God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Emosi Kompleks


__ADS_3

Ren Yuu menatap tubuh Zou En yang perlahan mendingin. Ia pun langsung melemparnya ke samping dan kembali ke bentuk manusia. Ia mengeluarkan Bloody Mist Sword dan memanggil Iblis Darah.


“Hei Iblis Tua, itu bagian untukmu. Serap secepat mungkin. Beberapa makhluk kuat mungkin akan datang ke tempat ini karena pertempuran yang aku lakukan beberapa saat lalu.” Ren Yuu langsung berbicara dan menatap ke arah Iblis Darah yang tampak tidak peduli padanya sama sekali.


Iblis Darah yang mengetahui alasan Ren Yuu memanggilnya setiap saat tentu karena pertarungan dan sumber daya sehingga matanya langsung mencari ke sana ke mari. Tatapannya tidak teralihkan dari sosok raksasa yang berbaring di atas permukaan tanah.


Karena semangatnya, Iblis Darah tidak berbicara lagi. Ia mengendalikan Bloody Mist Sword untuk memulai eksekusi yang sebenarnya.


Ren Yuu tidak peduli sama sekali dengan sikap Iblis Darah. Ia pun langsung memeriksa ke dalam Dimensional Life miliknya. Ia sedikit berkedut karena melihat satu sosok yang masih mengalami cidera tetapi menyerang ke arah langit-langit dan mencoba merobek ruang Dimensional Life miliknya.


Karena putrinya sudah sadar, Ren Yuu pun langsung mengeluarkannya secara paksa. Sebab, butuh usaha lebih untuk memasukkan atau mengeluarkan sosok lumayan kuat ke dalam dan keluar dari Dimensional Life jika mereka sadarkan diri.


Ren Xie'er yang sedang dalam suasana hati yang sedikit buruk dan menyerang ke arah langit-langit, di tarik secara paksa keluar. Sedari awal, ia sudah paham bahwa Dimensional Life adalah sebuah Artefak yang mampu memasukkan makhluk hidup ke dalamnya sehingga ia mencoba untuk keluar secara paksa.


Ketika Ren Xie'er keluar, ia langsung menyerang juga tanpa berpikir dua kali.


Tap!


Sebuah tangan langsung menangkap pergelangan tangannya yang saat ini sedang memegang pedang cahaya. Ren Xie'er menatap ke arah depan dengan tatapan tidak senang tetapi ia langsung terdiam ketika melihat sosok yang sangat ingin ia temui karena masih ingat apa yang terjadi sebelumnya.


“Bagaimana dengan lukamu? Apakah tubuhmu sudah lebih baik?” Tanya Ren Yuu dengan senyum hangat diwajahnya. Ia juga langsung menyalurkan energi dan hukum Kehidupan dalam jumlah yang sangat besar ke tubuh putrinya agar luka-lukanya pulih jauh lebih cepat.


Ren Xie'er tidak membalas sama sekali dan menatap wajah ayahnya dengan seksama. Ia langsung mengingat dengan jelas bahwa ketika ayahnya tersenyum seperti itu, wajah seseorang yang langsung muncul di benaknya, yaitu wajah kakak laki-lakinya yang bernama Ren Zi.


Dengan mata berkaca-kaca, Ren Xie'er pun menggigit bibirnya dengan kuat lalu bergumam, “Ayah...”

__ADS_1


Ketika putrinya memanggilnya seperti itu, emosi Ren Yuu berantakan. Ia sangat menyesali banyak hal karena tidak bisa melihat putrinya itu tumbuh dewasa.


Hal ini sama seperti ibunya Feng Xuer yang mengalami gejolak emosi yang begitu kuat ketika tidak bisa melihat Ren Yuu tumbuh dewasa. Penyesalan seperti itu pasti akan membayangi dirinya sebagai orang tua.


Ren Yuu melepas pergelangan tangan putrinya dan hanya bisa berkata, “Maaf karena ayah tidak bisa berada di sisimu selama ini.”


Buak!


Jawaban yang tidak diduga oleh Ren Yuu pun terjadi. Putrinya memukul perutnya sekuat tenaga sampai-sampai ia tersedak. Ia tentu tidak menggunakan hukum Takdir jika berada di sekitar putrinya jika tidak ada musuh. Lagi pula, ia tidak akan mengharapkan bahwa putrinya akan langsung memberikan pukulan maut.


Zhung!


Ren Yuu melesat menjauh karena tidak menggunakan pertahan apapun saat ini. Walaupun tidak sakit, tetap saja ia tersenyum pahit saat ini.


Sementara itu, Iblis Darah yang sedang asik menyerap esensi darah Zou En pun menyeringai saat melihat Ren Xie'er. Ia adalah ahli dalam melihat garis darah dan langsung tau bahwa Ren Xie'er adalah putri Ren Yuu.


Ketika Ren Yuu menyetabilkan tubuhnya, putrinya tiba di depannya lalu memeluknya dengan erat.


Ren Xie'er langsung menangis keras karena seseorang yang ingin ia lihat sejak lama akhirnya tiba di hadapannya. Ia selalu mengingat tentang kata-kata neneknya seperti apa ayahnya yang sebenarnya. Ia tau dari Hao Yue bahwa ayahnya mencoba mengorbankan dirinya agar keluarganya bisa selamat. Itulah yang membuat Ren Xie'er sangat ingin bertemu ayahnya walaupun kadang emosinya berantakan karena ayahnya sedari awal tidak mengaku bahwa dia adalah ayahnya.


Ren Yuu tersenyum hangat dan memeluk putrinya itu. Hatinya saat ini sedikit sedih ketika melihat putrinya yang sedang menangis dan menahan berbagai emosi.


“Kau sudah tumbuh dewasa, Xie'er..” ucap Ren Yuu dan membelai rambut pirang panjang putrinya itu dengan lembut.


“Hiks.. ke mana ayah selama ini?” Ren Xie'er memeluk ayahnya lebih kuat karena takut bahwa ayahnya itu akan menghilang kembali.

__ADS_1


“Banyak hal yang terjadi dan ayah tidak bisa datang secepat mungkin.” Balas Ren Yuu dan mencoba menenangkan putrinya agar tidak menangis lagi.


Tetapi Ren Xie'er tidak berhenti menangis sama sekali dalam waktu yang lama sehingga Ren Yuu hanya membiarkannya saja sampai putrinya itu tenang.


Sementara itu, Iblis Darah telah selesai menyerap esensi darah Zou En dan menatap ke arah Ren Yuu dan Ren Xie'er. Sebagai sosok Roh Senjata, ia memiliki keunikan yaitu memiliki emosi sehingga ia tau bagaimana perasaan keduanya sehingga ia hanya diam dan menunggu. Saat ini, kekuatannya telah meningkat drastis dan hanya butuh satu makhluk seperti Zou En lagi untuk mencapai level yang sama.


Setelah sepuluh menit berlalu, Ren Xie'er telah berhenti menangis dan melepaskan pelukannya. Ia masih menatap ayahnya dengan tatapan tidak puas karena suatu hal dan membuat Ren Yuu tidak tau harus berbuat apa.


“Di mana ibumu?” Tanya Ren Yuu ketika mengingat Xueqi.


“Aku tidak tau, aku sudah kabur selama lebih dari dua tahun,” jawab Ren Xie'er sedikit malu karena ia membocorkan tentang dirinya yang kabur dari rumah.


“Kenapa kau kabur dari rumah?” Tanya Ren Yuu penasaran.


Mendengar pertanyaan ayahnya, Ren Xie'er hanya menunduk malu. Ia tidak tau harus menjawab seperti apa saat ini.


Melihat Ren Xie'er yang hanya diam, Ren Yuu pun membelai pipi putrinya itu. “Apapun yang terjadi, ayah yakin mereka melakukannya karena menurut mereka itu yang terbaik untukmu.”


Ren Xie'er terdiam mendengar perkataan ayahnya. Ia memang sangat keras kepala dan sifat itu memang menurun dari ayahnya. Ia masih sedikit tidak terima tetapi tetap memikirkan perkataan ayahnya.


Melihat putrinya tampak tidak terlalu terima karena wajahnya sedikit cemberut, Ren Yuu hanya menggelengkan kepalanya karena tau bahwa Ren Xie'er masih dalam masa pemberontakan.


“Hei Iblis Tua.. kembalilah.” ucap Ren Yuu menatap ke arah Iblis Darah yang tampak sedang membersihkan Bloody Mist Sword karena itu adalah rumahnya.


“Oh? Sudah selesai? Carilah satu lagi makhluk sekuat Blood Titan itu. Aku akan mencapai level Tier True God 7th Heavenly Layer nanti!” ucap Iblis Darah dan langsung masuk ke dalam Bloody Mist Sword dan pedang itu kembali kepada Ren Yuu.

__ADS_1


Ren Xie'er menatap Iblis Darah dengan bingung karena ada sosok yang bisa masuk ke pedang. Ia tidak tau bahwa Iblis Darah bukan makhluk hidup. “Apakah pedang ayah sama dengan pedang kakak Yui yang bisa menyimpan benda?” Batinnya.


Lalu tatapan Ren Xie'er pun tertuju pada tubuh Zou En. Ia pun terkejut karena pernah melihat sosok itu sebelumnya. Ia pun melihat ke arah ayahnya dan terkejut karena ayahnya mampu mengalahkan seseorang yang dijuluki sebagai Dewa Pembantaian, saingan seseorang yang ia hormati, Yu Ling Er.


__ADS_2