
Makam Para Dewa
Saat ini pertarungan telah berlangsung di luar antara Hao Yue, Xia Qingyue, Kun-Peng dan Zhao Feng melawan sekelompok kultivator yang merupakan anggota dari Clan Huo. Pertarungan tersebut disaksikan oleh sangat banyak kultivator dan makhluk.
Kehadiran Xia Qingyue membuat para kultivator ataupun makhluk yang sedang menonton berpikir dua kali jika ingin ikut campur karena Xia Qingyue mampu membunuh seseorang hanya dengan menyentuhnya saja. Dan tentu itu menggunakan kekuatan Samsara.
Jika lawan Xia Qingyue tidak lebih kuat darinya, ia akan bisa melakukannya dengan mudah. Tetapi, jika musuh lebih kuat darinya dari segi hukum atau kultivasi, ia tidak akan bisa melakukan hal seperti itu.
Kekuatan Xia Qingyue memang terlihat dahysat, tetapi itu memiliki sangat banyak persyaratan.
**
Kuil Dewa Kegelapan
Saat ini, Ren Yuu yang telah menerima kekuatan asli dirinya di masa lalu pun tersenyum kecil.
“Tidak disangka bahwa dahulu aku memiliki tubuh Ilahi Kegelapan yang tampaknya tidak sederhana sama sekali. Aku harus mencari tau kekuatan tubuh ini yang sesungguhnya. Walaupun kultivasiku tidak meningkat, kekuatanku kini seperti telah berlipat ganda karena hukum tingkat Asal.” ucap Ren Yuu dan menatap ke arah tertentu yaitu arah atas. Ia dapat merasakan pertarungan diluar sana dan mengenali pancaran kekuatan beberapa dari mereka.
“Tampaknya mereka semua ingin mati karena mencoba untuk mengganggu Kun-Peng, Qingyue dan Zhao Feng. Juga, aku tidak menyangka bahwa Guru..” Ren Yuu terdiam beberapa saat lalu tersenyum kecil, “Ibu..” Lanjutnya dengan nada yang sangat hangat.
“Ruby, sudah saatnya kita berburu.” ucap Ren Yuu menatap ke arah Ruby yang tampak menatapnya dengan heran sepanjang waktu.
**
Jalan Asura
Di suatu tempat di Jalan Asura, tepatnya di Warisan Dewi Cahaya, satu sosok terlihat muncul. Dia tidak lain adalah seorang wanita cantik berambut biru yang memiliki pandangan kosong.
Tanda sinar cahaya bersinar terang di dahinya. Tatapannya kini tertuju pada sebuah patung wanita yang ada di pusat Kuil Dewi Cahaya yang sengaja diciptakan oleh seseorang di masa lalu. Tidak ada yang mengetahui bahwa Kuil tersebut adalah tempat sisa sedikit kehendak dari Dewi Cahaya.
Dung!
__ADS_1
Patung itupun bersinar terang lalu perlahan-lahan retak dan menampilkan satu sosok yang memiliki kemiripan dengan Ren Yuu.
“Dia telah terbangun..” Patung wanita yang berubah menjadi gumpalan hukum Cahaya membentuk sosok wanita pun terlihat. Ia menatap ke arah depan dan menemukan seorang wanita yang tidak memiliki kemiripan dengannya sama sekali.
“Kekuatanmu telah disegel, aku tidak menyangka bahwa kematian terakhir kita dan dia akan membuat siklus reinkarnasi akan terputus selamanya. Jika kita terbunuh sekali lagi, kita akan terhapus selamanya.” Gumam sosok wanita itu saat menatap dirinya dihadapannya saat ini yang telah sangat melenceng dari jalur untuk mencapai kekuatan Dewi Cahaya yang sesungguhnya.
“Aku hanyalah sisa kehendakmu yang tertinggal untuk membawa semua ingatan di beberapa kehidupan sebelumnya.” wanita itu pun bergumam kembali dan menatap ke arah tertentu.
Setelah beberapa saat menatap ke arah tertentu dengan tatapan sedikit rumit, sisa kehendak itupun meledak sepenuhnya sama seperti sisa kehendak milik Ren Yuu.
Duar!
Hukum Cahaya yang meledak pun langsung meresap ke dalam tubuh wanita yang terlihat dengan tatapan kosong.
Tidak lama kemudian, wanita itupun tersadar lalu menatap ke sekelilingnya.
“Arrrrggghh..” Wanita tersebut berlutut ke arah lantai lalu kekuatan luar biasa dahsyat pun meledak dari tubuhnya.
Ledakan tersebut pun menyelimuti seluruh Jalan Asura yang membuat semua makhluk yang ada di sana tampak membeku di tempat.
Bahkan para anggota Clan Ren yang ada di Kota Asyura terkejut dengan level kekuatan yang baru saja meledak.
Ren Doushi yang sedang melayang di atas kota Asyura bersama dengan beberapa sosok yang merupakan anggota keluarganya pun memasang wajah yang sangat muram.
Langit tampak putih sepenuhnya karena ledakan hukum yang melampaui level diluar akal sehat.
“Kakek.. siapa itu?” Mei yang berada di sebelah Ren Doushi pun memasang wajah sangat serius. Ia yang telah menyelesaikan evolusi menjadi White Dragon Of Destruction pun tentu sangat peka terhadap hukum Cahaya.
Dan level hukum tersebut adalah yang terkuat yang pernah Mei rasakan. Itu seperti level energi spiritual Feng Xuer yang telah melampaui batas kekuatan spiritual Tier True God puncak.
Ren Doushi sama sekali tidak membalas karena ia tidak mengenal siapa sosok kuat tersebut.
__ADS_1
“Ayah, bagaimana ini? Tidak ada seseorang sekuat itu yang mampu menandingi siapapun yang melakukan terobosan itu.” wanita cantik yang merupakan bibi Ren Yuu yang bernama Ren Shia pun berbicara.
Sebelum Ren Doushi membalas, ledakan hukum itupun menghilang dalam sekejap.
Ketiganya diam di tempat dan menunggu apakah ada yang terjadi. Tetapi, setelah waktu berlalu lebih dari sepuluh menit, mereka merasa bingung dan saling memandang.
“Kita harus tetap berjaga-jaga. Siapapun dia, tampaknya dia tidak memiliki niat buruk karena hukum Cahaya sebelumnya tampak memenangkan seseorang.” ucap Ren Doushi.
Ren Shia dan Mei pun hanya mengangguk. Ketiganya pun kembali ke kediaman Ren lalu mengirim beberapa kultivator untuk menyelidiki asal fenomena tersebut.
Di Kuil Dewi Cahaya, sosok yang awalnya berlutut sambil berteriak pun terlihat terengah-engah. Kini rambutnya berubah menjadi putih seperti warna Cahaya. Fitur wajahnya kini berubah dan menampilkan sedikit kemiripan dengan Ren Yuu meksipun fitur wajah lamanya masih terlihat juga.
“Aku.. aku..” Wanita yang terengah-engah itu perlahan meneteskan air matanya dan itu bukan kesedihan tetapi kebahagiaan.
“Sejauh apapun kita terpisah karena pemutusan siklus reinkarnasi dan benang Karma, pada akhirnya kau tetap menjadi adikku.” Wanita itu pun tersenyum hangat dan perlahan berdiri. Ia melihat ke arah tangannya lalu hukum Cahaya bercampur dengan hukum berwana biru langit pun terlihat.
Kedua hukum itu tampak menyatu karena adanya kesalahan ketika siklus reinkarnasi berlangsung dan membuat kekuatannya tersegel dan tidak akan pernah terbangun sebelum seseorang yang menjadi adiknya terbangun juga.
“Tier True God 8th Heavenly Layer.”
“Aku tidak tau kekuatan apa ini. Tetapi dengan kekuatan baru ini, kemungkinan pertarungan yang telah terjadi selama sembilan Reinkarnasi melawan musuh yang sama akan terselesaikan.” gumam wanita tersebut.
Tatapannya pun tertuju pada arah tertentu dan itu adalah tempat Makan Para Dewa berada.
“Di tempat itu, kita telah menghabisi Dewa Jahat, Iblis Kuno, Dark Phoenix dan bahkan Evil Dragon! Dan hanya satu yang tersisa, kebangkitannya juga akan segera terjadi. Kita berdua telah melakukan ini di semua Zaman, dengan bantuan Kekuatan Menembus Zaman milikmu, prediksi yang kau buat selalu tepat kecuali untuk kematian kita terakhir kali dan memutuskan siklus reinkarnasi dan benang Karma. Ini pasti ulah orang itu karena pertarungan panjang yang telah ditakdirkan akan ditentukan dalam pertarungan kali ini.”
“Kekuatan Dewa Kegelapan juga terpecah menjadi dua, tetapi kau pasti telah mengumpulkan kedua pecahan itu lalu menyempurnakannya. Jika tidak, aku tidak mungkin terbangun.”
“Namun..” Wanita itupun bergumam dan langsung menghilang dalam sejenak. Ia muncul di luar Jalan Asura dalam sekejap dan menatap ke arah atas tempat hamparan bintang-bintang berada.
“Seperti yang aku katakan, walaupun siklus reinkarnasi telah terputus yang membuat kita tidak menjadi satu darah, pada akhirnya kau akan tetap menjadi adik kecilku, Yuu'er..” gumam wanita tersebut yang tidak lain adalah kakak dari Ren Yuu dan juga anak angkat dari Feng Xuer, Wu Qiu.
__ADS_1