God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Kematian Sheng Mei


__ADS_3

Dimensional Life


Blug!


Ketika menatap adegan tersebut, Sheng Qi'er pun berlutut di tanah dan meneteskan air matanya. Ia tentu tau bahwa kejadian seperti ini akan terjadi karena Ratunya Sheng Mei telah mengatakan bahwa dia meramalkan dirinya tewas dalam pertarungan yang tidak akan lama lagi terjadi ketika mereka masih belum memasuki Makam Para Dewa.


Sheng Qi'er selalu mengatakan bahwa ia akan ikut jika Sheng Mei mati tetapi Sheng Mei menolaknya dengan keras. Bahkan ketika Sheng Qi'er berkata bahwa tidak masuk ke Makam Para Dewa agar menghindari malapetaka yang tidak tau kapan tepatnya terjadi, Sheng Mei tetap menolak karena itu berkaitan dengan kehidupan putranya juga.


Oleh karena itu, Sheng Qi'er hanya bisa patuh pada perintah dan ia juga memiliki misi lainnya yang harus diselesaikan, yaitu menjaga Tuan Mudanya sampai bangkit dari hibernasi. Ia tentu akan melaksanakan tugasnya walaupun ia tidak menyangka bahwa akan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Ratunya akan tewas di tikam oleh Dewa Pencipta.


Sheng Mei mengatakan dahulu bahwa jika itu terjadi, jangan balas dendam karena itu bukan tugasnya. Tetapi tugasnya adalah menjaga tempat putranya berada.


Feng Xuer, Hao Yue, Xia Qingyue, Kun-Peng dan bahkan Mythical Ancient Dragon God yang menyaksikan itu terkejut. Awalnya mereka semua mencoba untuk merobek Dimensional Life agar dapat membantu Ren Yuu tetapi tempat itu dikunci sangat rapat sehingga mereka tidak dapat keluar sama sekali.


Dan hanya Sheng Mei dengan garis darah Clan Jin yang mampu keluar menggunakan teknik teleportasi miliknya.


Semuanya diam dan menatap ke arah Sheng Qi'er yang berteriak frustasi karena tau bahwa akhir dari Ratunya akan tiba tetapi ia selalu ingat akan misi yang diberikan kepadanya sehingga ia hanya bisa berteriak sekuat tenaga bercampur dengan kesedihan yang tidak bisa diungkapkan.


**


“Kau..” Mata Dewa Pencipta melebar ketika melihat Sheng Mei yang memuntahkan seteguk darah dan menatapnya dengan dingin.


Alasan Sheng Mei membenci Dewa Pencipta tentu saja karena ada masa di mana ia meramalkan bahwa Dewa Pencipta akan menghancurkan dunia tempat putranya berada dan itu adalah hal yang ingin ia cegah. Dan kemenangan hanya akan bisa didapatkan melalui Ren Yuu. Itulah yang ia lihat ketika meramal masa depan.


“Enyahlah!” ucap Sheng Mei dingin saat mengarahkan telapak tangannya ke arah Dewa Pencipta. Ia menggunakan kekuatan terakhir yang ia miliki sebagai pemilik garis darah Celestial Empress.


Dung!


Di telapak tangan Sheng Mei, kekuatan Waktu dan Takdir bercampur dengan Samsara tampak berputar-putar lalu ledakan berupa gelombang kejut pun langsung terjadi dan menelan Dewa Pencipta.

__ADS_1


Wusssh!


“Sialan!” Teriak Dewa Pencipta saat merasakan tubuhnya di gerogoti oleh kekuatan yang merupakan milik Celestial Empress di masa lalu. Ia pun langsung di bawa ke tempat yang sangat jauh dari tempat Sheng Mei berada.


“Uhuk..” Sheng Mei sekali lagi memuntahkan seteguk darah karena jantungnya telah hancur. Tentu itu adalah sebuah kematian. Pandangannya perlahan buram. Ia mencoba untuk menyembuhkan jantungnya tetapi itu tidak mungkin sama sekali walaupun misalnya ia memiliki teknik penyembuhan super tinggi.


Ren Yuu pun menangkap Sheng Mei dan menatap wanita itu dengan tatapan rumit karena tidak tau mengapa Sheng Mei melakukan semua itu.


“Kenapa? Kenapa kau mencoba melindungiku? Aku tau sebelumnya kau meninggalkan sumber jiwa kecil namun sangat kuat di tubuhku agar aku selamat. Tetapi, untuk membiarkan dirimu melindungiku sampai terbunuh, itu adalah hal yang tidak aku mengerti sama sekali.” ucap Ren Yuu dengan nada yang sangat rumit.


Wajah Sheng Mei tetap dingin ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ren Yuu. Ketika pandangannya hampir saja lenyap, ia pun berbicara dengan susah payah, “Dunia.. yang aku maksud.. sebelumnya.. adalah tempat Jie’er berada.. tolong lindungi putraku hingga.. dia pulih.. aku mohon pada-mu..”


Setelah mengatakan itu, Sheng Mei pun menutup matanya dan nafasnya pun lenyap sepenuhnya.


Dung!


Energi misterius meledak ke segala arah dan tubuh Sheng Mei berubah menjadi bintik-bintik cahaya lalu menghilang sepenuhnya.


Energi spiritual Ren Yuu menyapu seluruh dunia tersebut lalu melewati Pohon Raksasa yang menjadi penopang dunia tersebut. Di bagian bawah dekat dengan akar pohon, Ren Yuu melihat dengan energi Spiritualnya ada satu sosok bayi yang sedang berada di dalam gelembung transparan dan menyerap kekuatan hidup Pohon Raksasa tersebut hanya untuk bertahan hidup.


Tubuh Ren Yuu menegang seketika karena tentu akan dapat merasakan garis darah sosok mungil yang sangat rapuh tersebut.


Darah yang mengalir di dalam tubuh sosok mungil itu terdiri dari garis darahnya dan garis darah Sheng Mei yang baru saja ia rasakan ketika Sheng Mei menggunakan kekuatan terakhirnya untuk menghempaskan Dewa Pencipta.


“Tidak...” ucap Ren Yuu dengan tubuh gemetaran karena tau bahwa dirinya telah membuat kesalahan karena tidak bertanya tentang keberadaan sosok itu sedari awal kepada Sheng Mei. Ia tentu ingat tentang ketika Sheng Mei secara diam-diam membantunya sewaktu pertama kali keluar dari Dimensional Life agar tidak dilacak oleh Jin Xan.


Dan saat ini, sosok yang ia yakini sebagai putranya dengan Sheng Mei akan tumbuh tanpa kehadiran ibunya. Ia tentu ingat bagaimana perasaannya dahulu ketika tumbuh tanpa orangtuanya dan itu sungguh menyakitkan.


Mengingat semua itu dan mengetahui bagaimana nasib putra mereka yang dipanggil Sheng Mei sebagai Jie’er, membuat Ren Yuu tidak dapat mengendalikan emosinya. Sebab, ia tidak akan membuat keturunannya mengalami nasib yang sama dengan dirinya dahulu.

__ADS_1


“Sialan!”


“Sialan!”


“Sialan!”


“Aku akan menghabisimu!” Teriak Ren Yuu sekuat tenaga saat dirinya mengaktifkan skill Dragon Fury.


“Aaaaaaaaa!”


Hal seperti itu adalah apa yang tidak bisa ia terima sama sekali. Saat ini ia begitu sedih karena ia tau bahwa Sheng Mei menanggung semua beban itu seorang diri.


Teriakan Ren Yuu menggema ke tempat yang sangat jauh. Saat ia berteriak, air mata darah juga menetes dari matanya.


Bahkan untuk Ruby yang dekat dengan Ren Yuu terkejut dan menjaga jarak karena dari tubuh Ren Yuu saat ini terpancar aura luar biasa kuat yang terus tumbuh setiap detiknya.


Untuk mengaktifkan Dragon Fury, seseorang yang memiliki darah naga di nadinya harus mengalami kehilangan ataupun kemarahan yang begitu besar. Dan saat ini Ren Yuu mengalami keduanya sehingga teknik Dragon Fury yang hampir tidak dapat diaktifkan oleh semua naga muncul sekali lagi.


Dewa Pencipta yang menyetabilkan tubuhnya pun melebarkan matanya saat melihat kekuatan Ren Yuu yang tumbuh setiap detiknya. Tubuhnya gemetaran karena tau bahwa jika kekuatan Ren Yuu tumbuh lebih besar, ia pasti bukan menjadi tandingan Ren Yuu.


“Aku harus membunuhnya sebelum semuanya terlambat!” Batin Dewa Pencipta. Tetapi ketika ia hendak bergerak, pengalang yang terus melebar pun membuatnya terhenti.


“Ini.. apakah mungkin dia menggunakan kekuatan lantai Kesembilan Menara Kegelapan tanpa sadar?” Batin Dewa Pencipta dan tau bahwa situasi saat ini tidak memihak kepadanya lagi.


Dewa Pencipta sebagai pencipta Menara Kegelapan tentu sangat tau apa fungsi dari lantai kesembilan. Bahkan ia sendiri tidak bisa mengeluarkan kemampuan penuh lantai Kesembilan Menara Kegelapan. Ia hanya bisa mengeluarkan sedikit kekuatannya, itu adalah Artefak Surgawi yang paling sempurna yang pernah muncul di Tubuh Galaxy, bahkan sebagai pencipta, ia tidak dapat mengendalikannya.


Drrrrtttt!


Ruang hampa dalam radius yang sangat luar bahkan lebih luas dari Nine Realms sebelum musnah sangatlah kacau. Retakan terjadi di mana-mana ketika kekuatan dahsyat yang terpancar dari tubuh Ren Yuu terus bertambah besar dan tidak dapat ditanggung oleh Ruang Hampa yang sangat lemah tersebut, tidak seperti Ruang Hampa yang ada di Tujuh Galaxy.

__ADS_1


Mata Dewa Pencipta semakin melebar ketika merasakan bahwa Ren Yuu telah menerobos begitu saja.


“Tier God King Mid... Tidak, itu terus bertambah besar!” Tubuh Dewa Pencipta semakin gelisah karena tidak mengerti bagaimana bisa kekuatan Ren Yuu terus bertambah besar.


__ADS_2