DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG

DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG
DUREN ANTIG VS JANDA ANTIG 5


__ADS_3

Siang hari, puluk setengah satu, duo S sudah pulang dari sekolah. Sedangkan Sila masih nanti pukul tiga karena hari ini dia ada ekskul. Sedangkan anak-anaknya sudah pulang sedari pukul dua belas. Sedangkan Reno sejak pukul sebelas.


“Tuan kecil pasti lelah. Mau bibi bikinkan jus?” tawar Riska menyambut kedatangan majikan kecilnya.


“Boleh bi. Kalau ada apel, aku mau jus apel” jawab Sean yang pecinta apel.


“Ada buah naga bi?” tanya Seno.


“Maaf tuan kecil. Buah naganya habis dari kemarin. Belum belanja lagi” Riska merasa tidak enak.


“Nggak apa-apa bi. Jus jeruk aja kalau begitu”


“Oke. Tuan kecil naik dan beberes sendiri dulu ya?  Nanti bibi bawakan ke atas pesanannya”


“Siap bi”


Riska tersenyum. Duo S itu lebih mudah dijinakkan dari pada si sulung. Mungkin karena usianya lebih dewasa. Terlebih lagi duo S juga sepantaran dengan duo R.


Riska naik ke lantai dua dengan membawa nampan berisi dua gelas jus. Jus apel dan jus jeruk. Riska mengucap salam saat memasuki kamar Sean.


“Ini tuan kecil jusnya” Riska meletakkan di atas meja. Sean yang sedang duduk malas-malasan bangkit. Riska melihat Sean yang belum berganti pakaian hanya menghela napas pasrah. Memang sulit mengubah kebiasaan seseorang. Riska tak habis pikir dengan pengasuh-pengasuh sebelumnya, mengapa kebiasaan sederhana seperti ini harus Riska awali dari nol.


Setelah Sean meneguk setengah jusnya, Riska mendekati Sean.


“Tuan kecil, ganti baju dulu. Biar tas dan bukunya bibi beresin” Sean mengangguk. Riska mengambil tas Sean yang ada di atas kasur dan mengeluarkan isinya. Riska geleng-geleng kepala saat melihat banyak sampah di tas tuan kecilnya. Riska membersihkan tasnya hingga benar-benar bersih agar tidak ada semut yang datang. Riska harus memutar otak agar tuannya ini lebih menjaga kebersihan lagi.


Riska melihat jadwal pelajaran besok untuk menyiapkan buku dan peralatannya. Sejak kemarin, Riska sudah menempel jadwal di dinding samping meja belajar untuk memudahkannya menyiapkan alat-alat tuan dan nona kecilnya. Setelah selesai, Riska menata buku-buku yang dipakai hari ini di tempatnya. Hal yang sama dilakukan Riska di kamar Seno. Kamar Seno lebih rapi dan lebih bersih dibanding Sean. Riska tak perlu banyak menghela napas saat berhadapan dengan Seno.


“Tuan kecil mau istirahat atau makan dulu?” tanya Riska ada Seno.


“Seno lapar bi. Kak Sean gimana?”


“Tuan kecil Sean sudah ada di meja makan. Tadi langsung turun”


“Yang masak siapa?” tanya Seno semangat.


“Yang masak chef. Tapi kalau mau masakan bibi ada, tadi bibi sudah sisihkan, kalau tuan kecil mau”


“Memangnya bibi masak apa?”


“Masak tumis kangkung sama tempe krispi. Anak-anak bibi suka, makannya tadi lahap” cerita Riska.


“Seno mau coba, tapi sedikit dulu”


“Baiklah”


Riska dan Seno sampai di dapur dan sudah ada Sean yang menunggu.

__ADS_1


“Lama sekali sih Sen?” gerutu Sean yang sudah lapar.


“Ya kan memang yang diurus Kak Sean dulu” jawabSeno tak mau kalah.


“Sudah, jangan bertengkar. Nggak baik sesama saudara bertengkar” lerai Riska dan menyiapkan makan untuk dua tuan kecilnya.


Sean makan dengan lahap menu dari chef. Sedangkan Seno makan dengan ragu-ragu masakan Riska. Riska hanya memantau dan sesekali melayani maunya tuan kecil. Seno membulatkan matanya saat tumis kangkung masuk kedalam mulutnya. Dia gigit tempe krispi sebagai lauk menambah cita rasa yang belum pernah dia coba.


“Ini enak bi. Aku mau tambah nanti” seru Seno girang menarik perhatian Sean. Sean melihat isi piring Seno dan mengerutkan keningnya.


“Itu masakan bibi?” tanya Sean tak yakin.


“Iya tuan kecil. Tuan kecil mau?” tanya Riska dengan suara khas lembutnya.


Sean tak menjawab. Piringnya sudah habis dan berjalan menuju ke arah Seno membawa sendok.


“Nyicip dulu” kata Sean menyendok dan memasukkan ke dalam mulut.


“Enak” hanya itu yang Sean katakan.


“Aku mau, tapi kenyang” ucap Sean memelas.


“Hehehe, besok bibi masakain lagi. Tuan kecil mau?”


“Mau. Besok ya? Janji?” Sean memberikan kelingkingnya pada Riska. Riska terkekeh dan menyambut kelingking Sean.


“Janji” ucap Riska penuh keyakinan.


“Besok bibi masak banyak buat semuanya”


“Hore” Sean dan Seno memekik senang. Bahkan Seno sampai melompat saking senangnya. Tak terasa, makanan di piring Seno sudah habis.


“Alhamdulillah” ucap Riska dan diikuti oleh duo S.


“Tuan kecil istirahat dulu ya?” keduanya mengangguk dan naik ke lantai atas. Riska masih belum marajuk keibadah anak asuhnya. Yang terpenting, mereka terkendali terlebih dahulu. Semua memang butuh proses, dan itu yang sedang Riska jalankan.


“Bibi temani sambil membereskan buku tuan kecil yang belum disampul sama bibi”


Riska menyampul dan memberi label pada buku yang hari ini mereka bawa. Setelah semua beres, Riska keluar dengan hati-hati. Baik Sean dan Seno sudah tidur dengan nyenyak, mungkin karena mereka lelah.


Pukul tiga lebih lima belas menit, Sila datang dengan wajah lelahnya. Riska membantu Sila membawa ranselnya.


“Nona capek?”


“Iya bi. Sila mau es sirup rasa leci bi”


“Siap non”

__ADS_1


Dengan menggendong ransel Sila, Riska membuat es sirup seperti yang Sila mau. Seperti yang dilakukan Riska pada Sean dan Seno, hal itu juga dilakukan pada Sila. Ternyata, Sila langsung merebahkan tubuhnya di kasur tanpa melepas sepatunya.


“Non, bangun dulu. Ganti baju dan minum” Riska mengusap lembut lengan Sila.


“Iya bi” Sila menjawab dengan malas.


“Mandi sekalian Non, baru tidur. Sudah makan? Mau bibi bawakan ke sini makannya?”


“Sila mandi dulu aja. Sila makan bekal dari bibi sebelum ekskul tadi. Masih kenyang” kata Sila dan meraih handuknya tanpa meminum esnya terlebih dahulu. Riska menunggu Sila dengan menyiapkan pelajaran untuk besok. Setelah menyampul dan memberi label pelajaran.


“Bibi menyampul dan memberi nama buku-buku Sila?” tanya Sila kagum. Mengapa dia tak terpikirkan untuk melakukan seperti yang Riska lakukan. Jadi tidak perlu repot berkali-kali menarik buku yang dia cari.


“Iya nona. Apa nona suka?” tanya Riska khawatir. Anak asuhnya yang satu ini lebih sulit dijinakkan dari pada kedua saudaranya.


“Bibi bercanda. Ini menakjubkan” teriak Sila dan memeluk Riska.


“Syukurlah kalau nona suka. Bibi sempat khawatir tadi” Riska menghela napasnya lega. Dia tersenyum lembut dan mengusap punggung Sila dengan sayang.


“Makasih bi. Bibi pengasuh terbaik kami. Bibi memperhatikan setiap kebutuhan kami. Bahkan sampai alat-alat belajar kami” Sila mengatakan dengan tulus.


“Bukankah seharusnya memang seperti itu Non?”


“Tidak. Pengasuh sebelumnya tidak begini. Mereka hanya membersihkan kamar dan menyiapkan keperluan kami. Tidak seperti bibi” ucap Sila. Memang seperti itu pengasuh sebelumnya bekerja. Seperti art pada umumnya, hanya saja fokus pada kebutuhan trio S saja.


“Bibi akan terus memperhatikan nona dan tuan kecil. Seperti itu pula bibi memperhatikan anak-anak bibi” Riska memberi janji membuat Sila tersenyum senang.


“Aku suka bibi” bisik Sila dan meninggalkan Riska yang mematung mendengar ungkapan Sila. Saat dia sadar,Sila sudah merebahkan tubuhnya terlentang dengan senyum di wajahnya.


“Nona mau tidur?”


“Iya bi. Aku lelah”


“Kalau begitu, selamat tidur. Nanti bibi bangunkan kalau sudah petang”


“Ok” ucap Sila tanpa mengeluarkan suara. Hanya tanganna yang membentuk huruf O dan mengedipkan matanya nakal. Riska terkekeh dan keluar dari kamar Sila. Tubuhnya juga butuh istirahat. Semua anak asuhnya sudah selesai diurus dan duo S yang sedari nyenyak dalam tidurnya juga belum bangun. Riska masuk ke kamar, ternyata


anaknya sudah bangun dan sedang mengerjakan PR.


“Rindi, bunda mau tidur sebentar. Nanti setengah lima tolong bangunkan bunda ya?” pinta Riska pada anak perempuannya.


“Iya bunda. Bunda istirahat saja. Bira Rindi yang jaga”


“Makasih sayang” Riska mengecup kening Rindi. Dia merebahkan tubuhnya dan tak lama kemudian, napasnya sudah teratur. Mimpi indah Riska!


*****


Ketemu lagi sama bunda di novel DUREN ANTIG. Novel ini selow update seperti novel-novel sebelumnya. Bagi readers baru yang belum membaca novel bunda sebelumnya, boleh dikepoin dengan klik profil dan pilih novel yang ingin dibaca. Ada PERNIKAHAN DADAKAN, OH SUAMIKU dan TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like, Komentar, Vote, Beri Hadiah dan Rating Bintang limanya.  Terimakasih karena sudah  bersedia mampir. Salam sayang dari bunda untuk readers semua.


*****


__ADS_2