
Makam Para Dewa
Semua Dewa Dewi Zaman kuno termasuk untuk kelompok Ren Yuu pun masuk ke dalam Jurang Waktu yang telah terbuka.
Ren Yuu yang melewati Jurang Waktu pun tiba di sebuah tempat yang sangat indah. Ia menatap ke sekelilingnya dan memasang wajah berkedut karena tampaknya ia hanya seorang diri saja saat ini.
“Apa itu tadi? Aku tidak merasakan gaya hisapan apapun tetapi kami dipisahkan begitu saja.” Batin Ren Yuu saat menatap ke arah kejauhan.
Bussssh!
Energi spiritual yang teramat kuat pun menyebar ke segala arah saat Ren Yuu mencoba melacak semua daerah sekitarnya.
“Hm? Apa-apaan ini? Kenapa tempat ini seperti tidak memiliki ujung sama sekali?” Gumam Ren Yuu tidak percaya sama sekali. Ia tau dengan pasti bahwa energi spiritualnya hampir dapat melacak luas hampir seluas satu Realms. Tetapi tempat yang ia masuki seperti tidak memiliki ujung sama sekali.
Juga, ada hal yang dilacak oleh Ren Yuu yang membuatnya tidak bisa berkata-kata. Di tempat itu sangatlah banyak jiwa-jiwa kuat yang bergentayangan.
“Tempat ini memang seperti makam karena bahkan jiwa-jiwa berkeliaran di sana sini.” Batin Ren Yuu.
Juga, di beberapa tempat, Ren Yuu dapat merasakan kehadiran kuat yang tidak dikenal.
Oleh karena itu, Ren Yuu pun menatap ke arah kehadiran sosok yang tidak ia temukan di depan Jurang Waktu sebelumnya. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya menuju sosok tersebut.
Tidak sampai setengah jam kemudian, Ren Yuu pun melihat dikejauhan bahwa ada seorang kultivator yang tampak sedang menunggunya.
Zhep!
Ren Yuu mendarat di jarak sepuluh meter dari seorang kultivator yang terlihat sangat muda tersebut.
“Oh? Aku tidak menyangka bahwa akan bertemu seseorang yang sedikit istimewa ketika baru pertama kali memasuki tempat ini.” ucap pemuda tersebut dengan senyum kecil diwajahnya.
“Apa maksudmu dengan pertama kali? Siapa kau?” Tanya Ren Yuu karena ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan pemuda tersebut yaitu kekuatan yang ada di dalam tubuhnya sama sekali tidak sama seperti kultivator pada umumnya.
Kultivator itu sedikit heran karena Ren Yuu tampak seperti seseorang yang sedang tersesat.
“Tidak perlu berbicara apa-apa lagi!” Pemuda itu pun membalas dan langsung bergerak ke arah Ren Yuu dengan kecepatan penuhnya.
“Sungguh cepat!” Batin Ren Yuu dan langsung mengeluarkan Bloody Mist Sword. Ia pun mengayunkannya ke arah pemuda tersebut dengan sekuat tenaga karena tau bahwa lawan bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan.
Trang!
Busssshh!
__ADS_1
Energi aneh dan hukum yang begitu dahsyat pun meledak ke segala arah yang membuat permukaan tanah di bawah Ren Yuu dan pemuda tersebut memiliki banyak retakan.
“Oh? Tidak disangka bahwa Tier True God 8th Heavenly Layer akan bisa sekuat ini! Kau sungguh sangat tidak terduga!” ucap pemuda tersebut lalu mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah wajah Ren Yuu.
Menatap hal itu dengan hukum Takdir, Ren Yuu sangat terkejut dan tidak mau membuang waktu sama sekali.
“Broken Star Light!”
Zhep!
Ren Yuu langsung berpindah dalam sekejap. Ketika ia telah pergi menjauh sedikit, ledakan dahsyat terjadi di arah telapak tangan pemuda itu diarahkan.
“Kekuatan apa itu? Apa itu kekuatan Evolusi? Kenapa aku tidak dapat mendeteksi apa itu sebenarnya?” Batin Ren Yuu. Ia saat ini semakin memasang wajah serius karena Makam Para Dewa ternyata tidak sesederhana kelihatannya.
Pemuda itu melirik ke arah tempat Ren Yuu dengan senyum kecil. Ia pun perlahan berbalik ke arah Ren Yuu sambil berkata, “Kau tau kenapa tempat ini disebut sebagai Makam Para Dewa?” Tanyanya.
“Apa maksudmu?” Tanya Ren Yuu. Ia juga heran bahwa bahasa yang digunakan oleh pemuda tersebut sama dengan bahasa yang digunakan oleh para makhluk kuno.
“Apa maksudku? Tentu saja karena tempat ini merupakan tempat yang dituju oleh semua para makhluk puncak untuk mencapai level Kultivasi yang melampaui Tier True God! Dan di tempat inilah banyak Dewa dari seluruh alam semesta berkumpul dan jatuh karena pertarungan untuk memperebutkan sumber daya!”
“Tidak hanya itu! Jika kau mencapai level yang melampaui Tier True God, saat kau tewas di tempat ini, kau akan selamanya tinggal di sini! Itulah sebabnya tempat ini dinamakan sebagai, Makam Para Dewa!” ucap pemuda tersebut dan langsung melesat kembali ke arah Ren Yuu dengan kecepatan yang lebih tinggi.
“Aku tidak mengerti sama sekali tentang apa yang kau katakan mengenai perkumpulan seluruh makhluk dari Alam Semesta! Yang pasti, karena kau berani menantangku, maka aku akan melenyapkanmu di sini sekarang juga!” Balas Ren Yuu saat tubuhnya berubah menjadi setengah naga.
Zhep!
Sraing!
Ketika Ren Yuu mengayunkan Bloody Mist Sword, ia pun memasang wajah sedikit gelap. Ia mencoba melihat semuanya menggunakan hukum Takdir tetapi tampaknya ada sesuatu yang menghalangi pandangannya saat ini.
“Kena kau!” ucap pemuda tersebut saat muncul di atas Ren Yuu dan langsung melancarkan serangan dengan gaya menusuk ke arah bawah.
Berkat insting Ren Yuu yang teramat luar biasa, ia pun secara refleks mengeluarkan Menara Kegelapan.
“Darkness Shield!”
Trang!
Zrrrrt! Zrrrt! Zrrrt!
Pedang pemuda tersebut pun menghantam tepat di Menara Kegelapan yang menciptakan penghalang dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
“Apa?” Pemuda itu tercengang ketika melihat sebuah menara kecil yang mampu menciptakan penghalang dengan basis elemen Kegelapan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Ren Yuu yang menatap itupun tidak mem membuang waktu sama sekali. Ia pun membuat kuda-kuda untuk menyerang sekuat tenaga yang ia bisa.
Bloody Mist Sword saat ini terlihat berdengung keras ketika Ren Yuu melapisinya dengan sembilan energi dan hukum.
A Slash Of Divine Light!
Sraing! Sraing!
Srak! Srak!
Pengalang lenyap seketika dan Ren Yuu pun mengayunkan Bloody Mist Sword setelah ia melewati pemuda tersebut.
Pemuda tersebut terkejut dengan pelepasan teknik berpedang Ren Yuu. Ia merasakan dua rasa sakit di tubuhnya yang membuatnya sangat marah.
“Sialan! Aku akan membunuhmu!” Teriak pemuda tersebut saat aura aneh mirip dengan energi mendalam meledak dari tubuhnya.
Ren Yuu yang tidak terlalu jauh pun melebarkan matanya. Ia pun langsung menggunakan Menara Kegelapan sekali lagi dan menciptakan pengalang.
“Ruby!” Teriak Ren Yuu.
Ruby yang ada di dalam Menara Kegelapan pun langsung mengerahkan banyak energi dan hukum dan membentuk kubah untuk melindungi Ren Yuu.
Blar!
Ledakan dahsyat pun terjadi dalam sekejap dan membuat tempat tersebut menjadi hancur berantakan.
“Huft.. huft.. Huft..” pemuda tersebut sedikit terengah-engah. Ia pun memasang wajah gelap ketika menatap ke arah tempat yang tidak terlalu jauh bahwa Ren Yuu selamat tanpa cidera sama sekali.
Ren Yuu memasang wajah sangat serius. Jika ia terkena ledakan sebelumnya, ia pasti akan terluka parah.
“Kenapa kau mencoba menyerangku? Jika tempat ini merupakan tempat untuk mengambil sumber daya agar dapat menembus tingkat melebihi Tier True God, apa untungnya bagimu menyerangku?” Tanya Ren Yuu dingin. Itulah hal yang membuatnya tidak mengerti sama sekali. Bahkan tidak ada sumber daya di tempat mereka saat ini. Oleh karena itu, tidak akan ada untungnya saling membunuh.
Pemuda tersebut terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Ren Yuu. Pertanyaan seperti itu membuatnya terdiam dan memasang wajah heran.
“Apa kau berasal dari daerah terpencil?” Tanya pemuda itu tiba-tiba sambil menatap ke arah Ren Yuu seolah-olah melihat binatang langka.
“Daerah terpencil?” Ren Yuu merasa heran apa maksud dari daerah terpencil.
“Dari semesta mana kau berasal?” Tanya pemuda itu lagi karena tampaknya Ren Yuu sama sekali tidak mengetahui tentang peraturan yang ada di Makam Para Dewa.
__ADS_1
“Nine Realms, atau dahulu disebut sebagai Semesta Primordial!” Balas Ren Yuu.
Pemuda tersebut pun terkejut luar biasa ketika mendengar Alam Semesta Primordial. Ia pun menaikkan sudut bibirnya lalu berkata, “Jika kau berasal dari sana, kau pasti mengetahui tentang Tongkat Sage dan Tungku Sage! Katakan tentang kedua benda itu atau aku akan membunuhmu!”