
Makam Para Dewa
“Ruby.. waktunya untuk berburu!” ucap Ren Yuu dengan senyum kecil di wajahnya.
Ruby yang awalnya tampak berpikir sepanjang waktu pun tersadar. Ia pun tersenyum kecil karena dari perkataan kehendak Ren Yuu, ia sudah bersama dengan Ren Yuu dari zaman kuno. Itu membuatnya mengerti bahwa dirinya tidaklah sendirian selama ini.
“Ya, ayo pergi.” Balas Ruby.
Wajah Ren Yuu menampilkan senyum kecil juga karena tidak menyangka bahwa dirinya juga telah bersama Ruby selama ini dari sejak dahulu kala. Ia pun menjentikkan jarinya lalu lubang kegelapan pun tercipta dalam sekejap.
Ren Yuu perlahan melangkah ke dalam lubang kegelapan. Wajahnya pun berubah drastis walaupun di dalam ia saat ini sangatlah tenang. Di belakang, Ruby pun mengikutinya.
Di sekitar danau tempat Kuil Dewa Kegelapan berada, terlihat pertempuran intens yang sedang terjadi.
Duar! Duar! Duar!
Ledakan dahsyat beruntun pun terlihat ketika Hao Yue sedang bergerak dengan kecepatan penuh. Di belakangnya, ledakan tersebut tampak ingin menghancurkannya.
“Walaupun kekuatan mereka semua tidak terlalu kuat, tetap saja sulit menghadapi banyak dari mereka secara bersamaan!” Batin Hao Yue.
“Kena kau!” Pemimpin dari kelompok Clan Huo yang bernama Huo Bin pun mengayunkan pedangnya ketika ia muncul tepat di atas Hao Yue.
Melihat itu, Hao Yue tetap tenang, di depannya, sebuah cakram pun perlahan muncul dan langsung membentuk perisai yang sangat kuat.
Trang!
Brrrttt!
Ruang tampak hendak hancur berantakan ketika pedang membentur cakram yang merupakan Artefak Elkaric.
Wajah Huo Bin pun semakin gelap karena sebuah cakram yang tampak seperti membentuk pola-pola rumit sebagai pertahanan tidak dapat dihancurkan oleh kekuatan penghancur yang berasal dari garis darah Clan Huo.
“Siapa kau? Bagaimana mungkin kau memiliki dua Artefak setingkat itu! Dan bahkan tubuhmu sama sekali tidak masuk akal! Tidak pernah di tujuh Galaxy seseorang sepertimu muncul!” ucap Huo Bin sambil terus mendorong pedangnya sekuat tenaga ke arah pertahanan yang tercipta melalui Artefak Elkaric.
“Apakah itu penting?” Tanya Hao Yue acuh tak acuh sambil mengayunkan Pedang Natal Bulan ke arah Huo Bin.
“Gaya Keenam, Tarian Empyrean!”
__ADS_1
Light God's Sword!
Sraing! Sraing!
Hao Yue bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi dari cahaya itu sendiri sambil mengayunkan Pedang Natal Bulan.
Srak! Srak!
Mata Huo Bin melebar ketika melihat kilatan cahaya putih dan ia merasakan dua rasa sakit di tubuhnya. Salah satunya adalah dadanya dan satu lagi tepat di lehernya.
Dengan qi yang berubah menjadi kekuatan Penghancur, tebasan Hao Yue dihancurkan sebagian sehingga dirinya tidak menerima luka terlalu fatal.
“Sialan!” Teriak Huo Bin sekuat tenaga.
Ledakan dahsyat terjadi dalam sekejap dan mencoba menghancurkan semua yang ada dalam radius puluhan km. Bahkan ruang itu sendiri pun seolah-olah hendak hancur berantakan.
Hao Yue yang menatap itu sedikit serius walaupun ia tidak takut sama sekali. Ia sadar bahwa Artefak Elkaric pasti akan mampu menahan serangan sekuat itu.
Ketika Hao Yue ingin menggunakan Artefak Elkaric bersamaan dengan Amulet Of The Moon, ia terhenti karena merasakan aura akrab yang membuatnya tersenyum.
Black Hole!
Dung!
Semua kekuatan penghancur milik Huo Bin pun dilahap begitu saja tanpa bisa melawan sama sekali.
“Apa?” Mata Huo Bin melotot seperti bola pingpong saat menyaksikan kejadian tersebut.
Di tempat jauh, Kun-Peng yang sedang bergerak ke sana ke mari pun tersenyum lebar karena tau seseorang yang telah di tunggu-tunggu telah tiba.
Xia Qingyue yang sedang membunuh salah satu dari anggota Clan Huo pun tersenyum karena tentu dapat mengetahui siapa sebenarnya yang menggunakan teknik seperti itu.
“Kekuatan ini..” Zhao Feng di sisi lain bergetar sedikit ditubuhnya karena mencoba merasakan level hukum Kegelapan milik Ren Yuu.
Zhep!
Lubang Kegelapan yang muncul tiba-tiba dan melahap semua kekuatan penghancur milik Huo Bin pun lenyap seketika.
__ADS_1
Pertarungan pun terhenti dalam sekejap karena semua dari mereka ingin tau siapa yang menggunakan teknik yang bahkan dapat melahap kekuatan milik Huo Bin yang terkenal sangat merusak.
Dung!
Lubang kegelapan pun muncul dalam sekejap tepat di sebelah Hao Yue. Sosok pria tampan dengan rambut putih panjang pun perlahan muncul dengan senyum kecil diwajahnya.
“Lama tidak bertemu, ibu..” ucap Ren Yuu menatap ke arah Hao Yue. Ia tidak memanggilnya lagi Guru karena ia sudah hampir mengetahui semua tentang dirinya di masa lalu walaupun itu secara samar.
Kata-kata Ren Yuu membuat tubuh Hao Yue menegang beberapa detik lalu pulih sepenuhnya. Matanya pun berkaca-kaca karena itulah yang ingin ia dengar dari Ren Yuu setelah mengetahui sedikit asal-usul Ren Yuu.
“Kau datang di waktu yang tepat, Yuu'er..” ucap Hao Yue dengan senyum kecil penuh kebahagiaan.
Sebelum Ren Yuu berbicara lagi, teriakan seseorang terdengar di telinganya yang membuat ia sangat jengkel.
“Hei! Siapa kau? Kenapa kau mengganggu pertarunganku dengan wanita pelacur sialan itu?” Teriak Huo Bin sangat marah. Ia merasa bahwa dengan teknik sebelumnya, Hao Yue pasti akan tewas.
Kun-Peng dan Xia Qingyue yang mendengar teriakan Huo Bin pun menatap pemuda itu seperti mayat berjalan.
Urat-urat hitam muncul di dahi Ren Yuu ketika ia mendengar kata-kata dari Huo Bin. Senyum kejam pun terlihat jelas diwajahnya saat ini karena ia paling benci jika ibunya disebut seperti itu.
“Kau sudah mati!” ucap Ren Yuu saat Bloody Mist Sword muncul di tangan kanannya. Ia pun mengayunkannya tanpa melihat ke arah Huo Bin sama sekali.
Ruby yang menatap serangan itu pun tersenyum sekali lagi. Hanya ia yang menyadari serangan selevel yang Ren Yuu lancarkan saat ini. “Pemuda itu telah menemui ajalnya sendiri.”
“Apa katamu?” Teriak Huo Bin sangat marah. Ia ingin menerjang ke arah Ren Yuu tetapi tiba-tiba terhenti di tempat. Ia membeku karena merasakan sakit luar biasa. Matanya melotot keluar karena sudah tau bahwa dirinya saat ini sedang mencoba memprovokasi seseorang dengan kekuatan hukum yang telah melampaui Tier True God puncak.
Slash Through Time!
Jrezh!
Tiba tiba saja, jurang yang sangat dalam dan sangat panjang pun tercipta hanya dengan tebasan sederhana dari Ren Yuu.
Langit tampak terbelah dan juga, tempat tersebut tampak menjadi gelap dalam waktu beberapa detik.
Para kultivator dan semua makhluk yang ada di sana pun melebarkan mata mereka ketika melihat serangan yang tidak dapat dilacak sama sekali. Kali ini, para kultivator dan makhluk yang ada di sana tidak terkecuali untuk para anggota Clan Huo pun gemetaran tak terkendali karena monster sebenarnya telah datang untuk mencabut nyawa siapa saja layaknya dewa kematian yang menjaga gerbang neraka.
Hao Yue yang menatap serangan dari Ren Yuu pun tentu terkejut karena bahkan untuk dirinya pun tidak mampu merasakan atau melacak serangan tersebut. Ia pun tersenyum kecil karena tampaknya bahwa putranya itu telah melampauinya walaupun kultivasinya saat ini lebih tinggi.
__ADS_1