
Operasi sudah berhasil dilaksanakan. Sila menangis saat mendengar suara tangis adiknya yang baru saja lahir. Begitupun dengan Reyhan. Anak ke-enamnya telah lahir dengan selamat. Mereka masih menunggu dokter keluar untuk mengetahui keadaan Risma. Belum juga dokter keluar, datanglah Rizki dan Aiman menghampiri Reyhan.
“Mas Reyhan” sapa Rizki. Reyhan terkejut melihat tuan muda keluarga Prasetyo menghampirinya bahkan di rumahsakit.
“Eh, Mas Rizki. Anda datang kemari? Atau kebetulan?” tanya Reyhan menghapus airmatanya lalu menyalami Rizki dan Aiman.
“Saya memang sengaja ke sini sekaligus menjenguk istri beserta anak anda. Maaf kalau saya tidak memberi kabar. Saya tidak punya kontak anda” ucap Rizki jujur.
“Ah, tidak masalah. Saya justru senang. Yang harusnya minta maaf adalah saya. Sedari kemarin saya menghubungi sekretaris anda. Namun mailbox terus. Akhirnya saya tinggalkan pesan suara” jelas Reyhan tidak enak hati.
“Oh itu. Sepertinya terjadi miss komunikasi antara kita. Saya minta maaf soal itu. Sekretaris saya sedang cuti dan saya belum ada pengganti sementaranya. Saya ucapkan selamat atas kelahiran anak anda” balas Rizki seraya memberi ucapan dengan tulus.
“Terimakasih Mas, sudah mau repot-repot datang ke sini. Ngomong-ngomong, bagaimana anda bisa tahu kalau saya di sini? Apa anda sempat menghubungi kantor?” tanya Reyhan ingin tahu.
“Oh iya. Sekretaris anda bilang, anda sedang dirumah sakit. Jadi setelah tiba di bandara, kami langsung menuj ke sini” cerita Rizki. Baik Rizki ataupun Aiman maish belum sadar jika ada Farhan dan Sila. Begitu juga dengan mereka berdua karena posisinya sedang membelakangi Rizki, Reyhan dan Aiman.
“Lho, Om, Kak” seru Sila terkejut saat melihat orang yang memberinya tumpangan hingga dia dan Farhan tiba lebih cepat.
“Nak Sila? Di sini juga?” tanya Rizki tak kalah terkejut.
“Hehehe, iya Om. Kan mau lihat adik baru dan kondisi Bunda” jawab Sila tidak enak hati karena sudah meninggalkan mereka berdua. Padahal tujuannya sama meskipun tidak tahu awalnya.
“Maaf ya Om, Sila tinggal gitu aja. Harusnya Sila tanya tujuan Om dan Kak Aiman” cicit Sila malu dan menunduk. Rizki tersenyum dan menggeleng.
“Tidak masalah. Lagi pula Om dan Aiman sudah sampai di sini. Dan Om tahu kalau kamu pasti khawatir dengan keadaan bundamu. Ya kan?”
“Iya Om. Makasih ya atas tumpangan dan pengertiannya”
“Sama-sama Nak”
Obrolan keduanya menyita perhatian Reyhan.
“Kamu nebeng Tuan Rizki?” tanya Reyhan dan Sila mengangguk.
“Eh, tapi Pa. Bukan Sila yang minta. Om Rizki sendiri yang nawarin. Terus karena Kak Farhan percaya dengan Om Rizki, jadi Sila juga percaya” jawab Sila dengan cepat takut mendapat omelan dari papanya. Karena ini kasus pertama dalam keluarganya soal nebeng tanpa sepengetahuan orang tua dan pada orang yang ada kemungkinan belum saling kenal. Reyhan menatap Farhan menyelidik, namun tatapannya terhenti kala pundaknya ditepuk oleh Rizki. Rizki tahu kliennya ini sedang waspada dan dalam hati beruntung yang menawari tumpangan adalah dirinya. Rizki juga orang tua, sudah pasti tahu apa yang dirasakan Reyhan.
“Farhan itu kan keluarga perusahaan Setia Group juga. Lagi pula saya yakin, jika bukan kami yang menawarkan tumpangan, Farhan pasti menolak” hibur Rizki dan Reyhan mengangguk membenarkan. Saking terkejutnya, dia sampai melupakan kalau dirinya meminta Farhan dari Setia Group.
__ADS_1
“Maafkan saya Mas Rizki. Saking khawatirnya, saya lupa asal usul Farhan” ucap Reyhan tersenyum canggung.
“Tidak apa-apa. Saya tahu apa yang anda rasakan”
“Maafkan saya Tuan” ucap Reyhan menyadari kesalahannya.
“Tidak apa-apa. Saya percaya sama kamu, seperti anak saya percaya padamu. Maafkan saya” balas Reyhan lebih lunak.
Obrolan mereka harus terhenti karena keluarnya sang dokter. Langsung saja dokter itu menjadi kerumunan keluarga Kusumo. Dokter itu hanya tersenyum melihat keluarga besar di kotanya itu tanpa canggung mengerubunginya.
“Tidak perlu bertanya, saya akan langsung menjelaskan” ucap Dokter itu dan sukses membuat mulut semuanya kembali mengatup setelah bersiap untuk bicara. Dengan kompak, kelima keluarga Kusumo itu menggaruk kepala masing-masing membuat sang dokter semakin tersenyum lebar. Sedangkan Farhan, Rizki dan Aiman hanya menjadi penyimak sekaligus saksi atas kekonyolan kelima orang itu.
“Kondisi bayi, alhamdulillah terlahir dengan kondisi normal dan sehat. Begitu juga dengan sang ibu, kondisinya juga baik-baik saja. Sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang rawat”
“Alhamdulillah” sorak kelima orang itu dibarengi oleh ketiga orang yang lainnya.
“Untuk Tuan Reyhan, mari ikut saya untuk mengadzani si kecil” Reyhan mengangguk dan meminta Sila untuk beli makanan karena adik-adiknya belum makan sedari tadi. Sila mengangguk dan menarik tangan Farhan untuk menemaninya. Adegan gandengan tangan itu tak lepas dari pandangan Aiman.
Rizki memanfaatkan momen ini untuk bertanya pada anaknya soal kecurigaannya sehari ini. mumpung Reyhan masih di dalam ruangan dan ketiga anak laki-lakinya sedang pamit hendak melakukan shalat sunnah dan sujud syukur.
“Eng – enggak kok Pa” elak Aiman memalingkan muka.
“Ah, bohong. Buktinya sedari tadi kamu cemburu nggak jelas gitu. Pasti diakan yang dibilang kakek layu seelum berkembang” tebak Rizki dan membuat Aiman semakin cemberut.
“Memangnya kalau iya, Papa bisa bantu?” tantang Aiman dan sukses membuat Rizki tersenyum.
“Papa bisa bantu, tapi nggak bisa menjanjikan kalau Sila bakal jadi milik kamu” ucapan papanya membuat Aiman kembali menatap Rizki dengan semangat.
“Papa serius?” Rizki mengangguk.
“Caranya?” tanya Rizki masih kurang yakin.
“Papa akan mengajukan perjodohan antara kamu dan Sila pada Mas Reyhan” jawab Rizki mengungkapkan idenya.
“Papa yakin ini akan berhasil?” tanya Aiman ragu.
“Kan Papa sudah bilang kalau Papa nggak bisa menjanjikan, tapi Papa bisa mengusahakan. Semua itu ya tergantung pada jawaban Mas Reyhan atau keputusan Sila. Dan yang terpenting, apakah dalam buku catatan Illahi, kalian jodoh apa enggak” Aiman menghela napas mendengar jawaban papanya. Apa yang dikatakan papanya memang benar. Harapannya yaitu Sila adalah jodohnya hingga dimuluskan jalannya menuju halal. Namun melihat interaksi antara Sila dan Farhan, dirinya kembali ragu akan memenangkan hati Sila nantinya jika perjodohannya berhasil.
__ADS_1
“Kenapa malah melamun?” tanya Rizki.
“Kalau ditolak, gimana?”
“Ya sudah. Berarti Sila bukan buat kamu. Allah masih menyelipkan jodoh kamu di semak belukar” canda Rizki menghibur hati putranya. Aiman tersenyum lembut.
Papa selalu bisa membuatku kembali semangat dan kembali berharap pada keputusan Tuhan yang misterius. Aku berjanji akan menerima apapun hasilnya dan menjalani hidup sebagaimana yang tertulis dalam takdir-Nya. ~ Aiman.
“Nah, begini dong. Semangat” Aiman mengangguk.
“Jika memang Ai tidak jodoh sama Sila. Asal jodoh Sila adalah Farhan. Ai ikhlas” ucap Aiman membuat kening Rizki berkerut.
“Kalau ternyata bukan Farhan, gimana?”
“Ehm, Ai akan mencari tahu seluk beluk pria itu memastikan kalau Sila berada di tangan yang tepat” tekad Aiman dan mendapat tepukan di pundaknya.
“Papa bangga sama kamu. Cinta memang tidak selamanya memiliki. Cinta juga tidak selamanya buta. Terlalu cinta hingga membuat kita buta, itu tidak baik. Terlalu cuek dengan pasangan juga tidak baik. Kalau semua berjalan sesuai porsinya, Insya Allah akan terus seimbang dan harmonis dalam suatu hubungan. Mengerti?” Aiman mengangguk. Nasehat papanya akan terus dia ingat kala nanti dia menjalani rumah tangga.
“Aku akan mulai membangun pondasi rumah tangga. Ai akan belajar dan sesekali, boleh kan Ai bertanya pada Papa dan Mama?”
“Tentu dong, Nak. Papa dan Mama pasti akan dengan senang hati menjawa pertanyaanmu”
Reyhan keluar bersama dengan anak dan istrinya yang hendak dipindahkan ke ruang rawat. Reyhan meminta maaf pada Rizki dan Aiman karena meninggalkan keduanya sendirian. Rizki dan Aiman tidak kebaratan dan mengikuti Reyhan hingga tiba di ruang VIP. Rizki dan Aiman merasa lebih nyaman dan Reyhan bisa menemani istrinya bersama dengan anaknya.
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel JOURNEY OF LOVE. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI
BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
NEXT
*****
__ADS_1