
Makam Para Dewa
Di suatu tempat di Makam Para Dewa, terlihat satu sosok yang sedang memasang senyum bahagia diwajahnya. Sosok tersebut adalah seorang pria muda yang memiliki sayap hitam di punggungnya, Jin Xan.
Dihadapannya saat ini, terlihat satu sosok wanita yang tergeletak di permukaan tanah. Kekuatannya telah lenyap sepenuhnya, wanita itu tidak lain adalah Chuahua yang telah kehilangan basis kultivasinya serta hukum Takdir puncak miliknya telah disedot secara paksa. Saat ini ia hanyalah manusia biasa yang memiliki tubuh kuat.
Walaupun begitu, Chuahua yang telah menjadi manusia biasa masih bisa hidup layaknya para kultivator puncak walaupun tidak bisa berkultivasi lagi.
“Ha-ha-ha!” Jin Xan tiba-tiba tertawa lepas sambil merentangkan kedua tangannya karena akhirnya ia telah mendapatkan hukum Takdir bawaan yang sangat kuat dari Chuahua.
Alasan mengapa Jin Xan melakukannya di Makam Para Dewa, itu dikarenakan lokasi mereka saat ini.
Saat ini Jin Xan dan Chuahua sedang berada di sebuah tebing yang sangat tinggi. Di tempat tersebut terlihat banyak patung-patung kuno, dan di hadapan patung paling besar adalah tempat mereka melakukan pemindahan hukum Takdir.
“Inikah hukum Takdir? Sungguh tidak terduga bahwa kekuatan ini memang mampu meramalkan masa depan! Sungguh kekuatan yang luar biasa! Tidak heran hukum Takdir disejajarkan dengan hukum Waktu!” Jin Xan yang dalam keadaan bahagia berkata dengan nada yang sangat senang.
Dung!
Tiba-tiba patung yang ada di hadapan mereka bersinar sedikit lalu meledakkan energi mendalam dan hukum yang sangat kuat.
Jin Xan yang menatap itu semakin bahagia karena sudah membaca catatan kuno tentang sebuah tempat di Makam Para Dewa, yaitu pusat Makam Para Dewa adalah tempat sumber daya sesungguhnya untuk meningkatkan kultivasi.
Walaupun dengan cara membunuh banyak makhluk di Makam Para Dewa dapat meningkatkan kultivasi, hanya sedikit dari mereka yang tau bahwa pusat Makam Para Dewa memiliki energi mendalam dan hukum melampaui Tier True God, dan itu dapat diserap untuk meningkatkan kultivasi dan hukum. Itulah alasan Jin Xan membawa Chuahua ke tempat tersebut.
Rencana awal Jin Xan adalah, ia ingin Chuahua, Yao Lao dan Yao Bing mencapai puncak Tier True God 9th Heavenly Layer di tempat itu. Dan ketika ia menyerapnya, kekuatan serta hukum miliknya pasti akan seperti para makhluk Tier Beyond True God yang sangat kuat. Dan itu adalah langkah pertama dari rencana Jin Xan untuk pergi ke tujuh Galaxy dan ia akan memulai untuk melakukan rencana berikutnya yaitu menghancurkan Celestial Realm dan Celestial Emperor.
Dengan bantuan Hukum Takdir, Jin Xan sangat yakin bahwa ia akan bisa menandingi kekuatan Celestial Emperor jika tingkat kultivasi mereka setara. Dengan garis darah Clan Jin yang luar biasa, tidak akan mengherankan jika dirinya akan mampu melakukan hal itu.
Namun, sebelum Jin Xan ingin pergi ke Celestial Realm, ia ingin melakukan sesuatu terhadap Nine Realms.
Kekuatan satu Galaxy seperti Nine Realms pasti akan mampu menaikkan kekuatan dalam jumlah yang sangat besar dan semuanya telah dirancang oleh Jin Xan sedemikian rupa.
__ADS_1
Sedari awal, Jin Xan telah membuat Absolute Dragon God mengamuk dengan cara membuat kematian palsu Sheng Mei yang merupakan sahabat paling penting bagi Absolute Dragon God.
Dan kematian Sheng Mei direncanakan sedemikian rupa dan itu tampak seperti dikepung oleh para makhluk dari Nine Realms.
Itulah yang membuat Absolute Dragon God mengamuk di masa lalu karena berpikir bahwa pada makhluk puncak di semesta Primordial mengepung Sheng Mei ketika dirinya sedang berada di suatu tempat yang jauh.
Saat Absolute Dragon God pergi ke suatu tempat, itu juga dikarenakan pengaturan dari Jin Xan, ia membuat rencana sedemikian rupa tanpa cacat sama sekali. Dan tujuannya tentu untuk hari ini.
Jika tidak, jika para makhluk puncak di Primordial Realm masih ada, tidak mungkin dirinya akan mampu melangkah lebih jauh lagi. Keberadaan tiga Raja Naga pun sudah membuatnya tidak berkutik sama sekali. Belum lagi para pemimpin semua ras di masa itu.
Dan alasan lainnya dirinya tinggal di Realms Of The Abyss, tentu karena Alam Dewa Abyssal. Itu adalah salah satu inti dari Primordial Realm bersama dengan inti yang ada di Realms Of The God's.
Itulah alasan lainnya Jin Xan belum menyentuh Realms Of God's karena tempat itu adalah tempat penting lainnya dan membiarkan para God Race merasa berkuasa lalu melenyapkan ras lainnya agar tidak ada makhluk puncak yang muncul kembali.
Dan di masa itu, ketika Nan Bei Yun muncul, Jin Xan mengendalikan para Dewa Abyssal Race untuk bekerjasama dengan para pemimpin tertinggi God Race untuk menjatuhkannya.
Lalu masalah yang tersisa adalah Asura dan Mythical Ancient Dragon God. Keberadaan seseorang seperti Hao Long sama sekali tidak membuatnya takut sehingga dia hanya membiarkannya. Ia juga sangat paham bahwa seseorang seperti itu tidak akan dapat mencapai level Raja Naga.
“Ha-ha-ha! Dengan berkultivasi di tempat ini selama hampir sebulan karena Makam Para Dewa akan melemparkan semua makhluk dalam waktu satu bulan lagi, dan dengan membunuh Mythical Ancient Dragon God dan Asura, aku akan mencapai Tier Beyond True God! Inilah yang ku tunggu tunggu karena di Primordial Realm dan Nine Realms, makhluk tidak akan bisa mencapai tingkat tersebut.” Jin Xan menyeringai karena rencananya hampir selesai.
“Dasar sampah! Kau pasti tidak akan mencapai apa yang kau inginkan dan rencanakan selama ini!” Chuahua yang berada di permukaan tanah berkata dengan nada dingin dan mengejek ke arah Jin Xan.
Senyum liar di wajah Jin Xan lenyap dan menatap ke arah Chuahua dengan senyum ejekan juga.
“Kau hanyalah cacing abadi saat ini. Berterima kasihlah karena aku tidak membunuhmu di sini.” ejek Jin Xan.
Buak!
Jin Xan pun menendang Chuahua.
Wusssh!
__ADS_1
Chuahua melesat ke arah jauh tempat patung yang berada paling ujung berada.
Bom!
“Uhuk..”
Chuahua memuntahkan seteguk darah saat manabrak patung karena mengalami cidera dalam hanya dengan tendangan tersebut. Itu dikarenakan dirinya tidak memiliki energi mendalam dan hukum lagi. Ia hanya memiliki tubuh kuat tetapi hanya dengan tubuh tanpa perlindungan energi, ia tetap saja rapuh untuk para makhluk puncak.
Jin Xan mendengus ke arah Chuahua. Tetapi alisnya sedikit naik dan senyum terlihat diwajahnya saat merasakan beberapa kelompok mendekat ke arahnya.
“Akhirnya kalian datang juga ke tempat ini!” ucap Jin Xan saat menatap ke arah tertentu.
“Mythical Ancient Dragon God, Asura.. oh, sungguh tidak terduga bahwa seekor Celestial Phoenix yang telah berkembang juga hadir! Dan...”
“Sheng Mei! Aku tidak menduga bahwa kau akan datang ke tempat ini juga! Tampaknya aku harus memberimu pelajaran lebih kali ini!” ucap Jin Xan dengan senyum yang sangat ganas.
Wusssh!
Tidak lama kemudian, Mythical Ancient Dragon God bersama dengan beberapa bawahannya pun tiba di dekat Jin Xan. Mereka adalah yang memiliki posisi paling dekat dengan posisi Jin Xan.
“Akhirnya kau tiba juga, Mythical Ancient Dragon God! Aku sudah terlalu lama menunggu saat-saat seperti ini!” ucap Jin Xan dengan senyum ganas.
Mythical Ancient Dragon God yang membawa pasukannya bersamanya pun menatap dengan dingin ke arah Jin Xan. Tatapannya tertuju pada patung yang ada di dekat Jin Xan dan ia pun menyipitkan matanya karena tidak pernah melihat sosok atau membaca tentang seseorang yang ada di patung tersebut.
“Asura juga sedang bergerak ke tempat ini! Bisa dipastikan bahwa dia akan tiba dalam waktu setengah jam! Untuk Sheng Mei dan Sheng Qi'er, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk tiba! Apakah kau ingin menunggu Asura agar aku bisa memusnahkan kalian bersama-sama, atau kau ingin melawanku hanya dengan pasukan mu?” Tanya Jin Xan dengan nada penuh percaya diri.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jin Xan, Mythical Ancient Dragon God merasa bahwa harga dirinya sebagai Raja Naga telah diinjak-injak.
“Apa kau lupa alasan aku diakui sebagai Raja Naga? Aku akan mengingatkanmu, Jin Xan!” ucap Mythical Ancient Dragon God saat tubuhnya membesar memasuki bentuk sejatinya.
Untuk semua bawahan Jin Xan pun melakukan hal yang sama. Bahkan Winged Tiger God muda yang berasal dari planet Desolate juga masuk ke bentu sejatinya.
__ADS_1
Menatap semua para binatang monster tersebut, senyum Jin Xan tampak lebih cerah, “Waktunya untuk mendisiplinkan para binatang-binatang tidak tau diri!”