God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Kau Adalah Aku dan Aku Adalah Kau


__ADS_3

Makam Para Dewa


Saat ini Ren Yuu dan Ruby perlahan mendekat ke arah Kuil Dewa Kegelapan. Walaupun hukum Kegelapan mencoba untuk menghempaskan semua yang ada, itu tidak terlalu menekan Ren Yuu dan Ruby karena suatu hal.


Tidak lama kemudian, Ren Yuu dan Ruby pun tiba di depan pintu masuk Kuil Dewa Kegelapan yang terbuka.


Tatapan mereka berdua tertuju pada isi Kuil Dewa Kegelapan tetapi tidak melihat apapun di dalam sana karena sangat gelap. Tidak hanya itu, bahkan ketika Ren Yuu mencoba melacak dengan energi spiritual, ia sama sekali tidak menemukan apa-apa.


Ren Yuu dan Ruby saling memandang lalu perlahan masuk ke dalam. Ketika melewati pintu, pintu Kuil itupun menutup.


Sewaktu pintu tertutup, Ren Yuu dan Ruby memasang wajah sangat serius karena aura seseorang tiba-tiba terpancar. Hukum  Kegelapan pun perlahan menyatu dan memadat membentuk sosok tertentu.


Ketika sosok tersebut telah memadat, terlihat pemuda tampan berambut hitam yang menatap lurus ke arah Ren Yuu dan Ruby.


“Ren Yuu.. dia..” Mata Ruby melebar karena menatap sosok pemuda tersebut. Apa yang membuatnya terkejut tentu karena penampilan pemuda di depannya dan Ren Yuu.


Bahkan untuk Ren Yuu sekalipun tidak bisa berkata-kata karena tidak menyangka bahwa seseorang yang terbentuk melalui hukum Kegelapan memiliki penampilan yang tidak akan ia sangka sangka.


“Apakah Kuil Dewa Kegelapan ini akan meniru penampilan seseorang yang memasukinya?” Tanya Ren Yuu penasaran saat menatap pemuda tersebut yang memiliki wajah persis seperti dirinya. Perbedaannya hanyalah pada warna rambut. Bisa dikatakan itu adalah versi dirinya dengan rambut dan tinggi badan yang sedikit berbeda.


Tetapi Ruby tidak berpikir seperti itu karena merasa bahwa pemuda yang sangat mirip dengan Ren Yuu tersebut bukalah karena Kuil Dewa Kegelapan meniru siapa saja yang masuk. Jika tidak, kenapa duplikat dirinya tidak terlihat walaupun dirinya hanyalah Roh.


Lalu pria muda itupun berbicara perlahan yang membuat Ren Yuu dan Ruby terdiam karena tidak mengerti kata-kata yang terucap dari pria pemuda tersebut. Bahasa yang digunakan oleh pemuda itupun terasa sangat asing dan aneh.


Karena Ren Yuu dan Ruby tampak bingung, pemuda itupun mengibaskan lengannya lalu hukum Kegelapan menyelimuti Ren Yuu dan Ruby sekali lagi.


Ren Yuu dan Ruby merasakan hukum Kegelapan merasuki pikiran mereka tetapi yang membuat keduanya terkejut, mereka sama sekali tidak mampu melawan. Bahkan saat ini, Menara Kegelapan tampak tidak mengikuti perintah Ren Yuu dan Ruby yang artinya, jika pemuda itu ingin membunuh mereka, sudah pasti mereka akan tewas tanpa bisa melawan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, hukum Kegelapan pun perlahan memudar dari pikiran Ren Yuu dan Ruby.


“Apakah kalian berdua sudah mengerti kata-kataku?” Tanya pemuda itu dengan wajah tenang sepanjang waktu.


Mendengar pertanyaan itu, Ren Yuu dan Ruby tau bahwa pemuda itu membaca pikiran mereka agar mengetahui bahasa yang mereka berdua pahami.


“Ya. Siapa kau?” Tanya Ren Yuu dengan wajah sangat serius karena merasa bahwa level kekuatan dari Pemuda tersebut sangatlah luar biasa mengerikan.


“Siapa aku? Apa kau masih tidak menyadarinya? Sebelum itu, aku akan mengatakan bahwa aku hanyalah sisa-sisa hukum yang memiliki kesadarannya sendiri.” ucap pemuda tersebut.


“Menyadarinya?” Wajah Ren Yuu berkerut karena masih tidak mengerti sampai saat ini apa maksud dari pemuda tersebut.


“Akan lebih mudah mengatakannya bahwa aku adalah kau dan kau adalah aku.” ucap pemuda tersebut.


Mata Ren Yuu melebar seketika. Ia tentu tidak akan percaya begitu saja dengan perkataan pemuda tersebut hanya karena dia mirip dengannya.


Sementara itu, Ruby hanya diam karena telah mencoba memeriksa sesuatu yaitu hukum Kegelapan milik pemuda tersebut sangatlah mirip dengan milik Ren Yuu.


“Reinkarnasi.” Ruby pun membuka suara untuk membenarkan spekulasinya.


Pemuda tersebut menatap ke arah Ruby dengan tatapan sedikit hangat. Ia pun melambaikan tangannya lalu Menara Kegelapan perlahan melayang ke hadapannya.


Ren Yuu terkejut bahwa pemuda itu mengendalikan Menara Kegelapan padahal koneksinya dengan Menara Kegelapan tidak terputus sama sekali.


“Ternyata benar, Menara Kegelapan tidak tercipta melalui Profound Emperor Darkness. Tetapi Profound Emperor Darkness adalah yang menyempurnakannya.” Ruby berkata sekali lagi.


“Ya, kau benar, Ruby. Artefak ini adalah salah satu dari dua Artefak Surgawi milik seseorang tertentu yang telah binasa ketika memecah kekuatannya menjadi dua bagian. Kau pasti telah lupa denganku karena ingatanmu terhapus ketika Menara Kegelapan ini rusak.” Pemuda itu membalas kata-kata Ruby.

__ADS_1


Dung!


Menara Kegelapan bersinar perlahan. Tidak lama kemudian, setiap lantai yang ada di Menara Kegelapan pun terpisah menjadi sembilan bagian.


“Ini adalah salah satu kemampuan dari Menara Kegelapan. Setiap lantainya memiliki kegunaannya sendiri. Enam lantai merupakan sebuah perisai untuk melindungi tubuh.” ucap pemuda tersebut saat menjentikkan jarinya.


Zhep!


Enam lantai Menara Kegelapan melesat ke arah Ren Yuu. Ketika itu menempel pada tubuh Ren Yuu seperti bagian kakinya, itu perlahan berubah menjadi amror. Kelima lainnya juga sama.


Tidak lama kemudian, Ren Yuu tampak seperti menggunakan pakaian perang gelap yang sangat mirip dengan teknik yang berasal dari Profound Emperor Darkness.


“Armor Dark Knight!”


Ren Yuu yang dibaluti oleh Armor Dark Knight, merasakan semua kekuatannya meningkat drastis. Tidak hanya dari hukum, bahkan kekuatan tubuh, insting, persepsi, itu tampak menjadi berlipat ganda.


Dua lantai lainnya pun perlahan berubah. Itu kemudian membentuk sebuah Pedang dan Perisai.


Ren Yuu yang awalnya terkejut pun menatap ke arah pedang dan perisai tersebut. Ketika ia menggunakan Profound Emperor Darkness, pedang seperti itu sering kali muncul yang artinya Profound Emperor Darkness meniru semua karakter dari Menara Kegelapan.


“Dahulu aku menggunakan Pedang dan Perisai ini. Dua lantai ini tidak terbatas hanya menciptakan Pedang dan Perisai. Tetapi ini adalah senjata pamungkas yang hampir tidak dapat dihancurkan. Butuh kekuatan level tertinggi untuk merusak senjata ini.” Pemuda itu melanjutkan dan merubah dua senjata tersebut menjadi butiran hukum lalu memadat menjadi berbagai bentuk. Itu terlihat sangatlah fleksibel dan bisa digunakan seperti apa saja.


“Dan menara Kesembilan..” Pemuda itu menghentikan kata-katanya lalu menatap Ren Yuu dengan serius lalu melanjutkan, “Kau harus mencari kegunaan lantai kesembilan karena aku juga tidak mengetahuinya.”


“Apa tujuanmu mengatakan semua ini padaku?” Tanya Ren Yuu saat mengendalikan enam lantai Menara Kegelapan ke bentuk semula.


Pemuda itu terdiam beberapa saat lalu berbicara, “Bukankah aku mengatakan bahwa kau adalah aku dan aku adalah kau? Dahulu, kaulah yang meninggalkan hukum dan juga proyeksi dirimu sendiri di tempat ini. Dan tujuannya adalah untuk hari ini!”

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh pemuda itu, tubuh Ren Yuu menegang di tempat karena siapapun pasti tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh pemuda itu.


Tetapi, ketika Ren Yuu menatap pemuda itu mengendalikan hukum Kegelapan di tempat itu membentuk sebuah gambar, ia pun merasa bahwa apa yang dikatakan oleh pemuda itu adalah kenyataan.


__ADS_2