
Alam Neraka Galaxy Cahaya Suci
“Pria tua bernama Lin An ini sama sekali tidak sederhana. Walaupun kultivasinya hanya terlihat berada di Tier God King Late, aura lain yang aku rasakan secara samar sangatlah dalam!” Batin Ren Yuu dan terus mengikuti dari belakang.
Tang Chen dan Zi Ling sama sekali tidak dapat merasakan apa yang dilihat oleh Ren Yuu.
Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di sebuah kediaman sederhana yang lumayan luas. Lin An yang memimpin jalan langsung membuka pintu sambil berteriak, “Lin Feng Tua! Ada tamu untukmu!”
Ren Yuu, Zi Ling dan Tang Chen hanya berdiri dalam diam ketika mereka telah melewati pintu.
“Berapa kali aku katakan sialan, jangan panggilan aku Lin Feng Tua!” Suara bermartabat sedikit kasar terdengar dari salah satu ruangan yang tertutup oleh pintu.
Ckrek!
Saat pintu terbuka, sosok pria tua dengan rambut putih panjang, janggut dan kumis panjang yang terlihat sangat berantakan pun terlihat.
Pria tua yang tidak lain adalah Lin Feng pun menatap ke arah tamu yang dikatakan oleh Lin An. Kilatan tertentu terlihat di matanya lalu itu menghilang dalam sekejap tanpa bisa disadari oleh Ren Yuu, Zi Ling dan Tang Chen. Hanya Lin An yang melihatnya karena tentu ia tau mengapa temannya itu seperti itu.
“Ho-ho-ho.. aku tidak menyangka bahwa Ling’er kecil akan berkunjung kali ini. Di mana ayah brengsekmu itu?” Tanya Lin Feng dengan nada sedikit kasar.
“Mati di dalam kuburannya!” Balas Zi Ling dengan nada sangat marah. Setiap kali ia datang menemui Lin Feng, ia akan selalu di goda dengan berbagai hal. Ia tidak akan pernah melupakan wajah berantakan pria tua bernama Lin Feng dari benaknya sampai kapan pun.
“Ha-ha-ha! Tampaknya kau gagal lagi Ling’er kecil.. sudah percobaan keberapa?” Tanya Lin Feng tua seperti sedang mengejek kegagalan Zi Ling.
Zi Ling hanya menggertakkan giginya mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Feng karena ia telah gagal ribuan kali membunuh ayahnya. Kekuatan ayahnya yang brengsek luar biasa mengerikan. Ia juga tidak tau sejauh apa tingkat kekuatan ayahnya.
__ADS_1
Sementara Ren Yuu dan Tang Chen hanya bisa diam karena memang benar bahwa mereka berdua tampaknya sangat akrab dan pasti sudah beberapa kali bertemu.
Karena Zi Ling semakin marah sampai-sampai qi-nya bocor, Lin Feng tua berhenti untuk menggodanya untuk beberapa saat.
“Lalu, apa yang membawamu ke tempat ini Ling’er kecil?” Tanya Lin Feng saat dirinya perlahan duduk di kursi tua malas lalu mengeluarkan sebuah minuman keras lalu meminumnya di tempat tanpa menghiraukan apapun.
Zi Ling menenangkan dirinya karena merasa dia akan menjadi gila jika terus-menerus berdebat dengan Lin Feng.
“Aku datang karena temanku ingin membuat pedang yang setara dengan sebuah Artefak Surgawi.” ucap Zi Ling langsung ke intinya.
“Ho? Carilah orang lain Ling’er kecil, aku tidak tertarik sama sekali.” Lin Feng langsung menolak lalu melambaikan tangannya seperti sedang mengusir pengganggu.
“Apakah pria tua ini memang benar-benar bisa membuat sebuah senjata setara dengan Artefak Surgawi? Itu tampak seperti mustahil.” Gumam Tang Chen saat mengukur Lin Feng dari atas ke bawah.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Tang Chen, Zi Ling langsung melotot ke arah Tang Chen. Ketika ia ingin berbicara, Ren Yuu pun lebih dulu berbicara.
“Jika kau tidak ingin membuat senjata seperti itu, bisakah kau mengajariku cara menempa senjata?” Tanya Ren Yuu.
Lin Feng berhenti minum lalu menatap ke arah Ren Yuu dengan seksama. Ia menatap dari atas ke bawah pada Ren Yuu karena ia merasa ada keakraban tertentu dari Ren Yuu tetapi ia tidak tau apa itu.
“Aku tidak menerima murid seumur hidupku, anak muda. Carilah penempa lainnya. Di Kota Meteor, sangat banyak ahli menempa yang sangat handal. Kau bisa meminta kepada mereka untuk membuat senjata bagus ataupun belajar dari mereka. Lagi pula kau pasti telah mendengar seperti apa reputasiku dari para kultivator yang berada di atas sana.” ucap Lin Feng mengabaikan perasaan akrab sebelumnya.
“Hei pria tua! Kenapa kau begitu pelit? Ini hanya menempa senjata! Lalu, kenapa kau membuat pedang ini untukku dahulu?” Tanya Zi Ling mengeluarkan Pedang Ilahi Zi Que.
“Oh? Pedang itu masih tampak terawat seperti biasa. Aku memang membuat pedang itu untukmu, tetapi itu juga dibuat untuk ibumu dahulu sebagai hadiah pernikahan ayahmu! Ibumu tidak pernah menggunakan pedang itu karena itu akan digunakan oleh putra atau putrinya yang akan dilahirkan kelak.” ucap Lin Feng acuh tak acuh.
__ADS_1
Ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Feng, Zi Ling menjadi terdiam karena ia tentu juga mengetahui tentang hal itu. Ia hanya menatap ke arah Pedang Ilahi Zi Que dengan tatapan rumit.
“Pedang apa itu? Apakah pria tua ini yang membuatnya?” Tanya Tang Chen mendekat ke arah Zi Ling lalu memperhatikan Pedang Ilahi Zi Que dengan seksama.
Sraing!
Tang Chen melompat mundur karena Zi Ling hampir saja menebasnya. “Apa yang kau lakukan wanita sialan!”
“Kau terlalu dekat dan itu sangat menjijikkan bola bulu!” Balas Zi Ling jengkel.
Ketika Tang Chen ingin meledak marah, Ren Yuu pun berbicara, “Kalian berdua berhentilah untuk berdebat.”
Tatapan Ren Yuu tertuju kembali kepada Lin Feng lalu berbicara, “Aku tidak peduli tentang apa yang dikatakan oleh orang-orang yang ada di atas sana. Lagi pula, seseorang sekuat dirimu pasti akan memang bisa membuat pedang hebat apa lagi kau telah menciptakan senjata yang setara dengan Artefak Surgawi yaitu pedang yang dipegang oleh Zi Ling.”
“Ho? Orang sekuat diriku? Kau terlalu melebih-lebihkan anak muda. Aku hanyalah pria tua yang sudah sekarat yang tidak lama lagi akan memasuki neraka yang sesungguhnya. Aku hanya bisa memukul besi dengan palu tumpul. Aku tidak sekuat yang kau katakan.” ucap Lin Feng dan meminum kembali alkohol yang ada di dalam wadah yang ada di tangan kanannya.
Lin An hanya diam menatap temannya itu. Ia tentu tau mengapa Lin Feng tidak ingin membuat senjata lagi dan Pedang Ilahi Zi Que adalah pedang terakhir yang diciptakan olehnya walaupun mungkin banyak pedang sampah yang dibuat oleh Lin Feng lalu menjualnya di sana sini dan membuat para kultivator di Kota Meteor menganggapnya sebagai orang gila.
“Kakek tua.. jangan terlalu cepat menolak.” ucap Zi Ling saat menyimpan Pedang Ilahi Zi Que di Dunia Kecil miliknya.
Lin Feng menatap ke arah Zi Ling dengan tatapan heran dan menunggu Zi Ling untuk melanjutkan kata-katanya.
“Apa kau pernah mendengar tentang Dewa Kegelapan?” Tanya Zi Ling.
Di saat itu juga, alkohol yang ada di tangan Lin Feng jatuh ke lantai lalu pecah. Matanya melebar dan tatapannya kini tertuju pada Ren Yuu.
__ADS_1