God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Pemulihan


__ADS_3

Realms Of The God's


Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Sheng Mei menatap ke arah bayi yang merupakan putranya tersebut yang telah menutup kembali matanya.


Sheng Mei perlahan berbalik dan menatap ke arah langit. “Ayo kita pergi. Tidak sampai dua ratus tahun lagi, Makam Para Dewa akan dibuka. Kita harus meningkatkan kekuatan terlebih dahulu sebelum masuk ke sana. Aku telah mendeteksi beberapa Dewa zaman kuno yang hibernasi di sekitar tempat itu menunggu Makam Para Dewa untuk dibuka.”


Sheng Qi'er terdiam dan menatap ke arah sosok bayi yang ada di sebuah gelembung aneh yang terus menyerap kekuatan hidup dari pohon raksasa tersebut. Ia paham bahwa jika bayi tersebut dikeluarkan dari gelembung tersebut, maka dia akan mati seketika.


Melihat bayi mungil yang sangat rapuh tersebut, Sheng Qi'er tidak tau harus berkata apa. Ia tentu tau bagaimana mengerikannya bayi tersebut jika tumbuh dewasa. Awalnya Ratunya berniat untuk melatih bayi tersebut tetapi semuanya telah berubah karena perasaan seorang ibu ke anaknya.


“Dia memiliki empat garis darah yang berbeda di dalam tubuhnya. Tidak pernah ada kejadian seperti ini terjadi.” Batin Sheng Qi'er. Ia adalah yang membantu Ratunya melahirkan sehingga ia tau dengan pasti seperti apa kuatnya garis darah bayi mungil tersebut.


Dua garis darah terbesar berasal dari Ren Yuu dan Sheng Mei. Sementara dua lainnya adalah garis darah Manusia dan garis darah Celestial Phoenix. Meskipun keduanya tidak terlalu berpengaruh, tentu kedua garis darah kecil itu memiliki fungsi yaitu mempertahankan tubuh manusia bayi tersebut dan mempercepat proses penyembuhan tubuhnya.


“Qi'er.. ayo pergi.” Sheng Mei perlahan melayang ke arah tertentu dan Sheng Qi'er hanya mengangguk kecil lalu mengikuti Ratunya.


Sheng Mei melihat sekilas ke arah bayi tersebut yang tampak tertidur dengan tenang. Banyak emosi yang terlihat dimatanya tetapi ia menahannya lalu melesat dengan kecepatan super tinggi keluar dari dunia tersebut bersama dengan Sheng Qi'er.


**


Realms Of The Chaos


Sudah seminggu semenjak pertarungan antara Ren Yuu dan Nan Bei Yun terjadi. Realms Of The Chaos saat ini tidak memiliki makhluk hidup lagi dan hampir semua planet yang ada di sana tampak hendak mati kecuali untuk tiga dunia yang merupakan Inti Realms Of The Chaos.


Iblis Darah selalu memegang Bloody Mist Sword dan menaruhnya di pundaknya. Tatapannya selalu tertuju pada Han Zhiya yang tampak tidak mau pergi sama sekali.


“Kenapa kau menatapku seperti itu sepanjang waktu?” Han Zhiya yang sudah tidak sabar lagi karena tampak diawasi pun memasang wajah yang sangat gelap menatap ke arah Iblis Darah.

__ADS_1


“Hm? Tanyalah pada dirimu sendiri!” Dengus Iblis Darah.


Han Zhiya sangat ingin menampar Iblis Darah tersebut hingga menjadi bubur tetapi ia tetap menahannya.


“Ugh..” Ren Yuu yang sudah tidak sadarkan diri selama seminggu pun membuka matanya dengan susah payah. Ia merasakan tubuhnya sangat berat, luka-lukanya sangatlah serius kali ini.


“Akhirnya kau sadar juga.” Iblis Darah pun berbicara dan sedikit lega menatap ke arah Ren Yuu.


“Berapa lama?” Tanya Ren Yuu dengan nada yang sangat lelah. Tubuhnya sangat sulit digerakkan saat ini yang membuatnya sedikit muram.


“Sudah seminggu. Jadi, apa yang akan kau lakukan dengan Menara Kegelapan serta Ruby?” Tanya Han Zhiya menjawab pertanyaan Ren Yuu.


Ren Yuu menatap ke arah Han Zhiya dengan seksama dan bingung kenapa wanita itu terus mengikutinya.


“Aku belum memikirkannya. Saat ini yang paling penting adalah memulihkan kondisiku seperti semula.” Balas Ren Yuu menjawab pertanyaan Han Zhiya.


Han Zhiya hanya diam karena memang apa yang dikatakan oleh Iblis Darah memang benar. Luka-luka seperti itu tidaklah mudah disembuhkan sama sekali.


Ren Yuu hanya bisa menghela nafas panjang untuk sesaat. Ia tentu paham bagaimana kondisi tubuhnya saat ini. Ia menatap ke sekelilingnya dan menemukan tempat yang pernah ia singgahi dahulu yaitu planet Desolate ketika ia bersama dengan muridnya, Mei.


“Tidak masalah sama sekali. Aku akan pulih dalam waktu hampir dua ratus tahun lamanya ke kondisi puncak ku seperti semula.” Balas Ren Yuu.


“Hm? Bagaimana caranya kau melakukan itu? Itu adalah sesuatu yang sangat mustahil menghitung kembali luka-lukamu. Walaupun aku tidak memeriksa seluruh lukamu, aku tentu paham berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.” Han Zhiya mengerutkan keningnya ketika mengatakan hal itu.


Sementara Iblis Darah hanya menatap ke arah Han Zhiya dengan tatapan datar. Ia tentu tau apa maksud dari perkataan Ren Yuu dan tidak merasa heran sama sekali. Bahkan mungkin Ren Yuu akan membutuhkan waktu yang lebih cepat dari pada yang seharusnya.


“Iblis Tua.. lakukan sisanya.” ucap Ren Yuu sangat lelah.

__ADS_1


“Cih! Baiklah! Tidak mungkin aku membiarkan wanita tidak dikenal ini menjagamu.” Balas Iblis Darah sedikit tidak puas karena ia harus berada di luar sepanjang waktu saat ini dan tidak bisa bersantai di dalam Bloody Mist Sword.


Han Zhiya menaikkan sedikit alisnya karena tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Ren Yuu dan Iblis Darah.


Ren Yuu perlahan memaksa tubuhnya untuk duduk bersila. Ia menutup matanya dan mulai melakukan sesuatu yang dapat mempercepat proses penyembuhan tubuhnya.


Han Zhiya hanya diam menatap Ren Yuu dari waktu ke waktu selama beberapa hari tetapi ia tidak menemukan apa-apa yang membuat tubuh Ren Yuu tampak pulih.


“Apa yang sedang..” Ketika Han Zhiya ingin bertanya, Iblis Darah memotongnya.


“Diamlah wanita. Sebentar lagi kau akan mengetahui apa yang dimaksud oleh Ren Yuu.” Iblis Darah memotong perkataan Han Zhiya dengan wajah kesal karena wanita tersebut sangat tidak sabaran.


Wajah Han Zhiya semakin gelap dan menatap ke arah Iblis Darah dengan tatapan maut seolah-olah ia ingin memberi pelajaran kepada Iblis Darah.


Iblis Darah hanya mengabaikan Han Zhiya dan menatap ke arah Ren Yuu dengan seksama.


Beberapa jam kemudian, Energi dan hukum perlahan terkumpul dari segala arah ke arah tubuh Ren Yuu.


“Akhirnya dia akan memulainya.” Gumam Iblis Darah. Ia tentu sangat tertarik memperhatikan sesuatu yang sedang dilakukan oleh Ren Yuu saat ini.


Alis Han Zhiya naik sedikit saat memperhatikan sangat banyak energi dan hukum yang ditarik ke arah Ren Yuu dan asalnya adalah Inti Planet Desolate.


Tidak lama kemudian, Ren Yuu pun dikelilingi oleh energi dan hukum yang sangat pekat. Semua energi dan hukum tersebut tampak memadat membentuk sebuah kepompong.


Mata Han Zhiya melebar ketika merasakan pergerakan kekuatan yang sangat familiar. Ia langsung mengerti apa yang dilakukan oleh Ren Yuu saat ini, Yaitu menggunakan Teknik Reinkarnasi.


Dan saat ini, Ren Yuu memulai Reinkarnasinya yang kelima agar luka-lukanya pulih dalam sekejap. Dan ini adalah cara paling praktis untuk menghemat waktu sekaligus meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


__ADS_2