
Seminggu berlalu dan Isabel sudah kembali bekerja beberapa hari yang lalu. Bagas dan Reyhan sedang membahas ulang tahun perusahaan yang akan digelar tiga bulan lagi. Keduanya sibuk memikirkan ide
baru karena kecemburuan mereka pada pasangannya.
“Kita tidak perlu mengadakan pesta yang melibatkan kolega” ucap Reyhan yang dipahami Bagas. Karena dia juga merasakan hal yang sama.
“Tapi apa?” tanya Reyhan bingung.
“Saya juga belum menemukan ide. Yang jelas saya tidak ingin seperti kemarin saat acara ulatah perusahaan Y” tegas Bagas yang satu server dengan bosnya.
Penasarankan apa yang terjadi saat pesta di perusahaan Y? Bunda kan udah janji sama Reyhan mau bikin dia nangsi darah. Hahaha. Let’s go ke flashback!
Risma mengenakan gamis maroon yang senada dengan hijab yang dia gunakan. Sedikit berdandan agar suaminya tidak malu mengajaknya ke pesta. Namun saat Reyhan hendak mengajak Risma, dia terpaku karena istrinya sangat cantik meskipun tidak mengenakan pakaian yang ketat di tubuhnya.
“Abang kenapa? Risma sudah siap. Ayo” ajak Risma yang bingung melihat suaminya bengong.
“Kamu cantik sekali sih? Abang nggak rela” cegah Reyhan dan Risma hanya tertawa.
“Risma sedikit berdandan Abang. Masih banyakan waktu di hotel ini” ucap Risma terkekeh.
“Tetep aja masih cantik banget” kesal Reyhan. Dirinya merasa tidak rela jika istrinya jadi konsumsi publik.
“Kalau Risma cantik kan Abang nggak malu di pesta nanti. Masak Risma harus jadi buluk sih datang ke pesta?” ucap Risma mencoba memberi pengertian.
“Huh, baiklah. Ayo kita berangkat”
Tiba di pesta, Reyhan langsung bergabung dengan Bagas juga sang istri yang sengaja menunggu kedatangannya.
“Mbak” sapa Risma ramah dan mereka melakukan salam ala perempuan. Cipika cipiki dan melepara senyum.
“Kamu cantik banget Ris” puji Rosalin, istri Bagas.
“Mbak Rosa juga cantik ini” balas Risma senang.
Reyhan dan Bagas sama-sama gerah melihat kecantikan wanita terpilihnya.
“Aku nggak rela sebenarnya Risma cantik begini ke pesta” bisik Reyhan agar istrinya tidak mendengar.
“Aku juga. Udah yuk, kita masuk dan cepat pulang” ajak Bagas dan menarik tangan istrinya dengan lembut. Sedangkan Reyhan meminta Risma menggandeng lengannya yang dia bentuk segitiga.
Kedua pasangan ini masuk dan seketika menjadi perhatian karena raja bisnis di bidang permata datang bersama istri barunya. Istri yang sudah dipublikasikan lewat resepsi, namun baru kali ini diajak ke pesta.
Mereka disambut sangat ramah. Banyak kolega bisnis yang mendatangi kedua pasangan ini. Terlebih mereka yang datang tanpa membawa pasangan.
“Wah, Tuan Reyhan sangat pandai memilih istri. Meskipun janda, tapi tak kalah dengan yang masih gadis” puji salah satu rekan bisnisnya membuat Reyhan menahan amarahnya.
__ADS_1
Sialan. Andai ini bukan pesta orang, sudah kuremas mulut lancangnya itu.~ geram Reyhan dalam hati.
Bagas melirik Reyhan yang was-was. Dia sangat tahu ekspresi wajah bosnya itu menahan amarah.
“Istri anda juga tak kalah menarik, Tuan Bagas” pujinya lagi pada Rosa. Bagas menatap koleganya itu tajam sebagaimana Reyhan menatap tajam pula.
“Anda berlebih Tuan. Istri anda pasti juga tak kalah cantik” ucap Risma mencoba mengalihkan topik yang membuatnya risih.
“Hahaha, anda bisa saja Nyonya Rey. Istri saya memang cantik, tapi tetap masih cantikan anda, Nyonya” pria ini sungguh tidak tahu kalau bahaya sedang mengancamnya.
“Bisakah anda berhenti mengagumi istri saya, Tuan Riki yang terhormat” tekan Reyhan memberi peringatan dengan sorot mata yang mengancam. Riki meneguk salivanya dengan susah karena telah membangunkan singa yang tertidur.
“Hahahaha, maaf Tuna Reyhan. Saya hanya mengungkapkan yang sebenarnya” jawabnya berusaha senormal mungkin. Padahal hatinya sudah sangat khawatir.
“Apa perlu saya mendisiplinkan mulut Anda?” tanya Reyhan pelan, namun bagi Riki itu adalah sebuah ancaman.
“Oh, tidak perlu Tuan Reyhan. Maafkan kelancangan saya. Maafkan saya Nyonya Reyhan” Riki langsung pamit setelah meminta maaf. Dari pada dia dipenggal, lebih baik dia menyelamatkan nyawanya.
“Kurang ajar sekali mulutnya berani menggoda istriku” geram Reyhan menahan amarah. Usapan lembut di lengannya yang masih digandeng Risma membuatnya meredam amarahnya. Dia tersenyum lembut pada istrinya dan mengecup keningnya sesaat.
“Terimakasih” ucapnya.
“Sama-sama. Jangan suka terbawa emosi, nanti cepat tua” hibur Risma dan malah membuat Reyhan cemberut.
“Malah cemberut. Nanti kalau Abang terlihat tua, Risma akan cari yang lebih muda” ucap Risma semakin menggoda suaminya.
“Abang ih. Malu tahu” omel Risma. Kini giliran Risma yang mengerucutkan bibirnya.
“Jangan cemberut. Nanti cepat tua. Kalau kamu tua, Abang akan cari yang lebih muda” ucap Reyhan membalikkan apa yang Risma katakan padanya.
“Abang ih, curang. Fotokopi aja” omel Risma lalu keduanya tertawa.
Namun tawanya hilang saat melihat sekelilingnya. Banyak tamu undangan pria yang menatap istrinya memuja. Reyhan benar-benar gerah dengan semua itu. Tak berbeda juga dengan Bagas yang juga tidak suka kalau mereka jadi perhatian.
“Kak, kita segera ke tuan rumah dan langsung pulang setelahnya” ucap Reyhan dan disetujui Bagas.
“Kita langsung memberi selamat sayang. Setelah itu kita pulang” ucap Bagas.
“Nggak makan dulu, Yang?” tanya Rosa dan Bagas menjawab dengan gelengan. Rosa cemberut karena dia merasa lapar. Bagas tahu akan hal itu. Tapi mata lapar para pria membuatnya tidak betah berada lama-lama di sini.
“Kita makan di luar setelah ini. Kamu kangen sama gurame bakar dan nila asam manis kan?” tanya Bagas yang tahu kelemahan istrinya.
“Beneran, Yang?” tanya Rosa semangat.
“He em” jawab Bagas membuat Rosa merasa senang. Malah dia yang kini menarik tangan Bagasagar cepat memberi ucapan pada tuan rumah. Bagas tersenyum simpul dan mengikuti dengan senang hati.
__ADS_1
Dibelakang mereka, ada pasangan Reyhan dan Risma yang juga ingin segara keluar dari pesta.
Flashback selesai. Meskipun nggak nangis darah, tapi bunda berhasil bikin Reyhan naik darah kan? Hahahaha.
Bagas dan Reyhan kembali berpikir bagaimana caranya menbuat perayaan ulang tahun perusahaan, tapi tanpa mengundang kolega bisnis lainnya. Saat mereka masih memikirkan ide, ponsel Reyhan berbunyi. Ternyata Risma yang menghubunginya. Reyhan dengan senang mengangkat panggilan dari istri tercinta. Ternyata Risma hanya ingin memberitahukan bahwa dia dalam perjalanan ke kantor.
“Ada apa Bos?” tanya Bagas.
“Risma mau datang. Atau kita tanyakan saja padanya. Siapa tahu dia punya ide” ucap Reyhan. Bagas setuju saja karena dia juga buntu.
“Kenapa aku jadi bebal begini yah? Nggak bisa menemukan ide” keluh Reyhan.
“Idem” jawab Bagas singkat.
Ck. Gimana itu otak nggak bebal kalau isinya masih berkutat di cemburu saja. Cemburu, cemburu dan cemburu. Yang lain lewat pokoknya. Dan sayangnya, Bunda nikin Risma nggak jadi datang ke perusahaan karena suatu hal. Jadi buat Reyhan dan Bagas, lanjutin mikir sendiri yah, Dua Sayangnya Bunda. Hehehe.
*****
Bund, kenapa ku dibikin nggak bisa mikir sih? Omel Reyhan. protes tuh anak.
Itu salah kamu sendiri Rey. Siapa suruh cemburu terus-terusan sama istri. Harusnya bersyukur istrinya cantik. Bukannya ngedumel terus.
Catik sih memang. Tapi kalau jadi santapan yang lain, nggak rela aku bund. Lha si Bagas ikut-ikutan protes.
Nanti pas ulang tahun perusahaan, bakal bunda bikin istri-istri kalian buluk biar nggak keluar cemburunya.
Kok di buat buluk? Reyhan dan Bagas kompak benar.
Lha katanya nggak mau dibikin cantik?
Ya nggak buluk juga. Malu dong! Reyhan menjawab sambil memberi kode Bagas untuk membantunya.
Itu tahu kalau istrinya nggak cantik malu. Giliran dibikin cantik protes mulu. Bunda bingung maunya kalian apa? Bikin geram kalian ribut soal itu. Pokoknya pas ultah perusahaan Reyhan, bunda bakal bikin istri-istri kalian buluk. No protes.
??????????
*****
Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI
BU NYAI.
Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya. Terimakasih karena sudah bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.
*****
__ADS_1
NEXT
*****