God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Nasib Chuahua dan Pertemuan Dengan Ren Jie


__ADS_3

Jalan Asura


Di suatu tempat di jalan Asura, terlihat sebuah kediaman sederhana di tengah-tengah Padang rumput yang sangat luas. Di sekitar kediaman yang terlihat biasa-biasa itu, ada banyak taman bunga yang tidak terlalu lebar, banyak juga terlihat tumbuh-tumbuhan lainnya yang ditanam dan sangat terlihat bahwa itu adalah tumbuhan biasa yang dikonsumsi oleh makhluk fana.


Seorang wanita cantik terlihat sedang menyiram tanaman itu dengan senyum diwajahnya karena tampaknya ia sangat menikmati apa yang ia lakukan.


Tidak lama kemudian, dua sosok perlahan turun dari langit di dekat sosok wanita cantik tersebut.


“Ibu!” Seru seorang gadis cantik dan langsung memeluk wanita yang sedang menyiram tanaman tersebut.


“Bing’er? Kenapa kalian ada di sini?” Tanya wanita yang sebelumnya menyiram tanaman yang tidak lain adalah Chuahua. Ia tentu saja sedikit terkejut saat menatap putrinya itu yang datang menemuinya.


“Apakah ada hal khusus agar kami bisa datang ke sini?” Tanya Yao Bing dengan wajah cemberut saat melepaskan pelukannya dari ibunya.


Chuahua menghela nafas panjang lalu membalas, “Bing’er, kau pasti tau apa maksud ibu.”


“Hmp! Tuan Ren Yuu tidak keberatan sama sekali tentang hal itu. Mereka telah memaafkan ibu atas apa yang tejadi di masa lalu. Lagi pula..” Wajah Yao Bing sedikit memerah karena ingin mengatakan sesuatu hal yang penting dengan ibunya.


Chuahua terdiam sejenak ketika mengingat Ren Yuu dan mantan Gurunya, Ren Huanran. Ia tidak bisa tidak menghela nafas panjang sekali lagi dan memasang senyum ketika mengingat mereka karena ketika mereka keluar dari Dimensional Life milik Ren Yuu, ia langsung menghampiri keduanya dan meminta pengampunan, tentu ia melakukan itu untuk kedua anaknya.


Awalnya Chuahua tidak keberatan untuk mati, tetapi siapa yang menyangka bahwa Ren Yuu dan Ren Huanran ternyata telah memaafkannya asalkan ia tidak mengulangi hal yang sama. Itu tentu membuatnya terkejut karena keduanya begitu mudah memaafkannya. Tetapi, ia yakin itu ada kaitannya dengan kedua anaknya walaupun ia tidak pernah mencoba untuk menanyakannya.


Setelah itu, Chuahua merasa heran karena putrinya Yao Bing tampak malu-malu. “Lao’er.. apa yang terjadi?” Tanya Chuahua heran kepada putranya.


Yao Lao mendengus sedikit ketika melihat ke arah kembarannya yang tampak malu-malu. Ia pun mengeluarkan tiga kursi dan satu meja lalu perlahan duduk di salah satu kursi tersebut.


“Dia ingin mengatakan bahwa dia akan menikah dengan Ren Zi. Lalu menarikku ke tempat ini untuk membantunya meminta izin kepada ibu.” ucap Yao Lao dengan wajah sedikit jengkel ke arah adik kembarnya itu.


Chuahua yang sudah duduk di kursi kembali terdiam dan menatap ke arah putrinya Yao Bing yang terlihat malu-malu. Ini adalah hal yang tidak pernah ia harapkan, sungguh tidak terduga bahwa putrinya dan putra tertua Ren Yuu akan berencana melakukan pernikahan.


“Apakah Ren Yuu setuju?” Tanya Chuahua sedikit khawatir karena ini menyangkut kebahagiaan putrinya. Jika masa lalunya membuat kedua anaknya itu menderita, ia siap melakukan apa saja untuk menggantikannya.

__ADS_1


“Tentu saja tidak ibu. Tuan Ren Yuu tidak keberatan sama sekali. Dia mengatakan bahwa itu adalah pilihan kami.” Yao Bing buru-buru berbicara karena melihat kekhwatiran di wajah ibunya.


Chuahua menghela nafas panjang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Yao Bing. “Bing’er.. jika Ren Yuu telah setuju, jangan kecewakan keluarga mereka. Dan, ibu tentu saja setuju jika itu apa yang paling kau inginkan.”


“Aku tau bahwa ibu adalah yang terbaik.” Yao Bing pun langsung memeluk Chuahua degan erat.


“Ibu, apakah ibu baik-baik saja tinggal di sini? Lebih baik ikut bersama kami.” Yao Lao tiba-tiba berbicara kembali.


Ketika Chuahua melepaskan pelukan putrinya, ia hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum diwajahnya sebagai jawaban.


“Tapi ibu, ibu akan kesepian jika berada di sini seorang diri.” Yao Bing juga ikut membujuk Chuahua.


“Tidak apa-apa Bing’er, Lao’er... Lagi pula, kalian bisa datang kapan saja. Serta, walaupun ibu tidak dapat berkultivasi lagi, untuk pergi ke kota Asyura, itu hanya akan memakan waktu kurang dari seminggu karena ibu masih memiliki tubuh yang kuat.” ucap Chuahua dengan senyum diwajahnya.


Yao Lao dan Yao Bing hanya bisa menghela nafas panjang dengan apa yang dikatakan oleh ibu mereka itu dan tau bahwa keduanya tidak mungkin memaksakan kehendak mereka. Tetapi, tentu saja mereka akan datang dari waktu ke waktu ke tempat tersebut.


“Lalu, kapan kalian akan menikah?” Tanya Chuahua walaupun sebenarnya para kultivator sebenarnya tidak terlalu perlu melakukan upacara pernikahan.


“Sekitar setengah tahun dari sekarang ketika Tuan Ren Yuu selesai berkultivasi.” jawab Yao Bing.


Yao Bing hanya merasa malu mendengarnya. Sementara Yao Lao hanya mendengus ketika melihat adik kembarnya itu sedang dimabuk cinta.


Ketiganya pun berbicara banyak hal dan menunggu kedatangan Ren Yuu serta hal lainnya yaitu menuggu keluarga Ren Yuu kembali yang saat ini sedang pergi keluar dari Jalan Asura.


**


Primordial Realm


Saat ini keluarga Ren Yuu sedang bergerak ke arah sebuah dunia khusus di tuntun oleh seorang pria yang tidak lain adalah Xiao Bai.


Karena Xiao Bai pernah datang ke tempat itu, tentu ia akan menjadi pemandu. Hal itu juga dikarenakan kesulitan untuk mencari keberadaan dunia tersebut meksipun Kultivasi para makhluk di Primordial Realm saat ini banyak yang mencapai Tier True God 9th Heavenly Layer.

__ADS_1


“Inilah tempatnya.” ucap Xiao Bai saat berhenti di ruang hampa dan melihat ke arah dunia yang tampaknya bisa mati kapan saja.


“Bagaimana adik kecilku bisa bertahan di tempat ini? Apakah kau membawa kami ke tempat yang salah, paman Xiao Bai?” Tanya Ren Xie'er dengan nada tidak puas.


“Xie’er, apakah kau meragukanku?” Tanya Xiao Bai sedikit jengkel ke arah Ren Xie'er.


“Berhentilah berdebat Xiao Bai! Cepat antar kami ke sana!” Perintah Xiao Xiao dengan nada tidak senang ke arah Xiao Bai.


“Sungguh para betina yang merepotkan!” Batin Xiao Bai dan hanya mendengus diluar. Ia pun langsung memimpin kelompok besar tersebut ke dalam dunia tempat Ren Jie berada.


Di depan Pohon Kehidupan, Sheng Qi'er yang sedang bermeditasi pun langsung membuka matanya dan berdiri lalu menatap ke arah kelompok energi kuat yang mendekat. Wajahnya terlihat sedikit dingin walaupun ia mengenal banyak aura dari mereka.


Xiao Bai pun lebih dulu muncul diikuti oleh semua anggota keluarga Ren Yuu.


“Lama tidak bertemu, Qi'er.” ucap Xiao Bai.


“Xiao Bai! Kenapa kau membawa mereka semua ke sini?” Tanya Sheng Qi'er sangat marah dan api mengerikan sedikit merembes dari tubuhnya. Ia tentu tidak menyukai keluarga Ren Yuu karena Ren Yuu lah penyebab utama kematian Ratunya.


“Tenanglah. Aku tau bagaimana perasaanmu saat ini. Jika aku dapat membantu, aku pasti akan melakukannya. Tetapi kau harus paham Qi'er, dia juga adalah putra Ren Yuu.” ucap Xiao Bai mewakili semua anggota keluarga Ren Yuu.


Ketika Sheng Qi'er ingin membantah, Feng Xuer tiba di depan gelembung tempat Ren Jie berada.


Sheng Qi'er hanya bisa diam dan menggertakkan giginya dengan kuat. Ia tau bahwa jika ia bertempur dan menghalangi mereka mendekat, ia pasti akan kalah. Lagi pula, ia tidak ingin membuat Tuan Mudanya mendapat efek samping jika ada pertempuran di tempat itu.


“Kalian bisa melihatnya untuk waktu yang tidak lama! Dan aku memperingati kalian, ini adalah terakhir kalinya kalian datang ke tempat ini karena aku tidak akan berbicara untuk kedua kalinya! Kalian bisa mencoba jika tidak percaya!” Ancam Sheng Qi'er dan perlahan melayang lalu duduk di salah satu cabang Pohon Kehidupan.


Kata-kata Sheng Qi'er tentu membuat semua anggota keluarga Ren Yuu tidak senang. Namun, ketika mengingat kembali tentang Sheng Mei yang menjadi penyelamat Ren Yuu, tentu mereka akan melupakan masalah ini.


Feng Xuer yang menatap tempat Ren Jie berada memasang wajah sedih karena cucunya itu tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Ia juga mendeteksi dengan energi Spiritualnya bahwa daya hidup Ren Jie memang sangat lemah.


Jika ada gangguan sedikit saja, bisa dipastikan kehidupan rapuh itu akan lenyap selama-lamanya.

__ADS_1


Semua anggota keluarga Ren Yuu juga hanya diam karena tentu memikirkan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Feng Xuer.


Oleh karena itu, di masa depan mereka pasti akan membuat penjagaan yang ketat di sekitar dunia tempat Ren Jie berada agar tidak ada gangguan dari luar yang membuat Pemulihan putra bungsu Ren Yuu terhenti.


__ADS_2