
Makam Para Dewa
Angin kencang berhembus ke segala arah membentuk badai Energi dan hukum yang sangat kuat. Pusat dari badai tersebut adalah Ren Yuu yang saat ini sedang melayang di langit sambil menutup matanya.
Terobosannya ke Tier True God 9th Heavenly Layer sangatlah berbeda dengan para kultivator atau makhluk lainnya.
Wusssh!
Setelah badai sembilan energi dan hukum yang berasal dari pohon yang memiliki Origin Core di dantian Ren Yuu menghilang, langit tiba-tiba menjadi gelap gulita. Daerah dalam radius yang lebih jauh pun diisi oleh hukum Kegelapan tingkat Asal.
Pohon kedua yang ada di dalam dantian Ren Yuu pun perlahan membesar dan itu kini lebih tinggi dari pohon pertama yang ada di dalam dantian-nya meskipun itu tidak memiliki Origin Core sama sekali.
Hao Yue yang menatap terobosan Ren Yuu juga terkejut karena itu sangat berbeda dengan terobosan yang ia lakukan sebelumnya. Juga, level hukum yang dimiliki oleh Ren Yuu saat ini yaitu hukum Kegelapan pun membuatnya bertanya-tanya level apa sebenarnya itu.
Sedangkan untuk Kun-Peng, Xia Qingyue dan Zhao Feng hanya tetap diam ditempat menyaksikan terobosan yang dilakukan oleh Ren Yuu.
Untuk Ruby, ia hanya menatap ke arah Ren Yuu dengan tatapan kosong karena merasa pernah melihat kejadian seperti itu di masa lalu. Namun, ia langsung mengaitkannya dengan kehilangan ingatan yang ia alami.
Setelah semua hukum Kegelapan menyebar, itu tampak melesat kembali ke dalam tubuh Ren Yuu. Semua hukum Kegelapan tersebut pun meresap ke dalam dantian Ren Yuu, lebih tepatnya ke pohon berwarna hitam yang ada di dalam dantian-nya.
Dalam waktu kurang dari lima detik, kegelapan pun menghilang dan menyisakan Ren Yuu yang masih tetap melayang di atas langit.
“Huftt..” Ren Yuu menghembuskan nafas panjang. Ia pun membuka matanya lalu menaikkan sudut bibirnya.
“Inikah kekuatan Tier True God 9th Heavenly Layer? Kenapa ini sangat berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh Qingyue?” Batin Ren Yuu. Tetapi ia tetap berpikir bahwa itu mungkin ada hubungannya dengan kekuatannya, yaitu kekuatan sejati dari Tubuh Ilahi Kegelapan yang hanya dimiliki oleh Dewa Kegelapan di Primordial Realm.
Tatapan Ren Yuu tertuju ke sekelilingnya dan memang benar bahwa ia saat ini dapat mengendalikan energi dan hukum Kegelapan sesuka hatinya.
Bahkan di tempat seperti Makam Para Dewa yang sebenarnya tidak terkait dengan Primordial Realm ataupun Tujuh Galaxy, Ren Yuu dapat mengendalikan hukum ke level puncaknya.
“Ini bukan puncak dari hukum Kegelapan.” Batin Ren Yuu saat melihat ke arah tangannya yang mengeluarkan uap hitam. Ia sangat sadar bahwa kekuatannya yang mungkin dianggap sebagai puncak di Nine Realms bukanlah yang terkuat di seluruh semesta karena ia teringat tentang seseorang yang menyandang gelar Celestial Emperor.
“Aku tidak perlu memikirkan tentang seseorang yang tidak pernah aku lihat sekalipun. Saat ini, aku hanya perlu mencapai Tier Beyond True God. Di Makam Para Dewa, semua itu akan bisa dilakukan, tetapi aku sadar bahwa untuk mencapainya, aku butuh membunuh sangat banyak makhluk kuat.” Batin Ren Yuu. Tetapi ia masih merasa ada yang tidak beres dengan Makam Para Dewa.
__ADS_1
Ada sesuatu yang janggal tentang Makam Para Dewa. Dari apa yang dikatakan oleh sisa kehendak yang ia ciptakan di masa lalu, dirinya dan kembarannya pernah melawan sosok kuat beberapa kali. Serta, sesuatu yang tidak beres dalam pikiran Ren Yuu saat ini adalah tentang kesalahan yang mereka berdua perbuat.
Meksipun Ren Yuu terus berpikir apa hal itu, ia sama sekali tidak menemukan jawabannya dari semua informasi yang ia kumpulkan bahkan dengan semua kejadian yang ditunjukkan oleh sisa kehendak miliknya di Kuil Dewa Kegelapan.
“Cara satu-satunya adalah, mencari seseorang yang disebut sebagai Dewi Cahaya.” Gumam Ren Yuu. Ia saat ini sangat penasaran siapa sebenarnya Dewi Cahaya tersebut dan apa maksud dari terputusnya benang Karma dan siklus reinkarnasi.
“Ren Yuu, tampaknya kekuatanmu telah lebih kuat lagi.” Hao Yue yang tiba di samping Ren Yuu pun langsung berbicara.
“Ibu..” Gumam Ren Yuu saat menatap ke arah Hao Yue dengan senyum diwajahnya. Ia pun perlahan mendekat lalu memeluk Hao Yue.
Ketika Ren Yuu memeluknya, Hao Yue merasakan perasaan yang sangat hangat. Instingnya yang sedari dulu merasa bahwa Ren Yuu memang sangat mirip dengan putranya memang tidak salah sama sekali karena Ren Yuu adalah dia.
Kun-Peng, Xia Qingyue dan Zhao Feng pun muncul di dekat Ren Yuu dan Hao Yue.
Tidak lama kemudian, Ren Yuu pun melepaskan pelukannya dan menatap ke arah mayat-mayat yang ada di tempat tersebut.
Ren Yuu pun mengeluarkan Bloody Mist Sword lalu memanggil Iblis Darah, “Iblis Tua, sudah waktunya bagimu untuk menerobos juga.”
“Yuu’er.. setelah ini, apa yang akan kau lakukan? Untuk mencapai Tier Beyond True God, jumlah energi yang dibutuhkan sangatlah besar. Mungkin ketika Makam Para Dewa dibuka, kemungkinan hanya akan ada dua makhluk Tier True God 9th Heavenly Layer yang menembus ke Tier Beyond True God,” ujar Hao Yue.
“Ya, ibu benar. Aku dapat merasakan bahwa jarak untuk mencapai Tier Beyond True God memang sangatlah lebar. Aku saat ini paham kenapa Asura dan Mythical Ancient Dragon God belum menembus tingkat itu.” Ren Yuu mengangguk kecil lalu melanjutkan, “Saat ini mungkin aku akan pergi ke suatu tempat tertentu untuk mencari seseorang. Apakah kalian akan ikut?”
“Jika kita bergerak satu kelompok, mungkin kekuatan kita akan meningkat sangat lama. Juga, batas waktu di Makam Para Dewa tidak diketahui sama sekali.” Xia Qingyue membuka suara.
Ren Yuu mengangguk kecil tetapi ia merasa heran karena Xia Qingyue menatapnya dengan heran karena suatu hal. “Ada apa?” Tanyanya bingung.
“Aku ingin mengetahui kenapa Kuali ini tampaknya bereaksi ketika merasakan hukum Kegelapan milikmu.” Xia Qingyue pun mengeluarkan Tungku Sage yang kini telah menjadi miliknya.
Zhao Feng yang menatap itupun tercengang karena ia tentu tau apa Tungku Sage dari catatan-catatan kuno. Lagi pula, deskripsi Tungku Sage ia miliki juga dan merasa heran kenapa itu bisa jatuh di tangan Xia Qingyue.
“Bereaksi terhadap hukum Kegelapan milikku?” Tanya Ren Yuu semakin heran.
Ruby yang sedari tadi diam pun membuka suara, “Ren Yuu, itu pastilah sisa kehendak dari Dewa Jahat pemilik dari Artefak tersebut.”
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ruby, mata Ren Yuu menyipit seketika karena telah membuat spekulasi. Dahulu Dewa Jahat dikalahkan olehnya bersama dengan kembarannya. Pastilah Dewa Jahat memiliki trik tertentu agar Tungku Sage tetapi menerima perintah meskipun sudah memilki pemilik baru.
Karena penasaran, Ren Yuu pun mengarahkan tangan kanannya ke Tungku Sage lalu energi dan hukum Kegelapan perlahan menyelimuti Tungku Sage itu.
Ketika itu terjadi, Tungku Sage pun bergetar keras dan langsung menepis energi dan hukum Kegelapan milik Ren Yuu. Itu tampak seperti Tungku Sage sangat membenci Kekuatan yang dimiliki oleh Ren Yuu.
“Qingyue.. tampaknya ada sesuatu di dalam Tungku Sage ini yang mungkin bersifat jahat. Berikan kepadaku, aku ingin mencoba apakah bisa memusnahkan sesuatu di dalam sana.” ucap Ren Yuu.
Xia Qingyue tidak membalas sama sekali dan memberikan Tungku Sage kepada Ren Yuu.
Ketika Ren Yuu menyentuh Tungku Sage, wajahnya pun sedikit dingin karena merasakan aura tertentu.
“Keluarlah!” ucap Ren Yuu dingin saat mengerahkan hukum Kegelapan maksimal yang ia miliki untuk menekan Tungku Sage.
Tungku Sage bergetar keras lalu tampak seperti hidup dan menjauh dari tempat Ren Yuu berada.
“Apa?” Xia Qingyue yang memiliki koneksi dengan Tungku Sage pun terkejut karena Tungku Sage bergerak sendiri tanpa teman sama sekali.
Bahkan Hao Yue, Kun-Peng dan Zhao Feng menatap hal tersebut dengan wajah yang sangat serius karena ada aura aneh yang perlahan-lahan keluar dari Tungku Sage.
Sementara itu, Ren Yuu yang menatap itupun tersenyum kejam. Ia tentu merasakan familiar dengan aura tersebut dan ia yakin bahwa aura tersebut berasal dari sosok yang pernah ia kalahkan bersama dengan kembarannya.
“Tampaknya kau tidak tahan lagi untuk berdiam diri di dalam sana!” ucap Ren Yuu saat uap aneh keluar dari Tungku Sage lalu membentuk sosok pria dengan sayap hitam di punggungnya.
Sosok tersebut menatap ke arah Ren Yuu dengan sangat dingin.
“Siapa dia?”Hao Yue, Kun-Peng dan Zhao Feng pun terkejut ketika melihat sosok tersebut. Kun-Peng mengingatkan sosok tersebut terhadap seseorang yang sangat ia benci, yaitu Jin Xan walaupun ia tau bahwa itu bukan dia.
Sedangkan untuk Xia Qingyue, ia telah membuat spekulasi tentang siapa dia sebenarnya.
Ren Yuu yang menatap sosok tersebut hanya diam pun membalas Kata-kata Hao Yue, Kun-Peng dan Zhao Feng bersamaan yang membuat semua yang ada di sana merasa bingung.
“Dewa Jahat!”
__ADS_1