God Of Darkness 2

God Of Darkness 2
Identitas


__ADS_3

Jalan Asura


“Ingat! Jangan macam-macam, kau akan menyesal jika berbuat hal aneh kepadaku! Ketiga Abyssal Race itu sungguh beruntung karena hanya ada aku sendirian saat ini!” wanita Fairy Race tersebut memperingati Ren Yuu sekali lagi.


Ren Yuu semakin terdiam. Ia merasa wanita dihadapannya sangatlah lucu entah mengapa. “Baiklah.. baiklah.. aku tidak melakukan hal yang macam-macam.” Ia pun mengangkat kedua tangannya seolah-olah menyerah.


“Hmp! Bagus jika begitu! Karena kau membantuku sebelumnya membereskan tiga Abyssal Race itu, aku akan berbaik hati mengantarmu ke kota Asyura.” Wanita Fairy Race tersebut mengangguk puas dengan sikap Ren Yuu. “Ayo ikuti aku.” Ia pun langsung bergerak ke arah udara dengan kecepatan penuhnya.


Ren Yuu terkekeh dan langsung mengikuti wanita tersebut dari belakang.


“Hei, katakan, Bagiamana kau bisa sekuat itu dengan tingkat kultivasi Tier True God 3rd Heavenly Layer?” Tanya Wanita Fairy Race tersebut.


“Aku bukan hei, dan aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu.” Balas Ren Yuu acuh tak acuh.


Urat-urat hitam muncul di dahi wanita Fairy Race tersebut karena sikap seperti itu mengingat dirinya pada seseorang yang membuatnya jengkel setiap hari.


“Lalu, siapa kau? Apa tujuanmu datang ke Jalan Asura?” Tanyanya lagi.


“Sebelum bertanya, perkenalkan dirimu terlebih dahulu.” Balas Ren Yuu lagi tanpa melihat ke arah wanita Fairy Race tersebut.


“Aku sangat ingin meremukkan orang ini!” Batin wanita Fairy Race tersebut.


“Apa kau tertarik dengan siapa aku sebenarnya? Jika kau tau, kau pasti akan sangat terkejut.” Balasnya dengan wajah sedikit bangga.


“Aku tidak tertarik sama sekali.” Balas Ren Yuu acuh tak acuh.

__ADS_1


“Dasar sialan! Apa seperti itu caramu memperlakukan semua wanita!” Wanita Fairy Race tersebut sangat kesal dan auranya bocor sedikit.


“Ini..” Batin Ren Yuu dengan kerutan. Ia merasakan bahwa energi dan hukum yang berasal dari wanita Fairy Race tersebut sangat mirip dengan energi dan hukum yang ada di dalam portal masuk ke Jalan Asura.


“Baiklah.. baiklah.. aku tertarik.. siapa kau?” Tanya Ren Yuu lelah. Ia langsung ingat dengan Xueqi kembali yang sering menggodanya dahulu ketika berada di Planet Desolate.


“He-he-he.. apa kau segitu tertariknya karena aku mengatakan bahwa kau akan terkejut?” Wanita Fairy Race tersebut menggoda Ren Yuu sambil terkikik.


Ren Yuu terdiam dan tau bahwa wanita itu seperti duplikat Xueqi di masa lalu.


Wanita Fairy Race tersebut cemberut sedikit karena Ren Yuu hanya diam saja. “Baiklah, akan aku beritahu. Ini adalah rahasia besar di Jalan Asura. Sebelum itu, aku ingin bertanya dahulu. Apa kau bisa menjaga rahasia? Walaupun kau terlihat seperti manusia yang baik, belum tentu kau bisa menjaga rahasia.” ucapnya sedikit curiga lagi.


“Baiklah, aku akan menjaga rahasia..” ucap Ren Yuu lelah dan tidak tau apa tujuan dari wanita tersebut berbicara seperti itu.


Sebenarnya wanita Fairy Race tersebut juga bingung kenapa ia ingin membagikan informasi yang harusnya dirahasiakan kepada Ren Yuu. Tetapi ia seolah-olah ingin mengatakannya, itu seperti dirinya ingin menceritakan sesuatu kepada sosok yang sangat penting dihatinya.


“Apa kau tau siapa penguasa Jalan Asura?” Tanya wanita tersebut ke arah Ren Yuu.


“Tentu saja aku tau.”


“Siapa?”


“Master Asura!” jawab Ren Yuu.


“Oh.. tampaknya kau telah mengumpulkan informasi dari luar. Kau benar, beliau adalah penguasa sah tempat ini, dan asal kau tau saja, dia adalah Guruku!” ucap wanita Fairy Race tersebut dengan bangga. Ia tidak tau mengapa ia ingin membanggakan sesuatu dihadapan Ren Yuu. Ini seperti yang sering ia lakukan didepan keluarganya.

__ADS_1


“Apa?” Ren Yuu tentu saja terkejut dan ia langsung paham mengapa jenis energi dan hukum yang dimiliki oleh wanita tersebut mirip dengan energi dan hukum yang ada di dalam portal menuju Jalan Asura.


“He-he-he.. kau terkejut bukan?” Wanita Fairy Race tersebut terkikik karena berhasil membuat Ren Yuu merubah wajahnya yang sangat datar.


“Siapa kau? Sangat aneh jika seseorang seperti Master Asura akan mengambil murid walaupun kau memang jenius tingkat tinggi.” Ren Yuu semakin heran apa yang dipikirkan oleh Asura.


“Itu tidak aneh sama sekali. Itu tentu saja karena garis darah yang ada di dalam tubuhku mampu untuk mewarisi sesuatu yang menjadi kekuatan sejati dari Guru Asura! Aku adalah Ren Xie'er, murid dari Master Asura!” ucap Ren Xie'er dengan wajah yang sangat bangga sambil membusungkan dadanya.


Deg! Deg!


Jantung Ren Yuu berdetak sangat cepat saat mendengar namanya. Ia sekarang paham mengapa wanita bernama Ren Xie'er mengingatkannya pada Xueqi. Juga, ketertarikan aneh yang ia rasakan berasal dari garis darah. Tetapi, karena sesuatu yang diberikan Asura, itu tampak menyelimuti tubuh Ren Xie'er agar sulit untuk melacak tubuhnya.


Dan itu sudah dalam pikiran Ren Yuu, wanita yang ia duga adalah putri Xueqi, yang menjadi murid Master Asura pasti mengolah manual legendaris, manual khusus tubuh untuk membentuk tubuh menjadi tubuh sejati Asyura. Ini adalah informasi yang Ren Yuu peroleh dari Kun-Peng.


“Siapa namamu?” Tanya Ren Yuu sekali lagi tergagap.


“Hmp! Apakah begitu mudah melupakan nama seseorang bagimu, aku katakan, aku adalah Ren Xie'er!” Ren Xie'er mendengus sedikit tidak puas ke arah Ren Yuu.


Tatapan Ren Yuu melunak sedikit dan tau bahwa yang ada di sampingnya saat ini adalah putrinya. Ia ingat dengan jelas bahwa Xing Jianying dan Xueqi saat itu menginginkan keturunan dan ia pun memberikannya.


Sudut bibir Ren Yuu naik sedikit karena tidak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan seseorang yang harusnya ia lindungi selama ini. Ia sedikit menyesal karena tidak bisa berada di sisi putrinya itu. Tetapi ia tetap harus melakukannya.


Ren Yuu mengingat semua keluarga yang ia tinggalkan untuk menjauhkan mereka dari bahaya besar, ia tentu berencana mengorbankan dirinya waktu itu agar keluarganya tidak terkena musibah. “Selama kalian semua bisa menjalani kehidupan yang damai, walaupun mungkin putriku akan membenciku karena tidak ada di sisinya, semua yang aku lakukan sepadan.” Batinnya.


Itulah yang ada di dalam pikiran Ren Yuu saat ini. Ia tentu tidak ragu untuk mengorbankan dirinya demi sosok wanita di dekatnya yang merupakan putrinya, ia berpikir kembali, jika saja waktu itu ia tidak pergi seorang diri, apakah mungkin saat ini ia akan bisa melihat putrinya yang tumbuh dengan sehat? Apakah mungkin keluarganya akan baik-baik saja?

__ADS_1


Ren Yuu paham bahwa keputusan yang ia ambil waktu itu sangatlah tepat. Karena hal itupun, keluarganya bisa selamat sampai saat ini dan hidup dengan bahagia di Jalan Asura.


__ADS_2