God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Pertarungan Pertama


__ADS_3

Makam Para Dewa


“Tongkat Sage dan Tungku Sage?” Wajah Ren Yuu sedikit berkerut ketika mendengar perkataan pemuda tersebut. Ia tentu tau tentang Tungku Sage tetapi tidak terlalu tau tentang Tongkat Sage yang sebenarnya telah dibuang oleh Chen Fan ke kosongan.


Melihat Ren Yuu terdiam, pemuda itupun mendengus lalu membuat gerakan untuk menyerang. “Jika kau tidak ingin berbicara, maka aku akan memaksamu! Walaupun kau lumayan kuat, tidak pernah sejarahnya Tier True God 8th Heavenly Layer menang melawan Tier True God 9th Heavenly Layer puncak sepertiku!”


Setelah mengatakan itu, pemuda itu membuat gerakan miliknya dari jarak puluhan meter dari Ren Yuu dengan cara pedang di pundak yang akan diayunkan dengan kedua tangan.


“Pedang Langit, Tebasan Surgawi!”


Sraing!


Langit tampak terbelah ketika pemuda tersebut mengayunkan pedangnya ke arah Ren Yuu.


Mata Ren Yuu menyipit dan membuat gerakannya juga.


“Gaya Ketujuh, Angel Of Light!”


Light God's Sword!


Sraing!


Jrezh!


Dua proyeksi wanita pun muncul dan langsung mengayunkan pedang cahaya di tangannya bersamaan dengan Ren Yuu.


Tiga bilah cahaya pun melesat ke arah bilah berwarna biru langit.


Blar!


Ketika kedua serangan bertemu, kedua bilah tersebut pun berbelok arah karena tidak ada yang menang sama sekali.


Jurang yang sangat lebar pun tercipta seketika. Ren Yuu hanya melirik ke arah samping dan ada jurang yang tampak tidak memiliki dasar. Namun, ada hal yang membuatnya terkejut, jurang itu tampak ingin memulihkan dirinya sendiri seolah-olah dia hidup.


Sementara itu, pemuda yang menyerang Ren Yuu tidak bisa berkata-kata karena salah satu tekniknya yang bisa dikatakan memiliki level tingkat atas dihalau begitu saja. Ia pun menurunkan pedangnya dan menatap Ren Yuu sangat dingin.


“Orang ini sangat aneh! Banyak hal yang tidak terduga darinya! Tampaknya ada alasan tertentu kenapa Celestial Emperor tidak mampu memasuki Alam Semesta Primordial.”


“Juga, kekuatannya sangat berbeda dari pada qi yang seharusnya menjadi tenaga dalam setiap makhluk hidup! Energi apa itu?” Batin pemuda tersebut dan saat ini bertanya-tanya seperti apa sebenarnya Alam Semesta Primordial.


Pandangan Ren Yuu pun tertuju pada pemuda itu sekali lagi. “Kau tau, aku tidak mengerti apa itu Tongkat Sage walaupun aku pernah melihat Tungku Sage! Namun, karena kau menyerangku lebih dulu, maka aku tidak akan melepaskanmu!”


Ren Yuu pun kembali ke wujud manusianya. Tekanan yang terpancar dari tubuhnya pun tampak meningkat drastis saat aura Kegelapan perlahan merembes. Tidak hanya itu, percikan petir pun tampak menyengat dari tubuh Ren Yuu dari waktu ke waktu.

__ADS_1


“Dia..” Mata pemuda itupun menyipit sedikit karena ia merasakan bahaya yang begitu besar dari Ren Yuu.


Ren Yuu tersenyum ganas ketika mengerahkan semua kekuatan miliknya saat ini.


“Domain Darkness!”


Dung!


Dalam sekejap, tempat diruang lingkup yang sangat luas pun menjadi gelap seketika.


“Apa? Domain? Bagaimana mungkin seseorang yang belum mencapai Tier Beyond True God mampu membentuk Domainnya sendiri?” Teriak pemuda tersebut tidak percaya. Ia seolah-olah sedang melihat seorang monster saat ini.


“Kau berada di wilayahku!” Suara Ren Yuu terdengar sangat dingin ketika menghilang dalam sekejap ke dalam kegelapan itu sendiri.


Pemuda itupun menenangkan dirinya lalu berkonsentrasi. Ia pun mengedarkan qi Dewa miliknya untuk mencoba menekan Domain milik Ren Yuu.


“Di sana!” Pemuda itupun langsung berbalik dan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Sraing!


Kegelapan tampak terbelah dalam waktu sekitar kurang dari dua detik sebelum menyatu kembali.


Srak!


Pemuda itupun merasakan sakit di punggungnya. Ia sedikit berkeringat saat ini karena tebasannya sebelumnya meleset.


Sraing! Sraing! Sraing!


Tebasan bertubi-tubi pun mengenai tubuh pemuda tersebut. Ia mencoba mengangkat pedangnya ke arah depan untuk melindungi dirinya sekaligus menggunakan qi miliknya agar mengurangi dampak kerusakan yang diterima oleh tubuhnya.


Dalam waktu hampir satu menit, sangat banyak luka yang terlihat di tubuh pemuda tersebut.


“Tidak! Tidak mungkin aku Tuan Muda salah satu Klan terkuat di Celestial Realm, Fang Yun akan kalah dengan seseorang yang berasal dari tempat terpencil!” Teriak Fang Yun sekuat tenaga.


Badai qi pun tampak menekan Domain Kegelapan milik Ren Yuu. Jika saja kultivasi Ren Yuu sama dengannya, sudah pasti ia tidak akan mampu melakukan hal seperti itu.


Tornado qi pun tampak melebar dan mencoba menyingkirkan semua kegelapan secara paksa dan pusatnya adalah Fang Yun.


Sementara itu, Ren Yuu yang merasakan Domain miliknya di tekan pun menyipitkan matanya. “Itu memang sesuatu yang lain dan berbeda dengan energi mendalam! Apa itu? Energi itu tampak lebih kuat dari pada energi mendalam!” Batinnya.


Karena Domain miliknya sedang ditekan, Ren Yuu tentu tidak tinggal diam. Ia pun mengerahkan energi dan hukum terkuatnya di Bloody Mist Sword yang membuat pedang itu seperti hendak meledak.


Space Breaking Slash!

__ADS_1


Ren Yuu pun mengayunkan pedangnya dari belakang ke arah atas lalu ke bawah tepat diarah Fang Yun berada. Ini adalah teknik yang ia ciptakan di waktu senggangnya sama seperti manual yang ia ciptakan untuk putra dan putrinya.


Sraing!


Jrezh!


Srak!


Tornado qi milik Fang Yun pun dibelah menjadi dua bagian dalam sejenak oleh tebasan yang tampak seperti sebuah garis tipis hitam.


“Celaka!” Batin Fang Yun. Ia pun mengeluarkan sebuah benda dari cincin ruang miliknya karena tau bahwa jika teknik Ren Yuu tersebut mengenainya, paling ringan ia akan memiliki luka yang sangat parah. Dan kemungkin besar, ia akan dibelah menjadi dua bagian dalam sejenak.


“Overlord Protector!”


Zhep!


Sebuah bayangan pun langsung muncul. Ia tampak seperti seorang pria yang sudah sangat tua dan langsung mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan.


Bussssh!


Ledakan qi pun terjadi seketika dan menabrak teknik yang dilancarkan oleh Ren Yuu.


Blar!


Ledakan dahsyat pun terjadi yang membuat Ren Yuu serta Fang Yun terpental mundur dari posisi mereka berada.


Kekuatan yang teramat luar biasa menghempaskan segala yang ada sampai ke tempat yang sangat jauh hanya karena bentrokan keduanya.


Di tempat yang lumayan jauh, seorang pria muda yang memiliki bekas luka di pipinya membentuk tanda silang pun menatap ke arah sumber ledakan dahsyat.


“Qi ini.. Fang Yun! Siapa gerangan yang memaksanya untuk menggunakan pelindung yang diciptakan oleh Patriak Klan Fang?” Gumam pemuda itu dengan alis sedikit terangkat. Ia pun menaikkan sudut bibirnya lalu melesat ke arah tempat Ren Yuu dan Fang Yun melakukan pertarungan. Ia tentu penasaran siapa yang bertarung dengan Fang Yun saat ini.


Di tempat bentrokan terjadi, terlihat saat ini kawah yang sangat dalam. Kawah itu perlahan-lahan memulihkan bentuknya seperti sedia kala.


Tepat di pinggiran kawah itu di dua tempat berbeda, terlihat Ren Yuu dan Fang Yun yang saling menatap ke arah musuh masing-masing.


“Sial! Aku telah menggunakan pelindung yang diberikan oleh ayah! Hanya ada satu yang tersisa!” Batin Fang Yun karena tau bahwa melakukan pertarungan dengan Ren Yuu ternyata hanya memberinya kerugian.


Di sisi lain, Ren Yuu hanya menatap Fang Yun dengan tatapan datar. Ia masih bertanya-tanya apa sebenarnya tujuan Makam Para Dewa ada. Dan bagaimana Fang Yun mengetahui tentang Tungku Sage milik Xia Qingyue. Banyak pikiran yang terlintas di benaknya saat ini tetapi ia menyampingkannya karena ada musuh kuat yang harus ia bereskan.


“Energi aneh darinya lebih kuat dari pada energi mendalam yang biasa kami gunakan. Dan juga, mereka sama sekali tidak memiliki Kekuatan Evolusi namun serangan mereka tampak setara dengan para pengguna Kekuatan Evolusi!” Batin Ren Yuu.


Sebelum ada yang bergerak, keduanya pun memasang wajah serius karena ada kekuatan yang sangat besar mendekat.

__ADS_1


“Sepertinya ini tidak baik.” Batin Ren Yuu. Sekarang ia paham bahwa musuh sebenarnya bukan berasal dari Nine Realms, melainkan dari tempat lain yang sangat jauh. Sebab, dari perkataan Fang Yun sebelumnya, Makam Para Dewa merupakan tempat berkumpulnya semua makhluk dari seluruh Alam Semesta meskipun ia sama sekali tidak percaya.


__ADS_2