggak mengembalikan tanpa imbal balik” Seno, meskipun paling bontot, tapi dia yang lebih mengenal Reyhan karena memang hanya Reyhan orang tua yang membesarkannya. Berbeda dengan dua kakaknya yang mengenal ibunya, Seno tidak pernah mendapat sentuhan dari seseorang yang bernama ibu.
“Bagus kalau kamu mengerti. Tapi kenapa kedua kakakmu tidak mengerti?” sindir Reyhan pada dua anaknya. Sila dan Sean hanya nyengir tanpa bisa membela. Karena memang apa yang dikatakan papanya adalah suatu kebenaran.
“Papa mengumpulkan kalian di sini karena ada yang akan papa katakan. Pertama, papa sudah menemukan penhasuh baru buat kalian” Reyhan menjeda kalimatnya dan melihat anaknya berbinar senang. Reyhan sangat tahu apa yang membuat mereka senang, tapi tidak untuk kali ini.
“Kedua, pengasuh kalian akan papa beri hak penuh untuk mendidik dan menghukum kalian jika kalian berulah dan membuat pengasuh marah” Reyhan kembali melihat ketiga anaknya dan kali ini yang dilihatnya adalah bibir mengerucut dari ketiga anaknya.
“Dan yang terakhir. Sebelum pengasuh kalian menunjukkan pada papa kalau kalian sudah bertanggung jawab, barang kalian tetap akan papa sita dan tidak ada mainan atau apapun itu yang baru. Mengerti” tegas Reyhan yang harusnya sudah dari dulu dia lakukan. Bukan tanpa sebab Reyhan menyerahkan penuh pendidikan anak di rumah pada Risma. Tapi Reyhan telah melihat berkas yang dia print dari email yang dikirim William. Mantan ibu bayangkhari itu cukup bisa diandalkan. Itulah yang ada di pikiran Reyhan.
“Ada pertanyaan?” tanya Reyhan pada ketiga anaknya.
“Kapan pengasuh baru kita dayang?” tanya Sean.
“Besok, bersama dengan tiga anaknya”
“Apa? Bawa anak juga?” teriak Sila.
“Ya, dan kalian jangan menakali mereka” peringatan keras Reyhan berikan karena memang anaknya biang rusuh.
“Tenang saja pa. Kami akan memberikan sambutan persahabatan pada mereka” ucap Sila, namun senyum licik telah dia keluarkan dan itu bisa dilihat oleh Sean dan Seno.
__ADS_1
“Aku ikut kak” bisik Seno dan Sean. Sila mengangguk dan menunjukkan dua jempolnya pada dua saudaranya.
Reyhan berlalu setelah mengecup kening ketiga anaknya. Meskipuun Reyhan tegas dan seolah terlihat marah, namun rutinitas mencium kening terus dia lakukan.
*****
Mulai part ini, nama samaran Risma dan anak-anaknya sudah berlaku yah. Untuk mengingatkan agar tidak bingung. Risma \= Riska. Riana \= Rindi. Randi \= Rendi. Rama \= Reno.
Riska datang di bandara pribadi milik keluarga Kusumo menggunakan pesawat pribadi milik William. Dengan begitu, tidak ada penerbangan ataupun perjalanan apapun yang dilakukan Riska dan anak-anaknya. Hal itu sudah diperhitungkan oleh William. Dia ingin Riko tidak menemukan jejak apapun yang berkaitan dengan Riska.
Riska dan ketiga anaknya telah tiba di rumah keluarga Kusumo. Karena masih jam kantor, jadi tuna rumah tidak ada yang menyambut. Hanya maid dan tentunya trio rusuh. Riska masuk setelah pintu dibuka oleh salah satu maid yang sudah ditugaskan oleh Reyhan untuk menyambut mereka.
Setelah mengucapkan terima kasih, Riska dan ketiga anaknya masuk dan dooor. Balon dan plastik telah meletus tepat di muka squad R.
“Astaghfirullah” pekik Riska kaget dan batuk-batuk karena tepung bertebaran hingga wajahnya memutih penuh dengan tepung. Keadaan trio R tak kalah mengenaskan dengan bundanya.
“Bunda” Reno memanggil Riska mengadu.
Belum juga Riska menenangkan anaknya, suara teriakan dari trio A memekakkan telinga mereka. Bahkan Rindi sampai menutup telinganya.
“Ya Allah. Sabar, sabar” Riska tak menujukkan ekspresi apapun. Untung sebelum tiba di rumah Reyhan, Riska sudah memberi instruksi pada ketiga anaknya untuk tidak terpancing oleh kerusuhan yang dibuat anak majikannya nanti.
Sedangkan trio S yang berharap pengasuh barunya kalah dan menyerah hingga mereka melakukan perjanjian yang tentunya menguntungkan mereka hanya bisa mendesah pasrah.
“Kalian nggak marah?” tanya Seno dengan wajah bodohnya.
“Nggak. Kata bunda kita harus tahan banting” jawab Rama tanpa ekspresi.
“Kata bunda juga Allah nggak tidur” Rendi menambah ulasan Reno.
“Ya, dan semua pasti akan dibalas oleh Allah” Rindi meneruskan kalimat kakaknya.
Trio S menatap rivalnya cengo.
“Kita bakal lebih susah membujuk pengasuh baru kita sepertinya” bisik Sean pada kakaknya, Sila.
“Ya, kamu benar” Sila juga ikut berbisik.
__ADS_1
“Kami masuk dulu ya? Mau bersih-bersih” Riska pamit pada ketiga anak Reyhan dengan lembut. Bahkan dia masih memberikan senyum pada calon anak asuhnya.
“Dia masih bisa tertawa?” Sila menatap tak percaya. Trio S menatap kepergian Riska dan anak-anaknya dengan pandangan tak percaya.
Kamar Riska bersama dengan Rindi. Di sebalah adalah kamar Rendi dan Reno. Keempatnya berada di lantai satu. Sedangkan kamar Reyhan dan keluarganya ada di lantai dua. Riska bersama Rindi membersihkan diri di kamar mandi sekalian mengganti baju. Begitu juga dengan Rendi dan Reno.
Riska sudah keluar dengan baju yang rapi dan tentunya bersih dari tepung. Saat dia keluar, ternyata lantai sudah bersih. Memang cekatan pekerja di rumah Reyhan. Rindi tertidur setelah selesai mandi. Riska juga sudah mengecek kamar kedua putranya, dan ternyata mereka sedang rebahan.
Riska memutuskan memasak setelah mendapat ijin dari maid yang bertanggung jawab di dapur. Perutnya terasa lapar karena perjalanan yang melelahkan. Riska hendak masak jugauntuk anak-anaknya, namun dia merasa tidak enak. Apalagi anak-anaknya masih berada di kamar. Akhirnya Riska memasak hany dua porsi saja. Lagi pula dia belum tahu bagaimana kinerja di rumah ini berlangsung.
“Bibi yang akan jadi pengasuh kamu?” tanya Sila saat Riska hendak menyuapkan nasi dan capcay ke mulutnya.
“Eh, iya nona” jawab Riska lembut. Dia meletakkan kembali sandoknya untuk menghormati orang yang mengajaknya bicara. Meskipun itu anak kecil atau orang yang lebih muda dari kita, tetap saja Riska menerapkan sopan santunnya.
Sila melirik piring Riska dan tersenyum devil.
“Sepertinya enak. Boleh ini untukku?”
“Oh boleh nona. Kebetulan saya masak agak banyak”
Kruuuk. Perut Riska bunyi setelah menjawab pertanyaan Sila. Senyum Sila semakin lebar kala bisa mengerjai Riska.
“Sean, Seno. Kemarilah. Kita coba masakan pengasuh baru kita” teriak Sila membuat Riska menelan ludahnya kasar. Perutnya keroncongan minta di isi. Jika Sean dan Seno juga ikut makan, maka otomatis dia tidak akan kebagian. Dan benar saja, dia hanya mampu menelan ludahnya tanpa bisa menyicipi barang sedikitpun. Riska hanya bisa melihat tiga calon anak asuhnya makan dengan lahap tanpa menyisakan sedikitpun untuknya.
Kasihan sekali nasib Riska. Untungnya Riska masih punya roti sisa perjalanan dan cukup untuk mengganjal perutnya hingga waktu makan nanti.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1