
Realms Of The God's
Di tempat tertentu, saat ini terlihat Kun-Peng, Xia Qingyue, Feng Xuer dan Hao Yue yang sedang melayang di kehampaan.
“Ini.. bukankah ini Realms Of The God's?” Tanya Feng Xuer terkejut.
“Ya. Ini adalah Realms Of The God's. Tampaknya kita telah dibuang keluar dari Makam Para Dewa. Tetapi kita mendarat di tempat yang lumayan jauh dari Jurang Waktu tempat memasuki Makam Para Dewa!” ucap Hao Yue.
“Aku dapat merasakan kekuatan yang sangat besar di sana! Ren Yuu dan Wu Qiu juga ada di sana!” ucap Xia Qingyue saat menatap ke arah tertentu.
“Ayo pergi! Aku memiliki firasat buruk!” Kun-Peng langsung melesat dengan kecepatan penuhnya.
Feng Xuer, Hao Yue dan Xia Qingyue tidak tinggal diam dan langsung mengikuti Kun-Peng. Tidak akan lama dengan tingkat kekuatan mereka untuk tiba di tempat Ren Yuu berada.
Untuk para Dewa lainnya yang berasal dari Nine Realms, mereka semua terlempar dan tersebar di Realms Of The God's juga. Hanya orang-orang yang berada di pusat Makam Para Dewa yang akan keluar di dekat Jurang Waktu yang telah tertutup sepenuhnya.
Tetapi mereka tidak lagi memiliki minat untuk pergi ke tempat Jurang Waktu berada karena telah merasa kesempatan mereka untuk mencapai Tier Beyond True God telah hilang.
**
“Tampaknya kau masih mengakui aku sebagai orang tuamu setelah penghianatan yang kau lakukan.” ucap sosok tersebut.
Wajah Wu Qiu semakin dingin ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sosok tersebut. Ia memang tidak akan pernah lupa tentangnya, bahkan ketika ia masih berada di tujuh Galaxy ketika dirinya masih kecil, ia selalu memanggil sosok itu sebagai ayah walaupun ia sangat membencinya saat ini.
__ADS_1
Sedangkan untuk Sheng Mei, wajahnya semakin pucat saat ini. Meskipun pemulihan tubuhnya lebih cepat dari yang seharusnya, bukan karena itu ia merasa takut. Tetapi karena sosok tersebut.
Dari warisan yang ia terima, tentu ingatan tentang sosok sosok perkasa ada di dalam kepalanya.
Celestial Emperor dan empat pemujanya. Mereka adalah eksistensi puncak di Tujuh Galaxy. Tetapi selain dari itu, ada beberapa dari eksistensi lainnya yang mampu bersaing dengan mereka.
Salah satunya adalah Dark Phoenix, tetapi dia terlalu pengecut untuk bertarung melawan Celestial Emperor. Yang lainnya adalah Dewa Jahat atau nama sebelumnya adalah Dewa Sage, pemimpin tertinggi Clan Jin.
Selain itu, ada dirinya atau lebih tepatnya, seseorang yang mewarisi kekuatannya kepadanya, dia disebut sebagai wanita terkuat yang pernah ada dan mendapatkan gelar Celestial Empress.
Dan yang satu lagi eksistensi yang memiliki kekuatan yang sama dengan Celestial Emperor, dia adalah eksistensi yang hampir membunuh Celestial Emperor di zaman kuno.
Dia memiliki banyak gelar di zaman tersebut, Dewa Cahaya, Dewa Kegelapan, Dewa Pencipta dan sebagainya. Tetapi, Sheng Mei tau dengan pasti bahwa dia adalah pemilik kekuatan mutlak akan semua hukum dan dia sebut sebagai Dewa Yin-Yang.
Tatapan Sheng Mei saat ini tertuju pada Ren Yuu dan Wu Qiu. Ia sangat paham bahwa Dewa Yin-Yang telah membagi kekuatannya atau lebih tepatnya menyerahkan kekuatannya kepada dua sosok yaitu putri dan putranya sehingga mereka menjadi Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya.
Tetapi keduanya tiba-tiba menghilang secara misterius dan Sheng Mei yang dahulu bisa dikatakan satu generasi dengan Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya di Tujuh Galaxy juga terkejut dengan menghilangnya mereka berdua.
Tetapi, saat Sheng Mei menggunakan manual Samsara Life And Death yang merupakan ciptaan dari Dewa Yin-Yang dan melakukan Reinkarnasi pertama, Clan Jin dibuang dan mendarat di Primordial Realm.
Saat tubuhnya masih kecil, saat itulah Jin Xan memberontak dan menghabisi kedua orang tuanya mengambil alih Clan Jin. Tidak hanya itu, Jin Xan bahkan membantai habis Clan Celestial Phoenix yang kebetulan lebih dulu memasuki Primordial Realm. Lalu Jin Xan pun melatihnya menjadi mesin pembunuh tanpa emosi.
Sheng Mei tidak menyangka bahwa eksistensi yang dikatakan telah kalah di tangan Celestial Emperor akan berada di Primordial Realm juga. Ia tidak tau bahwa Dewa Yin-Yang telah dibunuh. Tetapi saat ini tentu ia terkejut karena dia dibunuh oleh seseorang dan meninggalkan kehendak jiwanya di Makam Para Dewa seperti Jin Ming. Dan sekarang ia tau siapa yang melakukannya, mereka adalah Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya.
__ADS_1
“Ren Yuu, apa yang kau pikirkan di masa lalu sehingga memutuskan untuk menghabisinya?” Batin Sheng Mei dan mencoba memikirkan pemikiran Dewa Kegelapan di zaman kuno, atau lebih tepatnya zaman pertama Dewa Kegelapan terkuat muncul.
“Kalian berdua memang sungguh tidak terduga. Aku melatih kalian berdua agar dapat menyelesaikan apa yang aku inginkan. Tetapi aku tidak menyangka bahwa kalian berdua akan balik melawanku ketika kekuatanku telah turun sangat banyak ketika menyegel Primordial Realm agar tidak dapat dimasuki oleh Celestial Emperor.” ucap Dewa Yin-Yang dingin.
“Melatih kami? Kau hanya menganggap kami sebagai alat atas persainganmu dengan Celestial Emperor! Bahkan kau menghabisi ibu waktu itu karena tidak setuju dengan pendapatmu tentang memberikan kami kekuatan Cahaya dan Kegelapan untuk menghabisi Celestial Emperor dan empat pemujanya!” ucap Wu Qiu saat haus darah dari tubuhnya merembes. Niat membunuhnya meledak karena sangat membenci Dewa Yin-Yang. Tidak, ia tau bahwa ketika ayahnya kehilangan kekuatan Yin-Yang, dia telah mendapatkan kekuatan baru, yaitu Penciptaan, itulah sebabnya di Primordial Realm muncul banyak makhluk kuat dengan garis darah tinggi, itu adalah hasil karya ayahnya yang menyandang gelar Dewa Pencipta.
Dewa Pencipta menciptakan banyak makhluk kuat agar menjadi pasukannya suatu hari nanti melawan Celestial Emperor. Dan Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya akan menjadi panglima perang utama.
Ambisi Dewa Pencipta sangatlah mengerikan, yaitu membuat seluruh makhluk tunduk menggunakan kekuatan setelah kekalahannya melawan Celestial Emperor. Wu Qiu sangat paham tentang semua pemikiran ayahnya itu karena ia adalah salah satu korban bersama dengan adiknya yang masih kecil saat itu.
Keduanya telah terkena kutukan menjadi Abadi karena ketika mati, keduanya akan terus berinkarnasi kembali hanya untuk bertarung dengan Celestial Emperor. Takdir mereka telah diikat oleh Dewa Pencipta.
Tetapi, seiring berjalannya waktu, Dewa Pencipta sadar bahwa ketika mereka bertiga hidup kembali, mereka akan bertarung tanpa henti dan mati kembali menunggu hidup kembali. Siklus ini tidak pernah putus sama sekali.
Dan pada akhirnya, Dewa Pencipta mengambil keputusan untuk memutuskan siklus reinkarnasi dan benang Karma untuk Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya. Tetapi itu juga memiliki efek pada dirinya sendiri karena dirinya memiliki kutukan yang sama ketika ia melakukan itu.
Dewa Pencipta pernah mengatakan kepada Chuahua bahwa tidak ada makhluk yang abadi. Itulah yang ingin ia raih selama ini dan membuat kutukan tertentu dalam siklus reinkarnasi dan benang Karma. Tetapi itu bukanlah keabadian yang sebenarnya.
Ren Yuu yang sejak awal mendengar percakapan pun mengerti garis besarnya. Ia menatap ke arah Dewa Pencipta karena ia sangat tidak menyukai seseorang seperti itu.
Dan Ren Yuu telah mengetahui apa arti kesalahan yang mereka berdua perbuat sesungguhnya. Yaitu, mereka tidak menghancurkan kehendak jiwa Dewa Pencipta ketika mereka pertama kali mengalahkannya. Tentu itu dikarenakan mereka masih memiliki perasaan kepada orang tua mereka.
Itulah kesalahan yang mereka buat di zaman kuno. Dan saat ini, Ren Yuu meninggalkan Kehendak jiwa terus-menerus di masa lalu serta memperingati bahwa dirinya harus menyelesaikan kesalahan yang mereka perbuat.
__ADS_1
“Kau adalah Dewa Pencipta bukan? Seseorang yang memegang kendali atas Primordial Realm? Mendengar apa yang kau katakan dan apa yang kakakku katakan, aku dapat menyimpulkan bahwa kau memang sesuatu yang tidak seharusnya ada! Kali ini dan selamanya, aku akan menghabisimu tanpa bisa bangkit kembali!” ucap Ren Yuu saat kekuatannya meledak dahsyat.
Wu Qiu terkejut dengan kata-kata Ren Yuu. Tetapi ia tersenyum kecil karena tentu ia paham mengapa Ren Yuu tidak membawa ingatannya ketika terlahir kembali. Itu dikarenakan agar dia tidak segan menghabisi ayah mereka hingga tidak bangkit kembali seperti pertama kali mereka melakukan pemberontakan.