God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Kehancuran Nine Realms


__ADS_3

Realms Of The God's telah musnah sepenuhnya dan hanya menyisakan satu dunia saja. Dunia itu begitu unik sehingga bahkan untuk Ren Yuu pun tidak mampu menghancurkannya dengan mudah. Ia saat ini bertanya-tanya apa sebenarnya dunia tersebut.


Namun hal itu tidak dapat Ren Yuu pikirkan saat ini karena adanya musuh yang harus dikalahkan.


“Ren Yuu! Kau saat ini sedang kelelahan, gunakan energi dari Menara Kegelapan. Itu pasti cukup untuk memulihkan energimu beberapa kali.” ucap Ruby saat mengendalikan Menara Kegelapan.


“Ya.” Ren Yuu mengangguk kecil dan tentu saja setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ruby. Jika ia memaksakan diri untuk bertarung saat ini, ia kemungkinan besar akan kalah.


Untuk menghancurkan Nine Realms, itu bukan pekerjaan sulit. Tetapi untuk melahapnya adalah sesuatu yang berbeda, dibutuhkan energi yang jauh lebih besar untuk memindahkan semua yang ada di Nine Realms ke dalam Menara Kegelapan serta mengubahnya menjadi bentuk energi yang cocok untuk dirinya sendiri.


Energi dari Menara Kegelapan pun perlahan memasuki tubuh Ren Yuu. Pemulihan kekuatannya bisa dikatakan lumayan cepat.


Mungkin dalam waktu kurang dari lima menit, ia akan kembali ke kondisi puncaknya. Untuk saat ini, ia bahkan hampir tidak memiliki kekuatan untuk melakukan teknik yang sama satu kali lagi.


Ruby yang menatap Ren Yuu memulihkan kekuatannya pun tetap berjaga-jaga. Ia tentu akan terus mengawasi Dewa Pencipta apakah dia datang atau tidak ke tempat mereka berada saat ini.


**


Realms Of The Abyss


Saat ini terlihat Dewa Pencipta yang berada di Alam Dewa Abyssal sedang berlutut terengah-engah. Kekuatannya masih kuat, tetapi luka yang ia terima ketika Realms Of The God's jauh lebih parah dari pada luka-luka saat Realms lain dihancurkan.


“Aku tidak menyangka bahwa dia bahkan mampu memusnahkan Realms Of The God's dalam waktu singkat! Tidak lama lagi, karena Realms Of The Abyss masih ada, aku akan terhindar dari kematian!” Batin Dewa Pencipta dengan wajah pucat. Saat ini terlihat tubuhnya sudah sedikit tua tetapi perlahan-lahan pulih karena menyerap energi yang begitu besar dari inti Realms Of The Abyss.


Dewa Pencipta dapat melacak bahwa Ren Yuu saat ini sedang dalam kondisi kelelahan. Tetapi ia sama sekali tidak mau mengambil resiko menyerang karena adanya Ruby di tempat itu. Dengan luka-luka yang ia miliki, bahkan untuk Ruby mungkin bisa menghabisinya. Jadi, ia tidak punya pilihan lain selain memulihkan tubuhnya lebih dulu agar melawan Ren Yuu sekali lagi.

__ADS_1


Waktu yang dibutuhkan oleh Dewa Pencipta untuk melahap Inti Realms Of The Abyss hanya sekitar tidak menit saja. Ia tentu tau bagaimana cara Pemulihan menggunakan Menara Kegelapan di level kekuatan yang dimiliki oleh Ren Yuu sehingga dirinya tidak segan untuk melakukan penyerapan.


Tidak lama kemudian, tubuh Dewa Pencipta tampak hampir kembali ke kondisinya yang semula.


Krak! Krak! Krak!


Alam Dewa Abyssal memiliki banyak retakan di seluruh permukaannya seperti jarang laba-laba.


“Tempat ini akan segera hancur!” Batin Dewa Pencipta dan langsung menghilang dalam sekejap ke ruang hampa.


Ketika ia muncul di ruang hampa, ia juga langsung menyerap semua Vitalis yang ada di Realms Of The Abyss untuk memulihkan luka-lukanya lebih banyak lagi.


Duar!


Alam Dewa Abyssal pun meledak dalam sekejap. Dewa Pencipta sama sekali tidak peduli tentang hal itu dan fokus untuk menyembuhkan dirinya.


Tidak lama kemudian, Dewa Pencipta tampak memasang wajah yang sangat gelap karena tubuhnya hanya pulih sekitar 60% saja. Ia pun menatap ke arah tertentu dan langsung merobek ruang lalu masuk ke dalam.


**


Di ruang hampa yang sangat kosong, saat ini terlihat Ren Yuu yang masih memulihkan energi miliknya. Alisnya sedikit bergerak karena merasakan kekuatan yang teramat luar biasa besar sedang mendekat.


Bahkan Ruby langsung waspada saat ini karena tentu tau bahwa seseorang yang sedang mendekat itu adalah Dewa Pencipta.


Ketika Dewa Pencipta sedang bergerak ke arah tempat Ren Yuu berada, matanya menyipit ketika melihat ke tempat tertentu.

__ADS_1


“Tempat itu..” Batin Dewa Pencipta karena tidak menyangka bahwa akan ada sebuah Dimensi yang memiliki ukuran seluas Realms Of The Chaos.


Karena kebutuhan energi saat ini, Dewa Pencipta pun langsung mengubah arahnya ke Dimensi tersebut yang merupakan Jalan Asura.


Ketika Ren Yuu merasakan bahwa Dewa Pencipta bergerak ke arah Jalan Asura, wajahnya semakin muram. Ia pun langsung membuka matanya dan membuka lubang kegelapan.


Ruby tentu paham tempat apa Jalan Asura yang di tuju oleh Dewa Pencipta. Di sana masih banyak keluarga Ren Yuu berada sehingga Ren Yuu pasti akan langsung menghentikan proses pemulihan.


Dewa Pencipta yang merasakan kehadiran Ren Yuu sudah sangat dekat dengannya pun paham bahwa dia mencoba menghentikannya mencapai Jalan Asura.


“Tampaknya dia menghentikan proses pemulihan. Jika seperti itu, tempat itu tidak penting lagi karena tidak akan dapat memulihkan banyak luka-lukaku!” Batin Dewa Pencipta dan langsung berhenti di jalurnya.


Karena Ren Yuu datang mencoba untuk menghalanginya, ia tentu tau bahwa Ren Yuu memiliki seseorang yang penting di dalam sana. Namun, ia sama sekali tidak peduli, walaupun mungkin dirinya egois dan memiliki tujuan tinggi yang harus dicapai, ia tidak akan menunduk serendah itu untuk menangkap seseorang lalu mengancamnya.


Jika tidak, sedari awal Dewa Pencipta pasti akan menangkap salah satu anggota keluarga Ren Yuu.


Musuhnya hanyalah Ren Yuu dan Wu Qiu. Tetapi, jika ada yang ikut campur, ia tidak akan segan membunuhnya. Itulah ketika Feng Xuer mencoba ikut campur sehingga ia pernah ingin membunuhnya. Namun, untuk membuat sandera, ia tidak akan pernah mau karena masih ingat tentang sosok tertentu yaitu Celestial Emperor yang pernah melakukan hal seperti itu ketika mereka bertarung.


Oleh karena itu, Dewa Pencipta menganggap siapapun yang melakukan hal itu adalah sampah sebenarnya. Makhluk puncak tidak akan pernah menggunakan cara kekanak-kanakan untuk meraih kemenangan. Ia bukankah Jin Xan yang sangat hobi melakukan hal seperti itu.


Dewa Pencipta memang sangat ambisius, mungkin ia akan membunuh putra dan putrinya tetapi itu karena mereka mengkhianatinya.


Lubang kegelapan perlahan terbuka lebar dan Ren Yuu bersama dengan Ruby keluar perlahan. Keduanya saat ini masih bingung kenapa Dewa Pencipta tidak terus bergerak ke arah Jalan Asura.


“Tampaknya kau tidak pulih sepenuhnya! Jika seperti itu, maka waktunya bagimu mati!” ucap Dewa Pencipta saat mengerahkan semua kekuatannya.

__ADS_1


“Lukamu juga tampaknya tidak pulih sepenuhnya! Karena itu, aku akan menghabisimu di sini sekarang juga!” Balas Ren Yuu saat memegang Bloody Mist Sword di tangan kiri dan Primordial Holy Sword di tangan kanannya.


__ADS_2