
Jalan Asura
“Siapa dia?” Tanya Ren Douzi penasaran.
“Wu Qiu..”
Ren Douzi terdiam karena ia sama sekali tidak kenal dengan Wu Qiu walaupun ia tau yang mana orangnya. Ia juga telah mendengar cerita tentang Wu Qiu dari keluarganya karena dia adalah sosok terkuat saat ini setelah Ren Yuu di Jalan Asura.
Tetapi Wu Qiu saat ini masih tertidur karena kehilangan kekuatannya. Dia harus hibernasi dalam waktu paling cepat setidaknya dua tahun agar dia siuman. Dan untuk memulihkan kekuatannya hilang, dibutuhkan sumber daya yang besar dan itu memakan waktu ribuan tahun agar pulih ke keadaan semula.
“Karena kakak sedang tertidur saat ini, maka aku akan datang ke tempat Sheng Qi'er berada terlebih dahulu. Aku pergi ayah.” ucap Ren Yuu saat dirinya langsung menghilang dalam sekejap.
Ren Douzi hanya diam di tempat untuk beberapa saat. Ia bahwa putranya itu sangatlah sibuk setiap saat apalagi saat ini ada kejadian seperti itu yang berkaitan dengan cucunya Ren Jie serta ibunya Sheng Mei yang telah tewas.
Tidak lama kemudian, Feng Xuer muncul di samping Ren Douzi.
“Di mana Yuu'er?” Tanya Feng Xuer penasaran.
Ren Douzi menghela nafas panjang lalu menceritakan apa yang diceritakan oleh putranya kepadanya sebelumnya.
Mendengar itu, Feng Xuer juga merasa sedih dan sangat ingin melihat cucunya yang sedang hibernasi dan bisa dipastikan itu akan memakan waktu yang sangat lama.
Keduanya pun mengobrol sebentar lalu kembali ke kota Asyura untuk memberitahu apa yang sedang terjadi kepada keluarga mereka.
**
Dunia Tanpa Nama
Ren Yuu muncul dalam sekejap di atas dunia tersebut dan langsung bergerak ke arah dalam. Ia saat ini tidak mengerti dari mana dunia itu tercipta dan dari apa terbuat karena ia sendiri ragu bahwa dirinya bisa memusnahkan dunia itu dalam waktu singkat.
“Apa yang membawamu kemari?” Tanya Sheng Qi'er yang masih duduk bersila ketika merasakan keberadaan Ren Yuu yang tiba-tiba muncul di dekatnya.
__ADS_1
“Aku ingin mengetahui semua tentang Tubuh Galaxy! Di tempat itulah Sheng Mei kemungkinan berada!” jawab Ren Yuu.
Mata Sheng Qi'er pun terbuka dan perlahan berdiri lalu menatap ke arah Ren Yuu dengan tatapan dingin.
“Ketika kau masuk ke Tujuh Galaxy, kau akan langsung terbunuh! Ini adalah hukum mutlak yang dimiliki oleh Celestial Emperor! Kecuali kau mengubah energi mendalam milikmu menjadi qi agar tidak di deteksi oleh Celestial Emperor!” ucap Sheng Qi'er. Ia tentu sudah menebak bahwa Ratunya akan berada di Tujuh Galaxy. Tetapi ia lebih memilih untuk mematuhi perintah karena itu terkait dengan nyawa Tuan Mudanya.
“Qi?” Gumam Ren Yuu saat mengeluarkan energinya di telapak tangannya. Memang benar bahwa ada kekuatan misterius yang tampak menyatu dengan energi mendalam dan itu pastilah qi yang dikatakan oleh Sheng Qi'er.
“Jika kau memiliki sedikit saja energi mendalam ditubuhmu, Celestial Emperor pasti akan dapat melacaknya karena kau termasuk dalam kategori orang luar yang ditolak oleh hukum yang dimiliki oleh Tujuh Galaxy. Walaupun kekuatanmu saat ini sangat kuat, dihadapan Celestial Emperor itu hanyalah seperti kekuatan pengawalnya yang menjaga gerbang istananya!” ucap Sheng Qi'er yang membuat wajah Ren Yuu berkedut keras.
“Apakah tingkat kekuatan seperti ini hanya sebagai penjaga gerbang di tempat Celestial Emperor berada?” Batin Ren Yuu dan tidak tau harus tertawa atau menangis ketika mendengarnya.
Sebelum Ren Yuu bertanya, Sheng Qi'er melanjutkan, “Jika kau mencari cara mengubah energi mendalam milikmu menjadi qi, maka kau datang ke tempat yang salah karena aku sama sekali tidak mengetahui caranya. Seharusnya kau tau siapa seseorang yang dapat melakukannya dan dia juga tau cara pergi ke sana.” Setelah mengatakan itu, Sheng Qi'er berbalik dan kemudian duduk bersila lalu menutup matanya kembali.
Ren Yuu menghela nafas panjang karena sudah menduga hal seperti ini akan menjadi jawaban dari Sheng Qi'er. Ia pun kembali menatap ke arah putranya yang masih hibernasi dengan tatapan rumit sekali lagi.
Karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk saat ini, Ren Yuu pun pergi dari dunia tersebut dan kembali ke Jalan Asura menunggu Wu Qiu untuk sadar karena hanya itu jalan satu-satunya.
Tidak lama kemudian, Ren Yuu pun tiba di tempat Dewa Pencipta terbunuh. Ia tidak dapat melihat penghalang yang awalnya ditabrak oleh Dewa Pencipta.
Sraing!
Ren Yuu mengayunkan pedangnya lalu pedang itu menabrak sesuatu. Tidak ada reaksi apa-apa karena penghalang itu sangat kuat.
“Walaupun mungkin jutaan kultivator setingkat diriku mencoba mendobrak pengalang ini, itu tidak akan mengahasilkan efek apa-apa.” Ren Yuu menggelengkan kepalanya karena tau bahwa percuma untuk mendobraknya.
Tatapan Ren Yuu kembali ke arah tertentu karena merasakan pergerakan energi khusus yang terasa sangat aneh di seluruh tempat yang dulunya Nine Realms. Tetapi tiba-tiba aura aneh itu lenyap seketika seolah-olah tidak pernah ada sama sekali.
Ren Yuu mencoba melacaknya karena tidak mungkin ada yang bisa menghindar dari pelacakannya di ruang hampa tempat Nine Realms berada sebelumnya.
“Hm? Apakah itu hanya perasaanku saja?” Batin Ren Yuu dengan gelengan kepala. Ia pun langsung pergi ke arah Jalan Asura berada karena memikirkan tentang cara untuk menciptakan kembali Nine Realms.
__ADS_1
**
Wusssh!
Di ruang hampa tertentu, terlihat aura yang bergerak ke penghalang bagian lain yang melindungi Nine Realms dari serangan makhluk luar khususnya makhluk yang berada dari Tujuh Galaxy.
Aura tersebut berputar-putar lalu keluar dari wilayah Nine Realms menuju suatu tempat.
Dalam waktu beberapa bulan, aura tersebut pun tiba di suatu semesta yang diisi oleh energi spiritual yang sangat kuat. Pergerakan aura aneh itupun sangatlah cepat sehingga bahkan Ren Yuu tidak dapat melacaknya sama sekali. Jika saja Ren Yuu lebih kuat lagi, mungkin dia akan dapat merasakannya dan mencoba menangkap apa sebenarnya hal tersebut.
Aura tersebut pun memasuki sebuah dunia yang sangat tidak enak untuk dilihat karena di tempat tersebut perang sering terjadi.
Wusssh!
Aura tersebut tampak melahap aura lainnya yang melayang di udara lalu di tempat tertentu di dunia tersebut, aura tersebut berkumpul menjadi satu dan membentuk sosok gadis kecil yang tampak berusia sekitar empat tahun.
Gadis kecil yang tidak menggunakan busana itupun melihat sekelilingnya dengan tatapan heran karena tidak tau ia di mana saat ini.
Tetapi di kepalanya, terlihat gambar-gambar aneh, dan itu adalah sosok pria berambut putih yang melenyapkan banyak makhluk, dan semua makhluk itu mengutuk keberadaan pria berambut putih dalam kematian mereka dan pria tersebut tidak lain adalah Ren Yuu.
Aura kematian yang terakumulasi dari semua makhluk tersebut dan rasa amarah dari mereka pun membentuk sosok baru dari jiwa-jiwa yang binasa.
Gadis kecil tersebut sedikit bingung awalnya dan mencoba mengingat Ren Yuu yang ia lewati sebelumnya ketika keluar dari wilayah Nine Realms.
“Ayah?” Gumam sosok mungil tersebut sambil memiringkan kepalanya. Tentu seseorang yang pertama kali ia lihat akan ia anggap sebagai ayah.
“Um.. aku paham, ayah sangat suka dengan pembantaian dan kematian, maka aku juga akan melakukan hal yang sama.” Gadis kecil itu mengangguk kecil dan senyum kejam muncul di wajahnya saat memeriksa semua makhluk yang ada di dunia tersebut.
Dan Ren Yuu tidak tau bahwa dia secara tidak sadar telah membentuk makhluk tidak dikenal yang sangat menyukai pembantaian hanya untuk melihat kematian mereka.
Arc 12 End
__ADS_1