God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Jin Xan dan Asura


__ADS_3

Realms Of The Abyss


Ledakan energi yang berasal dari Evil sangatlah kuat dan mencekam. Bahkan Ren Yuu, Feng Xuer dan Dewa Binatang Buas langsung mundur menjauh menjaga jarak karena tau Evil saat ini sangatlah berbahaya.


Di tempat yang sangat jauh, Eon yang merasakan ledakan aura Evil sangat tau bahwa rekannya itu menggunakan cara terakhir untuk melawan musuh.


“Sial! Evil telah menggunakan semua Kutukan pada tubuhnya sendiri! Aku merasakan Dewa Binatang Buas dan seseorang dengan energi spiritual yang sangat kuat berada di sana! Aku tidak menyangka bahwa untuk memeriksa daerah ini saja akan membuat kami kehilangan nyawa!” Batin Eon sangat muram saat ini.


“Ke mana kau melihat?”


Suara Kun-Peng terdengar di belakang Eon yang membuatnya membatu di tempat.


Buak!


“Uhuk..”


Eon pun langsung terpental sangat jauh seperti meteor. Ia paham bahwa situasi mereka saat ini sedang tidak bagus. Bahkan untuk dirinya sendiri pun tidak akan mudah lolos dari Kun-Peng.


“Sial! Jika terus begini..” Eon yang mencoba menyetabilkan tubuhnya pun berpikir banyak hal apa yang harus dilakukan.


“Eon, pergilah, aku akan mencoba untuk hibernasi ke sebuah buku. Temukan Book Of Evil di tempat itu karena kasusku sangat spesial dibandingkan kalian berempat! Bangkitkan aku ketika kau telah menemukan Jin Xan! Jika tidak, kita berdua akan tewas di sini!”


Suara Evil terdengar di kepala Eon yang membuat wajahnya muram. Ia tentu paham bahwa jika dirinya yang tewas, Book Of Eon akan jatuh ke tangan musuh seperti Nether yang jatuh di tangan Chen Fan.


Sementara Evil, dia masih memiliki satu Kutukan lagi yang akan aktif ketika ia menggunakan semua Kutukan kepada tubuhnya, yaitu Book Of Evil akan terlahir di tempat ia menanam Kutukan itu.


Eon sangat paham apa yang direncakan oleh Evil. Ia tidak membalasnya karena takut bahwa pengguna energi spiritual yang merupakan Feng Xuer membaca percakapan mereka.


Tanpa membuang waktu, Eon pun mengeluarkan benda yang diberikan oleh Jin Xan kepadanya.


“Semoga beruntung, Evil! Aku akan membangkitkanmu ketika waktunya tiba!” Gumam Eon dengan wajah muram.


“Apakah kau ingin melakukan sesuatu?” Kun-Peng pun muncul dan ingin menyerang kembali tetapi Eon tetap diam saja yang membuat Kun-Peng bingung.


“Kun-Peng! Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dan kau akan menyesali semuanya karena bekerja sama dengan mereka!” ucap Eon dan langsung menggunakan satu benda yang diberikan oleh Jin Xan. Hanya ada satu hal seperti itu karena itu terhubung dengan Jin Xan di tempat yang sangat jauh. Dia tidak akan bisa membawa dua orang sekaligus dari tempat yang jauh ke tempatnya berada.

__ADS_1


Itulah sebabnya hanya satu dari mereka yang akan lolos dari malapetaka yang mendatangi Eon dan Evil. Dan semenjak semula pun, benda tersebut di pegang oleh Eon.


Krak!


Suara renyah terdengar dan celah Spasial langsung muncul di arah benda yang dihancurkan oleh Eon lalu menyedotnya secara paksa secara langsung.


“Kau ingin kabur? Tidak semudah itu!” Teriak Kun-Peng saat mengarahkan lengannya ke arah celah Spasial.


“Devour!”


Pusaran abu-abu menimpa celah Spasial yang mencoba membawa Eon.


Prang!


Tetapi teknik Kun-Peng langsung dihancurkan begitu saja yang membuat Kun-Peng terkejut.


“Uhuk..” Kun-Peng batuk darah karena ada yang menyerangnya dari dalam celah Spasial itu melalui teknik Devour miliknya.


Zhep!


Keringat dingin menetes di dahi Kun-Peng karena ia tau dengan jelas energi siapa sebelumnya yang menyerangnya dari jarak yang sangat jauh.


“Jin Xan!” ucap Kun-Peng mengepalkan tangannya dengan kuat. Jika ia tidak memutuskan koneksi teknik miliknya sebelumnya dari tubuhnya, sudah pasti ia akan menerima cedera yang jauh lebih berat.


**


Jalan Asura


Jin Xan saat ini hanya menatap ke arah yang sangat jauh dengan senyum kecil di wajahnya.


Celah Spasial perlahan terbuka dan Eon keluar dari dalamnya.


Blug!


Eon terjatuh dengan wajah sedikit pucat dan terengah-engah.

__ADS_1


“Tampaknya kalian mengalami kesulitan.” ucap Jin Xan acuh tak acuh.


“Maafkan kami.” Eon buru-buru berbicara.


“Tidak masalah sama sekali. Aku juga tidak menyangka bahwa mereka akan menyerang, tanpa kau mengatakan pun, aku melihat semuanya darimu karena ada segel ku berada di dalam tubuhmu. Abaikan mereka saat ini, aku akan membangkitkan Evil tidak lama lagi jika Book Of Evil memang terlahir di tempat itu. Saat ini, kita harus melawan sesuatu yang lebih merepotkan.” ucap Jin Xan dengan senyum kecil diwajahnya.


“Bukankah begitu, Asura?” Tanya Jin Xan kepada sosok yang tidak jauh darinya.


Eon membatu mendengarnya dan langsung menatap ke arah lain. Keringat dingin bercucuran di punggungnya saat menatap satu pria yang mendekati usia paruh baya dengan sebuah pedang berwarna merah kehitaman di tangannya.


“Apa yang membawamu ke tempat ini, Jin Xan? Apa kau ingin mati?” Asura pun bertanya dan mengabaikan Eon. Auranya sedikit bocor yang membuat tempat tersebut bergetar sedikit.


“Lama tidak bertemu, Asura. Sepertinya kau sehat-sehat saja. Apakah kau berencana merobek ruang ke Alam Dunia Lain dan membawa Han Guan? Aku tentu tau kerja sama kalian berdua. Biar ku beritahu satu hal kepadamu, jangan terlalu mempercayai mereka.” ucap Jin Xan santai dengan senyum di wajahnya.


Kerutan muncul di wajah Asura. “Kenapa aku harus mempercayaimu? Kau adalah makhluk asing. Keberadaanmu tidak terkait dengan Nine Realms bahkan sebelum Nine Realms tercipta. Dari mana asalmu? Apa tujuanmu?”


Jin Xan tersenyum tidak menjawab. Ia menaruh kedua tangannya di belakang punggungnya lalu menatap ke arah lain.


“Tempatku berasal? Aku juga tidak tau. Kami terdampar di tempat kalian karena kesalahan yang aku buat. Namun, satu hal yang perlu kau ketahui Asura, semesta tidak terbatas sama sekali. Ketika kau mencapai Tier Beyond True God seperti Absolute Dragon God, kau akan paham bahwa semesta ini sangat kecil.” ucap Jin Xan.


“Sangat disayangkan bahwa Absolute Dragon God tewas sebelum berhasil melakukan hal terakhir untuk dirinya sendiri. Harus kuakui bahwa Absolute Dragon God itu memang berbeda dari yang lainnya, tetapi yang tidak terduga adalah kalian semua mampu mengalahkannya walaupun dengan harga yang mahal.” Lanjut Jin Xan.


Mata Asura memerah mendengarnya dan auranya hendak meledak besar. Ia tentu tau bahwa bajingan di depannya lah yang menyebabkan semua malapetaka terjadi.


“Aku datang ke tempat ini ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. Dan ini terkait dengan penyebab makhluk di semesta ini tidak mampu mencapai Tier Beyond True God.” Lanjut Jin Xan lagi.


Asura tetap diam. Tentu makhluk sepertinya yang telah hidup cukup lama mengetahui informasi tentang level puncak jalan kultivasi, yaitu Tier Beyond True God.


“Itu berkaitan dengan Makam Para Dewa! Di tempat itulah semua jawaban yang kalian cari.” ucap Jin Xan.


Mata Asura melebar mendengarnya dan amarahnya semakin memuncak. “Jin Xan, tampaknya aku harus memusnahkan mu saat ini karena kau mengetahui keberadaan Makam Para Dewa!”


Asura pun menunjukkan pedangnya ke arah Jin Xan dan auranya meledak. Aura dahsyat tersebut membuat jalan Asura bergetar keras yang membuat semua makhluk hidup di dalam sana terkejut.


Jin Xan menaikkan sudut bibirnya saat ini. Ia paham bahwa dirinya tidak akan bisa pergi tanpa meninggalkan sedikit cedera ketika berhadapan dengan sosok seperti Asura.

__ADS_1


__ADS_2