God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Pertarungan Puncak (8)


__ADS_3

Makam Para Dewa


Kekuatan yang ditunjukkan oleh Jin Xan memang membuat Ren Yuu dan Wu Qiu sangat waspada. Kemampuan untuk dapat meniru semua hal yang bagian dari elemen dan hukum dasar memang sangat menakutkan.


Karena itu, Ren Yuu pun membuat keputusan. “Ruby, bawa lantai ke tujuh sampai ke sembilan ke dalam tubuhku. Carilah tentang kemapuan lantai kesembilan!” Perintahnya di benaknya.


“Baik!” Ruby sangat paham dengan apa yang dimaksud oleh Ren Yuu. Ia juga tidak menyangka bahwa Jin Xan akan sangat kuat keterlaluan.


Jin Xan yang menatap Ren Yuu menyimpan sebagian dari Menara Kegelapan tidak peduli sama sekali. Ketika ia ingin menyerang, wajahnya jengkel karena masih ada lalat pengganggu yang mencoba menikamnya dari belakang.


Wusssh!


Sheng Mei yang menolak masuk ke dalam Dimensional Life pun muncul tepat di belakang Jin Xan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Sementara itu, Mythical Ancient Dragon God tampak mengeluarkan semua kekuatan Waktu yang ia miliki untuk membekukan Jin Xan di tempat agar tidak pergi.


Sedangkan untuk Sheng Qi'er, ia mengelilingi tempat Jin Xan dan Sheng Mei berada dengan api terkuat miliknya. Walaupun mungkin Jin Xan dapat berpindah tempat, itu pasti membutuhkan hukum penghubung ke suatu tempat, dan ketika Jin Xan berteleport dia akan terkena api yang mengorbankan sangat banyak esensi darahnya. Meskipun Jin Xan kuat, ia yakin Jin Xan tidak akan keluar tanpa cidera sama sekali dan saat itu Ratunya Sheng Mei akan dapat membunuh Jin Xan.


“Sheng Mei!” ucap Jin Xan saat berbalik seketika dan mengangkat kedua pedangnya untuk menahan serangan Sheng Mei.


Trang!


Drrrrtttt!


Getaran besar terjadi seketika. Udara di sekitar bentrokan tampak memiliki banyak retakan seperti jaring laba-laba.


“Jin Xan! Kau akan mati di sini!” ucap Sheng Mei dingin saat menggunakan semua kekuatannya untuk membunuh Jin Xan.


“Waktu..”


“Takdir..”


“Samsara..”


“Sage Art, Eternal Destruction!”


Untuk sesaat, terlihat sosok terbentuk melalui hukum di udara yang seperti sedang mengayunkan pedang ke arah tempat Jin Xan berada.


Menatap itu, Jin Xan melebarkan matanya karena pernah melihat hal itu juga. Ia saat ini sadar bahwa Sheng Mei adalah penerusnya, ia tidak menyangka bahwa Celestial Empress ternyata memilih anggota Klan Jin yang mewarisi kekuatan mutlak lainnya seperti Celestial Emperor walaupun kekuatan itu belum bangkit sepenuhnya. Saat ini, ia paham kenapa hanya Sheng Mei dari Clan Jin yang mampu menguasai hukum Takdir, hukum Waktu dan bahkan hukum Samsara.


Garis darah Celestial Emperor dikatakan adalah yang tertinggi, hanya ada beberapa yang setingkat dengannya, salah satunya adalah Jin Ming, garis darah evolusi baru, dan satu lagi adalah seseorang yang bertarung dengan Celestial Emperor lalu memusnahkan satu Galaxy dan yang lainnya adalah, Celestial Empress, wanita yang diakui menjadi wanita terkuat di enam belas Galaxy di zaman yang sangat kuno sebelum berubah menjadi tujuh Galaxy dan kekuatan itu tidak pernah terlihat lagi setelahnya.


Dan juga, inilah alasan lainnya mengapa garis darah Black Dragon Of Destruction hampir terhapus dari tubuh putra Sheng Mei, itu dikarenakan ketinggian garis darah yang Sheng Mei miliki. Dan Xiao Bai membantu meningkatkan kualitas kekuatan Kehancuran putra Sheng Mei dan Sheng Mei sendiri menyegel garis darah kedua yang ada di tubuh putranya.


“Aku tidak akan jatuh di sini!” Teriak Jin Xan saat menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawan.


Zhung!


Cahaya putih menyelimuti seluruh daerah ke tempat yang sangat jauh. Tidak ada reaksi atau ledakan apapun.


Ren Yuu dan Wu Qiu hanya mengangkat tangan mereka dan melapisi tubuh mereka dengan hukum terkuat agar tidak terkena efek yang mungkin akan terjadi. Tidak hanya itu, keduanya juga menggunakan Menara Kegelapan dan Guci Azulet untuk bertahan.


Zhep!

__ADS_1


Waktu di Makam Para Dewa tampak terhenti selama hampir dua detik dan ledakan dahsyat terjadi dalam sekejap.


Duar!


Di tempat yang lumayan jauh, Kun-Peng yang sedang mendekat pun terpental kembali oleh gelombang kejut yang muncul tiba-tiba.


Wusssh!


Xia Qingyue yang berada di sana mengeluarkan Tungku Sage untuk menahan gelombang ledakan yang menghempaskan mereka. Feng Xuer dan Hao juga menggunakan kekuatan mereka untuk bertahan.


Tidak hanya itu, bahkan semua kultivator yang ada di Makam Para Dewa terhempas sedikit ketika gelombang ledakan tersebut menyapu semua yang ada.


Tetapi di Makam Para Dewa, patung-patung yang ada di sana tidak memiliki kerusakan sama sekali seolah-olah dilindungi oleh sesuatu.


Sosok yang awalnya dilihat oleh Chuahua hanya menatap ledakan tersebut. Ia tidak terpengaruh sama sekali seolah-olah semua energi dan hukum tersebut menembus tubuhnya.


“Celestial Empress.. tampaknya kau telah menemukan penerus yang tepat setelah ratusan juta tahun, aku tidak menyangka bahwa dia akan berasal dari Clan Jin. Apa ini karena gabungan dari garis darah Celestial Phoenix?” Gumam sosok tersebut.


Sosok tersebut tampak sedang bernostalgia sekali lagi karena mengingat masa lalu.


“Tampaknya sudah waktunya bagiku. Aku tidak perlu menunggu lebih lama lagi.” Lanjut sosok tersebut dan menghilang dalam sekejap.


Ren Yuu, Wu Qiu, Sheng Qi'er dan Mythical Ancient Dragon God terhempas lumayan jauh. Mereka hanya terluka sedikit karena sedari awal serangan terakhir Sheng Mei hanya ditujukan kepada Jin Xan.


Ren Yuu yang telah menyetabilkan tubuhnya di udara pun menatap dengan serius ke arah ledakan tersebut. Ia yakin bahwa dirinya pasti akan tewas ketika menerima serangan sedahsyat itu.


Zhep!


Wu Qiu muncul di sebelah Ren Yuu dengan wajah serius juga. Ia tidak tau kekuatan apa yang dimiliki oleh Sheng Mei. Tetapi ia sangat yakin bahwa kekuatan itu pastilah berasal dari Tujuh Galaxy dan bukan milik Primordial Realm.


Di sisi lain, Mythical Ancient Dragon God yang mendarat di permukaan tanah hanya bisa berlutut karena tidak memiliki kekuatan tersisa. Ia juga menatap ke arah tempat ledakan terjadi dan berharap bahwa Jin Xan tewas dengan teknik yang ia rasa dapat memusnahkan Nine Realms.


Tidak lama kemudian, terlihat dua sosok di udara, keduanya tidak lain adalah Sheng Mei dan Jin Xan.


“Uhuk..” Sheng Mei memuntahkan seteguk darah. Wajahnya sangat pucat saat ini serta tubuhnya gemetaran. Ia pun perlahan turun ke bawah seperti layang-layang putus karena bahkan untuk terbang pun tidak mampu lagi.


Sementara itu, Jin Xan tidak dalam kondisi yang baik saat ini. Wajahnya terlihat sangat gelap dan dirinya diselimuti oleh cakram yang merupakan Artefak miliknya.


Krak! Krak! Prang!


Cakram yang menjadi Artefak milik Jin Xan pun hancur seketika karena tidak mampu menahan beban dari serangan Sheng Mei.


“Sialan! Jika saja aku tidak mengeluarkan Artefak itu, aku pasti lenyap selama-lamanya!” Jin Xan yang mengalami cidera parah pun mengutuk Sheng Mei. Ia tentu tau betapa dahsyatnya kekuatan yang dikeluarkan oleh Sheng Mei, bahkan untuk dirinya pun yang masih di dukung oleh Makam Para Dewa akan tewas jika terlambat sedikit saja.


Tatapan Jin Xan tertuju pada Sheng Mei yang saat ini sudah terlihat sekarat di permukaan tanah.


“Sheng Mei! Aku akan membunuhmu!” Teriak Jin Xan dan langsung melesat ke arah Sheng Mei yang untuk bergerak pun tidak mampu lagi.


Zhep!


Ketika Jin Xan yang hampir kehilangan akal sehatnya menerjang, Ren Yuu muncul tepat di hadapannya dan langsung mengayunkan Primordial Holy yang dan Bloody Mist Sword sekuat tenaga.


“Dark Art, Calamity of Darkness!”

__ADS_1


Sraing! Sraing!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Ren Yuu melewati Jin Xan dan mendaratkan dua tebasan.


Srak! Srak!


Jin Xan membatu di udara saat darah yang sangat banyak menyemprot seperti air mancur dari leher dan pinggangnya.


Zhep!


Wu Qiu pun muncul juga dan langsung mengayunkan Sea Queen Sword yang telah dilapisi oleh kekuatan yang berasal dari Guci Azulet.


Jleb!


Pedang tersebut tertusuk ke jantung Jin Xan dan langsung meledak.


Blar!


Lubang besar terlihat di dada Jin Xan setelahnya.


“Keparat..” ucap Jin Xan yang perlahan jatuh saat Wu Qiu selesai meledakkan dada Jin Xan.


Blug!


Jin Xan jatuh di posisi sekitar sepuluh meter dari Sheng Mei.


Ren Yuu pun menghilang dan muncul tepat di samping Sheng Mei. Ia menatapnya dengan rumit saat ini. Ia tentu tidak akan pernah lupa dengan apa yang dilakukan Sheng Mei padanya dan juga bantuan kecil tersebut.


Tidak lama kemudian, Sheng Qi'er muncul di hadapan Ren Yuu dan menghalanginya mendekat ke arah Sheng Mei.


“Menjauhlah dari Ratu!” ucap Sheng Qi'er dingin.


Wu Qiu hanya tetap berada di udara dan menatap hal itu. Ia tentu dapat merasakan aura familiar dari Sheng Mei dan itu merupakan aura yang dimiliki oleh Ren Yuu. Itulah sebabnya ia hanya diam dan menatap kembali ke arah Jin Xan.


Sebelum Ren Yuu berbicara, tepuk tangan terdengar di tempat itu yang membuatnya memasang ekspresi serius. Ia pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


“Siapa kau?” Tanya Ren Yuu waspada karena ia sama sekali tidak dapat merasakan kehadiran sosok tersebut.


Sedangkan untuk Wu Qiu yang berada di udara gemetaran dan matanya terlihat sangat dingin.


“Siapa aku? Tidakkah lebih baik kau bertanya kepada kakak tercintamu?”


“Tetapi, harus aku akui. Kalian berdua memang sangat berbeda. Namun, aku harus berterima kasih karena kalian berdua telah melemahkan Jin Xan sampai seperti ini.” ucap sosok tersebut dan mengendalikan tubuh Jin Xan.


“Yuu’er! Hentikan dia!” Teriak Wu Qiu sekuat tenaga.


Ren Yuu yang gagal bereaski pun terkejut dengan apa yang ia lihat.


Sosok tersebut kemudian tampak kabur dan memasuki tubuh Jin Xan.


Zhung!


Salah satu patung yang ada di pusat Makam Para Dewa pun menembakkan cahaya sekali lagi ke arah tubuh Jin Xan.

__ADS_1


Wu Qiu yang menatap itupun menggertakkan giginya, “Kita terlambat!”


__ADS_2